Friday, July 31, 2009

[daarut-tauhiid] Untuk Suami-suami: Bila Istri Cerewet :)

Link ke posting ini
Reaksi: 
Siang ini aku menerima email dari sahabat lama. Awalnya pas baca
judulnya, heh apa maksudnya nih, mo nyindir gue,hehe... Kemudian baca
kalimat pembukanya yaitu "De, ini ada tulisan bagus, nanti klo suamimu
sudah mulai sering menghela nafas denger cerewetannya kamu, kamu kasih
aja tulisan ini ya. Tulisan ini berguna banget, buat si cerewet yang
suka memberikan pembenaran diri"... heh maksud lo a'? hehe.

Tapi bener tulisannya bagus buat para istri ataupun yang masih calon, buat para suami ataupun yang masih calon. Nih baca ya:

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan
pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya,
membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat
darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang
raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi
laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah
istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab
yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan
akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran
api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari
liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari,
bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke
langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu
istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang
malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan
terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan
uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga,
memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan
darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama
24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan
penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara
rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal
itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena
(mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari
semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi
berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar.
Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata
busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang
pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada
yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri.
Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan
bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang
menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas
agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan
pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas
membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang
membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan
tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras,
beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi.
Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur
asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam
melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi
anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan
memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran
bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun
terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri
si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik
untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci
suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya
ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah
tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api
neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak,
menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri,
tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela
dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya,
barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga
tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak
hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi
keluarganya.













Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Untuk Sebuah Cinta

Link ke posting ini
Reaksi: 
Untuk Sebuah Cinta


oleh Mujahid Alamaya

===========


Untuk
sebuah cinta, ia rela menempuh perjalanan jauh. Berangkat dari
Singkawang menuju Pontianak dengan menggunakan motor dan menempuh
perjalanan selama 3,5 jam. Disambung dengan menggunakan pesawat
Pontianak - Jakarta selama 1,5 jam. Lalu diteruskan dengan menggunakan
bis dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Bandung selama 4 jam.
Dan terakhir, menempuh perjalanan Bandung - Yogyakarta dengan
menggunakan mobil selama 12 jam.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan tenaga. Perjalanan
Singkawang - Pontianak - Jakarta - Bandung - Yogyakarta, ia tempuh
sekitar 30 jam. Satu hari penuh tanpa istirahat yang cukup, tentu
menguras tenaga yang dapat membuat fisik drop. Belum lagi selama
mengikuti kegiatan silaturrahim yang acaranya lumayan padat.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan pekerjaan. Demi
silaturrahim dengan rekan-rekannya sesama Klab Santri, ia berani
mengajukan ijin meninggalkan pekerjaan selama beberapa hari, padahal
status kepegawaiannya masih terbilang baru.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan biaya. Tidak sedikit biaya
yang harus dikeluarkan untuk transportasi, akomodasi, dan lain
sebagainya dalam perjalanan tersebut. Rejeki yang baru ia dapatkan,
digunakannya untuk keperluan silaturrahim.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan waktu yang selalu diisi
dengan rutinitasnya. Ketika bersilaturrahim selama beberapa hari di
Bandung, Yogyakarta, dan Solo, tentu ia meninggalkan beberapa
rutinitasnya yang mungkin bisa dibilang penting.
Itulah salah seorang sohib saya. Dalam waktu yang singkat, ia
memutuskan untuk mengikuti silaturrahim Klab Santri Road to Jogja.
Secara logika, untuk melakukan perjalanan jauh, tentu membutuhkan
persiapan yang matang, waktu yang cukup, dan biaya yang tidak sedikit.
Namun, karena ia melakukan semua itu untuk sebuah cinta; cinta akan
silaturrahim, cinta akan kebersamaan, cinta akan ukhuwah, dan tentunya
cinta karenaNya, maka semuanya terasa begitu mudah.

Ya, dengan mudahnya ia mendapatkan rejeki dan mengeluarkan sejumlah
biaya yang begitu besar. Dan dengan mudahnya pula ia mendapatkan ijin
dari atasannya untuk meninggalkan pekerjaan selama beberapa hari. Serta
berbagai kemudahan lainnya yang ia dapatkan ketika bersilaturrahim.

Ia yakin, dengan menjalin silaturrahim karenaNya, maka apa yang ia
lakukan tidaklah sia-sia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Tahukah
kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun
keburukan?" Sabda Rasulullah SAW,
"Sesuatu yang paling cepat
mendatangkan kebaikan adalah balasan (pahala) orang yang berbuat
kebaikan dan menghubungkan tali silaturrahim, sedangkan yang paling
cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaan) bagi orang yang
berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan." (HR. Ibnu Majah).

http://kotasantri.com/santri/alaMaya

...........sumber :eramuslim.com
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] [INFO] Kajian Targhib Ramadhan

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillah....

Ramadhan Sebentar
Lagi...
Ramadhan Sebentar semakin dekat......
Yukkk..menjelang bulan suci yang penuh
maghfiroh,rahmat,dan berkah kita...
Mempersiapkan dari sekarang mulai Jazadi,
ruh,fikr,budget,....dan ilmu tentunya
Paket Dauroh berikut membekali kita dengan ilmu-ilmu seputar
Ramadhan,
Agar Ramadhan tahun ini kita tidak melewati setiap detiknya
kecuali dengan pahala
Menuju insan yang suci di hari yang Fitri, Amin

Kajian Setengah Hari
Targhib Ramadhan
Al-Yusro

utk Ikhwan dan Akhwat
Materi
Penentuan Awal Bulan
Ramadhan,Rukyat, atau Hisab
Oleh Ustadz Abu
Yahya Purwanto,S.Si (Alumnus Astronomi ITB, pengisi kajian MQFM 102,7 FM)
Hukum – hukum seputar Shaum
Ramadhan
Oleh Ustadz Wawan
Kurniawan, S.Hi (Alumnus STIBA-Sekolah
Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab -Makassar)
Buka Puasa,satu diantara dua
kebahagiaan

Ustadz Iip
Syarifuddin,S.Pdi (Alumnus LIPIA
Jakarta)
Meraup Berkah di saat Sahur
Ustadz Abu Musa
Ubaidillah (Staff Pengajar MAQDIS, AlYusro dan TaLa)

Waktu & Tempat

Insya Allah
 Ahad 9 Agustus 2009
Pk.08.00-15.30
WIB
 Di Ruang Utama Masjid Al-Asy'ari-Kampus
UNISBA
Jl.Taman Sari no.2
Bandung

Pendaftaran

Ketik (Reg_TR_Nama_Usia_Alamat),
kirim ke 085648371221 atau 022-91100086
contoh: Reg_TR_M.Ikhsan_21_Muararajeun11
Reg_TR_Abdullah_27_Indramayu32
Paling lambat Sabtu,8 Agustus 2009 pk.21.00

Administrasi

Rp.10.000,-
Fasilitas: Makalah Materi, Snack & Makan siang

Contact Person: 022-91100086

Hasil Kerjasama
Antara:

Lembaga 'Ulumul Quran dan Bahasa Arab Al-Yusro
Sekretariat: Sadang Sari Raya no.2 ,Sadang Serang-Bandung
Telp. 022 911 000 96, 022 928 99 396

dengan
DKM Masjid Al-Asy'ari
UNISBA, Jl.Taman Sari no.2-Bandung


Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Nabi Kita Tidak Pernah Bosan Beristigfar

