Thursday, December 31, 2009

[daarut-tauhiid] Siapakah Dia Ahli Hadits / Ahlusunnah itu ?

Link ke posting ini
Reaksi: 
Siapakah Dia Ahli Hadits / Ahlusunnah itu ?


Kategori : Manhaj - ID : 149
Penulis : Syaikh Rabi' bin Hadi (spubs ID SLF01000
Pengirim : webmaster

Siapakah Ahlul Hadits/Ahlusunnah
Mereka yakni siapa-siapa yang berjalan diatas jalan Sahabat Rasulullah
dan mengikutinya dalam perkara kebaikan, dalam mengamalkan Kitab (Al
Quran) dan Sunnah, dengan menggigit (keduanya) dengan gigi geraham
mereka (berpegang teguh), dan memahami secara tepat ( yaitu., Qur'an dan
Sunnah), (yang keduanya) harus didahulukan daripada statemen atau
perkataan siapapun dan bertindak diatasnya - mengimaninya, atau beramal
dengannya dalam bentuk dan jenis peribadahan, tindakan, politik atau
hidup sehari-hari.

Mereka adalah pihak yang secara sungguh-sungguh memperhatikan pokok
agama dan cabang-cabangnya, yang telah Allah turunkan dan sampaikan
kepada Nabi Muhammad dan utusanNya Shallallahu 'alaihi wasalam. Mereka
adalah siapa-siapa yang melancarkan dakwah untuk itu dengan segenap
usaha, ketulusan dan pendirian mereka. Mereka akan senantiasa membawa
serta ilmu dari Nabi (Shallallahu 'alaihi wasalam), mengikis
penyimpangan dalam sikap mereka yang berlebih-lebihan dalam menghormati
beliau (Shallallahu 'alaihi wasalam), juga klaim yang tidak pada
tempatnya dari orang-orang yang menyimpang serta penafsiran orang-orang
yang lemah akal.

Mereka adalah siapa-siapa yang bersiaga dan menentang tiap-tiap kelompok
yang telah menyimpang dari jalan Islam, seperti Jahmisme (Jahmiyah) dan
Mu'tazilisme (Mu'tazilah), Khawarij dan Rawafidz (Syiah Rafidah),
Murji'ah dan Qadariyyah dan semua dari mereka yang sudah menyimpang dari
jalan Allah yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka, mereka selalu
menentangnya dalam setiap kesempatan di berbagai tempat, dan mereka
tidak terpengaruh oleh celaan orang-orang yang mencela, dalam mencari
keridloan Allah

Mereka adalah kelompok yang Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wasalam telah
memujinya dengan sabda pujian beliau, " Akan terus-menerus muncul (tidak
akan lenyap) suatu kelompok dari ummatku yang di atas kebenaran,
(mereka) tidak dirugikan oleh yang meninggalkannya dan juga oleh yang
menentangnya sampai waktu yang ditentukan (Hari Kiamat)." [ 1]

Mereka adalah golongan yang diselamatkan, yang mengacu diatas apa yang
Nabi dan Shahabatnya diatasnya, mereka yang telah dipisahkan dan
digambarkan oleh Nabi Allah Shallallahu 'alaihi wasalam ketika beliau
menyebutkan bahwa ummat (Islam) akan terpecah dalam 73 tiga sekte,
seluruhnya masuk api Neraka kecuali satu dan seperti yang beliau telah
sabdakan, "(Sahabat bertanya) Siapa mereka, ya Nabi Allah?" Rasulullah
bersabda, " Mereka adalah mereka adalah yang diatas apa yang aku dan
sahabatku diatasnya hari ini."

Dan apa yang kita katakan bukanlah semata-mata klaim belaka, tetapi kita
bersungguh-sungguh dalam berbicara sesuai kenyataan bahwa yang nampak
teks Al Qur'an dan Sunnah saksinya, sejarah telah mencatat, bahwa
statmen tentang mereka ( yaitu Ahlul-Hadits/Ahli Hadits, red), kenyataan
mereka, karya-karya tulis mereka dan amalan mereka menjadi saksi. Ahlul
Hadits menempatkan perhatian mereka dan mengedepankan firman Allah:

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali ALLAH (Dienul Islam), dan
janganlah kamu bercerai-berai." (Al Quran Surat Ali Imran 103)

Dan firmanNya: " Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas
kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang
mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah
dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu
seburuk-buruk tempat kembali." (Al Quran Surat An Nisa 115)

"(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka
menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya." (Al Quran
Surat Al Anfaal 13)

Mereka adalah paling menjauhkan dirinya dari sikap yang menentang
perintah Nabi dan yang paling menjauhi diri dari fitnah (kesesatan).
Mereka adalah mereka yang membuat konstitusi mereka:

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu (Muhammad Shallallahu 'alaihi wasalam dan tuntunannya)
sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan
yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (Al Quran
Surat An Nisa 65)

Mereka (Ahlul Hadits) yang memberikan penghargaan yang layak atas Al
Qur'an dan Sunnah dan memberinya penghormatan dan pengagungan yang
layak, memprioritaskan diatas segala statemen umat manusia, dan
memberikan hak yang lebih tinggi dengan bimbingan (Al Quran dan Sunnah)
dibanding bimbingan dari seluruh manusia, dan mereka memutuskan dengan
keduanya dalam seluruh masalah dengan sepenuh keikhlasan, dengan yang
dada yang lapang dan bebas dari kekangan atau himpitan, dan mereka
mengembalikan ketundukan kepada Allah dan Nabi Nya (dengan) suatu
ketundukan paripurna dalam ' aqidah, peribadatan dan amalan sesuai
dengannya. Mereka selalu membenarkan seluruh titah ALLAH Ta'ala.

Satu-satunya ucapan orang yang beriman ketika mereka diseru untuk
menaati perintah Allah dan Nabi Nya (Shallallahu 'alaihi wasalam) dalam
memutuskan perkara antara mereka, seperti yang mereka ucapkan, "Kami
dengar dan kami ta'ati. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Mengetahui isi hati(mu). " (Al Quran Surat Al Maidah ayat 7) atau ucapan
yang semisalnya.

Merekalah (Ahlul Hadits) seluruh Sahabat-sahabat Rasulullah - yang
diantaranya berkedudukan sebagai Khulafaur Rasyidin (Pemimpin yang
diberi petunjuk) - lalu para pemuka Tabi'in yang utama, diantaranya :
Ibn Sa'id Al-Musayyib ( wafat 90H), ' Urwah ibn Zubair ( wafat 94H), '
Ali ibn al-Hussain Zain Al-'Abidin ( wafat 93H), Muhammad Ibn Hanafiyah
( wafat 80H), ' Ubaidullah Ibn ' Abdillah Ibn ' Utbah ibn Mas'ud ( wafat
94H atau setelahnya), Salim Ibn ' Abdillah Ibn ' Umar ( wafat 106H),
Qasim ibn Muhammad Ibn Abi Bakr As-Sadiq ( wafat 106H), al-Hasan
al-Basri ( wafat 110H), Muhammad Ibn Sirin ( wafat 110H), ' Umar Ibn '
Abdul-'Aziz ( wafat 101H) dan Muhammad Ibn Syihaab Az-Zuhri ( wafat
125H).

Kemudian para pengikut Tabi'in and pemuka diantara mereka : Imam Malik
(wafat 179H), al-Auza'i (wafat 157H), Sufyan ibn Sa'id ats-Tsauri (wafat
161H), Sufyan ibn Uyainah (wafat 198H), Isma'il ibn Ubia ??? (wafat
193H), Laits ibn Sa'd (wafat 175H) dan Abu Hanifah an-Nu'man (wafat
150H).

Kemudian mereka yang mengikutinya dan yang berkedudukan utama : '
Abdullah ibn Al-Mubarak ( wafat 181H), Waqi' Ibn Al-Jarrah ( wafat
197H), Imam Muhammad Ibn Idrees asy-Syafi'i ( wafat 204H), '
Abdur-Rahmaan ibn Mahdi ( wafat 198H), Yahya ibn Al-Qatan Sa'id ( wafat
198H) dan Afan ibn Muslim ( wafat 219H).

Setelah itu para murid-murid mereka yang mengikutinya dalam manhaj ini,
dan berkedudukan utama diantaranya: Imam Ahmad ibn Hanbali ( wafat
241H), Yahya ibn Ma'in ( wafat 233H) dan ' Ali ibn Al-Madini ( wafat
234H).

Lalu para siswa mereka seperti al-Bukhari ( wafat 256H), Imam Muslim (
wafat 261H), Abi Hatim ( wafat 277H), Abi Zara' ( Abu Zur'ah?) ( wafat
264H), Abu Dawud ( wafat 275H), at-Tirmidzi ( wafat 279H) dan an-Nasa'i
( wafat 303H).

Kemudian mereka yang meneruskan jalan mereka seperti generasi yang
mendahuluinya, yakni Ibn Jarir ( at-Tabari) ( wafat 310H), Ibn Khuzaimah
( wafat 311H), ad-Daaraqutni (wafat 385H) dalam waktunya, al-Khatib
al-Baghdadi ( wafat 463H) dan Ibn ' Abdul-Barr An-Niwari ( wafat 463H).

Lalu ' Abdul-Ghani Al-Maqdasi ( wafat 620H), Ibn Salah (wafat. 643H),
Ibn Taimiyyah ( wafat 728H), al-Mizzi ( wafat 743H), adz-Dzahabi ( wafat
748H), Ibn Katsir ( wafat 774H) dan yang ada di jaman ini, mereka yang
hidup di waktu masing-masing dengan mengikutinya dan menapaki langkah
kaki mereka dalam berpegang pada Al Quran dan Sunnah yang hingga zaman
sekarang.

Inilah yang aku (Syaikh Rabi bin Hadi) maksud sebagai Ahlul Hadits.

[CATATAN]

[1] Hadits sahih, riwayat Muslim (3/1523), Ahmad (5/278-279), Abu Dawud
(3/4), Tirmidzi (4/420), Ibn Majah (1/4-5), Hakim (4/449-450),
at-Tabarani dalam Mu'jam al-Kabir (7643) dan Abu Dawud at-Tayalisi (hal.
94, no. 689). Disahihkan oleh al-Albaani dalam As-Sahihah (270-1955).

Sumber : Spubs ID SLF010003 - dari Makaanat Ahl ul-Hadits Syaikh Rabi'
bin Hadi terjemah English oleh Bilal Davis)


"The information contained in this message and its attachments is intended only for the use of the addressee, you may not use, copy or disclose to anyone any information contained in the message and its attachments. If you received the message in error, please advise the sender immediately and destroy or delete the message. E-mail transmission cannot be guaranteed to be secure or error free as information could be intercepted, corrupted, lost, destroyed, arrive late or incomplete, or contain viruses. The sender therefore does not accept liability for any errors or omissions in the content of this message which arise as a result of e-mail transmission. If verification is required please request a hard copy version."


"De informatie verzonden met dit e-mail bericht en de bijlagen is uitsluitend bestemd voor de geadresseerde(n). Gebruik van deze informatie door anderen dan de geadresseerde(n) is verboden. Indien u dit e-mail bericht bij vergissing heeft ontvangen, wilt u dan de verzender onmiddellijk waarschuwen en het bericht vernietigen. Het gebruik van e-mail is niet gegarandeerd veilig of foutloos; informatie kan worden onderschept, verminkt of verloren gaan; kan te laat of incompleet binnenkomen of virussen bevatten. Om deze reden neemt de verzender geen enkele verantwoordelijkheid voor fouten of wijzigingen in de inhoud van dit bericht als gevolg van het versturen via e-mail. Bij twijfel verzoeken wij u een kopie op te vragen."


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Hari-hari Mendatang Anak Kita

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kalau hari ini kita masih ingat agama, dan merelakan keringat kita di
jalan-Nya, maka itu boleh jadi bukan keberhasilan kita. Kalau hari ini kita
ingat tentang tanggung jawab sesudah mati, sangat mungkin bukan karena kebaikan
yang sepenuhnya lahir dari kesadaran kita. Boleh jadi itu semua bukan merupakan
prestasi kita sendiri, melainkan justru terutama orangtua kita. Mereka menanam
benih-benihnya, lalu tumbuh mengakar di dada kita. Atau para guru kita yang
tulus menyemainya, lalu Allah kokohkan dalam hati kita.

Historia vitae magistra,
begitu kata pepatah. Sejarah atau pengalaman adalah guru terbaik
kehidupan. Orang-orang yang mengambil pelajaran dari mereka yang telah mendahului kita, Insya Allah akan tahu bagaimana memaknai
tugas hidup sebagai orangtua. Dari perjalanan saya ke timur dan ke barat, saya
melihat betapa tak bergunanya kebanggaan terhadap kreativitas dan kecerdasan
anak, ketika mereka tidak tahu jalan hidup
yang harus ditempuh. Bahkan ilmu agama
yang tinggi pun akan sia-sia kalau mereka tidak mempunyai harga diri yang
bersih serta tujuan hidup yang pasti. Betapa banyak anak-anak yang
memiliki keluasan ilmu agama, tetapi karena
kita salah menanamkan tujuan, mereka justru menjadi pembawa kesesatan dengan
ilmu yang ada pada dirinya.

