Saturday, October 31, 2009

[daarut-tauhiid] Kebrutalan Pasukan Zionis di Tepi Barat

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kebrutalan Pasukan Zionis di Tepi Barat

Jumat, 21/08/2009

Tentara Zionis Israel dengan brutal menyerang sejumlah aktivis perdamaian yang sedang mendokumentasi penyerbuan pasukan Zionis ke sebuah rumah warga Palestina di kota Bil'in, Tepi Barat.
Para aktivis itu berasal dari organisasi International Solidarity Movement (ISM) yang datang ke tempat kejadiaan, saat sekitar 25 tentara Zionis dengan wajah dilumuri warna hitam menyerang rumah Mohammad Abu Rahma, warga Bil'in yang juga anggota Komite Popular Anti Tembok Pemisah dan Pemukiman Yahudi.
Puluhan tentara Zionis itu mendobrak pintu rumah, memukuli dan menyeret Abu Rahma dari rumahnya sampai ke tembok pemisah, lalu melempar Abu Rahma ke mobil tentara Israel yang sudah menunggu. Semua kejadian itu direkam dengan kamera oleh para aktivis ISM.
Beberapa tentara Israel juga menyerang dan memukuli secara brutal dua aktivis ISM, merebut dan menghancurkan kamera mereka. Salah juru kamera ISM yang dipukuli oleh tentara Zionis adalah Haitham Khatib yang juga warga Bil'in.
Penyerbuan ke rumah Abu Rahma Kamis malam, adalah operasi rutin yang dilakukan pasukan Zionis ke rumah-rumah warga Palestina. Lima hari sebelum rumahnya diserbu, pasukan Zionis menangkap putera Abu Rahma bernama Mohammad Ibrahim, yang masih berusia 14 tahun.
Perjuangan warga Bil'in menentang aneksasi militer Zionis ke kota sudah berlangsung selama 5 tahun dan selama itu pula pasukan Zionis berhasil merampas hampir 50 persen tanah perkebunan milik warga Palestina di Bil'in dengan alasan tanah itu terkena proyek pembangunan tembok pemisah.
Selain menyerbu rumah Abu Rahma di Bil'in, pada saat yang sama militer Zionis juga menyerbu rumah warga Palestina di Al-Khalil dan menculik empat warga di kota itu. Militer Israel menyatakan, keempat orang tersebut masuk dalam daftar pencarian orang dan dibawa ke kamp tahanan militer untuk diinterogasi. (ln/prtv)


Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Agenda Diskusi Buku API SEJARAH

Link ke posting ini
Reaksi: 
"Api Sejarah: Peran Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia" karya Ahmad Mansur Suryanegara diterbitkan Salamadani Publishing, 2009.

Rabu, 4 November 2009
Pukul 09.30-selesai
Aula Gramedia Matraman, Jalan Matraman Jakarta

Sabtu, 7 November 2009
Pukul 10.00- selesai
Panggung Utama Indonesia Book Fair Jakarta Hilton Convention Center (JHCC)
Jalan Merdeka Selatan (kawasan Senayan Jakarta Selatan)

Selasa, 10 November 2009
Pukul 09.00 – selesai
Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Soekarno Hatta No.147 Bandung
Pembahas: Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara (penulis dan sejarawan) dan H. Syafik Umar (Direktur Utama Pikiran Rakyat).

Sabtu, 5 Desember 2009
Pukul 09.00 – selesai
Gedung Olah Raga (GOR), Jalan Perintis Kemerdekaan, Sukabumi, Jawa Barat
Pembahas: Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara (penulis dan sejarawan).


JASMERAH: jangan sekali-kali melupakan sejarah. Begitu pesan pendiri Republik Indonesia, Dr.Ir.Soekarno. Mengapa tidak boleh lupa? Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Sejarah dapat memberikan kearifan dan inspirasi dalam memecahkan persoalan-persoalan masa kini, khususnya yang berkaitan dengan semangat, untuk mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa dan pembangunan bangsa.
Ahmad Mansyur Suryanegara, dosen luar biasa di jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Bandung ini membuka persoalan sejarah yang ditutup oleh rezim Orde Baru. Buku Api Sejarah: Peran Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini isinya membongkar sejarah yang disembunyikan, khususnya kezaliman kaum nasionalis dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penghilangan jejak peran ulama dan organisasi Islam dalam menegakkan NKRI, dan membongkar perselingkuhan kaum priyayi dengan penjajah Belanda. Juga terdapat "gugatan" tentang hari kebangkitan nasional dan pembeberan beberapa organisasi pergerakan Indonesia yang sebenarnya tidak berjuang untuk Indonesia, tetapi untuk penjajah. Menurut penulis, yang pertama memperjuangkan gerakan nasional adalah Syarikat Islam, bukan Boedi Oetomo.
Penulis juga menyajikan fakta tentang penghinaan terhadap Rasulullah saw yang dilakukan Partai Indonesia Raja (Parindra) pimpinan Dr.Soetomo dengan menurunkan artikel di Madjalah Bangoen, 15 Oktober 1937. Bahkan, tentang sang Saka Merah Putih (bendera Indonesia) sebagai bendera Rasulullah saw. Lebih banyak lagi persoalan yang dibongkar dalam buku Api Sejarah ini.
Pastinya, buku "Api Sejarah" ini mengusik kesadaran tentang sejarah sebenarnya yang sudah tertanam di benak sejak sekolah dasar. Mungkin agak terlambat, tetapi lebih baik daripada tidak sama sekali. =>=> Informasi buku Penerbit Salamadani : 022-5222052 dan 021-3926774


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] BENTENG MUKMIN DARI MAKAR SYAITHON DAN JIN

Link ke posting ini
Reaksi: 
Bismillaah

Assalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu


 
Sebab-sebab yang Membentengi Seorang Mukmin Dari Makar Syaithon dan Jin :
 
1. Tawakkal Kepada Alloh
2. Ikhlash
3. Takwa
4. Mengikuti Al Kitab dan As Sunnah dalam Ucapan Maupun Amalan
5. Komitmen Terhadap Al Jama'ah
6. Isti'adzah ( berlindung ) kepada Alloh dari Syaithon yang Terkutuk
7. Membaca Al Qur'an
8. Memperbanyak Istighfar ( permintaan ampun )
9. Terus Menerus dalam berdzikir Kepada Alloh 'Azza wa Jalla
10. Berdo'a
11. Adzan
12. Menghindari Untuk melaksanakan Sholat Ketika Matahari Terbit dan Ketika Matahari Terbenam
13. Meluruskan Shof2 Dalam Sholat dan Menutup Shof2 yang Kosong di Antara Orang2 Yang Sholat
14. Sholat Subuh Berjama'ah
15. Sholat Sunnah di Rumah
16. Tidak Melaksanakan Sholat di Kandang-kandang Onta
17. Orang Yang Sholat Menahan Siapa yang Akan Berlalu di Depannya
18. Meninggalkan Berpaling / Menoleh di Dalam Sholat
19. Menunjuk dengan Jari Telunjuk Ketika Bertasyahhud
20. Sujud Sahwi
21. Sujud Ketika Membaca Al Qur'an ( Sujud Tilawah )
22. Makan dan Minum Dengan Tangan Kanan
23. Tidak Mubadzdzir ( boros )
24. Qoilulah ( Tidur antara Zhuhur dan Ashar )
25. Tidak Tergesa-gesa
26. Ucapan Yang Baik
27. Membalas Salamnya Musuh
28. Komitmen Di Atas Keadilan dalam Memberi Hukum
29. Menahan Ketika Menguap atau Menutup Mulut Ketika Menguap
30. Mencuci Lubang Hidung Ketika Bangun dari Tidur
31. Bersedekah
32. Meninggalkan Pujian terhadap Orang Yang Dikhawatirkan padanya Fitnah
33. Meninggalkan Jidal ( Perdebatan )
34. Tidak Mengisyaratkan Kepada Seorang Muslim Dengan Senjata Atau Besi
35. Tidak Mendoakan Kejelekan Atas Seorang Muslim Yang Bermaksiat
36. Meninggalkan Tangisan dan Rasa Sedih Yang Berlebihan
37. Tidak Yang Paling Awal Memasuki Pasar dan Tidak Yang Paling Akhir Keluar Darinya
38. Meninggalkan Ucapan " Seandainya " Saat menyesal
39. Tidak Keluarnya Perempuan dari Rumahnya Tanpa Keperluan Darurat
40. Tidak Berkhalwat ( berduaan ) dengan Perempuan Yang Bukan Mahromnya
41. Tidak Duduk Diantara Teduhan dan Cahaya Matahari
42. Menahan Anak2 dan Hewan Ternak Serta Menutup Pintu2  Bila Malam Telah Tiba
43. Memberi Peringatan Tiga Kali Terhadap Ular Besar Maupun Kecil Sebelum Membunuhnya Apabila Ditemukan di Dalam Rumah
44. Ruju' ( kembali ) Kepada Ahlul 'Ilmi
45. Meninggalkan Kemungkaran dan Maksiat Dengan Segala Jenisnya 
46. Berwudhu Ketika Marah
 
Bersambung Insya Alloh..
 
dari Buku : BENTENG MUKMIN DARI MAKAR SYAITHON DAN JIN
Karya : Yahya Bin Muhammad Bin Qasim Ad-Dailami Al-Yamani
Diterjemahkan oleh : Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Walhamdulillaah

Wassalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Pemuda dan Perjuangan

Link ke posting ini
Reaksi: 
Pemuda dan Perjuangan

Oleh: Alwi Alatas

Hidayatullah.com--Tanggal 28 Oktober baru saja berlalu. Tanggal ini di
tanah air biasa dirayakan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Harinya pemuda.

Hari tersebut dikenang karena adanya kepeloporan pemuda di pentas
nasional dalam upaya menyatukan seluruh elemen pergerakan menuju
cita-cita kemerdekaan. Ini merupakan sebuah prestasi penting kaum muda
di tengah komunitasnya yang masih bersifat kesukuan serta bagi
masyarakatnya yang masih dijajah.