Link ke posting ini
Reaksi: 
Nabi Kita Tidak Pernah Bosan Beristigfar

"Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku
selalu beristigfar kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali." (HR.
Muslim)
Rasul dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam
adalah orang yang paling banyak beristigfar dan bertaubat padahal beliau
adalah orang yang telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.
Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata ,
supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan
yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu
kepada jalan yang lurus," (QS. Al Fath : 1-2)
Dalam kitab shohih, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terbiasa shalat sehingga kakinya
pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, 'Wahai rasulullah,
kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yang
telah lalu dan akan datang.' Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
mengatakan, "Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur."
(HR. Muslim no. 7304)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, "Inilah kekhususan Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam yang seorang pun tidak ada yang menyamainya.
Tidak ada dalam satu hadits shohih pun yang menceritakan tentang balasan
amalan kepada selain beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyatakan
bahwa dosanya yang telah lalu dan akan datang akan diampuni. Inilah yang
menunjukkan kemuliaan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dalam segala
perkara ketaatan, kebaikan dan keistiqomahan yang tidak didapati oleh
manusia selain beliau, baik dari orang yang terdahulu maupun orang yang
belakangan. Beliaulah manusia yang paling sempurna secara mutlak dan
beliaulah pemimpin (sayid) seluruh manusia di dunia dan akhirat."
Walaupun dosa-dosa beliau telah diampuni, namun beliau shallalahu 'alaihi
wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar di setiap waktu.
Para sahabat telah menghitung dalam setiap majelisnya, Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam terlihat paling banyak beristigfar.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah
dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari)
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
"Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku
selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali." (HR. Muslim)
Hudzaifah radhiyallahu 'anhu berkata,
"Dulu lisanku biasa berbuat keji kepada keluargaku. Namun, aku tidaklah
menganiaya yang lainnya. Kemudian aku menceritakan hal ini kepada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda,"Mana istigfarmu, wahai Hudzaifah? Sesungguhnya aku selalu
beristigfar kepada Allah setiap hari sebanyak 100 kali dan aku juga
bertaubat kepada-Nya." (HR. Ahmad. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan
bahwa sabda Nabi '…Åöäøöì áÃóÓúÊóÛúÝöÑõ Çááøóåó' adalah shohih lighoirihi
yaitu shohih namun dilihat dari jalur lainnya yang lebih kuat atau semisal
dengannya. Sedangkan sanad hadits ini dho'if)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
"Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit
matahari) kecuali aku beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali." (HR. An
Nasa'i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani di Silsilah Ash Shohihah no.
1600)
Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan bahwa jika kami menghitung dzikir
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam satu majelis, beliau
mengucapkan,
'Robbigfirliy wa tub 'alayya, innaka antat tawwabur rohim' [Ya Allah
ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima
Taubat lagi Maha Penyayang] sebanyak 100 kali. (HR. Abu Daud. Dikatakan
shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 556)
Dan bacaan istighfar yang paling sempurna adalah penghulu istighfar (
sayyidul istighfar) sebagaimana yang terdapat dalam shohih Al Bukhari dari
Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam, beliau bersabda, "Penghulu istigfar adalah apabila engkau
mengucapkan,
Çóááøóåõãøó ÃóäúÊó ÑóÈøöíú áÇó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó ÃóäúÊó¡ ÎóáóÞúÊóäöíú æóÃóäóÇ
ÚóÈúÏõßó¡ æóÃóäóÇ Úóáóì ÚóåúÏößó æóæóÚúÏößó ãóÇ ÇÓúÊóØóÚúÊõ¡ ÃóÚõæúÐõ Èößó
ãöäú ÔóÑøö ãóÇ ÕóäóÚúÊõ¡ ÃóÈõæúÁõ áóßó ÈöäöÚúãóÊößó Úóáóíøó¡ æóÃóÈõæúÁõ
ÈöÐóäúÈöíú ÝóÇÛúÝöÑú áöíú ÝóÅöäøóåõ áÇó íóÛúÝöÑõ ÇáÐøõäõæúÈó ÅöáÇøó ÃóäúÊó
"Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana 'abduka wa
ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika min syarri maa
shona'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy
fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta [Ya Allah! Engkau adalah
Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang
menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku
dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang
kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh
karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali
Engkau]." (HR. Bukhari no. 6306)
Faedah dari bacaan ini adalah sebagaimana yang Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam sabdakan dari lanjutan hadits di atas,
"Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati
pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan
barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu
dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga."
Hadits sayyidul istigfar ini meliputi makna taubat dan terdapat pula
hak-hak keimanan. Di dalam hadits ini juga terkandung kemurnian ibadah dan
kesempurnaan ketundukan serta perasaan sangat butuh kepada Allah. Sehingga
bacaan dzikir ini melebihi bacaan istigfar lainnya karena keutamaan yang
dimilikinya. –Semoga kita termasuk orang yang selalu merutinkannya di
setiap pagi dan sore-
Bacaan istigfar lainnya adalah sebagaimana terdapat dalam shohih Bukhari
dari istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Aisyah radhiyallahu 'anha.
Aisyah berkata bahwa beliau mendengar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (ketika menjelang kematiannya)
sedang bersandar padanya. Lalu beliau mengucapkan,
"Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan kumpulkanlah aku bersama
orang-orang sholih." (HR. Bukhari no. 5674. Lihat Al Muntaqho Syar Al
Muwatho')
Jadi lihatlah kehidupan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang setiap
waktunya selalu diisi dengan istighfar bahkan sampai akhir hayat hidupnya
pun beliau tidak lepas dari amalan tersebut. Sebagaimana beliau
shallallahu 'alaihi wa sallam selalu mengakhiri amalan-amalan sholihnya
seperti shalat, haji, shalat malam dengan istigfar, beliau juga mengakhiri
hidupnya dengan istigfar.
Saudaraku ... Jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja yang sudah
dijamin dosanya yang telah lalu dan akan datang akan diampuni, bagaimana
lagi dengan kita yang tidak dijamin seperti itu[?] Sungguh, kita
sebenarnya yang lebih pantas untuk bertaubat dan beristighfar setiap saat
karena dosa kita yang begitu banyak dan tidak pernah bosan-bosannya kita
lakukan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta'ala berfirman,
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan
malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun
kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian." (HR. Muslim no. 6737)
Semoga Allah mengaruniakan kita untuk selalu mengikuti jejak beliau
shallallahu 'alaihi wa sallam. Semoga Allah memberikan kepada kita akhir
hidup yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan do'a.
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal


---------------------------------------------------------------------------
ABN AMRO Bank N.V. is a subsidiary undertaking of The Royal Bank of Scotland Group plc. This message (including any attachments) is confidential and may be privileged. If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail and delete this message from your system. Any unauthorised use or dissemination of this message in whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. ABN AMRO Bank N.V, which has its seat at Amsterdam, the Netherlands, and is registered in the Commercial Register under number 33002587, including its group companies, shall not be liable for the improper or incomplete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt or damage to your system. ABN AMRO Bank N.V. (or its group companies) does not guarantee that the integrity of this communication has been maintained nor that this communication is free of viruses, interceptions or interference.
---------------------------------------------------------------------------

______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Mengapa Islam Melarang System Bunga dan Membolehkan System Sewa?

Link ke posting ini
Reaksi: 
Oleh : Alihozi
http://alihozi77.blogspot.com

Meminjamkan uang dengan bunga adalah haram dalam Islam, haram hukumnya seorang individu meminjamkan uang kepada orang lain selama periode tertentu, kemudian si peminjam mengembalikan uang tsb ditambah bunganya pada watu yang telah disepakati.

Bunga diakui dalam system kapitalis yang memandangnya sebagai upah bagi modal uang yang para pemilik modal pinjamkan untuk membiayai proyek-proyek perniagaan dan lain sebagainya. Modal uang ini menerima imbalan jasa (kompensasi) yang dihitung berdasarkan rasio persentase per tahun. Kompensasi inilah yang disebut bunga (interest).


Dalam masyarakat kapitalis, bunga tidak berbeda jauh dari kompensasi yang diterima oleh pemilik property tidak bergerak atau alat-alat produksi, yang mereka terima karena menyewakan property atau alat-alat milik mereka itu. Anda dapat menyewa dan menempati sebuah rumah selama periode tertentu, lalu mengembalikannya kepada pemiliknya beserta sejumlah uang yang telah disepakati sebagai biaya sewa.

Islam mengizinkan pemilik property tidak bergerak atau alat produksi memperoleh pendapatan atau keuntungan yang terjamin dengan menyewakan alatnya tanpa harus bekerja, namun Islam tidak mengizinkan pemilik modal uang memetik keuntungan yang terjamin dengan cara meminjamkan uangnya yang juga tanpa harus bekerja, Mengapa bisa demikian? . Dengan ini Islam memberikan perbedaan teoritis antara modal uang dan property tak bergerak serta alat-alat produksi

Pada masyarakat kita umumnya sudah mengetahui kalau yang disebut bunga pinjaman dalam system kapitalis adalah keuntungan yang terjamin yang akan selalu bertambah selama pinjaman uang pokoknya belum lunas. Peminjam mengembalikan pinjaman pokok uang tsb ditambah bunganya bila si peminjam sanggup membayarnya pada saat jatuh tempo.

Tapi bila waktu yang diberikan untuk melunasinya telah jatuh tempo,. peminjam tidak sanggup membayar, maka pemilik modal tidak akan mau tahu, ia akan memberikan tambahan waku untuk melunasinya dengan menambah bunga pinjaman terus menerus. Pada jaman jahiliah dulu sampai si peminjam yang tidak mampu melunasi tunggakan hutang dan bunganya harus rela menyerahkan propertynya , bila tidak punya maka akan menjadi budak si pemilik modal.(2)

Berbeda dengan pendapatan atau keuntungan yang terjamin dari sewa , kalau si penyewa property tidak bergerak atau alat-alat produksi tidak sanggup membayar sewa , si penyewa tidak sampai harus membayar terus menerus sewa tsb ketika jangka waktu sewa telah jatuh tempo atau telah lewat bila si penyewa sudah menyerahkan property yang disewanya tsb kepada si pemilik, sehingga ia tidak sampai harus menyerahkan property yang dimilikinya atau seperti di jaman jahiliah tidak sampai menjadi budak si pemilik property

Alasan kedua mengapa pendapatan atau keuntungan yang terjamin dari sewa yang muncul dari kepemilikan atas property tidak bergerak atau alat-alat produksi diperbolehkan dalam Islam yaitu kerja yang tersimpan dalam alat-alat produksi berhak menerima kompensasi atas depresiasi yang dialaminya dalam proses produksi. Biaya sewa yang dibayarkan kepada pemilik alat-alat produksi pada hakikatnya adalah upah atas kerja yang dilakukan sebelumnya. Jadi, biaya sewa itu merupakan pendapatan yang didasarkan pada kerja yang terkonsumsi. (1)

Wallahua'lam
Salam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
Bagi yang membutuhkan KPR Syariah BMI bisa hub Ali Hp:0813-882-364-05

Sumber bacaan:
1.Buku Induk Ekonomi Islam "Iqtishaduna" karya Muhammad Baqir Ash Shadr.
2. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam karya Ir.Adiwarman Karim
3. Fiqih Jual – Beli karya Syekh Abdurrahman As-Sa'di, Syekh Abdul `Aziz bin Baaz , Syekh Shalih Al-Utsaimin dan Syekh Shalih Al-Fauzan


