Monday, August 31, 2009

[daarut-tauhiid] Sepantasnya Ia Muslim

Link ke posting ini
Reaksi: 
from http://solifecenter.com

Sepantasnya Ia Muslim

Belum lama saya mengenalnya, tepatnya sekitar dua bulan lalu sewaktu saya dan seorang teman diundang berkunjung ke rumahnya. Di perjalanan menuju rumahnya, saya dan seorang teman masih bertanya-tanya, "Dia muslim bukan ya?" sebab kami berdua memang belum pernah mengenalnya, tak pernah tahu sosoknya, hanya tahu namanya saja, itupun belum mencerminkan nama seorang muslim. Ya, nama orang Indonesia pada umumnya. Jika ada nama Ahmad atau Muhammad misalnya, mungkin kami sudah bisa langsung menebak bahwa ia seorang muslim.

Maka sesampainya di rumah, pertanyaan "muslim kah dia?" masih belum terjawab. Itu yang membuat kami bingung apakah akan mengucap salam atau ucapan selamat pagi. Namun kami hanya ingin berprasangka baik kepadanya dengan tetap mengucapkan salam di depan rumahnya. Usai dua kali mengucap salam, terdengar jawaban mantap dari dalam rumah, "alaikum salam… silahkan masuk. Saya sudah menunggu kedatangan kalian". Sempat kami berucap "alhamdulillah" karena prasangka baik kami tak meleset bahwa ia seorang muslim. Setidaknya dari cara ia menjawab salam kami tadi, lafaznya cukup meyakinkan.

Kemudian kami dipersilahkan masuk, beberapa saat setelah berbincang, muncullah isteri beliau menyediakan minuman hangat dan beberapa jenis makanan menggugah selera. Meskipun tidak berjilbab, namun cara berpakaian wanita ini amatlah sopan, menutupi hingga ke mata kaki dan tidak ketat. "Silahkan dicicipi," tutur katanya lembut sambil pamit kembali ke belakang. Dari penampilan isterinya yang sopan, bertambah keyakinan kami bahwa ia benar seorang muslim.

Lelaki yang sedang berbicara di depan kami ini, penampilannya sangat rapi, ia orang yang sangat menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Ia berkumis dan sedikit berjanggut, namun semua dicukur cukup rapi, begitu pula dengan potongan rambutnya. Wajahnya bersih terawat, seperti orang yang selalu dibasuh, dugaan saya mungkin karena ia rajin sholat sehingga selalu kena air wudhu. Giginya putih bersih, meskipun profesinya bukan dokter gigi atau ahli kesehatan gigi. Pakaiannya bersih dan wangi, semerbak harumnya terasa ketika kami berpelukan saat berjumpa. Yang pasti, ia tak punya masalah dengan bau badan.

Intinya, ia dan keluarganya sangat menjaga kebersihan diri dan tempat tinggalnya. Tidak ada sampah berserakan di rumah dan pekarangannya. Jangan harap menemukan sampah seperti bungkus bekas makanan atau lainnya, sebutir nasi atau sepotong lidi korek api pun tidak terlihat. Kaca-kaca dan perabot di rumah itu terlihat licin tanpa debu, sama persis dengan mobil yang terparkir di depan rumahnya, bersih dan mengkilap. Mungkin kebersihan sudah menjadi karakter utama keluarga ini. Luar biasa.

Semakin banyak hal menarik yang kami temukan meski tak kurang dari dua jam di rumah tersebut. Misalnya, ketika anaknya hendak masuk ke rumah tiba-tiba kakinya terhenti begitu tahu Ayahnya tengah menerima tamu. Anak yang saya taksir masih berusia delapan tahun itu sambil berkata "maaf", mundur teratur dan mengambil jalan ke arah pintu samping untuk masuk ke dalam. Rupanya orang tuanya sudah menanamkan akhlak yang baik kepada anaknya, terbukti di usia sekecil itu sudah terbiasa menghormati tamu.

Yang paling mengagumkan dari semua itu adalah caranya berbicara. Cerdas, lugas, tidak bertele-tele, sedikit tertawa dan mengatur volume suara sesuai kondisi. Karena ia hanya berbicara dengan kami berdua, maka suaranya disesuaikan cukup terdengar di antara kami bertiga. Tidak keras berlebihan, juga tidak terlalu rendah. Pemilihan kata yang dipakainya pun menarik, contohnya ia tak menggunakan kata "Aku" untuk menyebut dirinya, melainkan "Saya". Untuk beberapa kalangan, kata "Aku" terdengar lebih arogan ketimbang "Saya". Jadi jangan harap saya mendengar ia menyebut dirinya sama seperti kebiasaan saya bilang "Gue" atau "Elu" untuk menyebut kata ganti orang kedua.

Sebenarnya ia tergolong orang sukses, jika ukurannya adalah materi yang sudah dimilikinya berupa rumah mewah dan kendaraan. Namun kesuksesan tak lantas membuat ia jumawa, sebaliknya ia sangat rendah hati, santun dan menghormati perbedaan di sekitarnya. Saya melihat caranya meminta tolong kepada sopir pribadinya, "Pak Ram, kalau sedang tidak sibuk boleh saya minta tolong bersihkan mobil ya." Coba bayangkan, mungkin orang lain tak sesopan itu menyuruh pembantu atau sopirnya. Catatan saya, ia masih menggunakan "minta tolong" kepada sopirnya. Dan sebelum Pak Ram pergi ke depan mencuci mobil, terdengar lagi kalimat penutup, "terima kasih ya pak…" Aih, indah akhlak lelaki ini.

Nyaris sebelum saya berani menyimpulkan bahwa ia benar seorang muslim, jawaban itu pun terungkap. Ia ragu dan agak sungkan ketika harus menjawab ajakan saya untuk bersiap-siap menghadapi bulan ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. "Maaf pak… Sa…sayaa… maaf, saya tidak berpuasa. Maksud saya, saya bukan seorang muslim," ungkapnya.

Bagi saya, muslim ataupun bukan, ia telah menunjukkan keindahan akhlak seorang manusia. Tak hanya akhlak, melainkan juga tentang kebersihan, kewibawaan, sopan santun, juga kesederhanaan. "dengan semua kepribadiannya yang mengagumkan itu, sepantasnya ia seorang muslim," ujar saya kepada rekan di samping.

Namun teman saya memerbaiki pernyataan saya, kata dia yang benar itu, "Semestinya seorang muslim memiliki kepribadian seperti dia…" betul sekali teman saya ini. (Gaw)

Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://solifecenter.com
0852 190 68581

Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger! http://id.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Fwd: CALAK EDU - Khadijah Williams

Link ke posting ini
Reaksi: 
---------- Forwarded message ----------
From: korandigital <korandigital@gmail.com>


TANDA-TANDA kebangkrutan suatu negara sebenarnya dapat dengan mudah
dideteksi dari kondisi sistem pendidikan nasional yang dijalankannya.
Banyak sekali hasil studi yang menyebutkan bahwa jika kondisi ekonomi
sebuah negara memburuk, pasti berkorelasi positif terhadap kondisi
sekolah. Sebaliknya, jika stabilitas ekonomi mampu meningkatkan
produktivitas dan pendapatan masyarakat, dapat dipastikan bahwa sistem
pendidikan negara tersebut berfungsi dengan baik. Dengan demikian,
kualitas sekolah memiliki pengaruh yang jelas terhadap kemampuan daya
beli masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka
panjang.

Para ahli ekonomi telah memberi perhatian sangat serius kepada efek
human capital terhadap berbagai hasil ekonomi. Investasi di bidang
keterampilan yang diselenggarakan melalui pendidikan akan selalu relevan
dengan pasar tenaga kerja jika sistem pendidikan suatu negara memiliki
ketersambungan dengan pasar, dunia industri, dan perguruan tinggi.
Artinya, investasi sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan
tolok ukur sederhana untuk melihat sejauh mana relevansi sekolah,
perguruan tinggi dan dunia usaha bersinergi, sekaligus untuk mengukur
sejauh mana sebuah sekolah itu memiliki ciri dan kriteria berkualitas.

Menurut penelitian Elmore dan Fuhrman (2001), sebuah proses pendidikan
di sekolah akan baik dan berkualitas jika masalah yang berkaitan dengan
tanggung jawab internal dan eksternal sekolah mendapatkan prioritas
terlebih dahulu untuk diselesaikan. Sejalan dengan itu, pendidikan di
sekolah juga harus mampu menumbuhkan apa yang disebut Charles W Eliot,
presiden Harvard University pada 1880an, sebagai mental power. Yaitu
suatu kemampuan untuk berpikir, bernalar, melakukan observasi, dan
mendeskripsikan sesuatu hal secara logis-rasional.

Kemampuan semacam itulah yang terlihat dari kasus Khadijah Williams,
seorang anak yang memiliki kemampuan material sangat terbatas karena
keluarganya masuk dalam kategori homeless alias gelandangan. Sepanjang
hidupnya, Khadijah sangat akrab dengan lingkungan tempat tinggal di
lokasi tempat-tempat sampah, shelter-shelter, lapangan dan tamantaman
umum yang terbuka dari Los Angeles ke San Diego, dari San Fransisco
hingga ke Orange County.