Ada
hadis yang sangat sering kita ingat, tetapi sangat jarang menjadi landasan kita
dalam berbuat. Rasulullah shallalahu
'alaihi wasallam pernah mengingatkan kita, "Sesungguhnya setiap amal tergantung dari niatnya—dalam riwayat lain: tergantung
dari niat-niatnya—dan sesungguhnya setiap orang hanya memperoleh apa yang ia
niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya (diniatkan) kepada Allah dan rasul-Nya,
maka hijrahnya adalah kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya
(diniatkan) kepada dunia yang ingin diraihnya atau perempuan yang ingin
dinikahinya, maka (nilai) hijrahnya adalah kepada apa yang menjadi tujuan
hijrahnya itu" (H.r. Bukhari,
Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi & an-Nasa'i).

Banyak orangtua yang berhasil mendidik anaknya bukan karena
kepandaiannya mendidik anak, tetapi karena doa-doa mereka yang tulus. Banyak
orangtua yang caranya mendidik salah jika
ditinjau dari sudut pandang psikologi, tetapi anak-anaknya tumbuh menjadi
penyejuk mata yang membawa kebaikan dikarenakan amat besarnya pengharapan
orangtua. Di antara mereka ada yang selalu membasahi penghujung malam dengan
airmata untuk merintih kepada Allah 'Azza
wa Jalla. Di antara mereka ada pula yang menyertai langkah-langkahnya
dengan niat yang lurus dan bersih.

Kadang seperti tak berkait langsung. Tetapi amal bergantung pada
niatnya. Seorang ibu menyedekahkan hartanya karena mengharap ridha Allah dan
penjagaan iman atas anak-anaknya, lalu Allah
tegakkan dinding di hati anak sehingga tak terjangkau oleh kerusakan yang ada
di sekitarnya. Boleh jadi seorang istri bersikeras meminta suaminya menyucikan
harta, lalu Allah sucikan hati
anak-anak mereka dari keruhnya hati dan kotornya pikiran. Boleh jadi pula ada
bapak-bapak yang sibuk dengan perkara
yang seakan tak bersentuhan dengan agama, tetapi sesungguhnya ia sedang
menolong agama Allah, sehingga Allah berikan pertolongan kepada mereka.
Allah datangkan pertolongan kepada mereka dengan jalan yang tak terduga.

Teringatlah saya dengan firman
Allah, Hai orang-orang yang beriman, jika
kamu menolong (agama) Allah,
pasti Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Q.s. Muhammad [47]: 7).

Ya Allah, alangkah masih sering
lalai hati kita. Kita berbuat, tapi tanpa berniat. Bahkan di saat kita sedang
sibuk berbicara agama pun, yang memenuhi hati seringkali bukan niat yang
bersih. Akibatnya hati kita risau dan jiwa kita gelisah. Alih-alih
membincangkan agama, yang ada justru perdebatan yang mengeraskan hati. Inilah
antara lain yang menyebabkan sebagian ulama hilang kharismanya.

Astaghfirullahal
'adzim. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Di zaman ketika wibawa sebagian
ulama semakin rapuh, rasanya kita perlu menguatkan hati anak-anak kita.
Di masa ketika masjid-masjid justru sibuk mengundang artis, kita perlu
memperbanyak amal untuk memohon barakah Allah bagi kebaikan hidup kita dan
anak-anak kita. Sesungguhnya Allah yang menggenggam hati manusia.

Semoga Allah mengampuni kelalaian
kita. Semoga pula Allah menggerakkan hati kita untuk lebih mengingat-Nya,
sehingga apa pun yang kita kerjakan mempunyai nilai di hadapan Allah. Semoga apa yang kita kerjakan sekarang,
bisa menjadi bekal pulang ke kampung akhirat.

Telah berlalu masa orang-orang terdahulu. Setiap saat masa beralih dan
zaman bertukar. Orang-orang yang dahulu berteriak lantang, sekarang mungkin
sudah tinggal tulang belulang. Anak-anak yang dulu lucu-lucu, sekarang mungkin
sudah menjadi penyejuk kalbu yang membawa haru karena tulusnya perjuangan
mereka. Tetapi sebagian lagi mungkin justru menjadi penyebab airmata pilu para orangtua. Anak-anak yang dulu mengeja a-ba-ta-tsa, sekarang mungkin
sedang aktif berdakwah. Tetapi sebagian lagi mungkin justru sedang sibuk
menjual agama…

Masa berganti, zaman bertukar.
Hanya hukum Allah yang tak pernah berubah, meskipun kita menggantinya setiap saat. Allah menyuruh kita
mengambil pelajaran dari mereka yang telah pergi; baik mereka yang meninggalkan kebaikan maupun mereka yang
membawa keburukan. Di dalamnya, ada hukum sejarah yang patut kita catat.

Ya… ya… ya… masa terus berganti.
Kita tak bisa meminta anak-anak untuk menjadi seperti kita. Seperti
nasihat 'Ali bin Abi Thalib karamallahu
wajhahu, kita didik anak-anak kita untuk sebuah zaman yang bukan zaman
kita. Terserah mereka akan jadi apa, yang penting 'akidah, iman dan komitmen mereka sama dengan kita atau lebih teguh
lagi.

Zaman bertukar dan dunia terus berubah. Pada masa kita kecil, alat
pengirim berita paling cepat adalah telegram. Sekarang, ketika kita belum
terlalu tua, telegram sudah tidak dipakai lagi. Telegram sudah menjadi
teknologi yang ketinggalan zaman. Sekarang melalui perangkat kecil di tangan yang bernama komunikator, berita dari manca
negara lengkap dengan fotonya bisa
kita akses setiap saat. Anak-anak yang masih ingusan bisa mendapatkan ilmu-ilmu
berharga lewat internet dengan kecepatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tetapi pada saat yang sama, lihatlah
di bilik-bilik warnet itu, bagaimana sejumlah anak kaum muslimin sedang
terombang-ambing di hadapan situs-situs porno.

Kita mungkin bisa mencegah dengan kekuasaan atas anak-anak itu. Tetapi
apa yang sanggup kita kerjakan sesudah kita
tiada? Tak ada. Itu sebabnya kita mulai perlu berpikir tentang bekal buat anak-anak kita sesudah jasad terkubur
tanah. Allah Subhânahu wa Ta'âlâ mengingatkan,
"Dan hendaklah orang-orang pada takut
kalau-kalau di belakang hari mereka meninggalkan keturunan yang lemah, dan
mencemaskan (merasa ketakutan) akan mereka. Maka bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan qaulan
sadidan (perkataan yang benar)."
(Q.s. an-Nisâ` [4]: 9).

Di tempat ini, kita sudah pernah berbincang tentang qaulan sadidan. Adapun tentang takwa,
rasanya tak ada yang dapat saya sampaikan. Iman masih lemah, ilmu nyaris tak
ada, sementara amal hampir-hampir tak ada yang dapat dibanggakan. Ingin sekali
saya berpesan tentang takwa, tetapi saya lihat hati ini masih amat keruh.
Padahal ketika Allah berpesan agar kita takut kalau-kalau di belakang hari
meninggalkan generasi yang lemah, hanya dua yang menjadi jalan keluarnya, yakni
takwa dan berbicara dengan perkataan yang benar.

Inilah dua hal yang amat sederhana, tetapi butuh perjuangan yang tak
pernah usai. Seperti anak-anak kita kelak,
setiap saat bertarung pada diri kita bisikan-bisikan kepada kesesatan
dan bisikan-bisikan takwa. Fa alhamaha
fujuraha wa taqwaha. Di hati kitalah semua bertarung.

Ya, dua hal itulah yang dapat kita harapkan menjadi bekal bagi
anak-anak kita kelak. Bukan psikologi. Bukan sosiologi.

Semoga Allah kuatkan iman kita. Semoga pula Allah memperjalankan kita
dalam takwa kepada-Nya. Semoga langkah kita senantiasa berada di atas niat yang
kokoh dan tujuan yang baik. Semoga setiap langkah kita membawa kepada ridha-Nya
dan meninggalkan bekas yang mantap di hati
anak-anak dan keturunan kita, sehingga mereka senantiasa memenangkan
bisikan takwanya.

Selebihnya,
ada yang harus kita benahi. Tentang iman kita. Tentang ilmu kita. Juga tentang
amal-amal kita.

Kepada
Allah kita menggantungkan harapan. Hari-hari mendatang anak kita, di tengah
tantangan yang semakin menakutkan, semoga dapat memberi bobot kepada bumi
dengan kalimat laa ilaaha illallah.
Semoga Allah memperjalankan mereka sebagai penolong-penolong-Nya. Allahumma amin.

 

Diambil dari Buku yang berjudul 'Saat Berharga Untuk
Anak Kita'

Penulis: Mohammad Fauzil Adhim


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Pesan Ini, Nak, Kutulis Untukmu

Link ke posting ini
Reaksi: 
Aku tapaki jalan ini penuh pinta, anakku. Kesenangan adalah impian yang
kusimpan untuk kuminta pada Tuhan ketika tubuh ini sudah menjadi tulang
belulang, sebab dunia terlalu pahit untuk diperebutkan. Tak ada yang abadi dari
permainan dunia, sebagaimana hidup ini juga tidak abadi. Banyak sudah manusia
yang mati. Dan kita hanya menunggu kematian dipergilirkan.

Mengenangkan orang-orang tercinta, anakku,
adalah rasa hina karena tak sanggup membalaskan
kebaikan-kebaikan mereka semua. Betapa mudah hati lupa oleh kenikmatan
yang tak seberapa ini. Lupa asal-usul, lupa tempat kembali sesudah mati, dan
lupa pada tujuan penciptaan ini. Maka aku pesankan, anakku, arahkanlah
pandangan mata hatimu kepada hidup sesudah
mati. Dan bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah saat untuk
bersiap-siap…

Aku tapaki jalan ini penuh airmata, anakku. Aku pernah sakit
berbulan-bulan dengan jantung yang sedikit bermasalah. Aku akhirnya bisa
bangkit ketika aku belajar melupakan rasa sakit dan tidak sibuk meratap dengan
apa yang dikatakan oleh dokter tentang harapan sehat bagi diriku. Kudidik
diriku untuk tidak diam terpaku menanti waktu habis di pembaringan. Aku
akhirnya bisa duduk dengan tegak tanpa penyakit jantung yang membuat nafas
bapakmu megap-megap, ketika bapakmu belajar untuk memberi manfaat bagi manusia.
Sesungguhnya keindahan hidup sebagai orang yang beriman kepada-Nya adalah ketika kita bisa memberi manfaat, atau ketika
belum sanggup kita mengambil manfaat dari sesama.

Aku namakan dirimu Muhammad Hibatillah Hasanin karena ingin sekali
bapakmu ini menjadikan dirimu sebagai hamba-Nya yang memberi manfaat kebaikan
sangat besar bagi ummat. Tidaklah aku namakan dirimu dengan main-main. Ada doa
yang kuharap dengan sungguh-sungguh melalui nama yang kuberikan itu, anakku.
Ada harapan yang kutanam dengan membaguskan namamu, sebagaimana Nabi Saw pernah
berpesan kepada kita. Mudah-mudahan dengan membaguskan namamu, Allah 'Azza
wa Jalla meninggikan derajatmu di antara manusia yang ada di muka bumi ini.

Nama itu aku berikan kepadamu, Nak karena engkau adalah anugerah yang
amat berharga dari Allah 'Azza wa Jalla. Engkau lahir di bulan Maret
tanggal 18, ketika bapakmu sedang belajar
mendakwahkan agama ini dengan ilmu yang tak seberapa. Malam ketika bapak tiba di penginapan, ibumu memberi
kabar masuk rumah sakit untuk bersalin. Ingin rasanya bapakmu segera
pulang agar bisa menunggui persalinan itu. Tetapi ada tugas yang harus
dituntaskan. Gelisah rasanya bapakmu untuk segera kembali karena tahu bahwa di saat-saat seperti ini, tentu ibumu
sangat butuh pertolongan. Tetapi andaikan pun bapakmu segera bergegas pulang, perjalanan terlalu jauh untuk bisa
ditempuh dengan waktu singkat.

Maka, kemanakah bapakmu harus berlari kalau
bukan kepada Allah? Kemanakah harus meminta pertolongan kalau bukan kepada
Allah? Kemanakah harus meminta keselamatan kalau bukan kepada Allah? Kemanakah
harus mengeluh di saat manusia sudah
terlelap tidur, kalau bukan kepada Allah? Bukankah kalau kita mendekat kepada-Nya dengan berjalan, Ia akan menyambut kita dengan
berlari? Bukankah kalau kita berjalan kepada-Nya selangkah, Ia akan
mendekati kita beberapa langkah?

Di saat bapakmu sedang dalam kegelisahan, ada
kabar yang datang dari ibumu bahwa bayi
yang akan dilahirkannya sungsang. Petugas mengatakan, kemungkinan baru
bisa bersalin siang hari dan kemungkinan besar harus melalui operasi. Padahal
waktu itu baru melewati tengah malam. Sangat
panjang waktu yang harus dilalui untuk sampai ke siang hari, andaikata
perkiraan itu benar.