Para pemuda memang sering menjadi pelopor perubahan. Pemuda juga
merupakan salah satu pilar peradaban yang sangat penting. Islam
mengakui posisi kaum muda yang sangat strategis. Usia muda, menurut
al-Qur'an, merupakan usia yang penuh kekuatan, usia yang terletak di
antara dua fase kelemahan. Al-Qur'an melukiskannya dengan sangat
indah:

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia
menjadikan sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia
menjadikan sesudah kuat itu lemah dan beruban. Dia menciptakan apa
yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."
(QS 30: 54)

Al-Qur'an juga bercerita tentang para pemuda Ashabul Kahfi yang
melarikan diri dari kaumnya demi mempertahankan keimanan mereka dan
kemudian ditidurkan Allah selama 300 tahun di dalam sebuah gua. Mereka
ini disebut oleh al-Qur'an sebagai pemuda-pemuda yang beriman kepada
Tuhannya (fityatun āmanu birabbihim). Mereka bukan hanya beriman
kepada Tuhan mereka, tapi juga menjadi tanda-tanda zaman yang luar
biasa dan kisah mereka diabadikan di dalam Kitab Suci.

Sejak Risalah Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, sejarah Islam
juga banyak diisi dengan sepak terjang kaum muda yang berprestasi.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sendiri diangkat menjadi nabi
pada puncak usia kepemudaan, yaitu usia empat puluh tahun. Sebagian
besar Sahabat yang mengikuti beliau berusia kurang dari usia beliau
shalallahu 'alaihi wasallam, bahkan ada sebagian yang menyambut Islam
di usia yang sangat belia.

Di antara yang paling awal menyambut seruan Nabi shalallahu 'alaihi
wasallam, yaitu Ali ibn Abi Thalib. Ketika itu umurnya baru sekitar
sepuluh tahun. Semula ia ragu menerima Islam dan hendak bermusyawarah
dulu dengan ayahnya, Abu Thalib. Namun keesokan harinya ia mendatangi
Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dan menyatakan masuk Islam. Ketika
ditanya apakah ia memberitahu ayahnya, Ali yang masih sangat belia
menjawab mantap, "Allah menciptakan saya tanpa bermusyawarah dengan
ayah saya, maka mengapa saya harus bermusyawarah dengan ayah saya
untuk menyembah-Nya?"

Pada akhir masa kenabian, yang ditunjuk memimpin pasukan besar untuk
menghadapi Romawi juga seorang remaja. Dia adalah Usamah ibn Zaid,
anak dari anak angkat kesayangan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam,
Zaid ibn Haritsah. Ketika ditunjuk sebagai pemimpin pasukan perang
umurnya masih belasan tahun.

Prestasi para pemuda lainnya juga bertebaran di sepanjang sejarah
Islam. Salahuddin al-Ayyubi bergabung dalam pasukan Nuruddin Zanki
ketika usianya masih empat belas tahun. Pada tahun 1164, ketika
umurnya masih dua puluh enam tahun, Salahuddin menemani pamannya
melakukan ekspedisi ke Mesir yang ketika itu masih dipimpin oleh
Dinasti Fatimiyah yang menganut Syiah Ismailiyah. Ekspedisi ini
berlangsung selama beberapa kali hingga akhirnya berhasil menaklukkan
negeri tersebut pada tahun 1169.

Hanya dua bulan setelah menguasai Mesir, Salahuddin menggantikan
posisi pamannya, Shirkuh, yang meninggal dunia tak lama setelah
menaklukkan negeri itu. Usianya ketika itu baru tiga puluh satu tahun.
Secara bertahap ia mengubah Mesir menjadi Sunni. Dan setelah beberapa
ratus tahun terpecah dalam dua kekhalifahan, dunia Islam kembali
bersatu di bawah naungan Khalifah di Baghdad.

Muhammad al-Fatih merupakan contoh pemuda lain yang bisa kita angkat
di sini. Ia diangkat menjadi Sultan Turki Utsmani, menggantikan
ayahnya yang meninggal dunia, pada tahun 1451. Dua tahun kemudian,
ketika usianya baru sekitar dua puluh satu atau dua puluh tiga tahun,
Sultan Muhammad berhasil menaklukkan Konstantinopel. Kota ini
merupakan salah satu kota paling strategis di dunia dan merupakan
ibukota Byzantium dan kepausan Kristen Ortodoks.

Nabi shalallahu 'alaihi wasallam telah meramalkan kejatuhan kota ini
ke tangan Islam dan selama delapan abad kaum Muslimin berusaha
memenuhi nubuwat Nabi ini tapi selalu gagal karena kokohnya benteng
kota tersebut. Barulah pada tahun 1453 kota itu berhasil ditaklukkan
oleh seorang pemuda yang usianya belum sampai dua puluh lima tahun.
Sejak saat itu hingga sekarang ini kota tersebut menjadi pusat
peradaban Islam yang penting dan namanya berganti menjadi Istanbul.

Prestasi para pemuda Islam tidak hanya diwakili oleh para sultan dan
penakluk saja, tapi juga oleh para ulama. Imam Shafi'i sudah hafal
al-Qur'an dan kitab al-Muwatha' ketika usianya masih belasan tahun.
Imam Ghazali sudah menjadi Rektor Universitas Nizamiyya ketika usianya
baru tiga puluh tiga tahun. Kita juga pernah mendengar kisah Abdul
Qadil al-Jailani yang membuat sekumpulan perampok bertaubat karena
sebab kejujurannya, padahal usianya ketika itu masih belasan tahun.
Ada banyak para ulama lainnya yang sudah memiliki prestasi gemilang di
usia mereka yang masih muda.

Di abad dua puluh ini kita juga menemukan banyak pemuda Islam yang
membawa semangat baru bagi umat yang sedang terpuruk. Hasan al-Banna
(1906-1949) telah hafal al-Qur'an pada awal masa remaja dan beliau
mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir pada tahun 1928
ketika umurnya baru dua puluh dua tahun. Organisasi ini berkembang
hingga ke hari ini, menyebar di puluhan negara, dan disebut-sebut
sebagai organisasi Islam internasional terbesar di dunia. Taqiyuddin
al-Nabhani (1909-1977), pendiri Hizb al-Tahrir, telah hafal al-Qur'an
pada awal usia belasan tahun. Beliau aktif mengajar dan terjun di
dunia pergerakan Islam sejak usia yang masih sangat muda.

Said Nursi (1878-1960), seorang ulama dan sufi asal Kurdi, adalah
contoh pemuda luar biasa lainnya. Beliau telah menguasai berbagai ilmu
dasar Islam sejak usia belia. Ia juga memiliki kemampuan menyerap
pelajaran secara otodidak dan sangat cepat. Pemahamannya yang sangat
dalam dan kemampuannya yang sangat tinggi dalam memecahkan masalah, di
samping keberaniannya yang sangat luar biasa, telah menyebabkan ia
digelari badiuzzaman (the wonder of the age) sejak usia yang masih
sangat muda.

Abul A'la al-Maududi (1903-1979) di Pakistan telah menjadi jurnalis di
usia lima belas tahun dan telah memimpin sebuah harian di usia tujuh
belas tahun. Sebagaimana Said Nursi, pendiri dan pemimpin
Jama'at-i-Islami ini merupakan seorang yang sangat cerdas dan memiliki
kemampuan otodidak dalam belajar. Beliau merupakan salah satu pemikir
Muslim terpenting pada abad ke-20.

Indonesia juga mengenal banyak pemuda yang brilian. Muhammad Natsir
(1908-1993) telah aktif dalam pergerakan Islam di tanah air dan
terlibat dalam polemik dengan kalangan nasionalis sejak berusia
belasan dan dua puluhan tahun. Beliau menjadi menteri kabinet sebelum
genap berusia empat puluh tahun. HOS Tjokroaminoto (1882-1934) telah
menjadi pemimpin Sarekat Islam ketika usianya baru menginjak tiga
puluh tahun. Organisasi ini merupakan organisasi politik yang terbesar
jumlah anggotanya pada masa pergerakan, sekaligus yang pertama
bersifat nasional. Rapat-rapat umumnya sepanjang tahun 1910-an telah
membangkitkan semangat rakyat dan membuat Belanda merasa ketar-ketir.

Terlalu banyak peranan pemuda yang terdapat di sepanjang perjalanan
sejarah, baik dari kalangan Muslim maupun selainnya. Kepemudaan memang
selalu diperlukan bagi perubahan dan sebagai kekuatan pendorong yang
penting. Kendati demikian, muda tidak selalu identik dengan prestasi.
Bersama dengan potensi besar yang dimilikinya, pemuda juga cenderung
tergesa-gesa, terlalu bersemangat, dan lebih mudah terjatuh pada
godaan duniawi. Selain itu, apresiasi terhadap peranan pemuda jangan
sampai mengabaikan jasa-jasa generasi tua. Karena tanpa pertimbangan
cermat serta bimbingan orang tua, generasi muda akan lebih mudah
terjatuh dan salah dalam melangkah.

Walaupun sejarah sering memperlihatkan ketegangan di antara dua
generasi ini, yaitu kaum muda dan kaum tua, kita sebetulnya memerlukan
kedua-duanya. Perjuangan akan menjadi lebih berbobot dan berhasil
ketika kualitas yang dimiliki masing-masing generasi ini disatukan.
Akhirnya, seperti yang dikatakan oleh sebuah ungkapan, kita memerlukan
hamasatusy syabab wa hikmatusy syuyukh, kita memerlukan semangatnya
para pemuda dan kebijaksanaannya generasi tua.

Semoga seiring dengan berjalannya waktu, generasi muda yang tangguh
terus lahir di tengah-tengah umat ini.
[Jakarta, 29 Oktober 2009/www.hidayatullah.com]

Penulis adalah mahasiswa PhD pada bidang sejarah di Universiti Islam
Antarabangsa, Malaysia

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9663:pemuda-dan-perjuangan&catid=87:kajian&Itemid=71


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kunci Keberkahan Harta

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kunci Keberkahan Harta

Oleh Ahmad Soleh

Kekayaan yang Allah berikan kepada manusia merupakan titipan
sementara. Sebagian manusia mendapatkan titipan itu dengan jumlah yang
besar dan sebagian yang lain mendapatkannya dengan jumlah kecil.
Namun, menurut ajaran Islam, keberkahan harta benda itu tidak
ditentukan oleh besaran jumlahnya.