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kedua Kaki Yang Diharamkan Api Neraka

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa


Wednesday, 29 July 2009


Kedua Kaki Yang Diharamkan Api Neraka
Senin, 27 Juli 2009

Úä ÚóÈóÇíóÉõ Èúäõ ÑöÝóÇÚóÉó ÞóÇáó ÃóÏúÑóßóäöí ÃóÈõæ ÚóÈúÓò æóÃóäóÇ ÃóÐúåóÈõ
Åöáóì ÇáúÌõãõÚóÉö ÝóÞóÇáó ÓóãöÚúÊõ ÇáäøóÈöíøó Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö
æóÓóáøóãó : íóÞõæáõ ãóäú ÇÛúÈóÑøóÊú ÞóÏóãóÇåõ Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ÍóÑøóãóåõ
Çááøóåõ Úóáóì ÇáäøóÇÑö

(ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí)

Sungguh berkata Sayyidatina Aisyah ra :
"Dari Abaayah bin rifa'ah berkata : aku bertemu dg Abu Absin saat aku
berangkat shalat jumat seraya berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda
: Barangsiapa yg berdebu kedua kakinya menuju di Jalan keridhoan Allah, maka
Allah haramkan ia dari api neraka" (Shahih Bukhari)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Limpahan puji kehadirat Allah Jalla Wa Alaa, Maha Raja langit dan bumi, Maha
Menghiasi alam semesta yang fana dengan ibadah dan ketaqwaan yang abadi,
Maha Menjadikan setiap nafas hamba – hambaNya yang sementara dan hina
menjadi pembuka berlian keberuntungan yang kekal, Yang Maha Menjadikan satu
kalimat membuka sedemikian banyak anugerah yang agung "Lailahailallah", Satu
Nama Yang Maha Luhur. Mereka yang mengakui "Tiada Tuhan Selain Allah" maka
dipastikan akan sampai kepada surga-Nya. Demikian sabda Nabi kita Muhammad
Saw "barangsiapa yang mengatakan tiada Tuhan selain Allah dan meyakini tidak
ada Tuhan selain Allah, pasti akan sampai ke surga-Nya". Demikian riwayat
Shahih Bukhari. Semoga aku dan kalian selalu dinaungi dengan Lailahailallah.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt yang tiada henti – hentinya memberikan Cahaya Kasih Sayang kepada
hamba – hambaNya, tiada pernah terputus dan Allah tidak putus asa dengan
dosa hamba – hambaNya. Berbeda dengan hamba yang selalu berputus asa dari
Rahmatnya Allah. Namun Dia (Allah) tiada pernah berputus asa menanti
kehendak kita untuk mendekat, menanti kehendak untuk mendekat dan mencapai
hari – hari mulia dan menjadikan hari – hari yang gelap menjadi hari yang
terang – benderang dan menjadikan hari yang terang – benderang dalam
kehidupan kita menjadi lebih terang – benderang dengan Cahaya Keridhoan
Illahi.

(dalam qasidah yg dilantunkan saat maulid)"Yaa Saaqiyal Qauma Min Syadzaah,
Alkullu lammaa saqayta Taahuw" demikian yang telah kita dengar tadi. Wahai
Yang Maha Menghujani jiwa dengan anugerah bagi para pecintanya, Wahai Yang
Maha Melimpahkan Rahmat kepada kelompok orang – orang yang telah mencintai
dan merindukan daripada hausnya mereka akan kerinduan pada Allah. Allah
tiada pernah berhenti memenuhi jiwa mereka. Mereka yang merindukan Allah
Swt. "Alkullu lammaa saqayta Taahuw." maka ketika Engkau (Allah) telah
memenuhi jiwa mereka itu, maka mereka akan mabuk dengan cinta dan rindu yang
lebih besar. Demikian Allah Swt yang maha berhak dicintai dan mempunyai
cinta terindah dan cinta kepada Allah adalah cinta yang terindah dan cinta
Allah adalah cinta yang tersuci. Cinta yang terkait dengan cinta Allah akan
abadi dan cinta yang tidak terikat dengan cinta Allah akan putus dan sirna.
Segala sesuatu yang terkait dengan Yang Maha Abadi akan menjadi abadi.

"Wa maa fauqatturaabi turaabu" dan semua yang ada di atas tanah akan menjadi
tanah. Ingatlah hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, setiap nafas yang
diterangi Cahaya keridhoan Allah didalam dzikir dan munajat nafasmu abadi
dan selain dari itu akan sirna dan fana. Setiap lintasan pemikiran dan gerak
– gerikmu yang berada didalam hal yang dikasihi dan dicintai Allah, maka
gerak – gerikmu itu akan abadi membuka kebahagiaan yang kekal. Setiap teguk
minuman yang diawali dengan Basmalah (Dengan Nama Allah), maka teguk minuman
itu saksi untuk mengantarkan kita kepada surga-Nya. Demikian setiap langkah
dan gerak – gerik kita.

Sampailah kita kepada hadits agung ini. Ketika Ubaayah radiyallahu anhu
mendengar bahwa Nabi Saw bersabda ketika salah seorang sahabat menuju shalat
jum'at bahwa Nabi saw bersabda ""Man ighbarrat qadamaahu fi sabiilillahi
harramahullahu alannaar"" barangsiapa yang berdebu kakinya menuju ke jalan
Allah, Allah haramkan ia dari api neraka. Hadirin – hadirat, ini bukan
perjalanan jihad saja karena hadits ini teriwayatkan saat- saat waktu menuju
shalat jum'at dan juga di semua langkah yang menuju ke tempat kemuliaan,
majelis – majelis dzikir, majelis – majelis ta'lim, masjid, shalat jama'ah,
shalat jum'at, dan hal – hal yang diridhoi Allah. Maka debu yang sampai di
kaki kita itu sangat dihargai oleh Allah. Adakah yang lebih mencintai para
tamunya melebihi Allah?, menghormati para tamunya hingga debu yang terinjak
di kaki mereka itu membuat mereka diharamkan oleh Allah dari api neraka.
Sampai debu di kaki mereka diperhatikan oleh Allah, kaki mereka yang bersih,
barangkali terkena debu saat melangkah menuju masjid maka itu membuatnya
haram dari api neraka. Demikian indahnya Allah Swt menghargai debu dari
setiap kakiku dan kaki kalian menuju keridhoan Ilahi.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Ini baru langkah kaki dan debu yang menyentuh, lebih lagi jiwa menuju
keridhoan Allah. Jiwa yang mencintai dan merindukan Allah Swt. Bagaimana
sambutan kehormatan Allah, seorang tamuku datang ke masjid, ke Baitullah, ke
istana keridhoan Allah sampai berdebu kakinya maka ia diharamkan dari api
neraka. Bagaimana dengan niat mulianya, bagaimana jika ia sudah duduk
berdzikir, bertaubat, berdoa. Demikian agungnya Rabbul Alamin, bukalah pintu
keluasan dan kedermawanan Allah dan pahamilah seluas – luasnya didalam
sanubarimu, kau akan merasakan samudera agung itu melimpahkan Rahmat-Nya
setiap waktu dan kejap. Karena itulah perbuatan Allah. Kita dalam keadaan
lupa, dalam keadaan dzikir, dalam keadaan bangun, dalam keadaan terjaga,
ngobrol, bicara dan lainnya, namun Rabbul Alamin tiada henti menumpahkan
Rahmat kepada yang dikehendakinya. "Rahmatiy wasi'at kulla syai' (QS Al
A'raf 156) " Rahmat-Nya sampai kepada segala sesuatu.

Hadirin – hadirat, maka untuk inilah makna Bismillahirrahmanirrahim (Dengan
Nama Allah) Sang Pemilik Kasih Sayang yang fana dan kasih Sayang yang abadi,
kenikmatan yang fana dan kenikmatan yang abadi, yang kesemuanya milik Allah.
Maka mintalah kepada Sang Pemilik, berusahalah dan terus. Namun jangan lupa
kepada Yang Memiliki segenap kenikmatan.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt berfirman "wama yuthi'illah warrasula fa'ulaaika ma'alladziina
an'amallahu alayhim minannabiyin, wasshiddiqiin wassyuhadaa'i wasshalihin,
wa hasuna ulaaika rafiiqa" sungguh orang – orang yang berusaha taat kepada
Allah dan Rasul-Nya, mereka akan dikumpulkan oleh Allah bersama orang yang
dilimpahi kenikmatan oleh Allah bersama para Nabi dan para shiddiqin, para
syuhada dan orang – orang shalih dan itulah sebaik baik persahabatan QS
Annisa 69) . "Wahasunna ullaika .." kalimat ini mengundang keinginan kita
untuk merenung. Alangkah indahnya persahabatan dengan para Nabi dan Rasul
dan shiddiqin, alangkah indahnya saat ini bisa kau bayangkan sedang duduk di
kanan kirimu teman dan sahabat dan di surga kelak Allah gantikan di kiri dan
kananmu adalah para Nabi dan Rasul. Duduk dengan senang dan bersama
bersahaja satu sama lain, saling bercengkrama, saling bertanya jawab. Apakah
terbayang kau duduk satu nampan dengan para Nabi dan Rasul, satu nampan
dengan para shiddiqin, satu kursi dengan para shalihin dan syuhada. Yang
dahulunya kita hanya mendengar nama – nama mereka di Alquranulkarim (Nabi
Musa, Nabi Isa, Nabi Ibrahim) namun disaat itu kau bisa duduk bersama dalam
satu kumpulan. Demikian indahnya kalimat "wahasunna ullaika ..". Semoga
Allah Swt memastikan namaku dan nama kalian ada diantara mereka, bergabung
bersama para Nabi dan Rasul dalam satu kelompok dan bercengkrama dengan
mereka. Ya Dzaljalali Wal Ikram, Ya Dzaththauli Wal In'am.