Selama kurang lebih 12 tahun, Khadijah telah bersekolah di 12 sekolah
berbeda karena hidupnya yang berpindah-pindah. Dengan ditemani ibu dan
adik perempuannya, Khadijah Williams tahu persis bagaimana rasanya harus
tetap bersekolah dengan kondisi serbaminim, sedangkan di usianya yang
masih belia dia juga menjumpai fakta-fakta tentang kerasnya kehidupan
para mucikari dan PSK di jalan-jalan serta para pengedar narkoba yang
selalu mengancam kesehatan berpikir dan jiwanya sekaligus. Khadijah dan
keluarganya hampir tidak pernah tinggal atau menetap lebih dari beberapa
bulan di suatu tempat, hingga dia memasuki SMA. Namun demikian, dan ini
hebatnya, Khadijah Williams tetap menjaga hubungan baiknya dengan
seluruh guru dan mentornya di setiap sekolah yang menampungnya.

Akhir Juni lalu, dia lulus dari Jefferson High School di Los Angeles
pada urutan keempat di kelasnya. Setelah dia dan sekolahnya mengirimkan
profil dan lamaran ke banyak perguruan tinggi, 20 perguruan tinggi
bersedia menerimanya sebagai mahasiswa penerima beasiswa penuh, dan
pilihan akhirnya dia jatuhkan ke Harvard University yang sangat
bergengsi itu. Apa yang dilakukan Khadijah membuat semua orang
terperangah, bahkan teman-teman di sekolahnya pun tak menyangka kalau
dia datang dari lingkungan keluarga gelandangan.

"No one has written your destiny for you. Your destiny is in your hands,
and don't you forget that,"
kata Obama saat inaugurasi program No Excuses dengan Khadijah ikut hadir
di dalamnya.
Bagi Edu, dalam konteks pendidikan di Indonesia, hal itu bukan semata
soal bahwa setiap manusia harus menentukan takdirnya sendiri.
Sistem pendidikan di Amerika yang memiliki standar kualitas sekolah yang
hampir sama di setiap lokasi. Itulah yang memungkinkan anak seperti
Khadijah menerima pendidikan dengan baik. Pentingnya pemerataan akses
dan kualitas sekolah harus menjadi agenda utama Mendiknas ke depan, agar
anak-anak yang bernasib sama seperti Khadijah dan hidup di sekitar kita
tetap dapat memenuhi hasrat dan keinginannya untuk memperoleh pelayanan
pendidikan yang berkualitas. Ahmad Baedowi

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/08/31/ArticleHtmls/31_08_2009_023_002.shtml?Mode=0

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Undangan : HAUL AHLUL BADR ALQUBRO "MASJID ATTIN" 6 SEPT 2009

Link ke posting ini
Reaksi: 
Undangan Untuk seluruh muslimin muslimat

untuk menghadiri Tabligh dan Dzikir Akbar
"HAUL AHLUL BADR ALQUBRO" dan Malam "NUZULUL QURAN"
bersama MAJELIS RASULULLAH SAW "Habib Munzir Almuswa"

di "MASJID ATTIN" TMII JAKARTA TIMUR
waktu hari Ahad
tanggal 6 SEPT 2009
jam 21.00 sd selesai

HADIRILAH DAN SYIARKANLAH

Ajak serta seluruh keluarga, kerabat dan rekan semua

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Tujuan Hidup Orang Mulia

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Seyogyanya setiap muslim memperhatikan puasanya, menjauhkan diri dari
hal-hal yang diharamkan dan membatalkan puasa. Sebab betapa banyak
orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali lapar dan
dahaga belaka. Betapa banyak orang yang sholat, tetapi ia tidak
mendapatkan kecuali bergadang dan payah saja.

Rasulullah
saw bersabda: "Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan
dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan
minum."(HR.Al-Bukhari).

Allah berfirman :

"Artinya : Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan
katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki
amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah
dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang
besar" [Al-Ahzab : 70-71]

Allah juga berfirman.

"Artinya
: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa
yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada
urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal
perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk
disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di
dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs" [Qaf : 16-18]

Dala kitab Shahih Muslim hadits no. 2589 disebutkan

"Artinya
: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian apa itu
ghibah ?" Para sahabat menjawab, "Allah dan RasulNya yang lebih
mengetahui. "Beliau berkata, "Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal
tentang saudaramu yang tidak dia suka" Ada yang menyahut, "Bagaimana
apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?" Beliau
menjawab, "Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah
terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada
padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya"

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya
: Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci
kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya
menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang
teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah
belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata
tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta
menyia-nyiakan harta"
Diriwayatkan oleh Muslim hadits no. 1715

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no. 6474 dari Sahl bin Sa'id bahwa Rasulullah bersabda.

"Artinya
: Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang
ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya
jaminan masuk surga"


Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits
dalam kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no.
2988 [3] dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.

"Artinya :
Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak
dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam
neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat"

Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 2581 dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda.

"Artinya
: Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab,
'Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham
maupun harta benda. 'Beliau menimpali, 'Sesungguhnya orang yang
bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat
dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga
datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta,
menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya
akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya
sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak
kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu
diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka".

Semoga kita dapat menjaga lisan kita..
dan semoga kita ter masuk orang2 yang beruntung yaitu orang2 yang di masukkan ke surga..Amiin


Wasslammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ferra


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Setelah Shalat Witir, Bolehkah Shalat Sunnah Lagi?

Link ke posting ini
Reaksi: 
Setelah Shalat Witir, Bolehkah Shalat Sunnah Lagi?


Mengenai masalah ini, ada dua pendapat di antara para ulama.

Pendapat pertama, mengatakan bahwa boleh melakukan shalat sunnah lagi
sesukanya, namun shalat witirnya tidak perlu diulangi.
Pendapat ini adalah yang dipilih oleh mayoritas ulama seperti
ulama-ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, pendapat yang masyhur di
kalangan ulama Syafi'iyah dan pendapat ini juga menjadi pendapat An
Nakho'i, Al Auza'i dan 'Alqomah. Mengenai pendapat ini terdapat riwayat
dari Abu Bakr, Sa'ad, Ammar, Ibnu 'Abbas dan 'Aisyah. Dasar dari
pendapat ini adalah sebagai berikut.

Pertama, 'Aisyah menceritakan mengenai shalat malam Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam,
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 raka'at
(dalam semalam). Beliau melaksanakan shalat 8 raka'at kemudian beliau
berwitir (dengan 1 raka'at). Kemudian setelah berwitir, beliau
melaksanakan shalat dua raka'at sambil duduk. Jika ingin melakukan
ruku', beliau berdiri dari ruku'nya dan beliau membungkukkan badan untuk
ruku'. Setelah itu di antara waktu adzan shubuh dan iqomahnya, beliau
melakukan shalat dua raka'at." (HR. Muslim no. 738)

Kedua, dari Ummu Salamah, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam pernah melakukan shalat dua raka'at sambil duduk
setelah melakukan witir (HR. Tirmidzi no. 471. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ketiga, dari Jabir bin 'Abdillah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda,
"Barangsiapa di antara kalian yang khawatir tidak bangun di akhir malam,
maka berwitirlah di awal malam lalu tidurlah, ..." (HR. Tirmidzi no.
1187. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Dipahami
dari hadits ini bahwa jika orang tersebut bangun di malam hari
-sebelumnya sudah berwitiri sebelum tidur-, maka dia masih diperbolehkan
untuk shalat.

Adapun dalil yang mengatakan bahwa shalat witirnya tidak perlu diulangi
adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam." (HR. Tirmidzi no. 470, Abu
Daud no. 1439, An Nasa-i no. 1679. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini shahih)

Pendapat kedua, mengatakan bahwa tidak boleh melakukan shalat sunnah
lagi sesudah melakukan shalat witir kecuali membatalkan shalat witirnya
yang pertama, kemudian dia shalat dan witir kembali. Maksudnya di sini
adalah jika sudah melakukan shalat witir kemudian punya keinginan untuk
shalat sunnah lagi sesudah itu, maka shalat sunnah tersebut dibuka
dengan mengerjakan shalat sunnah 1 raka'at untuk menggenapkan shalat
witir yang pertama tadi. Kemudian setelah itu, dia boleh melakukan
shalat sunnah (2 raka'at - 2 raka'at) sesuka dia, lalu dia berwitir
kembali.
Inilah pendapat lainnya dari ulama-ulama Syafi'iyah. Mengenai pendapat
ini terdapat riwayat dari 'Utsman, 'Ali, Usamah, Ibnu 'Umar, Ibnu Mas'ud
dan Ibnu 'Abbas. Dasar dari pendapat ini adalah diharuskannya shalat
witir sebagai penutup shalat malam. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,
"Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir." (HR.
Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

Pendapat yang Terkuat

Dari dua pendapat di atas, pendapat yang terkuat adalah pendapat pertama
dengan beberapa alasan berikut.
Pertama, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah
setelah beliau mengerjakan shalat witir. Perbuatan beliau ini
menunjukkan bolehnya hal tersebut.
Kedua, pendapat kedua yang membatalkan witir pertama dengan shalat 1
raka'at untuk menggenapkan raka'at, ini adalah pendapat yang lemah
ditinjau dari dua sisi.
1. Witir pertama sudah dianggap sah. Witir tersebut tidaklah perlu
dibatalkan setelah melakukannya. Dan tidak perlu digenapkan untuk
melaksanakan shalat genap setelahnya.
2. Shalat sunnah dengan 1 raka'at untuk menggenapkan shalat witir
yang pertama tadi tidaklah dikenal dalam syari'at.