Harta kekayaan seseorang akan berkah jika pemiliknya melakukan
amalan-amalan sesuai dengan tuntunan Islam. Berikut amalan-amalan yang
dimaksud. Pertama, syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang
dikaruniakan kepadanya.

Allah berfirman, ''Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan.
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih.'' (QS Ibrahim [14]: 7).

Kedua, silaturahim. Amalan ini merupakan upaya menyambung tali
persaudaraan antarsesama manusia: merajut dan memperkuat ukhuwah
Islamiyah (persaudaraan Muslim) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan
sesama manusia). Praktik ini dapat melapangkan rezeki dari Allah.

Abu Hurairah RA menyampaikan sebuah hadis Nabi SAW yang berkaitan
dengan hal ini, ''Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan
dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung tali kekerabatan
(silaturahim).'' (HR Bukhari).

Ketiga, menafkahkannya di jalan Allah. Berkembangnya harta dipengaruhi
juga oleh faktor di mana ia dibelanjakan. ''Perumpamaan (nafkah yang
dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir pada
tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi
siapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah Mahaluas (kurnia-Nya) lagi Maha
Mengetahui.'' (QS Albaqarah [2] ayat 261).

Keempat, senantiasa melakukan kebaikan. Segala kebaikan akan kembali
kepada pelakunya. Kebaikan itu akan membuahkan keberkahan dan
kebahagiaan. Dalam Alquran, dijelaskan, ''Jika kamu berbuat baik,
(berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu.'' (QS Al-Isra' [17]: 7).

Kelima, berzakat dan bersedekah. Zakat dan sedekah akan membersihkan
harta seseorang karena di dalamnya terdapat hak orang lain. Allah
berfirman, ''Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat
itu, kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk
mereka. Sesungguhnya, doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi
mereka. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Attaubah
[9]: 103).

Itulah lima amalan yang akan mendatangkan keberkahan harta kekayaan.
Semoga Allah menurunkan keberkahan-Nya dari langit dan bumi melalui
harta kekayaan yang kita miliki.


http://www.republika.co.id/koran/25/85063/Kunci_Keberkahan_Harta


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Mengundang Rahmat Allah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Mengundang Rahmat Allah

Oleh KH Didin Hafidhuddin

Rahmat (cinta dan kasih sayang Allah SWT) bagi setiap orang yang
beriman merupakan suatu kebutuhan yang bersifat mutlak. Sebab, hanya
dengan rahmat dan pertolongan-Nya, selain usaha dan kerja keras, kita
akan bisa menyelesaikan bermacam masalah dalam kehidupan ini,
sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan dan godaan.

Sebaliknya, tanpa rahmat dan pertolongan-Nya, tidak mungkin kita bisa
menuntaskan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Apakah itu persoalan
pribadi, keluarga, terlebih lagi persoalan masyarakat dan bangsa.
Rahmat dan pertolongan Allah pasti akan diberikan kepada setiap orang
yang beriman, yang memiliki perilaku dan amaliah, seperti tergambar
dalam QS At-Taubah [9] ayat 71, yaitu:

Pertama, orang yang beriman selalu berusaha bersinergi dengan
sesamanya. Ia selalu ingin berjamaah, baik dalam ibadah maupun
muamalah. Selalu berusaha membangun ukhuwwah Islamiyyah. Mudah
menolong sesama dan mudah untuk mengorbankan sesuatu yang ada pada
dirinya demi kepentingan bersama.

Kedua, aktif melakukan kegiatan amar makruf nahyi mungkar; mendorong
pada perilaku-perilaku yang baik, positif, dan konstruktif serta
mencegah perbuatan-perbuatan yang jahat, baik dengan lisan, tulisan,
maupun dengan jabatan yang diembannya.

Seorang pejabat bisa beramar makruf dengan SK-nya, yang bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anggota legislatif
seperti anggota DPR dan DPRD, bisa berdakwah dengan melahirkan
undang-undang dan perda-perda yang bertujuan untuk membangun kekuatan
umat serta kesejahteraan bersama, demikian pula yang lainnya.

Ketiga, mendirikan shalat secara berjamaah dianggap sebagai sebuah
kebutuhan. Dengan seringnya shalat berjamaah, rukuk, dan sujud
bersama-sama, maka umat Islam akan memiliki kekuatan dan harga diri,
seperti digambarkan dalam firman Allah pada QS Al-Fath [48] ayat 29,
''Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan
keridhaan-Nya''.

Keempat, mengeluarkan sebagian dari hartanya, baik dalam bentuk zakat,
infak, ataupun sedekah. ZIS yang dikeluarkan, di samping akan
mengembangkan dan memberkahkan harta yang dimilikinya, juga akan
memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, terutama para
mustahik (orang yang berhak menerima zakat).

Kelima, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala hal. Sebab, hanya
dengan ketaatan dan kepatuhan yang bersifat mutlak itulah, kita akan
mendapatkan kebahagiaan. Perhatikan firman Allah dalam QS An-Nur [24]
ayat 54.

Mudah-mudahan kaum Muslimin, khususnya di Indonesia ini, dapat
melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut di atas seoptimal mungkin,
sehingga mampu mengundang rahmat dan pertolongan Allah SWT. Amin.


http://www.republika.co.id/koran/25/85900/Mengundang_Rahmat_Allah


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Ferry Nur: Soal Palestina, Kenapa Indonesia Belum Tentukan Sikap?!

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ferry Nur: Soal Palestina, Kenapa Indonesia Belum Tentukan Sikap?!


Jumat, 30/10/2009

 

Jakarta—Sejak pukul 13.00 siang tadi, atau ba'da shalat Jumat
(30/10/2009), beberapa ormas Islam melangsungkan tabligh akbar di aula
masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta, perihal penyerbuan Israel ke
Masjid Al-Aqsha, Ahad (25/10/2009) lalu. Ormas Islam yang hadir pada
acara yang dihadiri sekitar 700  orang ini  antara lain: KISPA, Hizbut
Tahrir, Aqsa Working Group, Voice of Palestine, Forum Kebangkitan Umat
dan Jamaah Muslimin Hizbullah.
Ferry Nur, Ketua Umum KISPA menyampaikan keprihatinannya kepada
pemerintah yang belum berbuat apa-apa sementara negara lain sudah
bertindak dan menyatakan sikap menolak aksi Israel. Dua negara yang
telah menyatakan dukungannya terhadap Palestina, disebut Ferry, adalah
Turki dan Suriah. "Kami prihatin karena pemerintah tidak berbuat
apa-apa atas penyerangan Israel ke Masjidil Aqsha padahal Turki dan
Suriah sudah menyatakan sikap," jelas Ferry.
Selain KISPA, beberapa wakil dari ormas juga menyampaikan aspirasi
dan desakan agar pemerintah Indonesia segera bertindak terhadap masalah
ini. Jamaah Muslimin Hizbullah meminta kepada Presiden SBY agar
memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada rakyat dan umat Islam
Indonesia untuk mewujudkan solidaritasnya serta berjuang bersama
saudara-saudara di Palestina untuk pembebasan Masjid Al-Aqsha.
Hizbullah juga menyatakan, "Kami mendesak DK PBB untuk mengadakan
sidang khusus dengan melibatkan negeri-negeri Islam dengan agenda utama
menghentikan segala tindakan zionis Israel, menekan Israel agar menarik
tentaranya dari kawasan Masjid Al-Aqsha, serta mengajukan para pimpinan
Israel ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang."
Perwakilan dari Voice of Palestine menyampaikan permintaannya kepada
Majelis Ulama Indonesia, Nahdhatul Ulama atau NU dan Muhammadiyah untuk
pro aktif mengirimkan ulamanya untuk memberikan advokasi kepada
perjuangan rakyat Palestina terhadap penyerbuat Al-Aqsha oleh Israel.
Sementara itu, perwakilan dari Hizbut Tahrir  menyatakan, "Seorang
mukmin hendaknya berjuang sungguh-sungguh bersama para aktivis dan
pejuang untuk memobilisasi pasukan kaum Muslim ke medan perang.
Mobilisasi pasukan kaum Muslim merupakan jalan satu-satunya untuk
menyelamatkan Al-Quds dan mengembalikan Palestina ke pangkuan
negeri-negeri Islam."
Salah satu seruan yang juga didengungkan wakil ormas Islam adalah
memutuskan hubungan diplomatik dan hubungan dagang dengan Israel.
Seperti telah jamak diketahui, pada era Abdurrahman Wahid, Indonesia
pernah terang-terangan membuka jalur diplomatik dengan Israel dan
bahkan jalur perdagangan Israel pernah mampir ke Indonesia meskipun
hanya satu hari.
Sebelumnya, ketika beberapa ormas Islam mendatangi komisi I DPR RI
(Kamis)  Ketua Komisi I, Kemal Azis Stamboel menyatakan bahwa Komisi I
akan menyampaikan hal ini kepada pemerintah, khususnya akan
berkoordinasi dengan kementerian luar negeri. Pertemuan dengan Menteri
Luar Negeri dijadwalkan berlangsung setelah Rapat Dengar Pendapat  yang
membahas program 100 hari.
"Nanti akan kita tanyakan secara spesifik kepada Menteri Luar
Negeri, langkah apa yang akan kita lakukan terhadap masalah Palestina,"
ujar Kemal. (mnh/ind)

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Friday, October 30, 2009

[daarut-tauhiid] Sudah Lama Tak Terdengar Adzan dari Masjid Kami

Link ke posting ini
Reaksi: 
Gempa
berkekuatan 7,9 SR yang mengguncang tanah Sumatera 30 September 2009 lalu,
selain menghancurkan ratusan ribu bangunan, juga meluluhlantakkan sendi-sendi
kehidupan masyarakat Sumatera, salah satunya bangunan masjid. Di Sumatera
Barat, masjid merupakan salah satu bangunan terpenting dalam sistem kehidupan
bermasyarakat. Artinya, jika sebuah masjid hancur maka sistem kehidupan
bermasyarakat terancam terganggu, karena bagi masyarakat Sumatera Barat, di masjidlah
segala peraturan kehidupan bermasyarakat disepakati, di masjid pula segala
persoalan yang terjadi diselesaikan, dari masjid lah beragam petuah dan
kebijakan diputuskan kemudian dikeluarkan ke masyarakat.