Maka aku bersihkan diri dan bersuci. Aku serahkan diri kepada Allah 'Azza
wa Jalla. Sendirian di malam itu aku bermunajat kepada Allah, menyungkurkan
kening yang hina ini untuk berdoa kepada-Nya. Di sujud yang terakhir, kumohon
dengan sangat agar Ia berkenan memberi keajaiban—ah, rasanya bapakmu
belum santun dalam berdoa. Kumohon dengan
sangat agar Ia memberi pertolongan.

Dan engkau tahu, anakku, Allah Ta'ala adalah sebaik-baik tempat
meminta dan sebaik-baik pemberi. Ia lebih
dekat daripada urat leher kita sendiri. Sesungguhnya, Tuhanmu Maha
Pemurah. Bukankah Allah Ta'ala telah berfirman, "Bacalah dengan nama
Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia)
dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya." (Q.s. al-'Alaq [96]: 1-5).

Seusai shalat dua raka'at dan memanjatkan doa, anakku, segera bapakmu ini
mencari kabar tentang dirimu. Kutelepon ibumu dengan harap-harap cemas. Nyaris
tak percaya, anakku, Allah Ta'ala benar-benar memberi keajaiban. Seorang
sahabat bapak, Mohammad Rozi namanya, yang
istrinya menunggui ibumu bersalin, mengabarkan bahwa engkau telah lahir
dengan mudah dan lancar. Kelahiranmu, rasanya, anugerah yang tak ternilai
harganya. Banyak pelajaran yang bapak renungkan dari peristiwa itu dan ingin kubagi denganmu beserta saudara-saudaramu.
Rasanya, setiap kelahiran dari kalian adalah pelajaran berharga tentang
kekuasaan, kasih sayang dan kemahapemurahan Allah. Sesungguhnya, Allah adalah
sebaik-baik pemberi pertolongan. Sesungguhnya Ia adalah sebaik-baik tempat
meminta. Sesungguhnya Ia adalah sebaik-baik penjaga.

Teringat aku pada sebuah
ungkapan, "Sometimes accident is not accident at all." Kadangkala
kecelakaan itu sama sekali bukan kecelakaan. Kesulitan itu sama sekali bukan
kesulitan. Kata Umar bin Khaththab r.a., "Aku tidak peduli atas keadaan
susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah di antara keduanya itu yang
lebih baik bagiku."

Keajaiban yang mengiringi
kelahiranmu, mengingatkan bapak agar meyakini janji Allah tanpa ragu. Telah
berfirman Allah Ta'ala dalam al-Qur`an, "Hai orang-orang yang
beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, pasti Dia akan menolongmu dan
meneguhkan kedudukanmu." (Q.s. Muhammad [47]: 7).

Apakah Allah butuh
pertolongan? Tidak. Sama sekali tidak, Nak. Maha Suci Allah
dari membutuhkan pertolongan. Tetapi seruan Allah Ta'ala ini bermakna
agar engkau mengingati tugas yang dipikulkan oleh Allah 'Azza wa Jalla kepada
kita semua. Sesungguhnya tidaklah jin dan
manusia diciptakan kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah. Tugas
kita sebagai khalifatullah di muka bumi ini, anakku, juga di atas
pijakan pengabdian kepada-Nya. Kernanya, makmurkanlah bumi ini sehingga engkau
menjadi hadiah Allah bagi ummat dengan
menghidupkan tauhid di dalam dadamu dan langkah-langkahmu. Mudah-mudahan
dengan demikian, kesucian agama ini memancar dari setiap langkah yang engkau
kerjakan.

Aku tulis pesan ini dengan sesungguh hati,
Anakku. Meski jiwa bapakmu masih rapuh dan iman ini masih sangat menyedihkan,
tetapi sembari memohon pertolongan kepada
Allah Yang Menciptakan, izinkan bapakmu
berpesan. Ingatlah, wahai Anakku, jangan pernah engkau lepaskan Allah Ta'ala
dari hatimu. Genggamlah kesucian tauhid dalam
akidahmu sekuat-kuatnya. Cengkeramlah dengan gigi gerahammu sehingga menjiwai
setiap kata dan tindakanmu.

Belajarlah mencintai Tuhanmu menurut cara yang
dikehendaki oleh-Nya. Betapa banyak orang yang melakukan perjalanan menuju
Allah (suluk), tetapi mereka melalui jalan
yang tidak disukai-Nya. Mereka mencipta sendiri jalan yang akan dilewati.
Mereka mengira sedang memuja Allah, padahal sesungguhnya sedang mencari
keasyikan diri untuk menemukan saat-saat
yang "memabokkan" (isyiq). Melalui cara ini, kepenatan jiwa
memang pergi, Anakku. Tetapi bukan itu yang harus engkau lalui. Bukan itu jalan
yang akan membawamu pada ketenangan dan
kedamaian. Ia hanya membuatmu lupa sejenak dengan beban-beban duniamu. Sesudahnya, engkau akan segera kembali dalam
kepenatan yang melelahkan. Kernanya,
ada yang kemudian benar-benar bukan saja lupa pada beban dunianya untuk
sementara, tetapi bahkan sampai lupa tanggung jawab dan lupa pada diri sendiri.

Sesungguhnya, ketenangan dan kedamaian jiwa yang sebenar-benarnya ada bersama dengan kebenaran. Sesungguhnya ketenangan
itu karena engkau menghadapkan wajahmu kepada Allah untuk mencari
ridha-Nya. Engkau kembali dan senantiasa berusaha kembali kepada-Nya, atas
setiap khilaf yang terjadi setiap hari, kerna manusia memang tempat salah dan
lupa. Semoga dengan demikian kita termasuk orang-orang yang diseru oleh Allah 'Azza wa Jalla dengan seruan, "Wahai
Jiwa yang tenang, kembalilah kepada
Tuhanmu dengan ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku."

Artinya, bukan
ketenangan itu yang menjadi tujuan dari zikir-zikir panjangmu, Anakku. Tetapi ketenangan itu muncul sebagai
akibat dari kokohnya keyakinanmu pada Tuhanmu. Sungguh, jangan jadikan agama ini sebagai candu sehingga hatimu jadi
beku. Tetapi berjalanlah di atasnya sesuai dengan tuntunan wahyu. Bukan ra'yu.
Semoga dengan demikian jiwamu akan terang, hatimu akan tenang dan di
akhirat nanti engkau akan meraih kemenangan. Semoga pula kelak engkau akan aku
banggakan di hadapan Tuhanmu.

Aku ingin
pesankan satu lagi, Anakku. Atas apa-apa yang Allah Ta'ala tidak
menjaminkannya bagimu, mintalah kepada-Nya dan berusahalah untuk meraihnya.
Iman dan kemenangan di Hari Akhir, termasuk di antaranya. Atas apa-apa yang
Allah Ta'ala telah jaminkan bagimu
dan bagi seluruh makhluknya, ketahuilah kunci-kuncinya. Rezeki termasuk di
dalamnya.

Gunakanlah
rezeki yang dikaruniakan Allah kepadamu untuk meraih akhirat dan menjaga iman. Jangan mengorbankan akhirat untuk
dunia yang cuma segenggam. Dan apabila engkau mampu, kejarlah akhirat
dan sekaligus membuka pintu-pintu dunia. Gunakanlah dunia untuk "membeli"
akhirat.

Wallahu
a'lam bishawab. Sesungguhnya, tak ada ilmu pada bapakmu ini kecuali
sangat sedikit saja.

 

Diambil dari Buku yang berjudul 'Saat Berharga Untuk
Anak Kita'

Penulis: Mohammad Fauzil Adhim

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Gemuruhkan nama Allah swt di malam tahun baru 2010

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kemana malam tahun baru ???

- Dangdut >>> ( ancol, TMII )

Jadwal zikir malam tahun baru 31-Dec-2009

1. Majelis Rasullah saw pimp. Habib Munzir Al Musawa, Senayan Jakarta,
Pukul. 20.30wib - 24.00wib

2. Majelis Azzikra Pimp. Ust. Arifin Ilham, Masjid At-tin TMII, pukul 21.00
- 24.00


Kutipan Tausyiah Habib Munzir Al Musawa Pada malam tahun baru 2007

Robbi beberapa tahun yang silam, kami melihat bagaimana ketika muslimin yang
membuka jilbabnya (krudung) demi meramaikan malam natal, maka Engkau
datangkan tsunami yang meleburkan ratusan ribu muslimin, demi menghapus
mereka-mereka dari kezholimannya, Robbi jagalah bumi Jakarta, kami telah
memahami bahwa Jakarta sudah berada dibawah permukaan laut, dan dosa
terbesar adalah berada diibu kota negara muslimin terbesar dimuka bumi ini,
Ya Rahman jagalah demi nama-Mu yang Maha Luhur, hujankan atas kami hujan
hidayah, munculkan jiwa-jiwa yang bertaubah, Ya Rahman Ya Rahim Ya dzal
Jalali wal Ikrom Ya dzattholi wal in'am, cukupkan bagi kami hujan yang
membawa musibah, datangkan pada kami hujan hidayah, datangkan bagi kami
banjir rahmah Ya Rahman Ya Rahim Ya dzal Jalali wal Ikrom, Robbi kami
mengadukan saudara-saudara kami keturunan Adam, yang masih menyembah
selain-Mu, Robbi berikan kepada mereka hidayah, sebagaimana sang Nabi
mendoakan para kuffar " Allahummahdi fainnahum laa ya'lamuun" wahai Allah
berilah mereka hidayah, sungguh mereka tidak mengetahui, Robbi jika mereka
tahu yang benar adalah Engkau yang Maha Tunggal, niscaya mereka tidak akan
menyembah Isa bin Maryam, jika mereka tahu bahwa Isa bin Maryam mengingkari
hal ini, mereka tidak akan menyembahnya, Robbi maka berikan atas mereka
hidayah, fa Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya
Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya
Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya
Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya
Rahman Ya Rahim Ya dzal Jalali wal Ikrom

" disaat gemuruhnya terompet yang membesarkan keagungan yang merupakan
penghinaan kepada Allah, kita mengagungkan nama Allah SWT, sungguh bukan
maksud kita membuat perayaan dimalam satu januari, tetapi maksud kita
mengimbangi ma'siat saudara-saudari kita, bahwa yang lebih berhak diagungkan
adalah Allah SWT, kelak diyaumilqiyamah Allah SWT, akan mengundang
mereka-mereka yang menghina hal-hal yang dimuliakan oleh Allah SWT, sehingga
diangkatlah wajah-wajah mereka dihadapan padang mahsyar, lantas malaikat
berkata "haaula alwujuh alladziina yuazzhimuuna mastathohurullah" inilah
wajah orang-orang yang mengagungkan apa-apa yang dihinakan oleh Allah, maka
berjatuhanlah kulit wajah mereka dari malunya dipadang mahsyar, kita berdoa
agar saudara-saudara kita mendapatkan hidayah dari Allah SWT Ya Allah Ya
Rahman Ya Rahim Ya dzal Jalali wal Ikrom."


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Wednesday, December 30, 2009

[daarut-tauhiid] Afni Octavia is out of the office.

Link ke posting ini
Reaksi: 
I will be out of the office starting 12/28/2009 and will not return until
01/04/2010.

I will respond to your message when I return.
For Husky Project Please call Djaelani Ext.897 and Julia Ext.674

thanks
Afni




This email and any attached files ("Message") may contain confidential and/or privileged information. It is intended solely for the addressee(s). If you receive this Message in error, inform the sender by reply email, delete the Message and destroy any printed copy.
Any unauthorized use, distribution, or copying of this Message or any part thereof is prohibited. Emails are susceptible to alteration. Neither Technip nor any of its affiliates shall be liable for the Message if altered or falsified nor shall they be liable for any damage caused by any virus that might be transmitted with this Message.

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Undangan MABIT MQSBI-30 "ORANG2 ASING DIAKHIR ZAMAN"

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kini tidak terasa tahun 2009 akan segera berlalu
dan kita akan segera memasuki tahun 2010 M, akankah kita termasuk golongan
orang-orang asing diakhir zaman seperti yang dibanggakan Rasulullah Muhammad
SAW ataukah kita akan meninggalkan ajaran Islam dan menjadi golongan orang
banyak yang merugi di akhir zaman?