Dengan dua alasan inilah yang menunjukkan lemahnya pendapat kedua.

Kesimpulan

Dari pembahasan kali ini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil.
Pertama, bolehnya melakukan shalat sunnah lagi sesudah shalat witir.

Kedua, diperbolehkannya hal ini juga dengan alasan bahwa shalat malam
tidak ada batasan raka'at sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah (Majmu' Al Fatawa, 22/272). Jika kita telah melakukan shalat
tarawih ditutup witir bersama imam masjid, maka di malam harinya kita
masih bisa melaksanakan shalat sunnah lagi. Sehingga tidak ada alasan
untuk meninggalkan imam masjid ketika imam baru melaksanakan shalat
tarawih 8 raka'at dengan niatan ingin melaksanakan shalat witir di rumah
sebagai penutup ibadah atau shalat malam. Ini tidaklah tepat karena dia
sudah merugi karena meninggalkan imam sebelum imam selesai shalat malam.
Padahal pahala shalat bersama imam hingga imam selesai shalat malam
disebutkan dalam hadits,

"Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis
untuknya pahala qiyam satu malam penuh." (HR. Ahmad dan Tirmidzi.
Shahih).

Ketiga, adapun hadits Bukhari-Muslim yang mengatakan "Jadikanlah penutup
shalat malam kalian adalah shalat witir", maka menjadikan shalat witir
sebagai penutup shalat malam disini dihukumi sunnah (dianjurkan) dan
bukanlah wajib karena terdapat dalil pemaling dari perbuatan Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 395).
Demikian pembahasan kami dalam rangka menjawab pertanyaan seputar shalat
tarawih yang kami bahas.
Semoga bermanfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat.

Rujukan:
Majmu' Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Mawqi' Al Islam, Asy
Syamilah
Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 386-395, Al Maktabah At Taufiqiyah


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Seputar Sahur

Link ke posting ini
Reaksi: 
Bismillah wassholatu 'ala rasulillah

- Sahur pun dengan kurma

Bukan hanya berbuka yang disunnahkan dengan kurma. Namun sahur pun ada
baiknya dengan kurma. Sependek pengetahuan saya, sunnah kurma tidak bisa
digantikan dengan yang manis-manis.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:

"Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan kurma
basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering
(tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air"
(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, shahih).

Jika tidak ada kurma, maka berbukalah dengan air, bukan yang
manis-manis... :)

Adapun tentang sahur,
dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:
"Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah tamr (kurma)."


(HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi, dan dishahihkan oleh
asy-Syaikh Al-Albani)

---------------------------

- Sahur itu diakhirkan


Zaid bin Tsabit radhiallahu `anhu berkata :


"Kami makan sahur bersama Nabi shalallahu `alaihi wasallam
kemudian beliau berdiri untuk shalat shubuh. Saya (Anas bin Malik)
bertanya kepadanya : berapa jarak antara adzan dengan sahur ? Zaid bin
Tsabit radhiallahu `anhu menjawab : kurang lebih selama bacaan lima
puluh ayat."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hasil hitung pribadi, 50 ayat yang tidak panjang dan tidak pendek,
dibaca dengan tidak cepat dan tidak lambat, setara dengan kurang lebih
20 menit.

--------------------------------------------------------

- Memperbanyak istighfar di waktu sahur

15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman
(surga) dan di mata air-mata air,

16. sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan
mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang
berbuat baik;

17. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam;

18. [wabil-ashaarihum yastaghfiruun]
Dan di waktu sahur (akhir-akhir malam) mereka memohon ampun (kepada
Allah).

(QS. adz-Dzariyat)

Ayat ke-18 bukan hanya dikhususkan saat ramadhan, namun juga di luar
ramadhan (tidak puasa). Ketika bangun di akhir malam, maka sunnahnya
adalah memperbanyak istighfar.

Wallahu a'lam
Wallahul-musta'an

---------------------------------------------
artikel ramadhan lainnya :
http://muqorrobin.multiply.com/tag/ramadhan
---------------------------------------------

Syaikhul_Muqorrobin@KL
sudah berapa juz tilawah hari ini?

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sunday, August 30, 2009

[daarut-tauhiid] Puasa of the day: Kisah Sesendok Madu

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kisah Sesendok Madu

Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warga kotanya.
Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan
membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan
di puncak bukit di tengah kota.
Seluruh warga kota memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan
mereka untuk melaksanakannya.
Tetapi, dalam pikiran seorang warga kota terlintas cara untuk mengelak perintah tersebut.
"Aku akan membawa sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air.
Kegelapan malam akan melindungiku dari pandangan mata orang lain. Sesendok air tidak
akan mempengaruhi isi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota."

Tibalah waktu yang ditetapkan. Apa kemudian yang terjadi?
Bejana itu ternyata seluruhnya berisi penuh dengan air!
Rupanya seluruh warga kota berpikiran sama dengan si Fulan.
Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri
dari tanggung jawab.

Kisah simbolik ini sering terjadi dalam berbagai kehidupan masyarakat.
Idealnya memang bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan
pembuktian yang nyata, baru kemudian melibatkan pengikut-pengikutnya.

Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan
pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku (QS Yuusuf; 12:108)
Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri,
dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutmu) (QS An Nisaa'; 4:84)

Perhatikanlah kata-kata : "tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri".
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : "Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu"
Setiap orang menurut Beliau adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.
Berarti setiap orang harus harus tampil terlebih dulu.
Sikap mental yang seperti ini akan menyebabkan bejana sang raja akan penuh dengan madu, bukan air,
apalagi racun [lm-4]

( Sumber: Lentera Hati, M Quraish Shihab )
---------------------------------------------------------
l.meilany
260809/5ramadhan1430h

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Puasa of the day : Kisah Puasanya Ikan Salem Merah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kisah Puasanya Ikan Salem Merah
Dikutip Dari Tulisan -Dwitra Silvana Zaky untuk WM

(lm:Ikan salem hidup di laut Atlantik Utara - Kanada, tetapi kembali ke sungai-sungai
di Eropa dan Amerika Utara menjelang bertelur )
----------------
Puasanya ikan salem merah adalah puasa alami, yang menggambarkan
tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan sebagai contoh keunikan ragam
kehidupan hayati yang ada di alam sekitar kita.

Pada masa awal hidupnya ikan salem merah hidup di air tawar.
Lalu setelah dewasa, mereka bermigrasi ke lautan luas.
Ikan salem merah menghabiskan sebagian hidupnya di laut, sekitar 4- 7
tahun. Ketika ikan salem merah cukup dewasa untuk berpijah mereka
akan berkumpul bersama di suatu tempat di lautan.
Setelah berkumpul dalam jumlah puluhan ribu, mereka akan membagi
dirinya berdasarkan spesies masing-masing, dan bersama-sama kembali
ke sungai tempat menetasnya dahulu. Mereka kerap harus melompati air
terjun dan berbagai kesulitan lainnya, yang jaraknya bisa sejauh 1.600
kilometer dari tempat mereka hidup di lautan. Dengan rintangan yang
sangat besar, ikan salem merah terus berusaha keras melawan arus sungai
yang deras, dengan berbagai macam halangan kayu-kayu, batu-batu kali,
kemungkinan dimangsa predator atau jatuh ke jaring nelayan.
[lm: Ikan ini sangat lezat dagingnya, sering dibuat juga sebagai ikan kalengan]

Perjalanan ini terkadang membutuhkan waktu beberapa bulan lamanya.
Yang mengagumkan, bahwa sejak awal perjalanan panjang ini mereka sudah
mulai berpuasa. Berdasarkan penelitian para ahli, ternyata lama puasa para
ikan inilah yang berguna sebagai standar naluriah untuk menuntun mereka
mengenali sungai mana para ikan itu berasal. Juga kandungan lemak yang
cukup tinggi pada ikan salem merah ternyata bermanfaat sebagai cadangan
makanan selama migrasi balik ini.
Luput dari para pemangsa dan nelayan, akhirnya dengan tubuh penuh luka
dan kelelahan para ikan ini bisa mencapai hulu sungai tempat mereka ditetaskan
pertama kali. Subhanallah...Maha Besar Allah !!!.

Ketika mereka tiba di hulu sungai inilah, mereka akan otomatis bekerjasama
antara pasangan jantan dan betina. Dengan sirip kecil dibelakang sirip punggungnya
yang besar mereka menggali lubang kedalaman sekitar 45 cm, sebagai tempat
penetasan calon telur-telur ikan. Untuk penggalian ini diperlukan waktu beberapa
minggu lamanya
Jika telah siap, sang betina akan meletakkan telur-telur yang berjumlah ribuan, dan
sang jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur-telur betinanya.
Setelah proses ini selesai, sang calon ibu ikan akan menutup lubang tempat telur
ini dengan lumpur yang cukup tebal.
Kemudian pasangan ikan ini akan tetap berenang-renang di sekitar lubang telur,
menunggu beberapa waktu hingga telur-telur ini menetas.

Saat bayi-bayi ikan salem merah mendorong dirinya keluar dari lubang penetasan,
sang orang tua ikan akan melihat anak-anaknya pertama dan untuk terakhir kalinya.
Lalu matilah mereka, dalam keadaan berpuasa. Ikan-ikan yang mati ini akan mengapung
di permukaan, kemudian berangsur turun ke dasar sungai, membusuk.