 

Masjid
menjadi "pusat pemerintahan" bagi masyarakat selain kantor pemerintah formal. Satu
persoalan yang tidak bisa diselesaikan di pusat pemerintahan, boleh jadi akan
sangat mudah terselesaikan di dalam masjid. Tak sekadar tempat beribadah,
masjid memiliki peran dan fungsi strategis lainnya dalam masyarakat. Misalnya
tempat bagi warga bermusyawarah untuk mencapai mufakat dalam segala bidang,
sosial, ekonomi, budaya, bahkan persoalan kenegaraan. Begitu strategisnya
fungsi masjid, maka tak heran bila masjid selalu menjadi prioritas dalam
pembangunan. Malu rasanya bila memiliki rumah mewah namun masjid di sekitarnya
berdiri sederhana, apa kata orang bila punya rumah berdiri kokoh namun masjid
di depannya sudah reot.

 

Namun
bagaimana jadinya ketika bencana yang tak diharapkan menghancurkan semua bangunan,
baik rumah maupun infratruktur penting lainnya termasuk masjid? Saat tak ada
lagi rumah tempat berteduh, bahkan masjid tempat beribadah pun tidak ada.
Kondisi inilah yang dialami banyak lokasi di Sumatera Barat. Salah satunya
Jorong Pandan, Kanagarian Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam,
Sumatera Barat. Masjid Al Falah yang merupakan sentra aktivitas masyarakat
Jorong Pandan tak luput terjangan longsor yang disebabkan oleh gempa.
Kehancuran pun tak dapat dielakkan, kesedihan warga setelah kehilangan rumah
harus ditambah lagi dengan hancurnya masjid kesayangan mereka.

 

"Kami
sedih kehilangan rumah, tetapi bertambah kesedihan ini karena masjid kami pun
hancur. Sudah lama kami tak lagi mendengar suara adzan berkumandang dari masjid
Al Falah, hampa rasanya," ujar Datuk Perpati Nan Kuniang, salah satu tokoh
masyarakat yang paling dihormati di Jorong Pandan, saat berbincang-bincang di
Posko ACT, Tanjung Sani, 29 Oktober 2009. Datuk Perpati Nan Kuniang ditemani
oleh Wali Jorong dan beberapa tokoh masyarakat serta ulama setempat.

 

Para
ulama dan tokoh mayarakat memahami betul bahwa bencana yang baru saja menimpa
tanah mereka bukan sekadar teguran, melainkan juga hukuman dari Allah.
Membandingkan keajaiban yang terjadi dengan Masjid Baiturrahman dan Baiturrahim
di Aceh yang selamat dari tsunami, serta masjid yang selamat dari terjangan air
karena jebolnya Situ Gintung, masyarakat semakin sadar bahwa masjid mereka tak
selamat karena hanya sedikit orang yang memakmurkan masjid tersebut. "Ini hukuman
bagi kami, dan Alhamdulillah kami menyadari dengan sepenuh hati. Semoga masjid
ini bisa berdiri kembali dan kami tidak akan menyia-nyiakannya," kata salah
seorang tokoh masyarakat Jorong Pandan itu.

 

"Kami
memang memerlukan bantuan untuk membangun kembali rumah tinggal, tetapi atas
kesadaran penuh kami lebih ingin masjid kami berdiri lebih dulu. Karena dari
masjidlah kami akan mulai kebangkitan kehidupan kami yang telah runtuh akibat
gempa," tambah Datuk Perpati mewakili para tokoh lainnya.

 

Masyarakat
Tanjung Sani sadar betul, mereka tinggal di daerah yang tak jauh dari tempat
kelahiran Buya Hamka, salah seorang ulama besar dan tokoh bangsa yang pernah
dimiliki negeri ini. Buya Hamka lahir dan tumbuh di tepi Danau Maninjau, salah
satu danau terindah di Indonesia kebanggaan warga Sumatera Barat. Kemakmuran
masjid dan surau selalu menjadi perhatian besar Buya, betapa ia sedih bila
masjid dan surau sepi karena ditinggalkan jamaahnya. Padahal Sumatera Barat
amat dikenal dengan tingkat religiusitas masyarakatnya.

 

Gempa
yang mengguncang tanah Sumatera seolah mengembalikan semangat religiusitas yang
sempat kendor sebelum bencana. Kini masyarakat Tanjung Sani mulai berniat
meramaikan masjid mereka yang telah hancur akibat gempa. "warga kami mendatangi
lagi masjid, sholat di reruntuhan masjid. Justru hal ini membuat kami khawatir,
kami berharap ada yang bisa membantu kami mengembalikan kejayaan masjid kami
ini," harap Datuk Perpati.

 

Ketika
semangat kembali ke masjid itu telah datang, tantangan terberatnya justru pada
keberadaan masjid itu sendiri yang telah hancur. Membangun kembali masjid
menjadi prioritas bagi warga sekitar, meskipun mereka secara jujur mengakui
tetap memerlukan bantuan untuk tempat tinggal dan sarana pendidikan. Membangun
kembali masjid bukan sekadar membangun secara fisik, melainkan juga mendirikan
struktur kehidupan masyarakat yang sempat luluh lantak. Mendirikan masjid
berarti menegakkan sendi-sendi kehidupan dan norma adat yang berlaku.

 

Mereka
ingin membuat diri mereka tetap bangga sebagai orang-orang yang tinggal di
tanah kelahiran Buya Hamka, salah seorang guru terbesar dalam sejarah
Minangkabau dan bahkan bangsa ini. Bangga akan tingkat religiusitas yang
tinggi, bangga terhadap tegaknya norma dan aturan agama yang selama ini dipegang
teguh, karena itulah mereka menyepakati program pemulihan pasca bencana diawali
dari penegakkan kembali masjid.

 

Harapan
itu, kini menanti simpati dan dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap
tegaknya sendi-sendi dan norma agama di tanah Sumatera Barat umumnya, agar
masjid tetap menjadi pusat kegiatan masyarakat, pusat pengendalian sistem
kehidupan bermasyarakat, pusat penegakkan norma dan aturan kemasyarakatan.
Semoga ini tak menjadi harapan yang menguap tanpa sambutan positif dari segenap
komunitas peduli. Insya Allah! (Gaw)

 

 

Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://solifecenter.com
0852 190 68581

____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Mewaspadai Gerakan Misionaris Pasca Musibah

Link ke posting ini
Reaksi: 
*Mewaspadai Gerakan Misionaris Pasca Musibah*

Oleh M. Fachry pada Kamis 29 Oktober 2009, 04:37 PM

*Ada cerita yang tertinggal dari gempa Sumbar, khususnya di daerah Korong
Koto Tinggi, Kanagarian Gunung Padai Alai, Padang Pariaman. Di saat relawan
bahu membahu membantu saudara-saudaranya yang tertimpa musibah, AS dibantu
LSM lokal melancarkan misi pemurtadan dan pendangkalan aqidah ummat. Berikut
kesaksian dari seorang relawan Korps Relawan Mujahidin, Muhammad Shiddieq.*

*I. Kronologis Peristiwa*

Di antara daerah terparah yang terletak di pusat kejadian gempa yakni daerah
Korong Koto Tinggi, Kenagarian Gunung Padang Alai Kec. V Koto Timur. Kab.
Padang Pariaman, Prov. Sumatera Barat

Semenjak hari pertama kejadian tanggal 30 September 2009, daerah ini seperti
daerah mati karena seluruh fasilitas yang ada tidak berfungsi, seperti :
tidak adanya saluran air bersih, aliran arus listrik mati, jaringan
telekomunikasi tidak berfungsi dan yang lebih parah lagi daerah ini tidak
bisa diakses melalui jalan darat

Untuk menuju daerah Korong Koto Tinggi, ada tiga jalur jalan yang bisa
dilalui :

1. Dari daerah Kab. Padang Pariaman

2. Dari Daerah Kab. Agam dan

3. Dari daerah Kota Bukittinggi

Namun karena dahsyatnya gempa sehingga jalur lalu lintas dari Kab. Padang
Pariaman terputus bahkan sampai saat sekarang belum bisa dilewati melalui
jalan darat dengan kendaraan roda empat, sedangkan jalur lalu lintas dari
Kab. Agam dan kota Bukit Tinggi pada waktu itu longsor di beberapa titik
sehingga daerah ini tidak bisa ditempuh melalui jalan darat

Memanfaatkan kondisi genting seperti ini, pada hari Sabtu tanggal 4
Oktober 2009 mulailah mendarat Helikopter dari Amerika Serikat yang
berkerjasama dengan LSM Samarintan sebanyak 4 kali pendaratan dalam setiap
hari dan mereka membuat Posko di daerah Korong Koto Tinggi

Pada awalnya Amerika Serikat yang berkerjasama dengan LSM Samaritan hanya
sekedar mengantarkan bantuan saja sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan,
diantara bantuan yang mereka salurkan berupa logistik, tenda , alat-alat
dapur, alat-alat pertukangan dan sebagainya

Namun beberapa hari sesudah itu akhirnya dalam istilah Amerika Serikat
tidak ada makan siang yang gratis sehingga mereka mulai untuk melancarkan
program-program misionaris dan pemurtadan

*II. Bukti-Bukti Upaya Pemurtadan di Daerah Korong Koto tinggi*

Pernyataan dari relawan LSM Samaritan kepada warga Korong Koto Tinggi, dia
mengatakan kepada masyarakat Korong koto Tinggi "Ada Hikmah di balik Musibah
Ini" yaitu :

1. Bapak dan Ibu bisa menjadikan kami sebagai sorga, sehingga apa saja yang
Bapak dan Ibu minta akan kami kabulkan. Bapak dan Ibu meminta rumah akan
kami bangunkan, Bapak dan Ibu ingin punya kendaraan akan kami belikan Bapak
dan Ibu minta apa saja akan kami wujudkan karena kami adalah sorga bagi
Bapak dan Ibu.