Dalam rangka menyambut akhir/awal tahun miladiyah 2010,
Daarut Tauhiid Jakarta bersama Manajemen Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesai
(MMBI) mengundang dalam acara special yaitu :

Malam Muhasabah Menuju
Qolbun Salim-30 (MQS-30),
Edisi Spesial
Akhir/Awal Tahun Miladiyah

"ORANG-ORANG ASING DIAKHIR ZAMAN"

Waktu :
Kamis, 31 Desember 2009 /15 Muharram 1431 H
Pukul 18:00 sd 06:00 (bermalam/mabit)
Bertempat di Masjid Baitul Ihsan (BI) Bank
Indonesia

Nara Sumber :
- Ust. Mukhlis Abdi
- Ust. Doddy Al Jambari

Imam Qiyamullail & Muhasabah
Syaikh Ali Saleh
Muhammad Ali Jaber

Kuliah Subuh
Imam Masjid BI

Agenda
:
Kajian
Tematis & Dialog interaktif - Qiyamullail -Muhasabah

Acara ini terbuka untuk umum, pria/wanita,
ihwan/akhwat dan tidak dikenakan biaya..
Untuk informasi lebih lanjut dipersilahkan
menghubungi :
DT Jakarta : 021- 7235255
MQS Hotline (Kasmudi) : 021- 70145049

Ladang beramal untuk bisa ikut menginformasikan
acara kegiatan ini dan semoga Alloh SWT membalas dgn lebih baik.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
(Tim Publikasi MQSBI-30)

~MQS~
Menebar Rahmat dan Manfaat, Saling Berbagi dan Membantu
http://www.majelisqolbunsalim.blogspot.com (please visit us)
email & YM : qolbun.salim@yahoo.com (please contact us)


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Self Therapy

Link ke posting ini
Reaksi: 
Self Therapy

By: agussyafii

Dalam tulisan-tulisan saya yang lalu termasuk salahsatunya yang berjudul 'Cinta Yang Terbenam' merupakan kisah yang saya alami, betapa kompleksnya kehidupan berkeluarga. Harapan saya dari kisah itu bagi pembaca yang merasakan penderitaan yang sama ataupun mirip-mirip,  dapat melakukan 'self therapy' atau dapat menterapi dirinya sendiri. Hidup ini kita tidak sendiri dan banyak orang lain yang lebih menderita dari pada kita. Kita bisa menggali potensi yang terpendam yang kita miliki, mengembangkan dan beraktualisasi diri.

Bagi kita yang memiliki kepribadian yang kuat, wawasan yang cukup, peristiwa yang menyakitkan bukanlah akhir dari segalanya. Peristiwa yang menyakitkan adalah cobaan juga sekaligus riyadhoh atau latihan dalam kehidupan ini agar kita makin dekat kepada Sang Khaliq. Dalam banyak kasus yang saya temui membuktikan hanya orang-orang yang dapat mengubah cobaan menjadi kekuatan yang dahsyatlah yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya, bukan hanya mampu mengatasi masalah yang sedang dihadapi namun juga bermanfaat bagi anak, keluarga bahkan bermanfaat bagi orang-orang disekelilingnya.

Itulah sebabnya sebuah realitas setiap orang akan mengalami cobaan hidup, cobaan hidup entah seberapa beratnya cobaan hidup yang dialami seseorang akan membuat guncangan pada jiwa kita. Guncangan itu bergantung seberapa ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. Semakin kuat pondasi ketaqwaan kita kepada Alloh SWT maka semakin kuat kita mampu menghadapinya.

Pengalaman atau cobaan tidaklah harus kita mengalami sendiri namun dapat kita peroleh dengan melalui membaca, mendengar atau melihat sebuah peristiwa. Semoga dengan kita semakin banyak bersyukur maka Alloh SWT tidak memberikan kita cobaan yang berat pada diri kita ataupun keluarga kita. Bagi kita yang sedang mengalami cobaan, yakinlah dibalik semua peristiwa ada hikmah yang tersembunyi yang belum kita ketahui. Janganlah membenci orang yang telah menyakiti kita karena mereka yang telah menyakiti kita hanyalah sebuah sarana untuk menguji ketaqwaan dan kesabaran kita. Hanya bagi orang yang bersabar dan bersyukur maka Alloh SWT melimpahkan banyak anugerah pada hidup kita.

Wassalam,
agussyafii

Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye 'Satu Cinta Untuk Amalia (SCUA)' Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Jadwal kedatangan Habib Umar bin Hafidh (Hadramaut Yaman ) dan zikir&do'a untuk Bangsa

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Bersama ini saya sampaikan Jadwal Kunjungan Habib Umar bin Hafidh tahun
ini,di Indonesia , sbb (saya ambil dari Rabithah.net) :

31 Desember 2009 - 10 Januari 2010

Kamis, 31 Desember 2009
Malam - Tabligh Akbar di Senayan bersama Majelis Rasulullah saw pimp. Habib
Munzir Al Musawa

Jumat, 1 Januari 2010
Khutbah Jumat di Masjid Al Hawi - Condet
Ashar - kunjungan ke kediaman Habib Zen Umar Smith - Pejaten
Maghrib - kunjungan ke kediaman Alm. Habib Umar Mulachela - Kemang

Sabtu, 2 Januari 2010
Kunjungan ke rumah Alm. Habib Muhamad bin Husin al Hamid - Pejaten
Ashar - Berziarah ke Luar Batang
Maghrib - Menghadiri Acara Rauhah di Cidodol

Minggu, 3 Januari 2010
Pagi - Menghadiri Haul Syekh Abubakar bin Salim di Cidodol
Sore - kunjungan ke tempat Habib Jindan di Al Fakhriyah

Senin, 4 Januari 2010
Pagi - Berkunjung ke tempat Habib Husin bin Ali Alatas - Jl Buluh
Dzuhur - Berkunjung ke tempat Habib Ali Alhadad (Sewoon) - Condet
Sore - Berkunjung ke Gedung Rabithah Alawiyah (Jl. TB Simatupang)
Maghrib - Kunjungan ke tempat Habib Mundzir al Musawa

(tambahan) ba'da Isya - Dzikir Akbar di Monas. bersama Majelis Rasulullah
saw pimp. Habib Munzir Al Musawa

Selasa, 5 Januari 2010
Pagi - Menghadiri Ijtima Ulama di Jakarta
Menghadiri Multaqo Ulama di Wisma DPR - Puncak/Bogor

Rabu, 6 Januari 2010
Menghadiri Acara Multaqo Ulama di Wisma DPR

Kamis, 7 Januari 2010
Pagi - Penutupan Mulataqo Ulama di Puncak
Ashar - Berziarah ke Empang Bogor
Isya - Kunjungan ke tempat Habib Abdurrahman bin Syekh Alattas

Jumat dan Sabtu, 8 dan 9 Januari 2010
Acara di Surabaya

Minggu, 10 Januari 2010
Menghadiri Majelis Taklim Alhabib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsy di Kwitang

*) Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Demi Ridha Allah dan Senyum Rasulullah

Wassalam
Saiful ilmi

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tuesday, December 29, 2009

[daarut-tauhiid] renungan - Tragedi Kiyai Liberal, Akhir Hayatnya Memilukan

Link ke posting ini
Reaksi: 
salam,

sebuah kisah (entah fiktif atau nyata, atau sekadar berdasar kisah nyata)
yang bagi saya sangat menyentuh.
naudzubillaahi min dzalik!
semoga berkenan dan bermanfaat ...

"jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
batu dan manusia!" (ayat)

Satriyo

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


Tragedi Kiyai Liberal, Akhir Hayatnya Memilukan

"Apa!? kamu hamil?!" Pak tua itu terbelalak mendengar pengakuan putri
bungsu yang dicintainya. Dia langsung berdiri dan memburu ke arah sang
putri, mengangkat tangannya tinggi-tinggi, siap mendaratkan tamparannya,
tapi...

"Jangan Paa... sabaar..!" istrinya menjerit sambil berusaha menghalangi
dengan memeluk erat tubuh gadis kesayangannya. Sang bapak pun mengurungkan
niatnya, tapi nampak jelas kemarahan dan kekecewaan luar biasa menguasai
dirinya. Tubuhnya bergetar, matanya merah melotot, menatap tajam ke arah
putrinya.

"Siapa!? Siapa yang berbuat kurang ajar begini, hah??" bentaknya tiba-tiba.

Sang putri hanya terdiam, terisak dan menyembunyikan wajahnya dalam pelukan
sang ibu.

"Ya Allahhh… kenapa ini terjadi pada keluargakuu..?? Aku yang ditokohkan
orang sebagai cendekiawan muslim terkemuka di negeri ini, hanya membesarkan
seorang pelacur!!!" Orang tua itu mengeluh dan mengomel seolah ingin
memuntahkan seluruh kekesalan dan kekecewaan dari ubun-ubunnya. Sementara,
sambil terus memeluk anaknya, sang istri berusaha menenangkan suasana.

"Istigfar Paa, siapa sih yang pelacur? Anak kita kan hanya korban…" belum
selesai si istri berbicara, "Korban apa? Wong dia sengaja melakukannya!!!"
Pak tua yang masih kesal itu kini bertambah marah mendengar istrinya
berusaha membela sang anak.

Suasana langsung hening, sang istri hanya menunduk, tidak mampu berkata
apa-apa. Sejenak kemudian lelaki tua itu menarik kursi ke arah istri dan
anaknya yang masih saling berpelukan, dan menghempaskan tubuhnya yang mulai
renta itu.

"Ufhhh…, kenapa kau lakukan ini, Nak?" nada bicaranya nampak mulai menurun.
Lalu dia menunduk sambil menutupi mukanya dengan kedua tangan keriputnya,
seakan tindakan itu bisa menutupi rasa malu yang akan dipikulnya ketika
tersiar kabar di media massa infotaintment, "Putri Cendikiawan Muslim
Terkemuka, Hamil di Luar Nikah dengan Pemuda Kristen."

"Pokoknya, kamu harus dicambuk seratus kali!" tiba-tiba dia berucap tegas.
Istrinya yang sedari tadi diam, serta-merta menoleh ke arahnya sambil
mengernyitkan dahi.

"Apa, Pa? Dicambuk? Bukannya papa pernah bilang cambuk itu hukuman primitif
yang tidak pantas untuk diberlakukan lagi? Papa juga sering menulis di buku
dan berbagai media bahwa hudud itu sudah tidak relevan dan ketinggalan
zaman?!" sang istri memberanikan diri untuk angkat bicara.

Mendengar itu, sang cendekiawan pun semakin terhenyak ke kursinya, dia pun
terdiam tak tahu harus bagaimana.

*****

Semenjak kejadian itu, kini lelaki tua tujuh puluh tahunan itu terkulai
lemah di atas pembaringan sebuah ruangan gawat darurat sebuah rumah sakit
ibu kota. Dia mengalami depresi yang cukup berat. Dalam dirinya terjadi
pertentangan batin yang hebat. Dia sadar bahwa selama ini dia terdepan
meneriakkan keabsahan nikah beda agama, meneriakkan slogan anti penerapan
syariat Islam, menentang jilbab dan menyatakan jilbab bukan ajaran Islam
tapi tradisi Arab. "Itu budaya orang Arab, bukan budaya Islam!" tegasnya
setiap saat ketika memberikan mata kuliah di depan mahasiswanya.

Tapi, kini nuraninya berontak ketika menyaksikan kedua putri-putrinya
menyingkap aurat, berpakaian minim dan sudah tidak seakidah lagi dengannya.
Dia ingin menyuruh mereka istiqamah dalam syariat Islam, hidup dalam rumah
tangga islami, dan menutup aurat seperti yang diperintahkan Al Quran, tapi
apa daya nasi sudah menjadi bubur. Kedua putrinya justru jadi orang yang
gigih mengamalkan ideologi sekuler liberalnya.

Dengan busana gaul ala artis MTV, kini putrinya terjerumus kepada perbuatan
zina dengan pemuda non muslim. Nuraninya menuntut untuk menjatuhkan hukuman
sesuai dengan syariat Islam. Karena dia sangat mengerti bahwa hukuman di
dunia akan membebaskan sang putri dari hukuman yang lebih dahsyat di akhirat
nanti.

"Nak, walau bagaimana, kamu adalah seorang muslimah, jika terlanjur
melakukan zina, kamu harus bertobat dan dihukum dengan hukuman yang telah
ditetapkan oleh Islam." Entah untuk ke berapa kalinya dia mengatakan itu
pada sang putri. Karena tuntutan nuraninya, dia selalu mencoba meyakinkan
putrinya agar mau menjalani hukuman cambuk dan pengasingan.

Hingga suatu ketika, saat saat sang putri membesuknya, dia mencoba membujuk
putrinya. Tak disangka-sangka sang putri langsung berkata, "Ya sudah, kalau
memang dalam Islam seperti itu, aku mau masuk Kristen aja!"

"Apaaa?!" bak disambar petir, pak tua itu langsung terlonjak berdiri.
Matanya melotot seolah mau copot. "Kamu sudah gila, ya? Kalo kamu masuk
Kristen, kamu berarti Murtad!! Kamu kafir dan..." Ia tak sanggup lagi
meneruskan kata-katanya, karena amarahnya sudah membumbung tinggi. Dengan
suara menggelegar dia hardik sang putri yang langsung terdiam, menggigil
ketakutan.

"Apa nggak salah denger nih, Pa?" tiba-tiba putri sulungnya yang kebetulan
sedang berkunjung, angkat bicara membela adiknya. "Papa ngomong apa sih,
murtad.. kafir… Hak Diana dong Pa, untuk masuk Kristen, karena dia sudah
merasa tidak cocok dengan Islam. Agama kan, wilayah privat yang tidak bisa
dicampuri orang lain. Pindah agama ke Kristen adalah wilayah privat Diana.
Papa tidak bisa, dong... ikut campur!"