Sebenarnya ini adalah bagian dari proses menjaga keseimbangan alam di dasar sungai.
Mereka mati setelah meninggalkan sekelompok generasi baru, yang harus
mengalami proses 'kesulitan' - kembali ke lautan.
Kemudian setelah dewasa, anak-anak ikan salem merah ini akan mengulangi siklus yang
sama seperti orangtuanya, dan mati dalam keadaan berpuasa.
Subhanallah...Maha Besar Allah !!! [lm-3]

Dwitra Zaky
Reston, Oktober 2004

Diambil dari tulisan Dr. `Abd Al-Hakam `Abd Al-Latif As-Sa`idi
Lecturer of Entomology - Faculty of Agriculture - Al-Azhar University
_____________________________________________________________________________
l.meilany
260809/05ramadhan1430h


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Saturday, August 29, 2009

[daarut-tauhiid] Kecil Bikin Tergelincir

Link ke posting ini
Reaksi: 
from http://solifecenter.com

Kecil Bikin Tergelincir

Beberapa tahun lalu, saya dikejutkan oleh berita duka. Seorang pengurus masjid di tempat tinggal saya yang lama dikabarkan meninggal dunia. Ia orang yang sangat sopan, taat beribadah, tidak banyak bicara dan senang membantu sesama. Berita meninggalnya mengejutkan banyak orang, tidak hanya keluarganya melainkan juga pengurus dan jamaah masjid yang tak menyangka ia pergi begitu cepat. Saya mengenal dekat beliau tidak hanya sosok pribadinya, juga semua anggota keluarganya.

Menurut keterangan isterinya, ia meninggal dunia akibat jatuh dari motor. Pada saat kejadian sang isteri sendiri ikut dibonceng dalam kejadian nahas itu. Apakah ia tabrakan? Saya agak tidak percaya, sebab beliau termasuk orang yang saya kenal santun di jalanan, tidak pernah ngebut apalagi ugal-ugalan. Mungkin ia ditabrak? Ternyata bukan. Yang menyebabkan ia jatuh ketika mengendarai motornya hanyalah kerikil di tepi jalan. Masih menurut keterangan yang didapat, motor vespanya melindas sebuah kerikil yang menyebabkan oleng hingga akhirnya terjatuh.

Tidak ada luka sedikitpun, begitu pula isterinya. Namun pria santun itu langsung menghembuskan nafas terakhirnya saat jatuh. Saat dibawa ke rumah sakit, ia sudah dalam kondisi tak bernafas sampai akhirnya dokter menyatakan bahwa ia sudah meninggal dunia ketika jatuh dari motor. Setiap jiwa yang hidup akan merasakan mati, tidak terkecuali. Allah selalu punya cara untuk mengambil kembali jiwa-jiwa yang hidup dengan cara yang tidak pernah bisa diketahui oleh siapapun. Kita pun tidak pernah tahu kapan dan dimana akan menghembuskan nafas terakhir, hanya Allah yang memegang hak pengetahuan itu.

Kejadian yang menimpa saudara yang kami cintai itu memberikan pelajaran berharga, selain soal kematian yang tidak bisa diduga-duga datang dan caranya, peristiwa itu pun memberi hikmah agar kita tidak mengabaikan hal kecil yang justru bisa membahayakan. Jika ada batu besar di depan kita akan mudah menghindarinya karena jelas terlihat, namun kita lebih sering tergelincir oleh batu kerikil yang sering terabaikan. Mungkin ini menjadi sifat manusia pada umumnya, bahwa kita sering lengah dan abai pada hal-hal kecil dan detil. Setiap hal besar kita perhatikan, masalah besar kita selesaikan, ujian besar bisa kita hadapi, tetapi kadang kita lupa bahwa hal kecil tak boleh diabaikan, masalah kecil tak bisa dianggap remeh dan cobaan-cobaan yang kecil pun bukan hal sepele.

Seorang penjaga gawang yang hebat, mampu memblok tendangan-tendangan keras dan terukur dari lawan-lawannya. Bola ke arah kiri mampu ditangkap, ke kanan ditangkap pula. Bola ke arah bawah mampu dihalau, di atas pun bisa ditepis. Semua penonton bertepuk tangan sambil berdiri, berdecak kagum atas kehebatan sang penjaga gawang idola mereka itu. Disaat kehebatannya memuncak, ketika ia telah berhasil mengantisipasi semua bola yang datang ke arahnya, ujian kecil justru menjatuhkan karirnya. Sebuah bola operan dari pemain belakangnya sendiri walaupun hanya tendangan pelan menyusur tanah malah membuatnya kemasukan bola. Penonton terbelalak tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Penjaga gawang hebat yang sepanjang puluhan menit dikagumi kehebatannya tiba-tiba melakukan kesalahan fatal dan dengan mudah kebobolan oleh bola pelan menyusur tanah.

Penyebabnya sederhana saja, ia menganggap remeh bola pelan yang datang ke arahnya itu. Karena sudah terbiasa menerima bola dengan cara demikian, ia bersiap menyetop bola dengan kaki kanannya. Rupanya, hanya setengah meter dari kaki si penjaga gawang ada gundukan tanah kecil yang membuat bola memantul sepersekian meter melewati kaki si penjaga gawang. Ia kaget, panik dan mencoba mengejar bola yang melintas beberapa detik begitu saja dari kakinya. Namun tangannya tak mampu menangkap bola yang dengan tenang masuk ke gawangnya.

Pujian berubah menjadi cemoohan, tepuk tangan riuh pun tak lagi terdengar. Yang ada adalah umpatan dan penghinaan, dan akibat berikutnya adalah penjaga gawang ini tak lagi dipasang sebagai pemain utama tim nasional. Semua hanya karena hal kecil yang terabaikan di depan mata sendiri. Anda yang penggemar sepak bola mungkin tahu siapa penjaga gawang yang saya maksud. Ini memang pelajaran berharga buat yang bersangkutan, namun bagi kita yang menyaksikan pertandingan tersebut pun semestinya bisa mengambil hikmahnya. Semoga. (Gaw)

Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://solifecenter.com
0852 190 68581

&quot;Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com&quot;

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Tengoklah Ke Dalam

Link ke posting ini
Reaksi: 
Tengoklah Ke Dalam

By: agussyafii

Setelah sekian lama hidup berkeluarga suami istri dihadapkan kepada masalah. Suaminya mengira masalah kehidupan rumah tangganya terletak pada istrinya. Sang suami mengira bahwa istrinya tuli. Akhirnya suami pergi berkonsultasi kepada seorang dokter. Dokter menyarankan ketika dirumah agar memanggil istrinya dalam jarak empat meter.

'Nanti kalo istri saya tidak menjawab, apa dia benar-benar tuli, dok?' tanya sang suami.

'oo..belum tentu..kalo jarak empat meter tidak menjawab, cobalah mendekat dengan jarak dua meter,' jawab dokter.

'Kalo masih tidak menjawab dok?" tanya lagi sang suami.

'Panggillah yang lebih dekat lagi, kalo masih tidak menjawab berarti istri anda tuli.' kata dokter.

Begitu sampai di rumah sang suami melihat istrinya sedang menyirami bunga di halaman rumahnya. Dari jarak empat meter suaminya menyapa, 'Hai, sayang sedang ngapain?'  Pertanyaannya tidak dijawab, suaminya jadi khawatir, istrinya benar-benar tuli.  Kemudian suaminya mendekat dengan jarak dua meter memanggil istrinya. 'Sayang, bunganya indah sekali ya..' Ternyata masih juga tidak mendengar jawaban istrinya. Dengan gagahnya suaminya berdiri mendekat disamping istrinya yang sedang menyiram bunga dan mengatakan dengan suara keras, 'Sayang, Sibuk ya? Lagi ngapain sih?'

Sang istri menoleh dengan wajah memerah menahan amarah dan mengatakan kepada suaminya. 'Kamu ini ada apa sih? sudah tiga kali aku bilang, sedang menyirami bunga, masih aja bertanya.'

Begitulah kita, seringkali kita beranggapan orang lain yang salah. Padahal sebenarnya kesalahan itu ada pada diri kita sendiri, terkadang kita tidak menyadari bahwa kesalahan itu terletak pada diri kita sendiri. Seperti lagu Ebiet G Ade, 'Tengoklah ke dalam sebelum bicara, singgirkan debu yang masih melekat.'

Prinsip 90/10 ala Stephen Covey, sangat simple menjelaskan dalam membantu kita menghadapi masalah. kita tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri kita. Contohnya, kita tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana kita.  Kita tidak dapat mengontrol kondisi 10 persen ini tetapi kita dapat mengontrol yang 90% . Yaitu cara kita bereaksi. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi kita dapat mengontrol reaksi kita.  Itulah makna tengoklah ke dalam berarti bereaksi secara positif dalam menyikapi setiap masalah.


Wassalam,
agussyafii

---
Senyum menyambut ramadhan, senyum kemenangan adalah senyum amalia. Yuk, berkenan berbagi senyuman dalam sebuah program 'Senyum Amalia.' Kegiatan program 'Senyum Amalia' adalah Obrolan Puasa (Opus), Tadarus, Berbuka Puasa Bersama, Paket Bingkisan Senyum Amalia, akan diselenggarakan pada hari Ahad, 30 Agustus 2009 di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan senyuman anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12431

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Friday, August 28, 2009

[daarut-tauhiid] Peluang Amal : Wakaf Kolektif Forsimpta

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah SWT...

*Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah
SAW bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amal
perbuatannya, kecuali tiga hal: Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan
anak shaleh yang mendo'akan (orang tuanya)". Sungguh sangat luar biasa
kandungan hadits tersebut, yang mensiratkan bahwa meskipun usia manusia itu
terbatas, akan tetapi bisa mendapatkan pahala yang abadi dan tanpa batas,
disebabkan oleh amal perbuatannya yang baik. Salah satunya adalah shadaqah
jariyah atau wakaf, baik dalam bentuk wakaf benda yang tidak bergerak,
seperti tanah dan bangunan, atau benda yang bergerak, seperti kendaraan atau
wakaf uang atau yang lebih dikenal dengan "wakaf an-Nuqud" atau "cash
wakaf".*

Di bulan Ramadhan 1430 H yang sangat mulia ini, kembali Forsimpta (Forum
Silaturahim Masjid Perkantoran Jakarta - www.dakwahkantor.com) menggulirkan
sebuah program "Wakaf Kolektif Untuk Mewujudkan Gedung Sosial & Dakwah
Perkantoran"

Gedung Sosial & Dakwah tersebut nantinya akan digunakan untuk:
**
*A. KLINIK SEHAT CARE *
**
Layanan Kesehatan Islami & Alami, GRATIS untuk kaum dhu'afa

*B. TEMPAT TRAINING KETRAMPILAN & WIRA USAHA BAGI KAUM DHUAFA/REMAJA
PENGANGGURAN (GRATIS) *

- Training Bekam, Refleksi, Pijat Bayi
- Training Design Grafis
- Training Salesman
- Training Office Boy Islami
- Secara bertahap bisa dikembangkan dengan ketrampilan lainnya

*C.TEMPAT TRAINING KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT PERKANTORAN DAN UMUM *
**
- Pesantren Karyawan (Paket Belajar Agama Sabtu atau Ahad)
- Training Etos Kerja Islami (Islamic Motivation Training)
- Training Keluarga Sakinah
- Secara bertahap bisa dikembangkan sesuai kebutuhan

*D. SEKRETARIAT FORSIMPTA *
**
Dengan mempunyai Sekretariat yang layak, diharapkan bisa meningkatkan
kinerja Forsimpta dan meningkatkan image serta kepercayaan masyarakat
terhadap Forsimpta.

Gedung Sosial & Dakwah Perkantoran Jakarta merupakan pusat kegiatan dakwah
dan sosial bagi masyarakat perkantoran Jakarta, diharapkan bisa
menjadi *MODEL
DAKWAH PERKANTORAN di KOTA BESAR. *

*Estimasi Harga Gedung (Ruko): *

Harga Rp 1.700.000.000
Perizinan, Sarana & Prasarana *Rp 300.000.000 *
Total kebutuhan dana *Rp 2.000.000.000 *

*Terbilang : # Dua Milyar Rupiah *

*Untuk mewujudkan target dana di atas, Forsimpta menerbitkan Sertifikat
Wakaf Kolektif senilai:*
**
@ Rp 1.000.000 sebanyak 500 lembar = Rp 500.000.000
@ Rp 500.000 sebanyak 1000 lembar = Rp 500.000.000
@ Rp 200.000 sebanyak 4000 lembar = Rp 800.000.000

*Kupon Infaq senilai: *

@ Rp 100.000 sebanyak 1000 lembar = Rp. 100.000.000
@ Rp 50.000 sebanyak 2000 lembar = Rp. 100.000.000

Demi suksesnya program ini, kami mengharapkan bantuan do'a, partisipasi dan
kerjasama dari semua pihak, khususnya para pengurus Masjid/Rohis
perkantoran di Jakarta sangat kami harapkan. Untuk itu kami mengucapkan
banyak terima kasih, semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang
berlipat ganda, amiin.

Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,


*FORSIMPTA*


*Contact Person:** *
**
Anwari : 021-70064344 / Heri : 021-27353174
YM : forsimpta (dengan Kosi / 08128510372)
Email: info@dakwahkantor.com

*Rekening Wakaf:
*
- Bank Syariah Mandiri Rekening no: 1177006710 an Yayasan Forsimpta
- BCA Rekening no: 2183079000 an Yayasan Forsimpta

*# Setelah transfer, mohon konfirmasi via SMS ke nomor telepon di atas *

*Fastabihul khoirot...Mari Kita Berlomba Dalam KEBAIKAN **!!! **Gedung
Sosial & Dakwah Perkantoran Jakarta Adalah Gedung Wakaf Milik Kita Bersama *

# Terlampir File Proposal Wakaf Kolektif Forsimpta


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Utang Indonesia pada Umat Islam: Merdeka!

Link ke posting ini
Reaksi: 
Jumat, 28 Agustus 2009 pukul 01:12:00

Utang Indonesia pada Umat Islam

Oleh Herry Nurdi

Penulis, Wartawan Islam

Perkembangan penyelesaian masalah terorisme di Indonesia, menuju arah yang
sangat tidak kondusif bagi kaum Muslimin di negeri ini. Berbagai pernyataan
dan statement yang dilontarkan oleh beberapa pihak, baik secara resmi atau
selentingan, telah melahirkan dampak yang sangat serius bagi gerakan dakwah
di negeri ini. Tentu saja perkembangan ini harus dikawal dalam koridor yang
benar agar tak menimbulkan keresahan baru yang bernama kecurigaan komunal.

Bayangkan saja, jika seorang psikolog menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan
rohis (Rohani Islam) yang ada di sekolah menengah umum adalah bahan baku
dari tindak kekerasan. Ditambah lagi, dengan seorang yang mengaku pengamat,
berkata dengan senyum di bibir bahwa pendanaan kegiatan terorisme juga
berasal dari mobilisasi zakat, infak, dan sedekah. Semua ditayangkan di
televisi dalam siaran live yang tentu saja tanpa filter rasa keadilan bagi
umat Islam.

Pada tahap yang lebih awal, pesantren telah menuai kecurigaan. Begitu juga,
dengan kegiatan dakwah. Dan, hari ini kita saksikan, betapa aktivis dakwah
berada dalam suasana terintimidasi. Jenggot, celana cingkrang, baju koko,
cadar, dan dahi yang hitam menjadi atribut pelengkap yang mengantarkan
kecurigaan. Dengan segala hormat pada semua pihak yang terlibat, Pemerintah
Indonesia tidak boleh menjadi pemerintah yang kelak akan dicatat sebagai
pemerintah yang menindas umat Islam.

Masih dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan, sekadar mengingatkan sejarah
yang mungkin terlupa. Negeri ini memiliki utang yang tak terbayar pada
perjuangan yang telah diberikan umat Islam. Hanya untuk mengambil beberapa
contoh, Pangeran Diponegoro, memakai simbol-simbol dalam memimpin Perang
Jawa melawan penjajah Belanda. Dengan serban, baju putih panjang, dan yang
paling penting, dengan ajaran Islam Pangeran Diponegoro memimpin perang yang
dalam sejarah Belanda disebut-sebut sebagai perang, yang hampir
menenggelamkan negeri penjajah itu dengan kebangkrutan.

Baca saja nama panjang dan gelar Pangeran Diponegoro. Sultan Abdulhamid
Erucakra Sayidin Panatagama Khalifat Rasulullah Sayidin Panatagama. Dengan
sadar, Pangeran Diponegoro mencantumkan nama Sultan Abdulhamid, yang saat
itu menjadi Khalifah Turki Utsmani sebagai jaringan perjuangannya. Bahkan,
pemilihan nama Sultan pada periode Sultan Hamengkubuwono I adalah simbol
perlawanan secara halus pada kekuatan VOC, penjajah Belanda. (Soemarsaid
Moertono, 1985; P Swantoro, 2002).

Tapi, hari ini, simbol yang mampu menggalang kekuatan perjuangan kemerdekaan
itu dicurigai. Pencantuman hubungan internasional, dengan Mesir, Turki, Arab
Saudi, disebut dengan transnasional yang juga diucapkan dengan nada penuh
kecurigaan. Dulu, simbol-simbol itu berperan sangat besar memerdekakan
negeri ini.

Begitu pula, dengan slogan dan pekik perjuangan, Islam dan kaum Muslimin
menorehkan sejarah yang tak bisa dihapus dan harus diingat lagi ketika jihad
disudutkan seperti saat sekarang. Bung Tomo, menggerakkan Arek-arek Suroboyo
melawan agresi militer ulang yang dilakukan penjajah Belanda, dengan
pembukaan kalimat Bismillahirrahmanirrahim dan ditutup dengan Allahu Akbar
yang disandingkan dengan kata Merdeka.

Saoedara-saoedara ra'jat Soerabaja,

Siaplah keadaan genting.

Tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,

Baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.

Dan oentoek kita, saoedara-saoedara lebih baik kita hantjur leboer daripada
tidak merdeka.

Sembojan kita tetap: Merdeka atau Mati.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara, pada akhirnja pastilah kemenangan akan
djatuh ke tangan kita sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar

pertjajalah saoedara-saoedara,

Toehan akan melindungi kita sekalian Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu
Akbar! Merdeka!