2. Kami bersedia untuk mendaratkan helikopter sebanyak 4 kali pendaratan,
minimal sebanyak 2 kali pendaratan dalam setiap hari selama 3 tahun
berturut-turut tanpa pernah berhenti mendarat walaupun dalam satu hari. Tapi
syaratnya hanya satu, Bapak dan Ibu harus mengikuti aturan kami

3. Ketika berposko di Korong Koto Tinggi, mereka melaksanakan pembinaan
kepada anak-anak, Setelah melaksanakan pembinaan kepada anak-anak Korong
Koto Tinggi dengan jujur anak-anak tersebut mengaku kepada orang tuanya
bahwa mereka telah diajarkan pemahaman-pemahaman yang keliru, diantara
pemahaman yang keliru tersebut, yaitu:

Misionaris bertanya kepada anak-anak Korong Koto Tinggi, siapa tuhanmu?
Dengan jujur anak-anak tersebut menjawab : tuhan kami adalah Allah, dan
missionaris membantah sambil berkata : Tuhan itu bukan Allah tapi Isa Al
Masih

Dengan adanya misi pemurtadan di balik solidaritas kemanusiaan, akhirnya
masyarakat Korong Koto Tinggi mulai resah dengan keberadaan relawan dari
Amerika Serikat dan LSM Samaritan

*III. Tindakan Masyarakat Koto Tinggi Dalam Menyikapi Gerakan Misionaris*

Setelah masyarakat mulai merasakan adanya gejala-gejala misionaris dan
permutadan, maka lebih dari 100 orang warga Korong Koto Tinggi mengadakan
rapat bersama di masjid Raya Koto Tinggi, hasil dari rapat tersebut mereka
sepakat :

- Walaupun daerah kita tidak mendapatkan bantuan
- Walaupun daerah kita tidak didatangi oleh relawan-relawan muslim dan
- Walaupun kita mati kelaparan yang penting aqidah kita jangan sampai
bertukar. Kita lahir beragama Islam besar dalam Islam dan kitapun bertekat
mati dalam Dienul Islam

Masyarakat Korong koto Tinggi juga sepakat bahwa, mulai dari saat sekarang
sampai ke depan tidak diperbolehkan lagi lembaga-lembaga asing dan
lembaga-lembaga non muslim untuk masuk ke daerah ini

*IV. Kondisi Masyarakat Pasca Pengusiran Lembaga Asing dan LSM Misionaris*

Pasca pengusiran orang-orang Amerika Serikat dan LSM Samaritan dari daerah
Korong Koto Tinggi, membuat kondisi masyarakat menjadi memprihatinkan,
karena :

- Putusnya jalan menuju daerah ini sehingga bantuan yang datang sangat
minim bahkan nyaris tidak ada
- Masyarakat masih trauma akibat rumah, fasilitas serta sarana dan
prasarana yang mereka miliki hancur dan rusak berat.
- Sarana lalu lintas yang rusak berat sehingga untuk menuju daerah ini
sangat sulit
- Listrik sebagai sarana penerangan masih padam
- Saluran air bersih tidak tersedia
- Sarana komunikasi masih rusak dan tidak berfungsi
- Beberapa hari setelah kejadian gempa, daerah ini tidak tersentuh oleh
para relawan muslim

Sampai saat ini bantuan yang masuk ke daerah ini masih sangat minim, hal ini
disebabkan karena sarana jalan dari arah Kab. Padang Pariaman yang masih
terputus sampai saat sekarang dan tidak dapat ditempuh dengan kendaraan
roda empat. Sementara kondisi jalan ke Koto Tinggi jika melalui daerah Kab.
Agam atau kota Bukit Tinggi harus ditempuh selama lebih kurang lima jam
perjalanan dan kondisi medan yang sangat curam dan berbahaya

*V. Tanggung Jawab Kaum Muslimin *

Sebagai saudara sesama muslim kita sangat bangga dengan saudara-saudara
kita di Korong Koto Tinggi yang jauh lebih mementingkan Aqidah dari pada
perut, jauh lebih mementingkan akhirat dari pada dunia, namun kita harus
berbuat untuk membuktikan solidaritas dan ukhuwah Islamiyah kita dengan
sesama muslim : diantara yang bisa kita perbuat yaitu :

1. Memprioritaskan bantuan yang sudah ada ke daerah Korong Koto Tinggi,
karena disamping daerah ini rusak parah dan juga akibat dari sikap
penolakan mereka terhadap orang asing dan misionaris membuat daerah ini
sangat kekurangan dibandingkan dengan daerah-daaerah lain yang bersedia
menerima bantuan dari lembaga-lembaga asing tersebut

2. Berupaya untuk merangkul elemen-elemen dan lembaga - lembaga muslim
untuk memprioritaskan bantuan ke daerah Korong Koto Tinggi

3. Menghimbau kepada korban gempa bumi untuk mewaspadai gerakan misionaris

4. Kepada ormas dan lembaga Islam, untuk membuat tim-tim dakwah yang siap
untuk dikirim kedaerah-daerah yang rawan dengan gerakan misionaris

5. Menjadikan daerah Korong Koto Tinggi menjadi daerah percontohan bagi
daerah lain, sehingga tidak mudah dalam menerima bantuan-bantuan asing dan
LSM non muslim lainnya

*MONOGRAFI DAERAH KOTO TINGGI*

1. Nama Daerah : Korong Koto Tinggi

Kenagarian Gunung
Padang Alai

Kec. V Koto Timur
Padang Pariaman

2. Jumlah Penduduk : 1016 jiwa (BPS 2007)

3. Jumlah KK : 316 KK

4. Jumlah Rumah : 268 rumah (98 % tidak bisa
ditempati lagi)

5. Jumlah Warga Yang Meninggal : 16 Orang Karena Gempa

6. Fasilitas Umum :

a. Masjid : 2 Masjid (1 hancur dan 1
rusak berat)

b. Mushallah : 14 buah (hancur)

c. Sekolah : 3 Sekolah

- (1 TK = Hancur rata dengan tanah)

- (1 SD = Hancur rata dengan tanah)

- (1 SMP = Rusak berat)

7. Fasilitas Jalan : 4 jalur jalan hancur, tidak
bisa dilewati dengan kendaraan roda 4
8. Jembatan : 1 Putus

__________________________________________________

Salurkan bantuan anda melalui :

*Baitul Maal FKAM**
**Bank Syariah Mandiri, No.Rek. 01.20.1983.37
a/n Yayasan BaitulMal FKAM*

Laporan donasi silakan lihat di :http://www.baitulmalfkam.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Surat Dari Ibu Yang Terkoyak Hatinya

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kamis, 14 Desember 2006 00:17:01 WIB

SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA

http://www.almanhaj.or.id/content/1997/slash/0


Anaku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras
menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi
matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu,
seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat
memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan
psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku
jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi
kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat
didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata
kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku
demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin
melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun
berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian
tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap
bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak
diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui
telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu
ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat
anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering
melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu
semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih
kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu.
Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan
rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu
enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu,
mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh
untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus
duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat
yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang
lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun
akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati
melakukannya,

Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya
diriku…

Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari
jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada
keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah,
kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air
mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau
ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, "Barangsiapa beramal shalih maka
itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga)
menjadi tanggungannya sendiri".

Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang
sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah
persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah
belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah….
Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : "Wahai, Rabbku, sayangilah
mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil".

Anakku…
Allah berfirman: "Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi
orang-orang berakal" [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang
tua.

KISAH TELADAN KEPADA ORANG TUA
Sahabat Abu Hurairah sempat gelisah karena ibunya masih dalam jeratan
kekufuran. Dalam shahih Muslim disebutkan, dari Abu Hurairah, ia bercerita.

Aku mendakwahi ibuku agar masuk Islam. Suatu hari aku mengajaknya untuk
masuk Islam, tetapi dia malah mengeluarkan pernyataan tentang Nabi yang aku
benci. Aku (pun) menemui Rasulullah dalam keadaan menangis. Aku mengadu.

"Wahai Rasulullah, aku telah membujuk ibuku untuk masuk Islam, namun dia
menolakku. Hari ini, dia berkomentar tentang dirimu yang aku benci. Mohonlah
kepada Allah supaya memberi hidayah ibu Abu Hurairah". Rasulullah bersabda :
"Ya, Allah. Tunjukilah ibu Abu Hurairah". Aku keluar dengan hati riang
karena do'a Nabi. Ketika aku pulang dan mendekati pintu, maka ternyata pintu
terbuka. Ibuku mendengar kakiku dan berkata : "Tetap di situ Abu Hurairah".
Aku mendengar kucuran air. Ibu-ku sedang mandi dan kemudian mengenakan
pakaiannya serta menutup wajahnya, dan kemudian membuka pintu. Dan ia
berkata : "Wahai, Abu Hurairah ! Asyhadu an Laa Ilaaha Illa Allah wa Asyhadu
Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluhu". Aku kembali ke tempat Rasulullah dengan
menangis gembira. Aku berkata, "Wahai, Rasulullah, Bergembiralah. Allah
telah mengabulkan do'amu dan menunjuki ibuku". Maka beliau memuji Allah dan
menyanjungNya serta berkomentar baik" [Hadits Riwayat Muslim]

Ibnu Umar pernah melihat lelaki menggendong ibunya dalam thawaf. Ia bertanya
: "Apakah ini sudah melunasi jasanya (padaku) wahai Ibnu Umar?" Beliau
menjawab : "Tidak, meski hanya satu jeritan kesakitan (saat persalinan)".

Zainal Abidin, adalah seorang yang terkenal baktinya kepada ibu. Orang-orang
keheranan kepadanya (dan berkata) : "Engkau adalah orang yang paling
berbakti kepada ibu. Mengapa kami tidak pernah melihatmu makan berdua
dengannya dalam satu talam"? Ia menjawab,"Aku khawatir tanganku mengambil
sesuatu yang dilirik matanya, sehingga aku durhaka kepadanya".

Sebelumnya, kisah yang lebih mengharukan terjadi pada diri Uwais Al-Qarni,
orang yang sudah beriman pada masa Nabi, sudah berangan-angan untuk
berhijrah ke Madinah untuk bertemu dengan Nabi. Namun perhatiannya kepada
ibunya telah menunda tekadnya berhijrah. Ia ingin bisa meraih surga dan
berteman dengan Nabi dengan baktinya kepada ibu, kendatipun harus kehilangan
kemuliaan menjadi sahabat Beliau di dunia.