"Jangan asal ngomong kamu, Len!!" pak tua itu langsung membentaknya.

"Dengar Lena, sebenarnya papa tidak pernah merestui kamu menikah dengan
orang Kafir itu. Haram hukumnya muslimah menikah dengan orang kafir!!"

"Sekarang papa berani bilang begitu, lalu kenapa papa selama ini sibuk
menulis di buku dan berbagai media bahwa semua agama itu sama kebenarannya?
Untuk apa papa berkoar-koar semua pemeluk agama akan masuk surga? Itu semua
bohong? Iya, Pa? Papa selama ini hanya menipu orang banyak dengan semua
tulisan dan ucapan Papa itu?" Lena memberondong sang ayah yang sudah tua dan
sedang sakit itu dengan berbagai pertanyaan yang sangat menyudutkan.

"Diaamm..!!!" dia semakin kalap mendengar ocehan sang putri sulung.

"Kenapa Lena harus diam? Lena kan hanya mengulang ucapan-ucapan yang Papa
ajarkan!" Si sulung tidak mau kalah, balas membentak. "Asal Papa tahu,
sekarang aku sudah ikut agama Mas Yudha, aku sudah masuk agama Budha!"

"Apaa?! ... beraninya kamu murtad Lena.. kamu sudah kafir, akan masuk
neraka… darahmu sekarang halal ditumpahkan… akan aku bun... aaaakhhh!"

"Pa..pa..istigfar pa…, istigfaaar!!!" Sang istri berusaha menenangkan
suaminya yang berteriak-teriak mengigau. Lelaki itu terus meronta-ronta
sambil berteriak tak karuan. "Susteer… tolong susteer.." Sang istri pun
menjerit histeris. Tak lama kemudian berdatanganlah beberapa perawat
laki-laki, memegangi tangan dan kakinya sampai dia tenang kembali.

"Ahh.. hhh..hhh" lelaki itu nampak terengah, nafasnya memburu..

"Tenang Pak, istigfar.." salah seorang perawat terus berusaha
menenangkannya.

Lelaki tua itu pun berangsur tenang, perlahan dia membuka kedua bola
matanya, memandang sekelilingnya. Nampak olehnya sang istri yang masih
menyisakan cemas di wajahnya. Kedua biji matanya menyapu sekeliling ruangan
itu, namun tak didapatinya kedua orang putrinya.

"Ma.. apa.. d..Di..ana jj..jadi masuk kk..Kristen?" mulutnya bergetar,
dengan suara yang amat lemah dia berusaha bertanya ke istrinya. Setelah
terdiam beberapa saat, bingung harus menjawab apa, sang istri pun
memberanikan diri untuk mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

..Kepalanya terkulai lemas, tatapannya kosong, perlahan dia pun kembali
memejamkan mata… tiba-tiba.. dia teringat sebuah hadits Nabi yang dulu
sangat dihafalnya sejak kecil...

"Fhhhhh…" lelaki itu menghembuskan nafas kuat-kuat, seolah ingin melepaskan
semua beban di dadanya. Kepalanya terkulai lemas, tatapannya kosong,
perlahan dia pun kembali memejamkan mata… tiba-tiba.. dia teringat sebuah
hadits Nabi yang dulu sangat dihafalnya sejak kecil... "Apabila anak Adam
meninggal dunia, terputus seluruh amalannya kecuali tiga perkara… Ilmu yang
bermanfaat, shadaqah jariah, dan anak shaleh yang akan mendoakan.." Dia
langsung membelalakkan matanya, "Anak yang shalehhh…" mulutnya berdesis.
"Aku tidak punya anak yang shaleeeh… kedua putri ku telah murtaaad!!..
aahhh, siapa nanti yang akan mendoakanku?? Hik..hik..hik.." dia pun terisak,
tubuhnya berguncang hebat menahan isakan tangis penyesalannya.

***

Sang cendekiawan tertunduk menatap tajam ke arah gundukan tanah yang masih
merah tempat istrinya dibaringkan untuk selama-lamanya. Tanpa disangka,
istrinya yang segar-bugar, mendahuluinya menemui sang Khaliq. Sementara sang
cendekiawan tua yang belum bisa mengatasi depresi berat itu masih bertahan
hidup, meski sakit-sakitan. Kini, tinggallah Kyai Liberal ini dengan dua
orang putrinya.

Tiba-tiba dia tersentak, teringat kedua putrinya kini beda agama dengannya,
berarti hanya dia sendiri yang muslim.

Ketika hendak beranjak berdiri. Tanpa sengaja bola matanya terpaku pada
sebuah nisan berlambang salib, tak jauh dari makam istrinya. "Ya Allah, bila
aku mati nanti, akankah namaku terpampang di batu nisan seperti di makam
salib itu?" [azz@hra/voa-islam.com]
http://www.voa-islam.com/news/hikmah/2009/12/27/2231/tragedi-kiyai-liberalakhir-hayatnya-memilukan/


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] SUNNAH NABAWIYAH, Dalam Pandangan Ahli Fiqih dan Ahli Hadits (2)

Link ke posting ini
Reaksi: 
SUNNAH NABAWIYAH, Dalam Pandangan Ahli Fiqih dan Ahli Hadits (2)

Oleh: Dr. Muhammad al-Ghazali

http://www.khatulistiwapress.com/sunnah_nabi.htm

Di antara hadits-hadits Nabi saw., ada yang bersifat mutawatir (yang tidak
mungkin didustakan lagi –Penj.), sehingga hukumnya disamakan dengan
ayat-ayat Al-Qur'an. Juga ada hadits yang dikategorikan shahih dan masyhur
(dikenal baik oleh umum), yang menafsirkan atau memberi pengertian khusus
terhadap hal-hal yang bersifat umum dalam Al-Qur'an. Banyak juga yang
bermuatan hukum-hukum furu'iyah (cabang) yang menjadi sandaran utama
mazhab-mazhab fikih, setelah mereka sepakat bahwa Sunnah Nabi adalah sumber
kedua bagi hukum-hukum Islam.

Adakalanya sebuah hadits dinyatakan shahih sanad-nya, namun dari segi matan
dinilai lemah, setelah para fuqaha yang menelitinya menemukan cacat di dalam
hadits tersebut.

Oleh karena itu, untuk menemukan 'illat dan keganjilan dalam redaksi hadits
bukan merupakan monopoli ahli hadits saja. Ulama di bidang tafsir, ushul
fikih, ilmu kalam, dan fikih, semuanya juga bertanggung jawab, bahkan boleh
jadi tanggung jawab mereka lebih besar dari yang lain.

Kita lihat misalnya, Ibnu Hajar al-'Ashqalani, pengarang kitab Fath al-Bari
Syarh Shahĩh al-Bukhari. Karena hebatnya kitab hadits ini, sampai-para para
ulama mengatakan: "Tidak ada hijrah setelah ada Fathul Bari."

Namun demikian, meski ia ulama terkemuka dalam disiplin ilmu hadits, Ibnu
Hajar telah menguatkan "hadits al-Gharaniq" dan memberinya lampu hijau
sehingga hadits itu bergulir diantara manusia dan merusak agama dan dunia
mereka. Padahal, hadits tersebut adalah palsu buatan orang-orang zindiq
(pengingkar agama). Hal itu diketahui dengan pasti oleh 'ulama rasikhun
(ulama yang mendalam ilmunya -Penj).

Syaikh Muhammad bin Abdul-Wahhab juga termasuk yang terkecoh oleh "hadits"
tersebut, dengan memasukkannya dalam Sĩrah Nabi saw. yang ditulisnya.
Padahal ia dikenal sebagai tokoh yang keras dalam usaha memurnikan dan
membela akidah tauhid.

Kemudian datang Salman Rushdie, penulis hina berjiwa budak. Ia menjadikan
hadits palsu itu sebagai landasan bagi novelnya yang berjudul "Ayat-Ayat
Setan" (The Satanic verses).

Berhadapan dengan kenyataan seperti itu, apakah bukan menjadi kewajiban para
ahli ilmu kalam, fikih dan tafsir untuk menyapu bersih kotoran yang membuat
mata umat ini pedih? Tak diragukan lagi, para penjaga kemurnian
hadits-hadits shahih pasti menolak dengan keras hadits yang tak berharga
ini.

Belakangan muncul pernyataan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani yang
cenderung men-shahih-kan hadits, "Daging sapi adalah penyakit". Padahal,
siapapun yang membaca Al-Qur'an pasti tahu bahwa hadits tersebut tidak
berharga sama sekali, betapapun kuat sanad-nya. Sebab, dua kali disebut
dalam Al-Qur'an bahwa Allah Ta'ala menghalalkan daging sapi. Bahkan
menyatakan hal itu sebagai karunia-Nya bagi umat manusia. Jadi, bagaimana
mungkin daging itu merupakan sumber penyakit?

Allah swt. berfirman,
"Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan
ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah
kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya
syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (al-An'aam: 142)

Jadi, di manakah letak penyakit dalam daging-daging yang dihalalkan ini?

Dan dalam ayat yang lain Allah Ta'ala berfirman,

"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar
Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu
nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah
terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya
dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak
meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan
untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur." (al-Hajj: 36)

Yang dimaksud dengan hewan-hewan al-budn dalam ayat di atas adalah unta,
sapi dan kerbau. Lalu, di manakah penyakit yang terkandung padanya?

Kelemahan sebagian orang yang memilih menyibukkan diri dengan hadits saja
adalah minimnya minat dan pengetahuan mereka untuk mendalami Al-Qur'an dan
mempelajari dengan saksama kandungan hukum-hukumnya. Kalau demikian
realitanya, mengapa mereka merasa lebih tahu dari yang lain sedang kemampuan
mereka sendiri terbatas? Mengapa tidak berlapang dada memberi kesempatan dan
kepercayaan kepada para pemikir muslim yang berwawasan luas untuk menemukan
keganjilan ('illah) yang ada dalam hadits, termasuk yang sudah dikenal luas?

Sesungguhnya kerjasama antara ahli fikih dengan ahli hadits dalam mendeteksi
dan menguji peninggalan Nabi saw. ini amat diperlukan. Sebab, redaksi hadits
itu beragam materinya, ada yang berkenaan dengan aqidah, ibadah dan
muamalat. Itu semua termasuk pengetahuan dan pekerjaan yang sama-sama
digeluti oleh para ahli fikir (aql) dan naql (yang bersandar pada
penukilan). Sebuah hadits mungkin berkaitan dengan urusan dakwah, peperangan
dan perdamaian, karena itu mengapa para ahli di berbagai bidang dijauhkan
dari pengujian redaksi (matan) hadits yang dirawikan itu? Apa gunanya sebuah
hadits yang sehat sanad-nya tetapi cacat matan-nya?

Masih terdapat ribuan hadits yang tidak cacat dan tidak ganjil (syadz) yang
tercatat rapi dalam ensiklopedi hadits. Namun bila ada yang perlu diperiksa
dan diuji bersama-sama oleh ahli fikih dan ahli hadits tentu akan lebih baik
dan lebih utama.*

http://www.khatulistiwapress.com/sunnah_nabi.htm


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] SUNNAH NABAWIYAH, Dalam Pandangan Ahli Fiqih dan Ahli Hadits (1)

Link ke posting ini
Reaksi: 
SUNNAH NABAWIYAH, Dalam Pandangan Ahli Fiqih dan Ahli Hadits (1)

Oleh: Dr. Muhammad al-Ghazali

Http://www.khatulistiwapress.com/sunnah_nabi.htm<http://www.khatulistiwapress.com/sunnah_nabi.htm>

Sejak lama umat Islam menjaga dan melindungi semua yang berkenaan dengan
peninggalan Nabi saw. dari segala prasangka negatif. Dan siapa saja yang
berdusta dengan mengatasnamakan atau menyandarkannya kepada beliau,
dikategorikan sebagai pengantar jalan ke neraka yang kekal. Ini karena
merupakan pemalsuan terhadap agama serta dusta keji terhadap Allah dan
Rasul-Nya.

Dari Mughirah bin Syu'bah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Berdusta
dengan menisbatkan kepadaku tidaklah sama dengan berdusta yang dinisbatkan
kepada selain aku. Barangsiapa yang secara sengaja berdusta dengan
menisbatkan kepadaku, maka hendaknya ia bersiap-siap menduduki tempat di
neraka." (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Para ulama ahli hadits telah menetapkan lima persyaratan untuk menerima
hadits-hadits Nabi saw. Tiga syarat berkenaan dengan sanad (mata rantai
perawi) dan dua syarat berkenaan dengan matan (redaksi hadits):

1. Setiap perawi hadits harus dikenal kecerdasan dan ketelitiannya dalam
memahami apa yang didengarnya, dan meriwayatkannya secara tepat sesuai
aslinya.

2. Di samping kecerdasan dan ketelitiannya, seorang perawi harus pula mantap
kepribadiannya dan bertakwa kepada Allah, serta menolak dengan tegas setiap
pemalsuan atau penyimpangan.