Maka sekali lagi, negara ini boleh menjadi negara yang anti terhadap pekikan
Allahu Akbar dan seruan-seruan dakwah yang mengajak menuju kebaikan dan
kebenaran.

Ketika Republik Indonesia masih sangat belia, negara ini pernah menjadi
Republik Indonesia Serikat sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar.
Indonesia terpecah-pecah menjadi 17 negara bagian. Penjajah Belanda tidak
akan ridha dan ringan hati melepaskan Indonesia sebagai negeri yang merdeka
dan berdaulat. Andai saja Mohammad Natsir, tidak tampil dengan pidatonya
yang kini dikenal dengan Mosi Integral Natsir, tentu seluruh pemimpin bangsa
hari ini tidak akan bisa menyebut dengan bangga kalimat Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).

Sebab, berdirinya RIS meminta konsekuensi besar. Terjadi rasionalisasi atas
kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Perwira-perwira penjajah Belanda
menjadi penasihat TNI. Pejuang dan tentara rakyat dirumahkan. Sebagai
gantinya, Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) diintegrasikan ke
dalam tubuh TNI. Bagaimana mungkin negara ini akan kuat, jika di dalam
tulang punggung yang menjaga kemerdekaannya, berdiri jenderal-jenderal
penasihat dan unsur-unsur dari kalangan penjajah?

Dalam sidang RIS tahun 1950, Mohammad Natsir, seorang pemimpin dakwah di
negeri ini, seorang dai, seorang ustaz, seorang ulama, tampil menyelamatkan
Indonesia. Maka, dengan segala hormat, TNI dan Kepolisian Republik Indonesia
tidak boleh menjadi alat negara yang berperilaku sewenang-wenang pada umat
Islam Indonesia.

Apalagi, ditambah sebuah fakta sejarah tentang seorang pejuang bernama
Jenderal Soedirman. Seorang guru madrasah Muhammadiyah, yang memimpin
gerilya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Soedirman
adalah seorang guru agama. Mengisi ceramah dan mengajar mengaji keliling di
wilayah-wilayah Cilacap dan Banyumas. Jabatannya di Muhammadiyah adalah
wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Karisidenan Banyumas.

Wilayah yang sama saat ini dicurigai polisi sebagai sebagai kawasan
persembunyian buronan yang dicari. Maka sekali lagi, dengan segala hormat,
polisi, aparat keamanan, bahkan masyarakat tidak boleh menaruh curiga pada
ustaz, guru mengaji, apalagi ulama yang telah membuktikan diri menjaga
negeri Allah bernama Indonesia yang semoga dilimpahi berkah.

Pasti tidak terlambat mengucapkan selamat hari kemerdekaan. Kaum Muslimin
tidak pernah menganggap perjuangan sebagai piutang yang harus dibayar. Tapi,
umat Islam sangat yakin, negara ini adalah negara yang besar yang tak akan
melupakan sumbangsih perjuangan umat Islam.

Wallahu a'lam .


--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Menjaga Diri dan Keluarga dari Harta yang Haram

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum wr wb,

Saat ini tidak terasa banyak orang Islam yang tidak sadar/tidak ragu lagi memakan makanan dari sumber yang haram. Tak heran jika Indonesia sering dinobatkan sebagai negara paling korup di dunia.
Pencurian, perampokan, korupsi, suap, pungutan liar, atau pun uang pelicin adalah hal yang biasa di negeri ini. Bahkan tak jarang "UUD" diplesetkan artinya jadi "Ujung-Ujungnya Duit." Orang yang berusaha jujur, sering diisolasi dan dimusuhi.
Banyak orang yang sudah tidak peduli lagi apakah uang yang didapat dari yang haram/halal. Bahkan ada yang berkata, "Zaman sekarang mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal." Keadaan ini sudah diperkirakan oleh Nabi:
Akan datang bagi manusia suatu jaman dimana orang tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram. (HR. Bukhari)
Tak jarang juga masyarakat mengagumi/menghormati orang yang kaya meski mereka tahu bahwa kekayaannya didapat dari hasil korupsi/haram.
Rasulullah SAW: Janganlah kamu mengagumi orang yang terbentang kedua lengannya menumpahkan darah. Di sisi Allah dia adalah pembunuh yang tidak mati. Jangan pula kamu mengagumi orang yang memperoleh harta dari yang haram. Sesungguhnya bila dia menafkahkannya atau bersedekah maka tidak akan diterima oleh Allah dan bila disimpan hartanya tidak akan berkah. Bila tersisa pun hartanya akan menjadi bekalnya di neraka. (HR. Abu Dawud)
Dari uang haram itu, mereka beri makan anak dan istrinya. Padahal Nabi berkata:
Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)
Relakah kita demi kehidupan dunia yang cuma sekitar 70 tahun akhirnya masuk ke neraka yang kekal abadi hanya karena makanan kita dari sumber yang haram?
Para koruptor, perampok, atau pun pencuri jangan pernah berharap amal mereka diterima dan masuk surga meski mereka rajin shalat, puasa, dan sebagainya. Karena segala amal itu tidak akan diterima Allah jika mereka memakan makanan dari sumber yang haram:
Rasulullah SAW: Wahai Sa'ad, murnikanlah makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do'anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)
Orang yang makanannya dari sumber yang haram, minumannya dari uang yang haram, dan pakaiannya dari penghasilan yang haram, niscaya tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah segala doanya:
Dari Abu Hurairoh ra, ia berkata: "Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rosul, Allah berfirman, "Wahai para Rosul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih" (QS Al Mukminun: 51). Dan Dia berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu" (QS Al Baqoroh: 172). Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: "Wahai Robbku, wahai Robbku", sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do'anya." (HR. Muslim)
Nabi berkata bahwa ujian terbesar bagi ummatnya adalah harta-benda. Pada perang Uhud, ummat Islam nyaris dikalahkan musuh karena tergiur oleh harta benda. Sekarang sepertinya lebih parah lagi.
Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta-benda. (HR. Tirmidzi)
Saya melihat kehadiran motivator untuk menumbuhkan motivasi seseorang untuk jadi kaya/sukses selain bisa membawa pengaruh positif, bisa juga berpengaruh negatif. Dapat membuat ummat Islam terjangkit penyakit Wahn, yaitu: Cinta Dunia dan Takut Mati.
"Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang." (HR. Aththusi)
Meski ummat Islam diperintahkan mencari karunia Allah, tapi semua itu dilakukan karena cinta kepada Allah dan dibelanjakan di jalan Allah.
Jika harta kita diperoleh dari sumber yang haram. Kemudian dibelanjakan untuk hal yang haram dan juga tidak dibersihkan dengan zakat jika mencapai nisab dan haulnya, maka kelak itu akan jadi sesal kita di akhirat nanti:
Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka. (HR. Bukhari)
"Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." [At Taubah:35]
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka" [Ali 'Imran:10]

Wassalam

===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress.com
Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya dari Telkomsel

Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com


Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Memanfaatkan Uang/Harta Dalam Ekonomi Islam

Link ke posting ini
Reaksi: 
By : Alihozi

Pada suatu riwayat, di zaman Imam Zainal Abidin (cicit Rasulullah) masih hidup di kota madinah , masyarakat miskin kota madinah setiap hari selalu dikejutkan dengan adanya bahan pangan di pintu-pintu rumahnya tanpa tahu siapa pengirimnya. Hal itu terjadi sampai Imam Zainal Abidin wafat, pada saat jenazah sang Imam dimandikan tampak terlihat luka bekas goresan memanggul karung di punggungnya melihat hal itu masyarakat kota madinah jadi mengetahui kalau yang melakukan pembagian bahan pangan setiap hari kepada orang-orang miskin selama ini adalah Imam Zainal Abidin. Dan selanjutnya terbukti setelah sang Imam wafat setiap pagi tidak ada lagi bahan pangan di pintu-pintu rumah orang-orang miskin tsb.

Kisah di atas merupakan hanya sebagian kecil dari kisah-kisah keteladanan dalam ajaran Islam bagaimana ummat muslim seharusnya memanfaatkan uang/harta kekayaan selain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari agar mendapatkan keridhaan Allah,SWT. Firman Allah,SWT dalam Al-Qur'an:

" Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidakpula mereka bersedih hati". (Qs:2:.274)

Dalam pandangan Islam kekayaan materi dan peningkatannya merupakan suatu tujuan penting namun bukan menjadi tujuan akhir hidup di dunia, melainkan sekedar tujuan antara yakni sebagai sarana meraih keridahaan Allah,SWT dunia dan akhirat. Banyak ummat manusia yang mengaku muslim sekarang ini terjebak pada kapitalisme yang menjadikan kekayaan materi dan peningkatannya merupakan tujuan utama dalam hidupnya agar dengan kekayaan tsb ia bisa membanggakannya kepada masyarakat di sekitarnya.

Ia begitu disibukkan untuk selalu menumpuk kekayaannya tsb setiap hari sampai melupakan kewajibannya untuk mengeluarkan zakat dan sedekah atau mengeluarkan untuk jihad fisabilillah sehingga kekayaan materi yang dimilikinya tsb menjadi puncak dan sumber utama dari setiap kesalahan dan perbuatan dosa. Dan pada akhirnya ia menjadi budak dari hartanya bukan sebagi tuan bagi hartanya. Keadaan inilah yang menjauhkan manusia dari Tuhannya Yang Maha Kuasa dan dikhawatirkan bisa meninggal dalam keadaan Suul Khatimah (keluar dari agama Islam). Na'uzubillah.