"Man ighbarrat qadamaahu fisabilillah harramallahu alannaar" barangsiapa
yang berdebu kakinya di jalan Allah, maka Allah haramkan ia dari api neraka.
Perbanyaklah langkah – langkah yang baik menuju masjid, menuju majelis
ta'lim, menuju majelis dzikir. Di majelis ini mungkin hadir sekitar 20.000
muslimin- muslimat, sedemikian banyak yang sudah diharamkan oleh Allah dari
api neraka.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Inilah keagungan majelis dzikir dan majelis ta'lim. Namun setelah kaki itu
melangkah kepada keluhuran, janganlah dikotori dengan langkah menuju kepada
hal yang hina. Perbanyaklah langkah – langkah yang baik. "Innal hasanaat
yudzhibnassayyi'at". Jika kita mengadu kepada Allah "Rabbiy walaupun aku ini
berusaha memperbanyak ibadah tapi aku juga masih belum mampu meninggalkan
maksiat". Allah sudah menjawab pertanyaan ini "Innal hasanaat
yudzhibnassayyi'at" sungguh dengan memperbanyak pahala akan menghapus dosa –
dosa. Jika kau merasa banyak berbuat dosa maka perbanyaklah pahala, jika kau
merasa banyak mencaci maka gantilah dengan banyak berdoa.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian indahnya Allah Yang Maha Mengetahui. Ada diantara hamba – hambaNya
yang akan terjebak didalam dosa dan kesalahan, mereka bisa berputus asa dari
Kasih Sayang Allah karena telah terjebak didalam dosa. Allah menghibur
mereka dengan "Innal hasanaat yudzhibnassayyi'at", marilah beramal pahala
karena itu akan menghapus dosa – dosa. Demikian indahnya Rabbul Alamin Swt.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Dan betapa mulianya Allah Swt memuliakan kita dengan tauhid beserta
kemudahannya. Kita bisa melihat bagaimana umat – umat terdahulu yang
mendapatkan kesulitan – kesulitan jauh lebih dari kesulitan kita. Jika kita
mengadukan keadaan kita, banyak musibah ini dan itu maka ingatlah umat yang
terdahulu. Ketika Sang Nabi saw sedang duduk di Ka'bah Al Musyarafah,
sebagaimana riwayat Shahih Bukhari datanglah seorang sahabat "ya Rasulullah
bagaimana dengan musibah yang terus menimpa kita ini?, maka Rasul saw
berkata "kalian ini terburu – buru, umat sebelum kalian itu diletakkan
gergaji diatas ubun ubunnya, lantas digerakkan hingga terbelah dua tubuhnya,
(mereka rela menerima itu) demi menjaga kalimat tauhid. Ada diantara mereka
yang tubuhnya disisir dengan sisir baja hingga terlepaslah kulit dan daging
dari tulangnya dan mereka tetap tidak mau melepaskan "Lailahailallah".

Hadirin – hadirat, kenikmatan besar yang ada pada diri kita, tidak ada yang
melarang kita shalat, tidak ada yang melarang kita puasa, tidak ada yang
melarang kita dzikir, tiadalah kenikmatan terbesar yang Allah berikan. Dan
juga sebagaimana Allah menceritakan, kuatnya iman para tukang sihir Fir'aun,
para musyrikin yang menyembah Fir'aun yang sudah jelas – jelas telah
mengakui "ana Rabbukumul a'la" akulah Tuhan kalian yang maha tinggi, kata
fir'aun. Maka disaat itulah Allah Swt memberikan mukjizat kepada Nabi Musa
hingga kalahlah para tukang sihir Fir'aun. Dan disaat mereka kalah fakharruu
lahu sujjadaa" maka para tukang sihir itu pun menyukur bersujud seraya
berkata "amana bi Rabbiy Musa wa Harun" kami beriman kepada Tuhannya Musa
dan Harun. Maka Fir'aun pun marah dan berkata "haamantu qabla..tulakum"
bagaimana kalian beriman kepada Musa sebelum aku mengijinkannya? "..min
qalla" akan kupotong tangan dan kaku kalian secara bersilang dan akan pajang
kalian di tiang salib sampai kalian wafat. Demikian ucapan Fir'aun. Maka
berkata para tukang sihirnya "..antaqad" perbuatlah apa yang ingin kau
perbuat, kami tetap menyembah Tuhan kami. (peristiwa ini dijelaskan pada QS
Al A'raf 121 hinga 124).

Demikian mereka mempertahankan "Laa ilaaha illallah". Namun kita
Alhamdulillah dengan segala anugerah, kapanpun mau bersujud kita bisa
bersujud, kapanpun shalat masjid bertebaran di Barat dan Timur, kapanpun
ingin berwudhu air ada dimana – mana, kapanpun ingin majelis dzikir
dimanapun ada banyak majelis dzikir. Demikian makmur dan mudahnya kita taat
kepada Allah. Berbeda dengan di masa lalu, sebagaimana firman Allah "Wa Maa
Naqamuu minhum illa an yukminuu billahil Azizlhamid" mereka orang – orang
yang terdahulu yang memusuhi para Nabi dan Rasul, mereka itu dendam kepada
orang – orang yang beriman kepada Allah, Yang Maha Agung dan dan Maha
Terpuji (QS Alburuuj 8).

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kemikmatan yang demikian agung dan mulianya dan patut kita syukuri. Dan
malam ini kita berada didalam naungan Allah di bulan Sya'ban Al mukarram,
bulan turunnya firman Allah "innallaha wa malaikatahu yushalluuna alannabiy,
ya ayyuhalladzina amanu shalluu alaihi wa sallimuu tasliima" Sungguh Allah
dan para malaikat-Nya melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad Saw,
Allah menyeru kepada semu yang mengaku beriman "perbanyaklah shalawat
kepadanya dan salamlah kepadanya dengan seindah – indah salam"; QS. Al-Ahzab
: 56. Demikian Allah mengajari kita untuk bershalawat dan bersalam kepada
Sayyidina Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu, Sang Nabi Saw bersabda "Sya'ban syahri, Ramadhan syahrun
ummatiy". Walaupun hadits ini hukumnya dhaif didalam musthahalul hadits
namun maknanya shahih. Sebagian orang menganggap hadits dhaif tidak bisa
dijadikan dalil. Memang hadits yang dhaif tidak bisa dijadikan dalil namun
kalau didukung oleh sedemikian banyak firman Allah, maka tentunya sudah
bukan dhaif lagi karena diperkuat dengan firman Allah Swt. Firman Allah ini
turunnya di bulan Sya'ban, bulan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Salahkah
jika seseorang memperbanyak shalawat di bulan Sya'ban?.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Inilah bulan cinta kita kepada Nabi kita Muhammad Saw. Maka sebagian para
shalafusshalihin tidak melepaskan waktu di bulan Sya'ban untuk berziarah ke
Madinah Al Munawwarah. Namun mereka yang tidak mampu berziarah ke Madinah,
mereka mencari (makam) para aulia (aulia = jamak para wali) dan shalihin
disekitarnya yang dekat dengan mereka untuk berziarah di bulan Sya'ban untuk
melampiaskan rindu dan cintanya mereka kepada Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana
Rasul saw berziarah, melampiaskan rindu dan cintanya kepada pekuburan baqi'
(HR. Shahih Bukhari). Dengan airmata mengalir di kedua kelopak mata beliau,
seraya berkata "assalaamu'alaikum ahladdiyaar, inna bikum laahiquun" salam
sejahtera wahai penduduk sekitar (padahal itu pekuburan Baqi'). Ahladyar
adalah penduduk sekitar, dyar jama' dari dar adalah rumah – rumah, dan kalau
dyar adalah perumahan. Yang dimaksud Sang Nabi saw "assalamu'alaikum
ahladyar" salam sejahtera wahai penduduk sekitar (penduduk kampung ini).
Demikian Sang Nabi saw menghargai yang telah wafat. Akan datang waktunya aku
akan menyusul kalian wahai ahlulbaqi'yaitu para sahabat radiyallahu anhum.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka tidak bisa disalahkan jika bulan Sya'ban orang memperbanyak ziarah,
karena ziarah adalah hal yang sunnah. Karena hal yang sunnah tidak bisa
dimunculkan pengharamannya di waktu kapanpun dan dimanapun selama hal itu
dilakukan oleh Sang Nabi saw. Ziarah boleh di bulan Rajab, boleh Ramadhan,
boleh Sya'ban, boleh Syawal, boleh siang, boleh malam, tidak ada larangan
dari Sang Nabi saw. Maka janganlah mengharamkan apa – apa yang dihalalkan
oleh Allah Swt. Sebagaimana Sang Nabi saw pernah sekali tidak mau makan madu
karena salah seorang istrinya tidak menyukai baunya madu maka Sang Nabi saw
berkata "aku tidak akan makan madu lagi". Maka Allah menurunkan ayat "ya
ayyuhannabiy limaa Tuharrimu maa ahallallahu laka.." (Wahai Nabi, kenapa kau
haramkan apa apa yg dihalalkan Allah untukmu) (QS Attahrim 1) jangalah kau
mengaramkan apa – apa yang dihalalkan oleh Allah untukmu. Hal yang halal
sudah jelas halal, yang berziarah, yang bershalawat, yang beribadah, yang
berdzikir, yang berdoa, semu ini mulia. Jangan sampai muncul pengharaman di
waktu kapanpun dan dimanapun.