3. Kedua syarat diatas harus ada dimiliki oleh setiap perawi (transmitter)
yang ada dalam rangkaian seluruh perawi suatu hadits. Jika kedua syarat
tersebut tidak terdapat pada setiap perawi, atau kurang mantap keberadaannya
pada salah satu perawinya, maka hadits tersebut dianggap tidak mencapai
derajat hadits shahih.

Kemudian, setelah meneliti alur sanadnya, apakah bisa diterima ataukah
tidak, memenuhi syarat ataukah tidak, harus pula meneliti sejauhmana
kesahihan redaksi haditsnya.

4. Matan (isi, redaksi) hadits tersebut tidak bersifat syadz (yakni tidak
nyeleneh, atau tidak bertentangan dengan riwayat yang lebih akurat).

5. Hadits tersebut harus bersih dari cacat yang nyata kepastiannya.

Persyaratan-persyaratan itu sangat menjamin ketelitian dalam penukilan serta
penerimaan suatu berita tentang Nabi saw. Sepengetahuan saya, sepanjang
sejarah peradaban manusia tak pernah dijumpai contoh ketelitian dan
kehati-hatian yang seperti itu. Yang lebih mengagumkan adalah kemampuan
mereka dalam mempraktekannya. Karena itu sangat banyak ulama yang
mengkhususkan perhatiannya pada memelihara Sunnah Nabi saw. dengan penuh
tanggungjawab dan ketilitian yang tinggi. Cara-cara yang dilakukan dalam
menyaring sanad hadits-pun sangat terpuji dan layak dikagumi. Disamping itu,
ada pula ulama yang memfokuskan penelitiannya pada matan-matan hadits, untuk
kemudian memisahkan mana yang dinilai nyeleneh atau cacat.

Untuk menetapkan suatu hadits itu shahih atau tidak dari segi matan-nya
diperlukan pengetahuan mendalam tentang Al-Qur'an, termasuk berbagai
kesimpulan yang bisa diambil dari ayat-ayatnya, baik secara langsung atau
tidak. Juga pengetahuan tentang berbagai riwayat lain agar dapat melakukan
perbandingan ataupun men-tarjih antara satu riwayat dengan yang lainnya.

Dalam kenyataannya, para fuqaha (ahli fikih) telah menyempurnakan apa yang
dilakukan oleh para muhaddits (ahli hadits). Para faqih ini juga memiliki
perhatian besar dalam menjaga kebenaran dan keotentikan suatu hadits dari
kekeliruan atau keteledoran yang dilakukan pleh para perawi suatu hadits.*

Http://www.khatulistiwapress.com/sunnah_nabi.htm<http://www.khatulistiwapress.com/sunnah_nabi.htm>


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Orang Yang Berhijrah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa


Monday, 28 December 2009


Orang Yang Berhijrah
Senin, 21 Desember 2009

Ãóäøó ÃóÚúÑóÇÈöíøðÇ ÓóÃóáó ÑóÓõæáó Çááøóåö Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó
Úóäú ÇáúåöÌúÑóÉö ÝóÞóÇáó æóíúÍóßó Åöäøó ÔóÃúäóåóÇ ÔóÏöíÏñ Ýóåóáú áóßó ãöäú
ÅöÈöáò ÊõÄóÏøöí ÕóÏóÞóÊóåóÇ ÞóÇáó äóÚóãú ÞóÇáó ÝóÇÚúãóáú ãöäú æóÑóÇÁö
ÇáúÈöÍóÇÑö ÝóÅöäøó Çááøóåó áóäú íóÊöÑóßó ãöäú Úóãóáößó ÔóíúÃð

(ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí)

"Seorang dusun bertanya pada Rasulullah saw mengenai Hijrah, maka beliau saw
bersabda : duh.. engkau ini, itu masalah besar, apakah engkau mempunyai onta
yg kau keluarkan sedekahnya?, ia berkata : Ya, maka Rasul saw bersabda :
Maka beramallah dari belakang lautan, sungguh Allah tak sedikitpun menyia
nyiakan amalmu" (Shahih Bukhari)

Ãóäøó ÃóÚúÑóÇÈöíøðÇ ÓóÃóáó ÑóÓõæúáó Çááåö Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó
Úóäö ÇáúåöÌúÑóÉö ÝóÞóÇáó æóíúÍóßó Åöäøó ÔóÃúäóåóÇ ÔóÏöíúÏñ Ýóåóáú áóßó ãöäú
ÅöÈöáò ÊõÄóÏøöíú ÕóÏóÞóÊóåóÇ ÞóÇáó äóÚóãú ÞÇóáó ÝóÇÚúãóáú ãöäú æóÑóÇÁö
ÇúáÈöÍóÇÑö ÝóÅöäøó Çááåó áóäú íóÊöÑóßó ãöäú Úóãóáößó ÔóíúÆðÇ .

( ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí )

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ÍóãúÏðÇ áöÑóÈøò ÎóÕøóäóÇ ÈöãõÍóãøóÏò æóÃóäúÞóÐóäóÇ ãöäú ÙõáúãóÉö ÇúáÌóåúáö
æóÇáÏøóíóÇÌöÑö ÇáÍóãúÏõáöáøóåö ÇáøóÐöíú åóÏóÇäóÇ ÈöÚóÈúÏöåö ÇúáãõÎúÊóÇÑö
ãóäú ÏóÚóÇäóÇ Åöáóíúåö ÈöÇúáÅöÐúäö æóÞóÏú äóÇÏóÇäóÇ áóÈøóíúßó íóÇ ãóäú
ÏóáøóäóÇ æóÍóÏóÇäóÇ Õóáøóì Çááåõ æóÓóáøóãó æóÈÜóÇÑóßó Úóáóíúåö æóÚóáóì Âáöåö
ÇóáúÍóãúÏõáöáøåö ÇáøóÐöí ÌóãóÚóäóÇ Ýöí åóÐóÇ ÇáúãóÌúãóÚö ÇúáßóÑöíúãö æóÝöí
åóÐóÇ ÇáúÌóãúÚö ÇúáÚóÙöíúãö .

Limpahan Puji ke hadirat Allah Subhanahu wata'ala Maha Raja langit dan bumi
, Yang Maha melimpahkan anugerah kepada hambaNya , Yang senantiasa menunggu
doa dan munajat , rahasia keluhuran doa munajatlah yang membuat Allah
mempertahankan usia alam semesta , rahasia kemuliaan doa dari jiwa seorang
muslim yang membuat alam semesta ini tetap bertahan dengan kehendak Ilahi ,
karena masih ada jiwa yang berdoa dan berzikir dari ummat sayyidina Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam . Hadirin hadirat , diriwayatkan di dalam
Shahih Muslim :

áÇóÊóÞõæúãõ ÇáÓøóÇÚóÉõ Úóáóì ÑóÌõáò íóÞõæúáõ " Çááå Çááå "

" tiada akan datang hari kiamat menimpa seseorang yang menyebut " ALLAH ,
ALLAH " Maka kiamat tidak akan datang selama masih ada di muka bumi yang
menyebut nama Allah , memanggil nama Allah , berzikir kepada Allah . Doa dan
zikir mereka itu menahan kehancuran alam semesta beserta isinya ,
demikianlah lemahnya bibir bergetar menyebut nama Allah , demikian
tersembunyinya dan tidak berartinya jiwa-jiwa yang mengingat Allah , itu
secara zhahirnya . Namun secara bathin justru lidah , bibir dan jiwa seperti
itulah yang menahan kehancuran alam semesta , karena telah disabdakan oleh
sang Nabi :

áÇó ÊóÞõæúãõ ÇáÓøóÇÚóÉõ ÍóÊøóì Ãóäú áÇó íõÞóÇáó Ýöí ÇúáÃóÑúÖö " Çááå Çááå "
, æóáÇó ÊóÞõæúãõ ÇáÓøóÇÚóÉõ Úóáóì ÑóÌõáò íóÞõæúáõ " Çááå Çááå

" Tiada akan datang hari kiamat selama masih ada di muka bumi yang memanggil
nama ALLAH, ALLAH dan kiamat tidak akan datang menimpa orang yang menyebut
nama ALLAH , ALLAH . ( Shahih Muslim )

Kiamat tidak akan terjadi , bahkan terhindar sejauh-jauhnya dengan
kewibawaan rahasia nama Allah Yang Maha Luhur , Yang Maha Abadi Yang Maha
Kuat dan menguasai seluruh kekuatan alam semesta , Yang menebar pengasuhan
sempurna terhadap seluruh alam dan semua planet yang ada . Hadirin hadirat ,
kalau para Ilmuwan saat ini menemukan bahwa jarak awal langit yang bisa
diketahui itu , yang terjauh adalah sembilan juta tahun cahaya , itu yang
bisa diketahui oleh manusia . Sembilan juta kecepatan cahaya , satu
kecepatan cahaya itu sama dengan 300.000 km/detik . Maka satu kecepatan
cahaya itu = 300.000 km/detik dan dikalikan 60 supaya menjadi satu menit ,
dikalikan 60 supaya menjadi satu jam, dikalikan 24 supaya menjadi satu hari
dan dikalikan 9 juta tahun cahaya , maka bagaimana jauh dan luasnya kerajaan
alam dicipta oleh Yang Maha memiliki keluasan .

Dan dijanjikan akan datangnya kehancuran , dimana seluruh planet di alam
semesta ini akan saling hantam satu sama lain , tetapi hal itu ini akan
tertunda dan tertahan selama ada jiwa yang memanggil namaNya , alangkah
tidak berartinya alam beserta isinya di bandingkan dengan satu sebutan nama
Allah . Hadirin hadirat , Allah subahanahu wata'ala berfirman :

æóÅöÐóÇ ÓóÃóáóßó ÚöÈóÇÏöí Úóäøöí ÝóÅöäøöí ÞóÑöíúÈñ ÃõÌöíúÈõ ÏóÚúæóÉó
ÇáÏøóÇÚö ÅöÐóÇ ÏóÚóÇäö

( ÇáÈÞÑÉ : 186 )

" Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang Aku ,
maka sesungguhnya Aku dekat , Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila dia berdoa kepadaKu . ( QS. Al Baqarah : 186 )

Allah Maha dekat , lebih dekat dari semua yang dekat kepada hamba , bukan
dekat dengan sentuhan , dan tidak terbatas dengan waktu , jarak , dan tempat
, dekatnya Allah lebih dekat dari semua yang ada di hati kita . Kalau di
hati kita melintas ada mobil yang berwarna merah ( misalnya ), hal itu
berarti lebih dekat dari mobilnya , meskipun mobil itu tidak ada bersama
kita tapi ada di dalam hati kita .

Kalau saya melihat tiang di hadapan saya itu dekat bagi saya , tetapi jauh
jika dibanding dengan mereka yang lebih dekat duduknya dengan tiang itu ,
tapi kalau saya ingat dengan tiang itu dan tiang itu ada di dalam hati saya
, maka tiang itu lebih dekat dari semua yang bersama saya . Orang-orang yang
mencintai sesuatu atau mencintai makhluk , maka semua yang dicintainya itu
berada di hatinya , lebih dekat kepada dirinya dari berupa sentuhan ,
padahal tidak ada percakapan, tidak ada gerakan atau yang lainnya tetapi ada
di hati maka hal itu lebih dekat dibanding dengan yang bersama kita .

Dan dari semua yang dekat di hati itu , maka Allah lebih dekat kepadanya
dari semua yang diingat di dalam hati kita , dan ketika kita sampai menembus
gerbang luhur itu maka muncullah cahaya yang akan menerangi kita dan
menerangi semua yang ada di hati kita , berpijarlah cahaya sifat yang indah
dan padamlah sifat-sifat yang hina , itulah cahaya Rabbul 'Alamin . Allah
selalu menjawab seruan doa-doa hambaNya , inilah janji dari Allah subhanahu
wata'ala bahwa orang yang berdoa kepada Allah akan di jawab , dijawab dengan
anugerah yang di minta , dilebihkan lagi dengan tambahan pahala , dilebihkan
lagi dengan tambahan keridhaan Allah dan penghapusan dosa , sebagaimana
firmanNya di dalam hadits qudsy :

íóÇÇÈúäó ÂÏóãó Åöäøóßó ãóÇ ÏóÚóæúÊóäöíú æóÑóÌóæúÊóäöí ÛóÝóÑúÊõ áóßó Úóáóì
ãóÇ ßÇóäó ãöäúßó ÝóáÇó ÃõÈóÇáöí

" Wahai keturunan Adam , jika engkau berdoa dan berharap kepadaKu niscaya
Kuampuni dosa-dosa kalian tanpa Kupertanyakan lagi ".