Dalam shahih Muslim, dari Usair bin Jabir, ia berkata : Bila rombongan dari
Yaman datang, Umar bin Khaththab bertanya kepada mereka : "Apakah Uwais bin
Amir bersama kalian ?" sampai akhirnya menemui Uwais. Umar bertanya, "Engkau
Uwais bin Amir?" Ia menjawa,"Benar". Umar bertanya, "Engkau dari Murad
kemudian beralih ke Qarn?" Ia menjawab, "Benar". Umar bertanya, "Engkau
punya ibu?". Ia menjawab, "Benar". Umar (pun) mulai bercerita, "Aku
mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Akan datang pada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan penduduk Yaman
yang berasal dari Murad dan kemudian dari Qarn. Ia pernah tertimpa lepra dan
sembuh total, kecuali kulit yang sebesar logam dirham. Ia mempunyai ibu yang
sangat dihormatinya. Seandainya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya aku
hormati sumpahnya. Mintalah ia beristighfar untukmu jika bertemu".

(Umar berkata), "Tolong mintakan ampun (kepada Allah) untukku". Maka ia
memohonkan ampunan untukku. Umar bertanya, "Kemana engkau akan pergi?". Ia
menjawab, "Kufah". Umar berkata, "Maukah engkau jika aku menulis
(rekomendasi) untukmu ke gubernurnya (Kufah)?" Ia menjawab, "Aku lebih suka
bersama orang yang tidak dikenal".

Kisah lainnya tentang bakti kepada ibu, yaitu Abdullah bin Aun pernah
memanggil ibunya dengan suara keras, maka ia memerdekakan dua budak sebagai
tanda penyesalannya.

KISAH KEDURHAKAAN KEPADA ORANG TUA
Diceritakan ada lelaki yang sangat durhaka kepada sang ayah sampai tega
menyeret ayahnya ke pintu depan untuk mengusirnya dari rumah. Sang ayah ini
dikarunia anak yang lebih durhaka darinya. Anak itu menyeret bapaknya sampai
kejalanan untuk mengusirnya dari rumahnya. Maka sang bapak berkata : "Cukup…
Dulu aku hanya menyeret ayahku sampai pintu depan". Sang anak menimpali :
"Itulah balasanmu. Adapun tembahan ini sebagai sedekh dariku!".

Kisah pedih lainnya, seorang Ibu yang mengisahkan kesedihannya : "Suatu hari
istri anakku meminta suaminya (anakku) agar menempatkanku di ruangan yang
terpisah, berada di luar rumah. Tanpa ragu-ragu, anakku menyetujuinya. Saat
musim dingin yang sangat menusuk, aku berusaha masuk ke dalam rumah, tapi
pintu-pintu terkunci rapat. Rasa dingin pun menusuk tubuhku. Kondisiku
semakin buruk. Anakku ingin membawaku kesuatu tempat. Perkiraanku ke rumah
sakit, tetapi ternyata ia mencampakkanku ke panti jompo. Dan setelah itu
tidak pernah lagu menemuiku"

Sebagai penutup, kita harus memahami bahwa bakti kepada orang tua merupakan
jalan lempang dan mulia yang mengantarkan seorang anak menuju surga Allah.
Sebaliknya, kedurhakaan kepada mereka, bisa menyeret sang anak menuju lembah
kehinaan, neraka.

Hati-hatilah, durhaka kepada orang tua, dosanya besar dan balasannya
menyakitkan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Akan terhina, akan terhina dan akan terhina!" Para sahabat
bertanya, "Wahai Rasulullahj, siapakah gerangan ?" Beliau bersabda, "Orang
yang mendapati orang tuanya, atau salah satunya pada hari tuanya, namun ia
(tetap) masuk neraka" [Hadits Riwayat Muslim]

[Diadaptasi dari Idatush Shabirin, oleh Abdullah bin Ibrahim Al-Qa'rawi dan
Ilzam Rijlaha Fatsamma Al-Jannah, oleh Shalihj bin Rasyid Al-Huwaimil]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425/2005M. Penerbiit
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km 8 Selokaton
Gondangrejo – Solo 57183]


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Tangkis Bencana Dengan Sedekah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Tangkis Bencana dengan Sedekah
Oleh : Uti Konsen.U.M. (APPost)






Kalau
tidak mengandung samudera hikmah dan lautan pahala, tentu Rasulullah
SAW tidak akan menganjurkan untuk selalu bersedekah kepada para
sahabat, bahkan termasuk kepada sahabat yang paling miskin, seperti Abu
Dzar Al Ghifari, Bilal dan Abu Dhamdham. Saking "penasaran", Abu Dzar
pernah bertanya "Wahai Nabi Allah. Engkau selalu memerintahkan kepada
kami untuk bersedekah, apa hakekat sedekah itu ?" Rasulullah SAW
menjawab dengan satu kalimat yang diulanginya tiga kali berturut-turut
"Sedekah itu sesuatu yang ajaib!".

Rasulullah SAW bersabda "Jika aku perintahkan kalian akan sesuatu, maka
lakukanlah sebagian dari sesuatu itu semampu kalian. Akan tetapi, jika
aku melarang kalian dari sesuatu, maka tinggalkanlah sesuatu itu
seluruhnya (secara total). Dalam hadis qudsi, Allah SWT berfirman,
"Wahai anak Adam, kosongkanlah gudangmu untuk memenuhi apa yang ada di
sisi-Ku. Engkau akan selamat dari kebakaran, kebanjiran, pencurian dan
kejahatan. Itu semua lebih engkau butuhkan" (HR.Thabrani dan Baihaqi)..

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya sedekah dapat menolak tujuh
puluh pintu bencana ". Karena itu Nabi SAW menganjurkan agar bersedekah
setiap hari, pada awal pagi dengan apa saja. Karena bencana atau bala
tidak akan menembus benteng sedekah seorang mukmin. Ujar Ibnu Al
Qayyim, "Allah menolak beragam bencana dengan sedekah. Ketentuan ini
telah populer, baik bagi para ulama maupun orang awam. Oleh karena itu,
banyak penduduk bumi yang mengandalkan sedekah, karena mereka telah
mencobanya." Ibnu Abi Alja'ad menandaskan, "Sesungguhnya sedekah
menolak tujuh puluh pintu keburukan". Dalam bagian lain Ibnu Al Qayyim
bertutur, "Sedekah memiliki dampak yang luar biasa untuk menolak
berbagai macam bala meskipun sedekah itu dikeluarkan oleh orang yang
fasik, zalim atau kafir. Dengan mengeluarkan sedekah, Allah akan
menolak berbagai macam bala yang akan menimpa orang itu."

Dikisahkan Jibril memberi tahu nabi Isa AS. perihal kematian tukang
cuci. Ketika Isa As pergi ke tempat tukang cuci itu, ia sedang mencuci.
Nabi  Isa terkejut karena ternyata tukang cuci itu masih hidup. Jibril
turun memberi tahu Isa AS "Karena dia bersedekah dengan 3 potong roti.
Allah pun menghindarkannya dari bencana kematian. Sebenarnya di dalam
tumpukan pakaian yang dia bawa, ada seekor ular hitam yang akan
menggigitnya. Namun Allah menyelamatkannya dari bencana itu karena
sedekahnya".

Satu hari malaikat maut menemui nabi Ibrahim AS dan bertanya "Siapa
anak muda yang tadi bertamu ke rumahmu?". "Ia sahabat sekaligus
muridku," jawab Nabi Ibrahim. "Apa maksud kedatangannya menemuimu!".
"Dia mengutarakan niatnya akan menikah esok pagi," kilah Ibrahim.
"Sayang sekali ya, usia anak muda itu tidak akan sampai esok pagi,"
ujar malaikat maut. Setelah itu ia segera meninggalkan nabi Ibrahim.
Ternyata esok harinya Nabiyallah Ibrahim masih melihat dan menyaksikan
walimah pernikahan anak muda itu. Bahkan usia anak muda itu sampai 70
tahun. Ketika perihal tersebut ditanyakan Ibrahim kepada malaikat maut,
ia menjawab : "Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak
muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang
membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut,
hingga engkau masih melihatnya hidup".

Dua orang akhwat dari salah satu Ponpes di Bandung mengaku baru kembali
dari kampung halamannya di Jawa Tengah. Keduanya bercerita, tentang
kejadian  luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan bus
antarkota, beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan, bus yang
ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Bahkan
para penumpang yang duduk didekatnya meninggal seketika dengan
bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua akhwat
itulah yang selamat dengan tidak terluka sedikitpun. Menurut pengakuan
keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya waktu itu, yakni
ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan
selama dalam perjalanan selalu melafazdkan zikir (Dahsyatnya Sedekah
oleh Aa Gym). Dalam kaitan ini, terbukti lagi kebenaran  sabda
Rasulullah SAW "Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bencana
atau bala tidak pernah mendahului sedekah". "Belilah semua kesulitanmu
dengan Sedekah". "Obatilah penyakitmu dengan sedekah". "Sedekah itu
sesuatu yang ajaib". "Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana".

Diceritakan, bahwa di zaman Nabi Sulaiman AS terjadi sepasang merpati
mengadu, bahwa telurnya selalu diganggu oleh seseorang yang jahil.
Sulaiman AS memerintahkan kepada iblis menjaga keselamatan telur
merpati itu dan mematahkan pria yang akan mengganggunya. Suatu hari si
Merpati datang mengadu kepada Sulaiman. Nabi Sulaiman meminta
pertanggungan jawaban si Iblis yang ditugasi. Si Iblis berkata, "Kami
tidak dapat menekuk batang leher si pengganggu itu, karena ia dikawal
oleh dua malaikat. Pria yang jahil itu, sebelum keluar rumah, di pagi
harinya, ia telah bersedekah sekeping roti kering kepada si pengemis.