Hadirin – hadirat, sambung silaturahmi karena kita sudah dekat dengan malam
Nishfu Sya'ban, dekat dengan bulan Ramadhan. Sudah waktunya menghapus segala
kebencian kepada sesama, sambung cinta kepada Rabbul Alamin. Dan ingatlah
sabda Rasul saw riwayat Shahih Bukhari "barangsiapa yang ingin diluaskan
rezkinya dan ditambahkan usianya maka sambunglah silaturahmi". Janji Rabbul
Alamin Swt, sebagaimana diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah, ketika
salah seorang daripada tabi'in yang ketika itu ia telah memahami makna
hadits ini "barangsiapa yang ingin diluaskan rezkinya dan ditambahkan
usianya maka ia menyambung silaturahminya". Ketika dihari itu ia berjumpa
dengan orang yang pernah dimusuhinya dan belum sempat mohon maaf dan belum
sempat silaturahmi. Maka ketika ia jumpa disaat itu, ia pun menyalaminya dan
menyambung silaturahminya dan saat itulah di hari esoknya ia mendapatkan
perdagangannya lebih hebat dari yang lalu. Maka saat itu ia berdoa "ya
Rabbiy, apa sebabnya perdaganganku beberapa waktu lama ini terhambat dan
tiba- tiba Kau beri keluasan dan kemudahan". Ketika ia tidur, salah seorang
malaikat berkata padanya "kau ingat sabda Nabi saw "barangsiapa yang ingin
diluaskan rezkinya dan ditambahkan usianya maka ia menyambung
silaturahminya" wahai hamba Allah semestinya sebelum terbit matahari di hari
kemarin kau telah wafat tapi karena kau menyambung silaturahmimu dengan
orang yang kau musuhi maka Allah memanjangkan usiamu dan meluaskan rezkimu.
Sesungguhnya kau tidak akan menyaksikan matahari kemarin ini karena kau
mestinya telah wafat. Janji Muhammad Rasulullah Saw. Allah Swt Yang Maha
Mengatur mengajarkan kita memajukan dan memundurkannya keputusan Illahi.

Kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt meluaskan rezki kita dan
memanjangkan usia kita. Ya Rahman Ya Rahim demi kemuliaan hadits Sayyidina
Muhammad Saw, putuskan seluruh kebencian didalam hati kami kepada seluruh
makhluk-Mu yang dengan itu kami mendapatkan keluasan rezki dan panjangnya
usia. Ya Rahman Ya Rahim limpahkan anugerah-Mu dimalam ini kami menyambung
silaturahmi dengan-Mu Rabbiy yang barangkali selalu terputus dengan dosa dan
kesalahan. Kau menyambung silaturahmi makhluk dengan makhluk, Kau telah
limpahi anugerah sedemikian besarnya, lebih lagi kami ingin menyambung
silaturahmi dengan-Mu Rabbiy, sambut silaturahmi kami Ya Rahman Ya Rahim.
Jangan putuskan sebab dosa – dosa dan kesalahan kami, Ya Dzaljalali wal
Ikram Ya Dzaththauli Wal In'am. Rabbiy jangan Kau siksa kami, dan Kau
limpahi kami musibah karena dosa – dosa kami, jangan bebani kami hal yang
kami tidak mampu menanggungnya.

Ya Rahman Ya Rahim kami bermunajat kehadirat-Mu Yang Maha Luhur dan Maha
Mengetahui setiap sanubari, terangkan jiwa kami dengan kedamaian, padamkan
segala api permusuhan didalam sanubari kami dan diantara msulimin,
padamkanlah semua kehendak orang – orang yang hatinya ingin memusuhi kami,
Rabbiy padamkan api kebencian mereka dan padamkan pula api kebencian di hati
kami, sejukkan dengan Nama-Mu Yang Maha Luhur. Ya Dzaljalali wal Ikram Ya
Dzaththauli Wal In'am, limpahkan Cahaya Anuberah-Mu kepada bumi Jakarta dan
seluruh wilayah msulimin, tenangkan bangsa ini dari segala musibah,
tenangkan mereka dari segala api perpecahan dan kemarahan, padamkan seluruh
api perpecahan dan permusuhan diantara muslimin – muslimat bangsa terbesar
muslimin di muka bumi di Barat dan Timur.

Faquuluuu jamii'an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya
Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim
Faquuluuu jamii'an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah
Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Kita ucapkan terima kasih kepada Radio Wadi fm yang terus merelay acara ini
setiap malam selasa, semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan. Dan juga para
tamu kita yang datang dari jauh dari Banjarmasin, dan juga para habaib kita
tentunya. Hadirin – hadirat, dan tentunya jangan lupa Insya Allah tanggal 5
Agustus 2009 kita akan mengadakan dzikir akbar Majelis Rasululllah Saw di
Monas. Semoga Allah Swt menjadikan acara ini sukses dan dihadiri lebih dari
ratusan ribu muslimin – muslimat yang berdoa dan bermunajat kepada Allah
agar menjadikan bumi Jakarta ini dihujani hujan airmata doa dan munajat demi
kedamaian kita. Ya Rahman Ya Rahim sukseskan acara ini, jadikan acara ini
menjadi penghancur dari segala hal – hal yang Kau murkai, acara ini membawa
kedamaian dan meruntuhkan segala permusuhan dan perpecahan bagi umat
muslimin – muslimat dan menjadi kedamaian bagi bangsa kami. Ya Dzaljalali
wal Ikram Ya Dzaththauli Wal In'am dan kita ucapkan terima kasih juga
personil – personil aparat keamanan yang turut mengamankan dari POLDA Metro
dan Polres Jakarta Selatan, semoga diberi Rahmat dan Keberkahan oleh Allah
Swt bagi mereka yang tanpa pamrih untuk memperdulikan majelis – majelis
ta'lim dengan kedamaian, semoga dilimpahi kemuliaan Allah Swt. Kita teruskan
acara ini dengan dosa bersama, mendoakan seluruh muslimin – muslimat agar
diberi kemudahan oleh Allah, termasuk aku dan kalian yang barangkali dalam
kesulitan dan kesulitan dan semua musibah, agar dibantu oleh Allah dan tanpa
kita sadari dengan doa kita berapa ribu muslimin – muslimat yang dibantu
oleh Allah terangkat dari segala kesedihan dan kesulitannya dan mungkin
diantaranya kita sendiri. Marilah kita berdoa. Tafadhol masykura

Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Thursday, July 30, 2009

[daarut-tauhiid] Kebiasaan Baik

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kebiasaan Baik

By: agussyafii

Ada seorang laki-laki yang mengidap susah tidur. Bahkan sudah berhari-hari tidak bisa tidur, akhirnya memutuskan datang ke dokter untuk berobat. Sang dokter menyarankan agar pasiennya menghitung satu sampai sepuluh, lalu ulangilah berkali-kali sampai bapak merasa ngantuk berat tak tertahankan. Begitulah dokter menyarankan.
Namun yang terjadi bapak itu malah tetap juga tidak bisa tidur. Bahkan dokter itu bilang, keadaan bapak malah lebih parah daripada yang sebelumnya. Kenapa bisa begitu pak, tanya sang dokter.

Benar pak, saya sudah mengikuti saran pak dokter, tetapi setiap hitungan ke delapan saya selalu melompat dari tempat tidur.

Loh, kok bisa begitu? Tanya sang dokter.

Iya pak, karena saya ini seorang petinju, jawab sang pasien.

Barangkali begitulah kita, senantiasa dibentuk oleh kebiasaan. Menurut Stephen Covey dalam buku Seven Habit, manusia pada dasarnya dibentuk dari perilaku kebiasaan sehari-hari. Bila yang dilakukan baik maka akan mengendap dalam alam bawah sadar, terlihat dari perilakunya maupun ucapannya. Sama seperti halnya petinju yang susah tidur yang disuruh berhitung satu sampai sepuluh oleh dokter maka hitungan yang kedelapan langsung loncat dari tempat tidur karena alam bawah sadar dirinya sedang berada diatas ring.

Itulah sebabnya Baginda Nabi Muhamad selalu menyarankan agar kita selalu berbuat baik dan juga berkata baik. Bila tidak bisa berbuat baik dan tidak bisa berkata baik hendaknya diam saja agar kita menjaga diri dari perbuatan ataupun perkataan yang menyakiti orang lain karena nanti akan menjadi kebiasaan dan memilih diam agar tidak menyakiti orang berarti melatih diri untuk kebiasaan baik.

hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam' (HR Bukhari)

Wassalam,
agussyafii

----                                                              
 Senyum menyambut ramadhan, senyum kemenangan adalah senyum amalia. Yuk, berkenan berbagi senyuman dalam sebuah program 'Senyum Amalia.' Kegiatan program 'Senyum Amalia' adalah Obrolan Puasa (Opus), Tadarus, Berbuka Puasa Bersama, Paket Bingkisan Senyum Amalia, akan diselenggarakan pada hari Ahad, 30 Agustus 2009 di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan senyuman anda di http://agussyafii.blogspot.com, http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12431


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Wajah Muslim Indonesia Chapter 2

Link ke posting ini
Reaksi: 
Wajah Muslim Indonesia Chap. 2:
"Mencari Pahlawan Negeri"

Berbicara mengenai Indonesia dalam sejarah dan perkembangannya, kita
akan berbicara tentang kisah-kisah perjuangan yang panjang. Peran kaum
muslimin dalam sejarah dan perjalanan itu tidak dapat diabaikan.
Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa Islam telah melahirkan jiwa-jiwa
tangguh yang menorehkan tinta emas kepahlawanan di lembar sejarah
bangsa Indonesia. Lihat saja Pangeran Diponegoroyang ber-izzah tinggi,
Cut Nyak Dien sang wanita perkasa, Ki Hajar Dewantarayang cendekia,
Jenderal Sudirman yang berjuang dengan sepenuh tenaga, Mohammad Natsir
yang begitu pandai, atau Bung Tomo yang begitu eksplosif dalam
perjuangannya.