Inilah cahaya zikir , inilah cahaya doa , inilah harapan kepada Allah , maka
beruntung yang menerimanya dengan seribu keberuntungan yang kekal , dan
merugilah mereka yang menolaknya dengan kerugian yang abadi .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Inilah hari-hari hijrah , inilah hari-hari keluhuran hijrah , cahaya
keluhuran hijrah terus menerangi muslimin muslimat dan menuntun kepada
keluhuran untuk berhijrah dari kegelapan kepada cahaya terang benderang ,
berhijrah dari dosa menuju pengampunan Allah , berhijrah dari segala
kesalahan menuju tobat , dari samudera kerisauan atas dosa menjadi samudera
harapan dan cinta kepada Allah subhanahu wata'ala . Maka dengar dan
fahamilah _bukan ucapan yang saya sampaikan , tapi isi dari ucapan ini dan
renungkanlah bahwa cahaya hijrah setiap detik menanti di setiap waktu , usia
semakin pendek dan kematian sudah semakin dekat dan malaikat Izrail sudah
semakin dekat yang akan memisahkan ruh dengan jasad , dan setelah itu apa
yang ada ? jawabannya hanya satu yaitu " Ya Allah " , sebelum sakaratul maut
adalah kalimat " Laa Ilaaha Illallah " kemudian wafat , dan setelah wafat
Allah juga yang akan menemaninya . Maka mau kemana lagi ?!.

Hadirin hadirat , diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa Sayyidatuna
Aisyah radhiyallahu 'anha wa ardhaha berkata : " saat itu aku masih sangat
kecil , setiap hari Rasulullah datang ke rumah kami setiap pagi atau sore ,
begitu terus setiap harinya , maka ketika turun perintah shalat , tiga tahun
sebelum hijrah , ketika itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam masih di
Makkah , dan ketika sayyidina Abu Bakr As Shiddiq melakukan shalat dan
dilarang oleh kuffar Qurays . Karena melakukan shalat ini adalah hal yang
wajib , maka Abu Bakr meninggalkan Makkah agar jangan sampai ia
meninggalakan shalatnya .

Mana yang lebih lebih beliau cintai shalat atau kampung halamannya dan harta
nya ?! . Maka mereka tinggalkan kampungnya , keluarganya , hartanya demi
untuk sujud dan mendekat kepada Allah , mereka keluar ke Habsyah diantaranya
ada Abu Bakr As Shiddiq . Mereka tidak mempunyai harta dan keadaan disana
tidak seperti sekarang , kalau zaman sekarang orang mau keluar dari Jakarta
melewati pintu yang mana saja bisa , bisa lewat Tangerang , Depok , Bekasi ,
Bogor , lewat dari mana saja bisa , tetapi zaman dahulu jika itu gerbang
masuknya maka itu juga tempat keluarnya , tidak boleh ada orang yang keluar
masuk sembarangan .

Orang yang berhijrah karena mengikuti Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam tidak boleh membawa harta , pergi dengan apa yang ada di badannya ,
dengan bekal secukupnya yang kira-kira dia akan mati kehausan dan kelaparan
di dalam perjalanan . Maka Abu Bakr As Shiddiq keluar dari Makkah terpaksa ,
karena ia lebih mencintai shalat daripada harta dan nyawanya , maka ia
keluar meninggalkan kekasihnya sang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam , namun di tengah jalan berjumpa dengan Ibn Dufnah , demikian
riwayat Shahih Al Bukhari , kemudian ia berkata : " Wahai Aba Bakr engkau
mau kemana? , Abu Bakr menjawab : " Aku mau hijrah " , lantas dia bertanya
lagi : " hijrah kemana dan untuk apa ? " , Abu Bakr menjawab : " Hijrah ke
Habsyah ( di Afrika ), untuk beribadah mengikuti ajaran Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam , tapi di Makkah tidak boleh beribadah ",
lantas dia berkata : " Kenapa tidak kau teruskan beribadah , kau takut mati
dengan membela ibadahmu ? " , maka Abu Bakr As Shiddiq berkata : " kalau
kami beribadah di Makkah , yang akan disiksa adalah Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan shalat adalah hal yang wajib
dilakukan oleh kami maka tidak boleh kami tinggalkan , tapi jika kami
melakukan maka Nabi Muhammad akan di bantai maka lebih baik kami keluar
untuk menyelamatkan Rasul " .

Mereka tinggalkan semua keluarga , kerabat dan hartanya , demi cinta mereka
kepada Allah dan RasulNya . Kemudian Ibn Dufnah tidak terima dan berkata "
Wahai Abu Bakr , engkau keluar dari Makkah , padahal kau orang baik ,
dermawan dan kaya raya , menyambung silaturrahmi , maka kembalilah ke Makkah
aku yang akan menjamin . Maka Rasul ikut kembali ke Makkah , kemudian Ibn
Dubnah datang kepada Abu Jahl , Abu Lahab dan semua pembesar Qurays di
datangi . Mereka kuffar Qurays itu sombong , kehormatan dirinya , harga
dirinya lebih tinggi dari segala-galanya bagi mereka . Jadi kalau mereka
mengatakan " A " , lantas ada orang yang menjadikan diri mereka terganggu
maka perkataan itu akan berubah menjadi " Z " , seratus delapan puluh
derajat bisa berubah jika sudah disinggung harga dirinya, karena sombong .

Maka Ibn Dubnah berkata kepada kuffar Qurays : " kalian ini ternyata hanya
banci-banci yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa , tidak sanggup
menghadapi satu orang saja , padahal dia tidak membawa senjata dan tidak
memiliki pasukan , kaya raya dan dermawan serta menyambung silaturrahmi ,
dan tidak pernah berbuat salah apa-apa , yang hanya ingin melakukan ibadah
untuk mengikuti kepercayaannya , tetapi kalian sudah ketakutan hingga
mengusirnya , sungguh kalian pengecut !! , maka kuffar Qurays berkata : "
bukan begitu maksudnya , tetapi kami tidak senang kalau mereka beribadah
disini karena yang lain nanti akan ikut kepada ajarannya ", maka Ibn Dubnah
berkata : " Aku yang jamin hal itu , biarkan dia tetap beribadah di
tempatnya jangan kalian mengusirnya ", akhirnya mereka terdiam .

Maka Abu Bakr As Shiddiq mulai membuat tempat shalat ( mushalla ) kemudian
shalat dan membaca Al Qur'an di tempat itu , dan dia tidak pernah bisa
menahan diri dari tangisnya ketika membaca Al Qur'an , maka mulailah kaum
wanita , pemuda dan anak-anak asyik mendengar , karena Al Qur'an berbahasa
Arab jadi mereka faham bacaannya . Mendengar hal itu , maka Kuffar Qurays
marah dan memanggil Ibn Dubnah dan berkata : " Wahai Ibn Dubnah dulu kau
yang akan menjamin , sekarang anak-anak , pemuda dan kaum wanita mulai
mengikuti Abu Bakr As Shiddiq , maka cepat engkau keluarkan dia dari tempat
ini, atau kami yang akan mengambil keputusan ", maka Ibn Dubnah berkata : "
baiklah nanti saya akan membicarakannya dengan Abu Bakr As Shiddiq " .
Ketika Abu Bakr diberi tau oleh Ibn Dubnah , maka beliau menghadap kepada
Rasulullah dan berkata " Wahai Rasulullah aku akan hijrah " , maka Rasul
menjawab : " tunggu wahai Aba Bakr , barangkali Allah akan menurunkan izin
bagiku untuk hijrah , maka tidak lama kemudian Rasul shallahu 'alihi
wasallam bersabda :

ÑóÃóíúÊõ Ýöí ÇúáãóäóÇãö Ãóäøöí ÃõåóÇÌöÑõ ãöäú ãóßøóÉó Åöáóì ÃóÑúÖò ÈöåóÇ
äóÎúá .

" Aku melihathat di dalam mimpiku , bahwa aku akan hijrah ke tempat yang
hijau yang terdapat banyak pohon kurma ". Maka semua orang tahu bahwa tempat
yang dimaksud adalah kota Yatsrib yaitu Madinah Al Munawwarah . Maka
mulailah para sahabat hijrah .

Hadirin hadirat , perlu diketahui bahwa hijrahnya Rasul itu bukan di bulan
Muharram tetapi pada tanggal 1 Rabi'ul Awwal . Lantas mengapa 1 Muharram
dijadikan awal perhitungan hijriah , karena pada saat 1 Muharram itulah
munculnya izin bagi Rasul untuk hijrah , dan para sahabat mulai hijrah ke
Madinah pada 1 Muharram diantaranya adalah sayyidina Utsman dan sahabat
lainnya mulai hijrah , tetapi Rasulullah masih bertahan di Makkah , beliau
masih sibuk mengatur , meskipun rumah beliau sempit tetapi beliau memiliki
kantor juga , kantor untuk penitipan amanat , jika ada yang akan pergi ke
luar Makkah untuk beberapa lama maka barang-barang berharga akan dititipkan
disana , atau mungkin ada yang mempunyai anak dan membutuhkan orang yang
bisa menyusuinya maka meminta bantuan kepada Rasulullah untuk mencarikannya
, inilah shahibul amanah maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam masih
bertahan di Makkah Al Mukarramah menyelesaikan amanahnya terlebih dahulu ,
yaitu barang-barang yang dititipkan kepada beliau shallallahu 'alaihi
wasallam , termasuk juga barang-barang Abu Lahab dan Abu Jahl dan semua
musuh-musuhnya juga menaruh amanah kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam
karena beliau adalah orang yang paling amanah ,

dan ketika telah selesai semua amanahnya , barang-barang dikembalikan kepada
pemiliknya , maka Rasul mulai melakukan hijrah , malam itu malam 1 Rabi'ul
Awwal beliau keluar sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari , Sirah Ibn Hisyam
dan lainnya , dan menginap di goa Tsaur selama tiga malam dan pada hari
ketiga melanjutkan perjalanan dan dikejar oleh Suraqah , sebelum ia masuk
Islam , Suraqah mempunyai ketajaman di dalam memahami jejak , jadi kalau ada
sepuluh langkah maka Suraqah ini bisa membedakan , biasanya kita bertanya
yang mau kita cari ciri-cirinya bagaimana , tinggi badannya , umurnya dan
lainnya . Tapi Suraqah bisa mengetahui langkah kudanya atau keledainya ,
bukan langkah orangnya karena orang-orang zaman dahulu tidak jalan kaki .

Di setiap harinya ratusan orang keluar Makkah , maka Suraqah berkata : "
tidak perlu orang lain , aku sendiri yang akan mengejar Muhammad " yang lain
tidak usah ikut mengejar , kalau sudah Suraqah yang mengejarnya maka yang
lain tidak ada gunanya . Maka Suraqah keluar mencari dan kemudian
menemukannya , karena memang pakarnya , kalau dalam bahasa kita adalah
bagian tim penyelidik , pencari jejak . Abu Bakr As Shiddiq orang yang
sangat cinta kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam yang selalu menjaga
Rasul dari bahaya , yang terkadang di depan Rasul , terkadang di samping
beliau , terkadang di belakang beliau . Beliau di belakang Rasul berfikir
kalau ada jurang yang tajam di depan Rasul atau ada pegunungan barangkali
ada orang di atas sana yang ingin memanah , maka Abu Bakr lari ke depan
supaya kalau ada panah maka akan terkena ke beliau bukan terkena Rasul
shallallahu 'alaihi wasallam , dan ketika ia melihat di sebelah kiri banyak
pohon kaktus maka ia lari ke sebelah kiri khawatir ada orang yang menyerang
Rasul dari kiri , terus seperti itu yang dilakukan Abu Bakr As Shiddiq
karena risau dan cintanya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
.

Ketika Abu Bakr melihat ke belakang ternyata ada orang yang mengikuti mereka
maka Abu Bakr berkata : " Ya Rasulullah ada orang yang mengejar kita di
belakang " , tapi Rasulullah tetap berjalan dengan tenang sambil membaca Al
Quran Al Karim , Rasul adalah orang yang paling damai dan tenang tidak risau
dengan segala yang terjadi di alam semesta , di hadapannya keagungan Allah
subhanahu wata'ala maka Rasulullah tetap santai saja berpaling pun tidak ,
sedangkan Abu Bakr berkata dengan risau : " Wahai Rasulullah orangnya
semakin mendekat " , tapi Rasulullah tetap diam .