Maka dianjurkan ketika terjadinya bencana, untuk mengasihi kaum duafa
dengan bersedekah kepada mereka. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW,
"Saling mengasihilah di antara kalian, niscaya kalian akan dikasihi.
Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman ( Allah ). Saling
mengasihilah di antara kalian orang-orang dimuka bumi ini, niscaya
kalian akan dikasihi oleh yang ada di atas langit". Telah diriwayatkan
dari Umar bin Abdul Aziz, bahwasanya beliau dahulu pernah menulis
perintah kepada para pembantunya – ketika terjadinya gempa bumi agar
mereka bersedekah. Wallahualam. **


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Bahagianya Berqurban

Link ke posting ini
Reaksi: 
"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam
ketika hari raya Idul Adha
selain menyembelih hewan qurban.
Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi)
dengan tanduk, bulu, dan kukunya.
Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat di sisi
Allah
sebelum mengalir di tanah.
Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya."
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Risalah Qurban
Qurban adalah suatu amalan yang disyariatkan Islam pada tahun kedua
hijriyah berdasarkan dalil
al-Quran, hadits, dan ijma’. Al-Quran mensyari’atkannya melalui surat
Al-Kautsar (QS. 108:1-2).
Adapun hukum berqurban sebagaimana jumhur (mayoritas ulama) selain Abu
Hanifah adalah
sunnah muakkadah artinya sunnah yang sangat dianjurkan. Dalil sunnahnya
adalah hadits Nabi
SAW. : “Tiga hal yang merupakan kewajiban atasku dan sunnah atas kalian
adalah shalat witr,
nahr (qurban) dan shala dhuha.” (HR. Ahmad, Hakim, dan Daruquthni)

Imam at-Turmudzi meriwayatkan sabda Nabi: “Saya diperintahkan untuk
melakukan qurban dan
ia merupakan sunnah bagi kalian.“

Dalil yang menegaskan anjuran sunnah ini sehingga menjadi muakkadah adalah
hadits Nabi SAW:
“Barangsiapa yang memiliki kelonggaran dan tidak mau berqurban maka
janganlah ia mendekati
tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Keutamaan berqurban
“Maka dirikanlah (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
(QS Al-Kautsar: 1-2)
Berqurban merupakan amalan yang paling dicintai ALLAH SWT pada saat Idul
Adha. Sabda Nabi
SAW: “Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih
dicintai ALLAH selain
menyembelih qurban.” (HR. Tirmidzi)
Berdasarkan hadits itu Imam Ahmad bin Hambal, Abu Zanad, dan Ibnu Taimiyah
berpendapat,
“Menyembelih hewan pada hari raya qurban, aqiqah (setelah mendapat anak),
dan hadyu
(ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (HR.
Ahmad, Ibnu Majah, dan
At-Tirmidzi)

Manfaat berqurban
1. Menghidupkan sunnah Nabi ALLAH, Ibrahim a.s.,
2. Mendidik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada ALLAH.
3. Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hatu dan berjihad di
jalan ALLAH.
4. Menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan ALLAH.
5. Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia.

Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid Jakarta menerima dan menyalurkan hewan
qurban
sahabat, untuk disalurkan ke daerah bencana, daerah rawan pangan,
lingkungan Pesantren
Daarut Tauhiid, atau sesuai permintaan sahabat. Lokasi penyaluran di
wilayah Jabodetabek,
Jogja, Semarang, Lampung, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Bogor, Banten,
Palembang, dan Papua.
____________________________________________________________________________________________________
Formulir Qurban
Nama Lengkap:
___________________________bin/binti_________________________

Alamat Lengkap
___________________________________________________________
________________________________________ Kode Pos __________

Telepon Rumah Telepon Kantor Hp
_________________ __________________ ___________________

Email
________________________________________

Hewan Qurban*
< > Kambing Tipe A (25 kg) Rp 900.000 __________ ekor
< > Kambing Tipe B (30-33 kg) Rp 1.100.000 __________ ekor
< > Kambing Tipe C (34-37 kg) Rp 1.300.000 __________ ekor
< > Sapi Rp 9.000.000 __________ ekor
Atas Nama: 1. __________________________________________
2. __________________________________________
3. __________________________________________
4. __________________________________________
5. __________________________________________
6. __________________________________________
7. __________________________________________

Pembayaran
< > Transfer ke: BNI cab. Fatmawati
a/n: Dompet Peduli Umat Zakat/Daarut Tauhiid a/c 011.359.8105
< > Tunai
< > Dijemput tanggal _____________ jam __________

*Harga sudah termasuk pengiriman, pemotongan dan operasional


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Trs: : AMANAH

Link ke posting ini
Reaksi: 
AMANAH

Semua, segala sesuatu yang ada di alam fana ini, berawal dari ketiadaan, kemudian Allah menciptakannya menjadi ada. Makhluk hidup diciptakan Allah untuk misi dan peranan serta fungsi masing-masing. Hewan, misinya adalah untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu Allah SWT tidak membebani hewan dengan syari'at, mereka juga tidak perlu diberi peraturan, sebab tanpa peraturan pun mereka tidak akan menimbulkan bencana dan kerusakan di muka bumi ini.
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS. Al-Ahzab [33]: 72)
 
Hidup kita adalah sebuah perjuangan untuk melaksanakan amanah dari Allah SWT. Amanah tersebut hanyalah diberikan kepada kita, dan tidak kepada makhluk-makhluk lainnya, seperti; langit, bumi dan gunung, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT tersebut di atas. Oleh karena kita menerima dan memikul amanah tersebut, maka hidup kita adalah perjuangan untuk merealisasikan amanah tersebut.   Amanah merupakan janji untuk dipenuhi dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Siapa yang dapat memenuhinya dengan baik, ia akan memperoleh pahala dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Sebaliknya, barangsiapa yang mengingkari atau mengkhianatinya, maka ia akan memperoleh imbalan yang seimbang dengan perbuatannya.
Amanah yang diberikan kepada kita terdiri atas amanah ibadah dan amanah kekhalifahan. Dengan amanah ibadah, kita sebagai manusia dan juga jin dituntut untuk tunduk, patuh, taat, berbakti dan menyembah hanya kepada Allah. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.." (QS Adz-Dzariat [51]: 56).
 
Dalam merealisasikan amanah ibadah ini, kita harus menjamin terpeliharanya hubungan kita dengan Allah (hablun minallah), yakni hubungan makhluk dengan Khaliknya. Melaksanakan kewajiban kita, mentaati peraturan-peraturan dan berbakti kepada Allah. Sebagaimana tertulis dalam firman Allah SWT berikut ini: "Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)" (QS Al-An'am [6]: 162-163).
 
Kemudian amanah tentang kekhalifahan, bahwa kita diciptakan Allah sebagai khalifah untuk melaksanakan segala peraturannya, demi untuk memakmurkan dan mensejahterakan bumi. Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah untuk tujuan ini dan berlaku juga untuk keturunan Adam sampai akhir zaman. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al-Baqarah [2]: 30). Selanjutnya dalam ayat lain Allah SWT berfirman: "Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang
lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-An'am [6] : 165).
 
Kita dijadikan sebagai khalifah penghuni dunia untuk memakmurkan dunia dan untuk melaksanakan tugas sebagai hamba Allah. Kita diberi kelengkapan hidup yang sesuai dengan tugas yang kita sandang. Kita diciptakan dalam struktur tubuh yang paling baik dan sempurna (rohani dan jasmani), yang dengan semua itu, agar kita mampu melaksanakan tugas kita sebagai pengemban amanah Allah SWT. Salah satu hal yang penting dalam struktur ini ialah kita diberinya akal, yang tidak diberikan kepada makhluk-makhluk lainnya. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini : "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk  yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin [95] : 4).Itulah keutamaan kehendak, nalar, usaha, dan pemikulan beban. Itulah keistimewaan manusia dibanding banyak makhluk Allah lainnya. Itulah tolok ukur penghormatan yang dideklarasikan Allah, saat Allah memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam. Allah mendeklarasikannya di dalam Al-Qur'an melalui
firman-Nya: "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS. Al-Isra' [17]: 70).
 
 
Jadi, perbedaan kita dari makhluk lain adalah dalam memikul amanah, kita telah dikarunia-Nya akal dan pikiran untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. Kita pun dituntut harus mengenal dan mengabdi pada-Nya, sesuai dengan firman-Nya di surah Adz-Dzariat ayat 56 (lihat diatas). Kita harus menyadari bahwa amanah itu, kelak akan diminta pertanggungjawabannya. Segala yang kita lakukan di dunia ini, kelak harus kita pertanggujng jawabkan di hadapan Allah SWT.  Perhatikan juga firman Allah SWT berikut ini: "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka" (QS. Faathir [35] : 39)
 
Anak juga adalah amanah, anak bukan milik kita, tetapi milik Allah.  Kita harus memelihara, merawat dan mendidiknya dengan baik. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:  "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci yakni Muslim)..  Kedua-dua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi."  (HR. Bukhari).
Menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan kepada kita oleh sesama manusia, itu juga amanah yang harus kita jaga dan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (QS. An-Nisa [4]: 58).
 