Namun, hari initampaknya kisah-kisah perjuangan
dan kepahlawanan itu hanya melegenda dalam sejarah. Di tengah krisis
multidimensi yang menerpa negeri ini, semakin sulit kita temukan lagi
manusia-manusia berjiwa perkasa yang kita sebut pahlawan. Di tengah
kerinduan itu, berdampingan dengan momen pencarian para pemimpin bangsa
di Indonesia: Pemilihan Umum 2009, Nuansa Islam Mahasiswa Universitas
Indonesia(Salam UI) bermaksud untuk turut serta menyemarakkan nuansa
kebangsaan dan kenegaraan tersebut melalui kegiatan

1-2 Agustus, @ Gd. IX FIB UI
Pk. 09.00-17.00 WIB


Talkshow
[Membayang
Potret Juang Masa Lampau bersama Abdurakhman M.Hum & Bambang
Sulistomo-Anak Bung Tomo]

[Mencari Jejak Sang Pemimpin bersama Anies Baswedan Ph.D, Prof. Dr. Eko Prasodjo, & Fahri Hamzah SE]

[Menjawab Penantang Zaman bersama Prof. Dr. Dien Syamsudin M.A, Prof.
Dr. Arief Rahman, M.Pd, Prof Iberamsyah, & Ms. Adiwarman karim, MBA ]

Pentas Seni
Teater
[Teater Samudra, Kandank Doang]
Nasyid
Bazar

HADIRI!! dan Forward


LDK Nasional SALAM UI

==Kami sangat berterima kasih jika rekan-rekan= =
==datang dan mem-forward informasi ini==


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Jangan Lewatkan Meraih Pahala Jelang Ramadhan

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
�
Kami membantu kelangsungan hidup 90 buah Madrasah Diniyyah�& Ibtidaiyyah serta 20 buah Taman Kanak-kanak Al-Qur'an, Madrasah Tsanawiyyah�& Aliyyah, SMP, SMU & SMK di Banten, Lombok & Sumatera. Kebanyakan mereka Free of Charge.
�
Dengan ini kami mengetuk hati para pembayar zakat & shadaqah untuk disalurkan melalui kami. Selain mengurus 11.000 siswa dan 500an guru di pelosok, kami juga punya Program Gizi, Pengungsi, Qurban, Buka Puasa Bersama, Bimbingan Agama, Akademik, Vokasional & Kemanusiaan, Mendirikan & Merenovasi Masjid + Sekolah, Pengobatan Gratis, Anak Yatim & Dhu'afa.
�
Untuk keterangan lebih lanjut,
silahkan klik di www.y-jims.com atau search/klik nama "Luqman Hakim Landy" di Google, Yahoo, MSN/Bing, Altavista, dll. atau download/klik video on WWW..YOUTUBE.COM (Click Y-JIMS)
�
Rekening-rekening Y-JIMS :


Bank Muamalat� :��304 000 65 15������������� A/n� : Yys Jkt Int'l Muslim Society

Bank BCA���������:���26901 69757��������������� A/n :� Bq Rahyun

Bank BSM ������� :� 11970 16292���������������� A/n�:� Baiq Rahyun

Bank BRI���������� :��0998-01-004668-50-6���� A/n�:� Misbahuddin
�
Alamat kantor JIMS adalah Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok C-1, Jl. Ir.. H. Juanda No.50, Pisangan, Ciputat 15419, Tangerang Selatan, Banten. Telp.. 021-7418941 Fax. 021-7418942.

We invite you to VISIT & ASSIST.
�
Wassalam,


Luqman <yjimslhl@yahoo.com>

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] NOTIFICATION

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum wr.wb.

Sahabat-sahabat, Kajian Hadits bersama Ustadz Miftahuddin di Musholla Baiturahman, Jl. Bangka I, dekat Gedung AKA atau seberang Bakso Ino, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada tanggal 5 Agustus 2009 diliburkan untuk sementara waktu. Insya Alloh bertemu lagi dalam kajian yang sama pada tanggal 12 Agustus 2009.

Demikian informasi ini, mohon disampaikan pada sahabat-sahabat & jamaah lainnya...
Jazakallohu khoiron katsir.

Wassalamu'alaikum wr.wb.


Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Ora oleh opo-opo, tapi gampang oleh opo-opo

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ora oleh opo-opo, tapi gampang oleh opo-opo
 
"Orang thoreqoh itu ora oleh opo-opo, tapi gampang oleh opo-opo", begitu yang didawuhkan oleh Guru Mursyid tangal delapan belas Oktober tahun lalu. (Orang thoreqoh itu tidak dapat apa-apa tetapi mudah memperoleh apa-apa)
 
Kalau dijelaskan apa yang ada di balik dawuh tersebut pasti akan sangat luas dan dalam maknanya, perlu satu sesi pengajian khusus membahas tentang hal itu oleh mereka yang bisa menggapai kedalaman hakikatnya. Hanya saja kalau aku sih gak isok koyok ngono – tidak bisa seperti itu, tidak dapat menggapai makna yang luas dan dalam itu, melainkan hanya sekedarnya saja yang tentunya sesuai kapasitas pemahamanku.
 
Ora oleh opo-opo [tidak dapat apa-apa]
 
Memang, berthoreqoh itu dapatnya apa sih ? Gak dapat apa-apa ! Lha wong berthoreqoh itu cuman diajari dzikir, tiap hari harus wiridan sesuai yang diijazahkan, itu pun gak boleh berharap apa pun juga karena niatnya hanya boleh lillahi ta'ala, hanya karena Allah saja. Repot kan jadinya, gak bisa menjadikan wiridan kita sebagai sebuah proposal yang bisa diajukan ke gusti Allah untuk mendapatkan persetujuan proyek-proyek keduniaan kita, misalnya wirid biar rejeki lancar, wirid biar dapat jodoh, wirid biar kebal peluru, biar ditakuti jin, biar berwibawa, biar sembuh atau biar-biar yang lain. Thoreqoh itu untuk akhirat, karena amaliyah kita sama sekali tidak boleh ditukar dengan dunia. Shalat ya shalat dalam rangka melaksanakan kewajiban kehambaan kita, bukannya untuk kelancaran rejeki dan sebagainya. Shodaqoh ya shodaqoh dalam rangka melaksanakan kewajiban kehambaan kita, bukannya untuk larisnya dagangan atau melimpahnya pendapatan. Puasa ya puasa dalam
rangka melaksanakan kewajiban kehambaan kita, bukannya untuk mencari jodoh, mendapatkan kesembuhan atau yang lainnya. Kalau ada fadilah/pahala/ganjaran di balik amaliyah yang kita lakukan, itu adalah sesuatu yang sudah dijamin oleh Allah dan pasti diberikan oleh Allah meskipun tidak kita hitung-hitung. Sedangkan yang dituntut Allah kepada diri kita adalah pelaksanaan amaliyah itu sendiri. Jadi yang penting adalah melaksanakan apa yang dituntut Allah kepada kita titik. Jadi sekali lagi, memang ora oleh opo-opo !!!
 
"Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin oleh Allah dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti rabunnya mata batinmu".(al-Hikam, Ibnu 'Athâillâh As-Sakandarî)
 
Tetapiora oleh opo-opoitu malah alhamdulillah, malah harus kita syukuri, mengapa ? Ya karena ibarat orang menabung, berthoreqoh itu merupakan metode menabung kita untuk kehidupan akhirat yang hasilnya akan kita petik dengan sempurna dan paripurna kelak di akhirat yang tentu saja dengan keridhoan Allah. Lha kalau tabungan itu kita nikmati sekarang, kapan penuhnya, baru diisi sudah diambil, ya pasti habis. Kalau sudah habis, di akhirat dapat apa ? NOL besar tentunya. Karena itu sekali lagi alhamdulillah kalau kita itu ora oleh opo-opo.
 
Q.S. Hud [11:15] : "man kaana yuriidu lhayaata ddunyaa waziinatahaa nuwaffi ilayhim a'maalahum fiihaa wahum fiihaa laa yubkhasuun" (Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan)
 
Q.S. Hud [11:16] : "ulaa-ikalladziina laysa lahum fii l-aakhirati illaa nnaaru wahabitha maa shana'uu fiihaa wabaathilun maa kaanuu ya'maluun" (Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan)
 
Sementara cuma itu yang bisa kupahami dari dawuh : ora oleh opo-opo.
 
Gampang oleh opo-opo [mudah mendapatkan apa-apa]
 
Ora oleh opo-opo tapi kok gampang oleh opo-opo?Nah menurutku sih, itu merupakan efek samping bagi pengamal thoreqoh dari riyadohnya dalam menjalani thoreqoh. Metode utama dalam berthoreqoh itu kan dzikir. Nah dzikir inilah bila dilaksanakan secara ajeg atau istiqomah akan membawa efek perubahan yang luar biasa bagi pelakunya. Yuk kita lihat....
 