Padahal Allah,SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an:

" Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka itulah orang-orang yang rugi."

" Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, lalu ia berkata: " Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai watu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh"

" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Qs : 63: 9-

11)

Walaupun sekarang ini banyak ummat muslim yang menjadikan kekayaan materi dan peningkatannya menjadi tujuan hidup utamanya, juga masih banyak ummat muslim yang menjadikan kekayaan materi dan peningkatannya hanya menjadi tujuan antara bukan tujuan utama yaitu selain untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dengan penuh keikhlasan sering menolong orang-orang yang kesusahan dan menolong agama Allah dengan sering membantu kegiatan – kegiatan keagamaan ummat muslim.

Sebagai penutup tulisan artikel ini berikut ini kisah nyata salah seorang muslimah yang menjadikan kekayaan materi sebagai tujuan antara untuk meraih keridhaan Allah,SWT sehingga ia sering mendapatkan pertolongan dari Allah,SWT ketika ia dalam kesulitan hidup di dunia ini. yang penulis saksikan sendiri :

"Ada seorang Ibu Muslimah yang cukup kaya yang wawasan ilmu agama Islamnya hanya biasa-biasa saja tapi ia benar-benar mempraktekkan ajaran Islam khususnya dalam hal bersedekah dan membantu orang lain dalam kesusahan baik yang masih ada hubungan saudara dekat atau tidak. Tiba datanglah saat ia mendapatkan rezeki untuk pergi haji ke kota suci yang dibiayai oleh anaknya. Di kota suci seluruh teman-teman sekamarnya pada sakit batuk hanya ia yang tidak sakit.

Pada saat shalat di masjid nabawi ia terbawa oleh arus manusia yang begitu banyak tanpa disadarinya tas yang memuat paspornya hilang di masjid tsb. Bukan main bingung dan sedihnya ia setelah mengetahui tas dan paspornya hilang di masjid tsb, ketika ia sedang bersedih tsb tiba-tiba datang orang asing berambut bule dengan berbahasa Inggris mengantarkan tas berikut paspornya yang hilang tsb. Alangkah senangnya ia mendapatkan kembali tas dan paspornya tsb ."

Saya mengatakan kepada adiknya bahwa apa yang terjadi pada kakaknya tsb adalah karena perbuatan-perbuatannya yang baik yang selalu menolong orang lain yang kesusahan di tanah air.

Wallahua'lam

Salam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com

Bagi yang berminat mengajukan KPR Syariah bisa menghubungi Ali Hp:0813-882-364-05 atau email ali.hozi@yahoo.co.id

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Bacaan Quran Hufha

Link ke posting ini
Reaksi: 
from http://solifecenter.com

Bacaan Quran Hufha

Subuh tadi, sepulang dari masjid puteri kedua saya, Iqna, mengadu, "Abi sudah dua hari teteh tidak baca quran…", sementara ia sendiri tengah menenteng quran kesayangannya dan duduk di sisi saya. Yang dimaksud Iqna tentu saja puteri pertama saya, Hufha. Memang sudah dua hari ini saya tak mendengar suaranya membaca quran, terutama di waktu subuh. Sebab, hanya di waktu inilah saya punya kesempatan untuk bersama-sama membaca quran dengan isteri dan anak-anak, kecuali hari libur.

Saya perhatikan, dalam dua hari ini setiap pulang dari masjid Hufha langsung mengambil buku-buku pelajarannya, membaca buku yang akan dipelajari di sekolah atau menyelesaikan tugas dari guru. Mendapat aduan dari adiknya bahwa ia tak membaca quran dalam dua hari ini, ia terlihat santai. Hufha tetap asik dengan buku-bukunya. Bahkan ketika Iqna mulai bicara lagi, "tuh kan bi, teteh nggak baca quran lagi hari ini…", si teteh dengan gaya santainya menjawab, "baca-baca saja sendiri, yang dapat pahala kan dede, nggak usah ngurusin teteh…"

Jujur, saya jadi nggak konsentrasi membaca quran mendengar celoteh dua puteri saya ini. Bukan untuk memarahi si sulung yang tak membaca quran, saya menyudari sementara bacaan saya dan mendekatinya. "Kayaknya teteh lagi sibuk ya? Belajar apa nak?" tanya saya. Yang ditanya tetap asik dengan bukunya, nampaknya ia sedang menyelesaikan tugas dari gurunya. Ia hanya sempat menjawab, "he emh…" kemudian kembali berkutat dengan tugasnya.

"Nanti kalau sudah selesai belajar dan bikin tugasnya, teteh mau kan baca quran?" perlahan saya setengah meminta agar ia tak merasa diperintah. Namun saya sedikit kaget mendengar jawaban singkatnya, "nggak mau…" matanya masih tertuju ke  buku pelajaran.

Kali ini saya agak serius, "kenapa nggak mau?"

"Malas ah…" masih singkat juga jawabannya. Jawaban tanpa ekspresi, wajahnya biasa-biasa saja dan tanpa perlu menoleh ke arah yang bertanya.

Saya putuskan untuk ikut bertelungkup si sisi kanan Hufha yang tetap saja asik dengan bukunya, sedetik ia menoleh kepada saya dan matanya kembali ke deretan huruf di bukunya. Saya tidak bicara apa-apa, sekadar memerhatikan kesibukannya. Usianya sudah menjelang sembilan tahun, usia yang cukup pantas untuk diajak bicara secara pribadi tentang berbagai hal. Kadang sebagai Ayah saya merasa sering menganggap bahwa anak-anak tetaplah bayi mungil yang lucu, padahal semestinya saya menyadari bahwa mereka sudah mulai tumbuh besar dan memiliki dunianya sendiri.

"Ada yang sulit nggak? Boleh Abi bantu?" saya membuka kesunyian, ditengah sayup-sayup bacaan quran Iqna. Jawabannya tetap singkat, "nggak, gampang semua kok…" ooh, gagal saya memulai percakapan. Akhirnya saya diam lagi dan tetap memerhatikannya menyelesaikan tugas. Setelah diam beberapa saat, akhirnya yang saya tunggu-tunggu pun datang…

"bi, asmaul husna yang ke sepuluh apa sih?" Saya tertawa dalam hati, merasa menang kali ini karena akhirnya si sulung bertanya.

"Nah, teteh sih malas baca quran. Padahal semua nama-nama Allah itu ada di quran. Coba ambil quran teteh, yuk kita lihat satu persatu nama Allah…" Hufha pun bergegas ke kamar dan mengambil qurannya. Ia langsung membuka halaman awal qurannya dan, "Iya bi, ada nih. Asmaul husna yang ke sepuluh itu al mutakabbir…"

Setelah itu, tak perlu lagi saya memintanya membaca quran. Selesai ia mengerjakan tugas, langsung membuka quran. Terdengarlah suara bacaan quran Hufha yang sudah dua hari ini tak terdengar. Kini suara bacaan qurannya berlomba dengan suara adiknya, rupanya ia harus mengejar ketinggalan beberapa lembar dari Iqna.

Usai membaca quran, mereka mencium tangan saya dan saya merasa inilah kesempatan untuk menitipkan sebuah pesan di masa depan. "Teteh dan kakak, kalau nanti Abi meninggal sedih nggak?" "Sedih dong bi…" jawab keduanya kompak.

"Iya, Abi juga pasti sedih meninggalkan teteh sama kakak, juga dede Raissa dan Ummi. Tapi di dalam kubur nanti Abi pasti akan senang kalau setiap hari bisa mendengar suara bacaan quran anak-anak Abi. Itulah hiburan Abi selama di dalam kubur, doa anak-anak dan juga bacaan qurannya" tutur saya.

"Abi kan di kuburan, teteh di rumah, memangnya bisa kedengeran bacaan teteh?" tanya si sulung.

"Insya Allah…"

"Iya deh, tapi jangan sekarang ya meninggalnya….", haru saya mendengarnya, namun juga mengaminkan seraya berdoa, "Izinkan saya mendidik mereka hingga dewasa ya Allah, sampai saya benar-benar merasa yakin mereka pun kelak siap mendidik keturunan mereka agar mencintai-Mu…" (Gaw, jelang fajar di hari ke tujuh ramadhan)

Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://solifecenter.com
0852 190 68581

__________________________________________________________
Coba Yahoo! Messenger 10 Beta yang baru. Kini dengan update real-time, panggilan video, dan banyak lagi! Kunjungi http://id.messenger.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Bapak, ini suatu aib bagimu!!

Link ke posting ini
Reaksi: 
Bapak, ini suatu aib bagimu!!!    




 ==============


Aku biasa begadang sampai pagi bersama teman-temanku untuk beramain-
main dan bersenda gurau. Aku tinggalkan isteriku dalam kesendirian dan
kesusahannya yang hanya Allah yang mengetahuinya. Isteriku yang setia
tak mempu lagi menasehatiku yang sudah tak mempan lagi diberi nasehat.