Sekarang, mari kita semua tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudahkah kita menunaikan amanah yang dititipkan kepada kita dengan benar? Jika belum, segera bertobatlah dan perbaiki semua, karena sangat besar sangsinya bila kita tidak dapat menunaikan amanah yang dipercayakan dan atau dititipkan kepada kita. Perhatikan firman Allah SWT dan hadits-hadits berikut ini:
1. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (QS. Al Anfaal [8] : 27)
2. Dari Abu Bakar ra ia berkata Rasulullah saw bersabda: Tidak akan masuk surgaorang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang buruk dalam mengelola harta yang menjadi tanggungannya."  (HR. Tirmidzi).
3. Rasulullah saw. bersabda, "Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanahdan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
4. Tunaikanlah amanah pada orang yang memberikan amanah itu kepadamu, dan jangan kau khianati orang yang pernah mengkhianatimu." (HR. Al-Imam Ahmad dan Ahlus Sunan)
5. Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: "Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah saat-saat kehancurannya". Salah seorang bertanya: "Bagaimana bentuk menyia-nyiakan amanah itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Apabila urusan itu diserahkan (dipercayakan) kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat-saat kehancurannya". (Imam Bukhari)
6. Hal ini juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw "Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya." (Muttafaq 'Alaih)
7. Tingginya tingkat keseriusan agama memandang masalah amanah ini terlihat dari riwayat ketika seorang penduduk Arab pegunungan datang bertanya kepada Rasulullah saw. "Apakah yang paling berat dalam agama dan yang paling ringan? Rasulullah saw memberi jawaban, "Yang paling ringan ialah mengucapkan dua kalimat syahadat, asyhadu anlaa ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah. Sedangkan yang paling berat ialah amanah. Tidak sempurna agama seseorang yang tidak menjaga amanah, tidak diterima shalat dan zakatnya."  (HR. Al Bazar dari Ali bin Abi Thalib)
8. Telah datang dalam sunnah Rasulullah saw hadits-hadits yang menunjukkan dilarangnya aparat pekerja dan pegawai mengambil sesuatu dari harta walaupun dinamakan hadiah, diantaranya hadits Abi Sa'id Hamid As-Saidi, ia berkata. "Artinya : Rasulullah saw mempekerjakan seseorang dari suku Al-Asad, namanya Ibnul Latbiyyah untuk mengumpulkan zakat, maka tatkala ia telah kembali ia berkata, 'Ini untuk engkau dan ini untukku dihadiahkan untukku'. Ia (Abu Hamid) berkata, 'Maka Rasulullah saw berdiri di atas mimbar, lalu memuja dan memuji Allah dan bersabda, 'Kenapa petugas yang aku utus lalu ia mengatakan, 'Ini adalah untuk kalian dan ini dihadiahkan untukku?! Kenapa dia tidak duduk di rumah bapaknya atau rumah ibunya sehingga dia melihat apakah dihadiahkan kepadanya atau tidak?! Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah seorangpun dari kalian menerima sesuatu darinya melainkan ia datang pada hari Kiamat sambil membawanya di atas
lehernya onta yang bersuara, atau sapi yang melenguh atau kambing yang mengembik', kemudian beliau mengangkat kedua tangannya sampai kami melihat putih kedua ketiaknya, kemudian bersabda dua kali, 'Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?" (Diriwayatkan Al-Bukhari 7174 dan Muslim 1832 dan ini adalah lafazhnya).
Termasuk di antara konsekuensi perintah untuk menunaikan amanah pada yang berhak menerimanya adalah perintah untuk menjaga amanah tersebut. Tidaklah mungkin seseorang menunaikan amanah itu tanpa menjaganya. Yang dimaksud menjaganya adalah tidak melampaui batas dan tidak pula menyepelekannya. Dia menjaganya sesempurna mungkin tanpa berlebihan dan tanpa meremehkan, sampai amanah itu tertunaikan pada yang berhak menerimanya.
Inilah yang harus kita ketahui, kemudian kita ajarkan kepada anak-anak, agar terbentuk sifat terpuji yang dapat menambah keimanan dalam diri anak-anak kita. Ketahuilah, menunaikan amanah termasuk tanda keimanan seseorang. Karena itu, jika kita dapati seseorang memiliki sifat amanah dalam segala sesuatu yang diamanahkan kepadanya, menunaikannya sesempurna mungkin, ketahuilah bahwa dia seorang yang kuat imannya.
 
Semoga kita semua bisa menjadi hamba Allah yang dapat menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, baik itu amanah ibadah dan amanah khalifah di bumi ini, karena kelak, semua harus kita pertanggungjawabkan dihadapan-Nya. Dan semoga amanah yang Allah berikan kepada kita bukan menjadi beban bagi kita, tetapi menjadi ladang amal bagi kita semua.

Dewi Yana
http://jalandakwahbersama.wordpress.com
________________________________


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Fwd: 10 Sebab Turunnya Rahmat Allah Ta'ala

Link ke posting ini
Reaksi: 
----- Original Message -----
From: "Mailinglist Al-Sofwah" <ustadz@alsofwah.or.id>


10 Sebab Turunnya Rahmat Allah Ta'ala
Senin, 13 Juli 09


Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Pemberi rahmat (kasih sayang). Bahkan
sayangNya terhadap hamba-hambaNya lebih dari sayangnya seorang ibu
kepada anaknya. Dengan kasih sayangNya, Dia menciptakan kita. Dengan
rahmatNya, Dia memberikan rizki kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia
memberikan kesehatan kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan
makan dan minum, pakaian serta tempat tinggal kepada kita. Dengan
rahmatNya, Dia menunjukkan kita kepada Islam dan Iman serta amal
shalih. Dengan rahmatNya, Dia mengajarkan kepada kita apa yang tidak
kita ketahui. Dengan rahmatNya, Dia memalingkan kejahatan musuh-musuh
dari diri kita. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya Allah
Ta'ala membela orang-orang yang telah beriman." (QS. al-Hajj: 38).
Dengan rahmatNya, Dia menurunkan hujan dan menumbuhkan
tumbuh-tumbuhan,. Dengan rahmatNya, Dia memasukkan hamba-hambaNya yang
beriman dan yang beramal shalih ke dalam surga. Dengan rahmatNya, Dia
menyelamatkan mereka dari Neraka.Segala sesuatu semuanya adalah berkat
rahmat Allah Ta'ala. Oleh karenanya seorang muslim perlu mengetahui
faktor penyebab, Allah Ta'ala memberikan rahmat kepada makhlukNya,
yaitu:

 a.. 1. Berbuat Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta'ala dengan
menyempurnakan ibadah kepadaNya dan merasa dimonitor (diawasi) oleh
Allah Ta'ala, bahwasanya kamu beribadah kepada Allah Ta'ala,
seolah-olah kamu melihatNya, maka jika kamu tidak melihatNya,
sesungguhnya Dia melihatmu, dan berbuat baik kepada manusia semaksimal
mungkin, baik dengan ucapan, perbuatan, harta, dan kedudukan. Allah
Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat
kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-A'raf: 56)


 b.. 2. Dan di antara sebab-sebab yang paling utama untuk mendapatkan
rahmat Allah Ta'ala adalah bertakwa kepadaNya dan menaatiNya dengan
melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya,
seperti mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya
(Mustahiq), beriman dengan ayat-ayat Allah swt, dan mengikuti
RasulNya. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan rahmatKu meliputi
segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang
bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada
ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang
ummi." (QS. al-A'raf: 156, 157)


 c.. 3. Kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya baik manusia maupun
binatang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Orang-orang yang penyayang, maka Allah Ta'ala akan menyayangi mereka
(memberikan rahmat kepada mereka), sayangilah/ kasilah penduduk bumi,
niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Daud dan
at-Tirmidzi)

 Dan hal itu lebih ditekankan lagi kepada orang-orang fakir dan miskin
yang sangat membutuhkan. Sedangkan balasan (ganjarannya) sesuai dengan
perbuatan, sebagaimana kita berbuat baik, maka kita akan mendapatkan
balasan dari kebaikan tersebut.

 d.. 4. Beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Allah
Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman,
orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu
mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang." (QS. al-Baqarah: 218).

 Maka orang-orang yang beriman selalu mengharapkan rahmat Allah Ta'ala
setelah mereka melaksanakan sebab-sebab mendapatkan rahmat yaitu iman,
hijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta'ala. Adapun hijrah meliputi
berpindah dari negri syirik ke negri Islam dan meninggalkan apa yang
dilarang Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam,
sebagaimana Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang
yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh
Allah Ta'ala." (Muttafaq 'alaih).


 Sedangkan jihad mencakup jihad melawan hawa nafsu dalam menaati Allah
Ta'ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, "Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa
nafsunya dalam menaati Allah Ta'ala." (HR. al-Baihaqi).


 Sebagaimana jihad meliputi pula jihad melawan setan dengan
menyelisihinya dan bersungguh-sungguh untuk mendurhakainya dan jihad
dalam memerangi orang-orang kafir dan jihad terhadap orang-orang
munafik dan pelaku-pelaku maksiat baik dengan tangan, kemudian (jika
tidak mampu) dengan lisan, kemudian (jika tidak mampu juga), maka
dengan hati.

 e.. 5. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah
Ta'ala, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan dirikanlah
shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada Rasul, supaya kamu
diberi rahmat." (QS. an-Nur: 56).


 f.. 6. Berdo'a kepada Allah Ta'ala untuk mendapatkannya dengan
bertawasul dengan nama-namaNya yang Maha Pengasih (ar-Rahman) lagi
Maha Penyayang (ar-Rahim) atau yang lainnya dari nama-namaNya yang
Agung/ Indah, seperti kamu mengatakan, "Ya Rahman (Wahai Yang Maha
Penyayang), sayangilah aku (rahmatilah aku), ya Allah, sesungguhnya
aku memohon kepada-Mu dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala
sesuatu agar Engkau mengampuni dosaku dan menyayangiku. Sesungguhnya
Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Allah Ta'ala berfirman,
artinya, "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu
dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami
(ini)." (QS. al-Kahfi: 10).

 Dan Allah Ta'ala juga berfirman, artinya, "Hanya milik Allah asma`u
al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma`u al-Husna
itu." (QS. al-A'raf: 180).


 Maka hendaklah seseorang memohon setiap permintaannya dengan nama
yang sesuai dengan permintaannya itu untuk mendapatkannya. Allah
Ta'ala berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdo'alah
kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'." (QS. al-Mu'min: 60).


 Dan firman Allah Ta'ala lainnya, artinya, "Dan katakanlah, 'Ya
Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi
rahmat Yang Paling baik." (QS. al-Mu'minun: 118).


 Sungguh Allah Ta'ala telah menyuruh (kita) berdo'a dan menjamin
ijabah (mengabulkan do'a tersebut) dan Dia Maha Suci yang tidak pernah
mengingkari janji.

 g.. 7. Mengikuti al-Qur`an al-Karim dan mengamalkannya. Allah Ta'ala
berfirman, artinya, "Dan Al-Qur`an itu adalah kitab yang Kami turunkan
yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi
rahmat." (QS. al-An'am: 155).


 h.. 8. Menaati Allah Ta'ala dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam
sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Allah Ta'ala berfirman,
artinya, "Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat."
(QS. Ali 'Imran: 132).


 i.. 9. Mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan
al-Qur`an al-Karim. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan apabila
dibacakan Al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah
dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. al-A'raf: 204).


 j.. 10. Istighfar, memohon ampunan dari Allah Ta'ala. Allah Ta'ala
berfirman, artinya, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar
kamu mendapat rahmat." (QS. an-Naml: 46). Wallahu a'lam.

Sumber: Diterjemahkan dari Kitab "An-Nuqath al-'Asyarah
adz-Dzahabiyah", Syaikh Abdur Rahman ad-Dusari.


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/