Tazkiyah
 
Dzikir thoreqoh atas lisensi dari seorang mursyid yang kamil mukammil, yang utama berfungsi untuk mentazkiyah jiwa kita, mensucikan hati kita sehingga sifat-sifat tercela dalam hati kita sedikit demi sedikit akan mulai tereliminasi dan digantikan dengan sifat-sifat yang mulia. Kalau seseorang sudah mencapai hal seperti itu artinya dia akan benar-benar menjadi khalifah atas dirinya sendiri, akan menjadi khalifah atas hatinya sendiri dan akan menjadi khalifah atas hawa nafsunya sendiri dalam arti dia yang memimpin hatinya untuk terus menerus berdzikir dan memimpin hawa nafsunya agar terkendali dan tidak berkolaborasi dengan pikiran untuk mensabotase hati agar tidak menuruti hasrat ruhnya.
 
Dengan jiwa yang tersucikan, dengan hati yang sudah berhias akhlaq mulia, maka di mana pun juga serta kapan pun juga insya Allah yang keluar dari diri seseorang hanyalah madu atau dengan kata lain selalu memberikan kemanfaat yang dalam arti yang minimal adalah seseorang tidak akan merugikan apapun dan siapa pun walau pun itu dirinya sendiri. Inilah ketaqwaan.
 
Dalam bahasa umum, ketaqwaan dapat diartikan sebagai kesadaran atau awareness. Ketaqwaan inilah yang merupakan kunci pengendalian diri. Pengendalian diri dalam menjaga hubungan baik kita secara vertikal dalam arti menjaga kehambaan kita dihadapan Allah, menyadari bahwa sebagi hamba berarti harus ikhlas dalam melakukan apa pun yang dikehendaki Tuhan kita baik dalam aspek syariat maupun hakikatnya yang pada akhirnya akan membuahkan sesuatu yang "manis" dalam hubungan horizontal yaitu hubungan dengan sesama makhluk secara keseluruhan.
 
Semakin baik pengendalian diri seseorang, berarti semakin baik pula kualitas jati diri seseorang, berarti juga semakin baik ketaqwaan seseorang itu. Dapat juga dibalik bahwa semakin bertaqwa berarti semakin berkualitas jati diri seseorang yang berarti juga semakin baik pengendalian dirinya.
 
Q.S. Ath Thalaq [651:2-3] : "...waman yattaqillaaha yaj'al lahu makhrajaa wayarzuqhu min haytsu laa yahtasibu..." (Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.)
 
Nah, untuk menuju ke arah ketaqwaan itu hambatan terbesar adalah dari hawa nafsu yaitu dorongan-dorongan/hasrat dari dalam diri untuk kepentingan diri yang secara ekstrem bisa dikatakan segala sesuatu apa pun itu yang tidak ditujukan untuk Allah.
 
Q.S. Al Mu'minuun [23:71]: "walawi ittaba'a lhaqqu ahwaa-ahum lafasadati ssamaawaatu wal-ardhu waman fiihinna bal ataynaahum bidzikrihim fahum 'an dzikrihim mu'ridhuun"(Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.)
 
Sengkolo
 
Dari beberapa tradisi atau budaya yang ada, biasanya mengenal (meskipun namanya berbeda tetapi yang dimaksud sama) apa yang dinamakan dengan sengkolo/karma/ciong/sial dalam kehidupan seseorang dan untuk menetralisir hal tersebut biasanya dilakukan dengan sebuah ritual seperti ruwatan/cisuak/inisiasi. Padahal semua yang dimaksud itu sebenarnya adalah kecil, karena yang sejatinya sengkolo besar dalam diri kita ini adalah hawa nafsu. Kalau hawa nafsu teratasi, dapat dikelola dengan baik, insya Allah kehidupan seseorang pun akan menjadi baik pula.
 
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Rasululllah SAW pernah bersabda kepada pasukan perangnya yang baru pulang dari Perang Badar yang teramat berat."kalian baru saja kembali dari jihad kecil menuju jihad akbar". Para sahabat terperanjat, bertanya-tanya dalam hati, apakah ada jihad yang lebih akbar dibanding peperangan yang baru saja mereka selesaikan. Rasullah menjawab,"perang akbar adalah perang mengalahkan diri sendiri, jihadalan nafs.
 
Sengkolo/karma/ciong/sialmenurut tradisi atau budaya yang ada salah satunya bisa disebabkan karena seseorang banyak berbuat dosa di masa lalunya. Tentu saja dosa ini meskipun enak tetapi hakikinya sangat tidak baik bagi seseorang yang menjalaninya, bisa jadi penyakit baik secara fisik maupun secara phsikis Kalau seseorang banyak berbuat dosa di masa lalu, hawa nafsunya biasanya akan memberati langkahnya menuju pintu taubat, baik karena merasa tidak pantas mendekat kepada tuhannya atau pun karena diam-diam dia sangat menikmati dosa yang dilakukannya, sehingga akhirnya ya berbuat dosa lagi, terus begitu berulang-ulang. Di sisi lain, ruhnya berontak ingin kembali mendekat kepada tuhannya dan yang pasti akan terjadi gejolak yang luar biasa dalam hatinya, keresahan, kegelisahan, kegersangan yang bahkan mungkin sampai dalam taraf yang mengerikan. Kalau sudah seperti itu, apa pun yang dilakukan pasti akan terasa tidak pas. Walaupun secara kasat mata, dalam
strata sosial kemasyarakatan seseorang itu tergolong sukses, tetapi biasanya tidak ada kebarokahan dalam hidupnya, kesuksesan yang didapat tidak bisa dinikmatinya.
 
Dengan keistiqomahan dzikir yang dilakukan, insya Allah murid thoriqoh tidak akan mengalami hal seperti itu. Kalau pun toh dia pernah berbuat dosa di masa lalu, ya sudah, taubat saja lalu lupakan dosa itu, sehingga tidak ada beban yang menghambat langkahnya di masa depan. Melupakan dosa sesudah bertaubat, berarti sudah tidak ingat lagi enaknya berbuat dosa yang pernah dilakukan, karena bisa jadi kalau dosa itu tidak dilupakan biasanya akan ada dorongan untuk mengulang dosa itu lagi. Jadi orang thoreqoh itu biar mudah memperoleh kebarokahan hidup, tidak usah menjalani ritual ruwatan dan kawan-kawannya itu, wis cukup wiridan wae, noto ati lan ndidik hawa nafsunya biar taat sama Allah. Insya Allah, efek sampingnya berupa berbagai kemudahan dan kebarokahan yang membentang luas di hadapan sana. Gampang oleh opo-opo.
 
Trauma Masa Lalu
 
Adakalanya, seseorang dalam perjalanan hidupnya pernah mengalami suatu trauma di masa lalunya. Biasanya trauma itu berkaitan dengan suatu perlakuan atau suatu pengkondisian atau suatu keadaan yang direspon secara negatif oleh kesadaran seseorang yang pada akhirnya mengakibatkan timbulnya rasa marah, benci, dendam atau rasa bersalah, malu atau pun rasa takut yang kesemuanya itu di atas ambang batas normal sehingga sangat membebani batinnya dalam kesehariannya. Tidak bisa los, energinya habis tersedot oleh rekaman-rekaman trauma masa lalunya itu, sehingga apa pun yang dilakukan biasanya terasa berat sekali penuh dengan hambatan.
 
Nah, orang thoriqoh, insya Allah tidak akan bermasalah walupun mungkin sebenarnya dia juga mengalami trauma masa lalu, sebab dengan dzikir thoriqoh yang istiqomah salah satu efek sampingnya adalah membersihkan pikiran dari ingatan-ingatan kontra produktif yang tersimpan di otaknya. Kesadarannya akan mengatakan bahwa segala yang sudah terjadi di masa lalu adalah memang sudah kehendak tuhan yang harus dilaluinya dalam rangka mendidik dirinya menjadi lebih kuat. Dengan dzikir thoriqoh yang istiqomah, insya Allah efek sampingnya akan meluruhkan segala rasa benci, dendam dan marah menjadi maaf dan cinta, penyesalan menjadi harapan, serta ketakutan menjadi keberanian karena Allah. Kalau diri ini sudah terbebas dari trauma masa lalu yang membelenggu kesadaran, seluruh energi kehidupan akan bisa fokus untuk menapaki kekinian, menjalani saat ini dan merencanakan masa nanti. Yang jelas akan lebih mudah. Gampang oleh opo-opo.
 
Ilmu Sejati
 
Seseorang yang sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri, yang sudah bisa menjadi khalifah atas diri, hati dan hawa nafsunya sendiri, berarti dia sudah menemukan ilmu sejati yaitu ilmu untuk memilih yang hakiki saja dan meninggalkan yang hanya sekedar main-main atau senda gurau belaka. Semua yang diucapkan, semua yang ditindakkan, semua yang diinginkan didasari oleh suatu pilihan bahwa memang itu perlu diucapkan, itu perlu ditindakkan dan itu perlu dimiliki, bukan sekedar demi gaya hidup, bukan sekedar ikut-ikutan saja, bukan sekedar demi popularitas dan bukan sekedar demi sebuah kebanggaan saja.
 