Pada suatu malam, aku baru pulang dari begadang, jarum jam menunjukkan
pukul 03.00 pagi, aku lihat isteri dan puteri kecilku terlelap tidur.
Lalu aku masuk ke kamar sebelah untuk menghabiskan sisa-sisa malam
dengan melihat film-film porno melalui video, waktu itu, waktu dimana
Allah azza wajalla turun dan berkata: "Adakah orang yang berdoa
sehingga aku mengabulkannya?. Adakah orang yang meminta ampun sehingga
aku mengampuninya?, Adakah orang yang meminta kepadaku sehingga aku
memberinya".


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan kulihat puteriku yang belum genap
berusia 5 tahun. Dia melihatku dan berkata:
"Bapak, ini suatu aib bagimu!!!,
takutlah kepada Allah", dan mengulanginya tiga kali kemudian
menutup pintu dan pergi.


Aku terkejut lalu aku matikan video. Aku duduk termenung dan kata-
katanya terngiang-ngiang ditelingaku dan hampir membinasakanku, lalu
aku keluar mengikutinya tapi dia sudah kembali lagi ketempat tidurnya.
Aku seperti gila, tidak tahu apa yang baru saja menimpaku waktu itu.
Tak lama kemudian terdengar suara adzan dari masjid dekat rumah yang
memecah kegelapan malam, menyeru untuk shalat subuh.


Aku berwudlu lalu pergi kemasjid. Aku tidak bersemangat untuk shalat,
hanya saja karena kata-kata puteriku membuatku gelisah.


Shalat dimulai, imam bertakbir dan membaca beberapa ayat Al-Qur'an.
Ketika dia bersujud, akupun bersujud dibelakangnya dan meletakkan
dahiku di atas tanah sampai aku menangis keras tanpa kuketahui
sebabnya. Inilah sujud pertama kali kulakukan kepada Allah azza
wajalla sejak tujuh tahun yang lalu.


Tangisan itu adalah pembuka kebaikan bagiku, tangisan itu telah
mengeluarkan apa yang ada dalam hatiku berupa kekafiran, kemunafikan
dan kerusakan. Aku merasakan butir-butir keimanan mulai meresap
kedalam jiwaku.


Setelah shalat aku pergi bekerja. Ketika bertemu dengan temanku, dia
heran melihatku datang cepat padahal biasanya selalu terlambat akibat
begadang sepanjang malam. Ketika dia menanyakan penyebabnya, aku
menceritakan apa yang kualami tadi malam. Kemudian dia berkata:
"Bersyukurlah kepada Allah yang telah menggerakkan anak kecil itu
sehingga menyadarkanmu dari kelalaianmu sebelum datang kematianmu."
Setelah tiba waktu dzuhur, aku merasa cukup lelah karena belum tidur
sejak malam. Lalu aku minta kepada temanku untuk menggantikan tugasku,
dan aku pulang ke rumah untuk beristirahat. Aku ingin cepat-cepat
melihat puteriku yang menjadi sebab hidayahku dan kembaliku kepada
Allah.


Aku masuk kerumah dan disambut oleh isteriku sambil menangis, lalu aku
bertanya, "Ada apa denganmu, isteriku?", jawaban yang keluar darinya
laksana halilintar. "Puterimu telah meninggal dunia".
Aku tak bisa mengendalikan diri dan menangis. Setelah jiwaku tenang,
aku sadar bahwa apa yang menimpaku semata-mata ujian dari Allah azza
wajalla untuk menguji imanku. Aku bersyukur kepada Allah azza wajalla.
Aku mengangkat gagang dan menghubungi temanku. Aku memintanya datang
untuk membantuku.


Temanku datang dan membawa puteriku, memandikannya dan mengafaninya
lalu kami menshalatkannya dan membawanya kepemakaman, temanku berkata:
"Tidak ada yang pantas memasukkannya ke liang kubur kecuali engkau",
lalu aku mengangkatnya dengan berlinang air mata dan meletakkannya di
liang kubur. Aku tidak mengubur puteriku, tapi mengubur cahaya yang
telah menerangi jalan hidupku. Aku bermohon kepada Allah SWT agar
menjadikannya penghalang bagiku dari api neraka dan memberi balasan
kebaikan kepada isteriku yang penyabar.
-----------------

sumber : milis Kisah Hikmah (kisahhikmah@yahoogroups.com)
----------------------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Hukum baca doa di sujud terakhir pada sholat fardhu

Link ke posting ini
Reaksi: 
Asslammualaikum wr. wb.

Saya ingin menanyakan apakah ada hadist ataupun hukum yang mengizinkan membaca doa / meminta kepada ALLAH SWT pada saat sujud terakhir pada sholat fardhu?

Karena ada beberapa melaksakannya, ada juga yang tidak membenarkan karena sudah menyimpang dari aturan sholat fardhu.

Demikian terima kasih. Mohon pencerahannya.

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Antara hati berkarat dan hati kemilau

Link ke posting ini
Reaksi: 
Antara Hati Berkarat dan Hati Kemilau 




 


Berkarat???
Tahukah anda dengan kata "karat" atau kalau anda pernah belajar ilmu
fisika atau kimia pasti anda akan menemukan atau mendengar kata
"korosi"??? nah!! Kata karat dan korosi tersebut merupakan dua kata
yang berbeda tetapi mempunyai maksud yang sama. Mungkin anda pernah
melihat logam sejenis besi, baja atau apapun yang berkarat. Efek dari
logam yang berkarat dalam waktu yang terlampau lama akan menyebabkan
logam tersebut menjadi lapuk yang lama-kelamaan akan menjadi serbuk
logam. Sekarang coba anda flashback kembali peristiwa tersebut, awalnya
logam tersebut masih mempunyai bentuk tetapi karena terjadi korosi
lama-kelamaan logam tersebut berubah bentuknya menjadi
serpihan-serpihan. Sama halnya dengan hati kita.
Tahukah
anda hal-hal apa yang mampu membuat hati kita berkarat??? Kalau kita
melihat logam yang berkarat tentunya hal-hal yang membuat logam
tersebut berkarat adalah udara dan air, sedangkan hal-hal yang membuat
hati kita berkarat bukanlah air dan udara melainkan kelalaian dan dosa.
Mengapa kelalaian dan dosa membuat hati kita berkarat??? Karena
kelalaian dan dosa dapat mengurangi dan melemahkan keimanan dan
ketakwaan seseorang. Selain itu, kelalaian dan dosa yang terus-menerus
dilakukan dapat melenakan kita untuk selalu mengingat Allah SWT dan
melaksanakan perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita
berkarat akibat terlalu seringnya kita berbuat lalai dan dosa.
Kemilau???
Tahukah anda dengan kata "kemilau"??? kemilau merupakan suatu cahaya
yang begitu menyilaukan. Anda pernah melihat berlian atau permata???
Nah!!! Biasanya kata kemilau itu seperangkat dengan kata berlian atau
permata. Kalau anda belum pernah melihat berlian atau permata. Gimana
kalau anda saya ajak untuk mengingat sesuatu. Pernahkah anda melihat
salah satu iklan tentang shampoo??? nah!!!disanalah anda akan menemukan
kata "kemilau". Sungguh kemilau merupakan suatu peristiwa yang disukai
banyak oaring karena dengan kemilau membuat apa saja yang ada
disekitarnya menjadi indah meskipun bentuknya tidak indah. Sama halnya
dengan hati kita.
Tahukah anda hal-hal apa yang
mampu membuat hati kita kemilau??? Kalau kita melihat berlian atau
permata atau barang-barang yeng berbahan kaca kemilau tentunya hal-hal
yang membuat permata, berlian atau barang-barang berbahan kaca kemilau
adalah seringnya barang-barang tersebut dirawat,dipelihara dan
dibersihkan dengan menggosok-gosokkan ke kain atau apapun yang dapat
membersihkannya sehingga membuat barang-barang tersebut menjadi
kemilau, sedangkan hal-hal yang membuat hati kita kemilau adalah
seringnya hati kita dirawat, dipelihara dan dibersihkan dengan kalimat
istighfar dan dzikir. Mengapa kalimat istighfar dan dzikir membuat hati
kita kemilau??? Karena kalimat istighfar dan dzikir dapat menambah dan
menguatkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain itu, kalimat
istighfar dan dzikir yang terus-menerus dilafadzkan dan dilakukan dapat
beristiqomah untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan
perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita selalu kemilau
dan lama-kelamaan menjadi lebih kemilau jika kita selalu merawat,
memelihara dan membersihkannya dengan kalimat istighfar dan dzikir.
Tahukah
anda manfaat yang akan anda dapatkan jika hati anda selalu kemilau???
Manfaatnya adalah anda akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang
dilarang oleh Allah SWT, sabar dan tabah dalam menghadapi kehidupan,
dapat mengurangi emosi dalam menghadapi siapapun yang berbuat khilaf
terhadap kita sehingga kita dengan mudah memberikan maaf kepada
siapapun yang meminta maaf terhadap kita, dan lain sebagainya. Pokoknya
banyak banget deh manfaat yang dapat kita peroleh dari kemilaunya hati.
Sekarang
tinggal anda yang memilih, mau membuat hati anda berkarat atau membuat
hati anda kemilau????semua jawabannya ada pada hati dan diri anda
masing-masing karena setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda.
Semoga dapat bermanfaat dan secepatnya anda dapat mengambil pilihan
sehingga anda tidak terlambat untuk membuat hati anda berkarat atau
kemilau.    -----------
Lina El-Barich
.........sumber:dudung.net
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/