Sebab pada jaman ini industri telah mendikte pasar sedemikian hebatnya. Produk apa pun yang dilempar ke pasar akan dikondisikan sebagai sebuah gaya hidup yang wajib dimiliki dan diikuti, demi pencapaian penjualan yang laris manis, demi keuntungan yang fantastis bagi para produsennya yang seakan-akan mereka yang tidak memiliki, mereka yang tidak mengikuti bagaikan golongan yang tidak ada artinya dan tidak ada nilainya. HARE GENE…… menjadi slogan wajib sebuah gaya hidup apa pun itu. Di mal-mal, di jalan-jalan, di dunia maya, di media cetak dan di media audio-visual penuh dengan bombardir pesona sihir iklan tentang sebuah gaya hidup. Bagai para penyihir Fir'aun yang melemparkan talinya menjadi ular-ular kecil semu yang akhirnya dimakan semua oleh ular sejati dari tongkat Musa, seperti itulah mestinya, yang semu harus dilawan dengan yang sejati agar terhindar dari sekedar permainan atau senda gurau belaka yang tentunya sia-sia.
 
Q.S. AL AN'AAM [6:32] : "wamaa lhayaatu ddunyaa illaa la'ibun walahwun waladdaaru l-aakhirati khayrun lilladziina yattaquuna afalaa ta'qiluun" (Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?)
 
Orang thoreqoh yang sudah bisa mengkhalifahi dirinya sendiri insya Allah akan gampang memperoleh apa pun yang diinginkan, karena apa pun yang diinginkan itu adalah memang benar-benar dibutuhkan sehinga kalau keinginan itu terwujud akan membuahkan kebahagiaan yang akan berujung pada melimpahnya rasa syukur. Melimpahnya rasa syukur inilah yang berfungsi sebagai wadah kesiapan untuk menerima anugerah Allah yang lebih besar lagi.
 
Q.S. IBRAHIM [14:7] : "wa-idz ta-adzdzana rabbukum la-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid" (Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih")
 
Fatwa hati
 
Orang thoriqoh itu kalau sudah ajeg / istiqomah dalam amaliyahnya, biasanya hatinya akan semakin bersinar, karena sifat-sifat yang tercela mulai tergantikan dengan sifat-sifat yang mulia. Dengan hati yang terang dalam bimbingan seorang mursyid kamil mukammil, insya Allah hatinya bisa menjadi penuntun baginya. Kalau secara umum orang menyebutnya sebagai intuisi, tetapi bagi saya ada satu kekhususan yaitu intuisi orang thoriqoh itu adalah intuisi yang terbimbing. Kenapa kok terbimbing ? Di sinilah kembali lagi pentingnya dzikir thoreqoh, dzikir yang terbimbing yang mempunyai otoritas pengajaran dari kanjeng Nabi Muhammad SAW. Istiqomah dalam dzikir thoriqoh berarti juga kita menjalankan riyadoh/tirakat/disiplin ruhani dalam olah rasa, sehingga insya Allah semakin hari kita akan semakin peka dalam membedakan mana sih yang merupakan hasrat nafsu, mana juga yang hasrat ruh, mana yang merupakan produk akal pikiran, mana yang merupakan hembusan syaithon yang
membuat was-was hati kita dan mana pula yang merupakan kata hati kita. Hasrat ruh biasanya mengajak kita terus mendekat pada Allah tanpa tendensi apa pun. Karakter nafsu, munculnya biasanya spontan, spontan marah, spontan sedih, spontan gembira dan spontan-spontan yang lain yang memposisikan diri kita harus menang, harus enak, harus benar dan harus-harus yang lain yang paling menguntungkan hawa nafsu kita. Akal pikiran karakternya selalu disertai munculnya pertimbangan-pertimbangan bagaimana-jika atau jika-maka (logika berpikir), kalau begini maka bagaimana, sesuai referensi (baik pengalaman atau pun keilmuan) yang tersimpan di memori kita. Bila pertimbangan akal-pikiran sudah memutuskan tetapi masih ada keraguan dan pertimbangan yang lebih panjang lagi, maka itulah karakter hembusan syaithon dalam hati kita. Nah paling enak mestinya ya mengikuti kata hati yang terdalam, yang munculnya begitu saja dengan nuansa hati yang biasa-biasa saja dalam arti
ketika muncul hal itu hati kita sedang tenang, tidak ada keraguan di dalamnya, tidak ada rasa apa pun baik sebelum kemunculannya maupun sesudah kemunculannya. Pokoknya biasa saja gitu loch.... Hidup ini selalu dan tidak akan pernah lepas dari pilihan-pilihan yang harus kita putuskan, bahkan terkadang kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus segera mengambil keputusan dalam hitungan sepersekian detik.
 
Fatwa hati inilah yang sebenarnya merupakan tuntunan bagi kita dalam bertindak atau pun dalam mengambil suatu keputusan dalam berbagai kemungkinan yang ada. Kalau bisa seperti itu, insya Allah akan banyak kemudahan yang akan kita dapatkan, karena keputusan yang kita ambil dari berbagai pilihan atau kemungkinan yang ada adalah yang terbaik bagi kita yang insya Allah hasilnya pun akan baik. Gampang oleh opo-opo.
 
Istafti qalbak, al-birr mâ ithma'anna ilayhi al-nafs wa athma'anna ilayhi al-qalb wa al-ismu mâ hâka fi al-nafs wa taraddad fi al-shudûr.[H.R. Ahmad dan al-Dârimî] Mintalah fatwa pada hatimu, kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan keburukan adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah.
 
Do'a
 
Orang thoriqoh itu sebenarnya punya andalan yaitu doa. Kalau dalam semua amaliyah diniatkan dan ditujukan hanya untuk Allah, maka kalau ada hajat apa pun itu letaknya adalah di doa.
 
Syekh Abu al-Abbas al-Mursi menyampaikan bahwa sebenarnya manusia itu selalu membutuhkan Allah baik di dunia maupun di akhirat sebagai hakikat kehambaannya tanpa melalui sebab-sebab tertentu. Hanya saja kebanyakan manusia baru merasa butuh Allah jika sudah ada sebab-sebab tertentu dan ketika sebab itu hilang maka akan hilang juga rasa butuhnya kepada Allah. Padahal salah satu kunci dikabulkannya suatu doa adalah selalu merasa butuh.
 
[Q.S. 27:62]Siapa yang mengabulkan doa orang yang dalamkeadaan membutuhkan ?
 
"Laa haula walaa quwwata illaa illaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung). Berarti kita itu NOL, tidak punya daya dan kekuatan bagai sesosok jazad tak bernyawa. Siapa bisa menjamin besok pagi ketika bangun tidur, kita masih bisa menggerakkan tubuh kita ? Siapa bisa menjamin satu jam ke depan kita masih segar bugar ? Siapa bisa menjamin nanti masih tergerak hati kita untuk sholat ? Kalau toh kita bisa beraktivitas dalam keseharian karena kondisi tubuh kita yang sehat, dari mana sebenarnya kesehatan itu berasal ? Kalau toh kita berargumen bahwa tubuh kita sehat karena kita menerapkan pola hidup sehat dengan pola konsumsi makanan yang sehat, istirahat dan olah raga yang teratur, maka dari mana niatan atau kesadaran untuk berpola hidup sehat itu muncul. Beranikah kita mengklaim bahwa niatan atau kesadaran itu muncul karena kehendak atau kekuatan kita sendiri ? Atau ketika kita
ringan dalam menjalankan ibadah kita, beranikah kita untuk juga mengklaim itu atas kekuatan kita sendiri atau lebih jauh beranikah kita memastikan di akhir hidup kita nanti dalam keadaan khusnul khotimah ?
 
Sungguh, dalam setiap detik kehidupan kita tidak pernah lepas dari pengaturan Allah, karena sebenarnya kita itu faqir di hadapan Allah, sehingga kita semua sangat-sangat tergantung pada Allah, sangat-sangat butuh kepada Allah. Di dalam setiap gerak dan langkah kita, di dalam setiap tarikan dan hembusan napas kita, di dalam setiap detak jantung kita, di dalam setiap dzikir dan pikir kita, Allah-lah yang sejatinya menggerakkan dan memberi kita kekuatan.
 
Dengan kesadaran bahwa diri kita ini selalu butuh Allah, kita faqir di hadapan Allah, kita hambanya Allah, maka kita laksanakan salah satu yang dituntut Allah kepada kita yaitu berdoa. Doa yang bagaimana ?
 
Doa yang yakin.
 
Yakin terhadap apa ?
 
Yakin terhadap ijabah/pengkabulan Allah.
 
Kalau pasti dikabulkan, terus ?
 
Ya... bersyukur
 
Tapi, kapan dan dimana pengkabulan itu terjadi ?
 
Ya... terserah Allah pada waktu dan tempat yang dikehendakiNya.
 
Berarti harus sabar menunggu pengkabulan doa itu terwujud dalam realitas fisik ?
 
Ya.
 
Kalau wujudnya doa dalam realitas fisik lama atau tidak seperti yang kita harapkan ?
 
Ya... harus ridho.
 
Q.S. al-Mu'min [40]:60 : Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."
 
"Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini : kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengkabulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya" (Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Al-Hakim)
 
"Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu" (al-Hikam, Ibnu 'Athâillâh As-Sakandarî)
 
"Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki." (al-Hikam, Ibnu 'Athâillâh As-Sakandarî)
 
Q.S. al-Baqoroh [2]:216 :"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui"
 
Nah, orang thoriqoh itu selama selalu merasa butuh Allah, mau berdoa, diiringi dengan rasa yakin, sabar, syukur dan ridho, insya Allah itulah tanda-tanda makbulnya doa yang dipanjatkan. Gampang oleh opo-opo.
 
Enak tho ? Manteb tho ? Ya... sementara itu dulu. Wallahu'alam.


New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/