Yang ketiga kalinya Abu Bakr berkata : "Wahai Rasulullah yang datang adalah
orang yang bersenjata , dia pakai perisai , membawa pedang dan tombak ".
Maka Rasulullah hanya melirik sedikit dan berjalan maka Suraqah dan kudanya
di pendam oleh bumi sampai ke lutut kudanya , Suraqah tidak bisa maju lagi ,
maka Rasulullah terus berjalan dan Abu Bakr terus melihat ke belakang ,
terlihat Suraqah mundur maka Suraqah keluar dari pendaman tanah itu , dan
ketika dia maju lagi untuk mengejar Rasulullah ia pun terpendam lagi oleh
tanah , terus saja begitu , ketika ia mundur ia terbebas dari pendaman tanah
dan ketika ia maju maka ia kembali di pendam oleh tanah . Maka ia berkata :
" Wahai Muhammad " , maka Rasululullah pun menoleh sedikit dan Suraqah pun
terlepas dari pendaman tanah itu , kemudian ia kembali mengejar dan ketika
semakin dekat ia di pendam lagi oleh bumi , maka ia berkata : " Wahai
Muhammad " , maka Nabi Muhammad menoleh seakan-sekan memberikan isyarat
kepada bumi untuk melepaskan Suraqah , kemudian berjalan lagi , maka Suraqah
terbebas dari pendaman bumi . Dan yang ketiga hampir tombak Suraqah mengenai
belakang kuda Abu Bakr As Shiddiq , maka Abu Bakr berkata : " Wahai
Rasulullah orang itu sudah dekat dengan kita " , maka Rasulullah berkata : "
Ya Allah pendam dia sampai setengahnya " , maka terpendamlah Suraqah sampai
ke leher kudanya , maka Suraqah tidak bisa bergerak , mundur tidak bisa ,
maju pun tidak bisa , maka ia mengangkat tombaknya dan berkata : "Aku
menyerah , aku menyerah " . Maka Rasul berdoa dan Suraqah keluar dari
tempatnya , kemudian Suraqah berkata : " wahai Muhammad , aku tidak akan
mengejarmu lagi , tapi sebelum aku pergi berikan aku secarik surat bahwa aku
pernah berjumpa denganmu " , maka disimpanlah surat itu oleh Suraqah
kemudian pulang . Maka kuffar Qurays berkata : " Wahai Suraqah sudah kau
temukan Muhammad ? , jika tidak maka kami siap mencarinya " , maka Suraqah
berkata : " kalau aku sudah mencarinya dan tidak ketemu apalagi kalian ,
mereka sudah pergi tidak tau kemana arahnya , entah ke Syam , entah ke
Persia , entah ke Baghdad entah kemana saya tidak tau , jejaknya tidak
ketemu " . Maka Rasulullah terus melanjutkan perjalanannya dan ketika waktu
dhuha , dan terik matahari mulai terasa maka mereka mencari tempat untuk
berteduh , kemudian Abu Bakr As Shiddiq menaruh rida'nya ( sorban ) di buka
dan dibentangkan di tanah dihadapan Rasulullah , karena tanah itu panas
terkena sinar matahari . Maka rida'nya yang tebal dibentangkan supaya
Rasulullah duduk tidak terkena tanah yang panas itu , maka Rasulullah
beristirahat .

Kemudian Abu Bakr pergi ke beberapa penjuru barangkali ada air atau susu ,
maka beliau membeli air dan susu dari penggembala yang jauh dari tempat itu
. Dan beliau kembali membawa susu itu yang ditutup dengan rida'nya yang
satunya , dan ia mempunyai kain lain yang juga menutupi air agar jangan
sampai terkena debu , sampai beliau duduk dihadapan sang Nabi maka ia meniup
tutup dari bejana susu itu supaya bersih dari debu , barulah kemudian
dihadapkan ke Rasulullah , " Minumlah wahai Rasulullah " , maka Rasulullah
meminumnya lantas setelah itu Abu Bakr As Shiddiq memberikan air, dan Abu
Bakr As Shiddiq berkata : " Wahai Rasulullah mari kita berjalan lagi " ,
maka Rasulullah berjalan sampai di suatu goa dan Rasul shallallahu 'alahi
wasallam masuk ke goa itu untuk beristirahat , terlihat di dalamnya terdapat
banyak lubang dan itu adalah sarang ular , maka Abu Bakr mulai menutupinya
dengan batu , tanah dan kain bahkan pakaiannya ada yang disobek untuk
menutupi lubang-lubang itu , tertinggal satu lubang belum tertutup .

Kemudian Rasulullah tidur di pangkuan Abu Bakr As Shiddiq maka Abu Bakr
tertuju kepada satu lubang itu yang belum ditutup dan yang lain aman ,
begitu ia melihat ada yang bergerak dan ternyata seekor ular yang keluar
maka ditutup dengan tangannya dan ular itu menggigit dan terus menggigit
tangan Abu Bakr . Abu Bakr As Shiddiq hanya diam tidak berani bergerak ,
karena tidak ingin membangunkan Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam yang
tidur di paha beliau . Ia biarkan tangannya hancur terkena gigitan ular itu
yang sakit dan pedihnya tidak bisa ia tahan namun tidak berani bersuara
apalagi bergerak , karena takut membangunkan sayyidina Muahammad shallallahu
'alaihi wasallam , maka ketika air mata mengalir tidak tahan merasa sakit
yang demikian dahsyat , maka airmata itu terjatuh terkena ke wajah
Rasulullah , maka Rasulullah terbangun dan berkata : " kenapa kau wahai Abu
Bakr ? maka Abu Bakr menjawab : " ular wahai Rasulullah " , maka Rasulullah
berkata : " Angkat tanganmu " , maka tangannya diangkat kemudian Rasulullah
meludahi tangan bekas luka yang hancur karena gigitan ular , dan tangan
sayyidina Abu Bakr As Shiddiq sembuh seperti semula , lalu Abu Bakr As
Shiddiq membunuh ular itu .

Para Ulama' mengatakan di antaranya guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar
bin Muhammad bin Salim bin Hafizh , beliau mengatakan bahwa ular itu datang
bukan ingin menggigit atau mengganggu Rasul , tetapi ular itu datang ingin
melihat wajah Nabi Muhammad shallallahu 'alihi wasallam , mencari lubang di
sana sini semua tertutup , dan ketika ada lubang terbuka ternyata ada orang
yang menghalanginya untuk memandang wajah Rasulullah maka ular itu menggigit
berkali-kali , karena biasanya ular berbisa itu kalau menggigit hanya sekali
saja tidak berkali-kali , tetapi ular ini menggigit terus agar tangan Abu
Bakr melepaskan tangannya dan ular itu bisa melihat wajah nabi Muhammad
shallallahu 'alaihin wasallam . Seluruh makhluk mencintai Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam .

Maka perjalanan dilanjutkan sampai pada hari yang ke- 12 hari Senin 12
Rabiul Awal , dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke Madinah Al
Munawwarah maka di saat itu disambut dengan qasidah :

ØóáóÚó ÇúáÈóÏúÑõ ÚóáóíúäóÇ ãöäú ËóäöíøóÉö ÇúáæóÏóÇÚ

Kemudian Rasul mencari tempat untuk membangun rumah sekaligus masjid beliau
di sebelahnya . Maka sampailah ke suatu tempat yang di sebut tanah
penyimpanan gudang korma milik dua orang yang bernama Sahal dan Suhail ,
maka Rasul ingin membelinya tapi Suhail berkata : " tidak wahai Rasulullah
kami hadiahkan tanah kepadamu " , tetapi Rasulullah menjawab : " tidak ,
tetapi harus dengan harga " , maka dibayarlah kepada Suhal dan Suhail , dan
mulailah di bangun masjid dan rumah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam yang
sekarang di kenal dengan Masjid Nabawy dan saat itu Rasul ikut mengambil
batu bata dan memindahkannya satu persatu dengan tangan beliau dan beliau
sambil membaca qasidah . Tetapi zaman sekarang orang-orang mengatakan
qasidah itu bid'ah , karena dangkalnya pemahaman mereka terhadap ilmu hadits
, qasidah dibacakan oleh Rasul , Rasul berkata :

Çóááøóåõãøó áÇó ÚóíúÔó ÅöáÇøó ÚóíúÔó ÇúáÃÎöÑóÉö ÝóÇÛúÝöÑú áöáúÃóäúÕóÇÑö
æóÇáúãõåóÇÌöÑóÉö

" Wahai Allah tiada kehidupan yang lebih sempurna melebihi kehidupan akhirah
, maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin ". maka di jawab oleh para
sahabat , tapi orang sekarang berkata " iya zaman Rasul membaca syair dan
pujian kepada Allah dan Rasul diperbolehkan , karena Rasul sendiri yang
membacanya " , perkataan yang seperti ini karena mereka tidak mengetahui
ilmu hadits , di dalam riwayat Shahih Al Bukhari ketika Rasul membaca
qasidah , maka para sahabat menjawabnya beramai-ramai :

äóÍúäõ ÇáøóÐöíúäó ÈóÇíóÚúäóÇ ãõÍóãøóÏðÇ Úóáóì ÇáúÌöåóÇÏö ãÇó ÈóÞöíúäóÇ
ÃóÈóÏðÇ

Kami yang bersumpah setia untuk Islam dan Jihad , maka kami siap untuk
selalu membela Nabi Muhammad , demikianlah yang sampaikan oleh para sahabat
.Jadi qasidah yang dibaca bersaut-sautan itu bukan bid'ah tetapi itu adalah
sunnah yang sudah mulai tidak di kenal lagi sehingga di anggap bid'ah .
Sebagaimana sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , bahwa salah satu
tanda hari kiamat adalah : Yang menganggap bid'ah sebagai sunnah , dan
sunnah dianggap bid'ah , yang mengatakan bahwa tukang sihir adalah , dan
wali Allah dikatakan sebagai tukang sihir , hal itu adalah salah satu dari
tanda-tanda hari kiamat . Dan yang demikian telah terjadi sekarang , hal
yang sunnah dilarang di Masjid karena kedangkalan pemahaman terhadap syariat
muthahharah .

Hadirin hadirat , hijrah tidak berhenti di saat itu walaupun delapan tahun
kemudian Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kembali menuju Fath Makkah , dan
di saat itu Suraqah termasuk orang yang di tangkap , dan para sahabat tahu
bahwa orang itu adalah yang dulu mengejar Rasul shallallahu 'alaihi wasallam
di saat hijrah , maka mereka pun menangkap Suraqah . Setelah ditangkap
Suraqah berkata : " bebaskan aku , aku tamu mulia Rasulullah " , maka para
sahabat bertanya : " bagaimana kamu mengaku sebagai tamu mulia Rasulullah ?
", maka Suraqah menjawab : " ini aku punya surat sebagai bukti bahwa aku
pernah berjumpa dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau
hijrah bersama Abu Bakr As Shiddiq , surat ini sebagai bukti yang akan
membawaku ke hadapan Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam sekarang " , dan
setelah bertemu dengan Rasul , maka Rasulullah memeluk Suraqah teringat
beberapa tahun yang lalu berjumpa dengan Suraqah di saat beliau hijrah ,
maka Rasul berkata : " Suraqah dibebaskan ".

Hadirin hadirat , inilah indahnya sunnah sayyidina Muhammad , inilah
indahnya budi pekerti beliau dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
:

áÇó åöÌúÑóÉó ÈóÚúÏó ÇúáÝóÊúÍö

" Tidak ada lagi hijrah setelah Fath Makkah "

Maksudnya adalah tidak ada lagi hijrah setelah Fath Makkah karena Makkah
sudah menjadi kota suci , dan sudah disucikan dari berhala maka tidak perlu
lagi orang-orang hijrah dari Makkah ke tempat lain karena Makkah itu sudah
menjadi temapat suci . Tapi ada hijrah – hijrah agung yang ditawarkan kepada
kita diantaranya sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang tadi
telah kita baca, yang mana datang seorang dusun kepada Rasulullah dan
berkata : " aku ingin dibaiat untuk hijrah " , maka Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam berkata : " Apa kau tidak salah bicara , hal itu adalah
masalah yang sangat berat dan dahsyat , apakah engkau sudah keluarkan
zakatmu ? " , maka orang itu menjawab : " sudah wahai Rasulullah ", maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : " maka beramallah dari
belakang lautan , karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amalmu sedikitpun
".

Demikian indahnya cinta Allah subhanahu wata'ala menghargai amal perbuatan
kita , maksudnya adalah , Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari
menjelaskan bahwa walaupun kita beramal dari tempat yang jauh dari Makkah ,
jauh dari medan hijrah , jauh dari zaman para sahabat sungguh Allah tidak
akan menyia-nyiakan amal kita , maka hijrah masih ditawarkan kepada kita ,
hijrah terus berlangsung setelah selesainya masa Khulafaa Ar Rasyidin . Maka
hijrahlah Al Imam Ahmad Al Muhajir ke Hadramaut , sesampainya di Hadrmaut di
cela oleh para ulama' lainnya _ ini Imam besar , berbudi baik dan keturunan
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengapa justru melarikan diri dan
menghindar , apakah dia takut dengan mati syahid , kenapa lari ke Hadramaut
?! , arti hadramaut itu adalah " hadir dan meninggal " , karena demikian
tandusnya disaat itu tidak pepohonan disana maka disebut Hadramaut . Yang
ingin menguasai Negara Yaman ia tidak bisa menguasai Hadramaut , karena
kalau masuk kesana maka akan meninggal sebab begitu tandusnya , padang pasir
yang sangat panas karena merupakan bagian dari Arab Tsamud yang pernah turun
bala' disana di masa-masa yang lalu . Al Imam Ahmad Muhajir pindah kesana
bersama keluarganya , banyak orang yang mencelanya karena saat itu di
Baghdad terjadi banyak masalah , bukannya membantu menyelesaikan masalah
ummat justru pindah dan membawa keluarganya ke Hadramaut .

Maka Al Imam Ibn Hajar masuk ke celah-celah tempat tandus yang tidak ada
pepohonan , dan dia mulai tinggal di sana di bumi Hadramaut hingga ia wafat
. Orang-orang berkata bahwa Al Imam Ahmad Al Muhajir adalah ulama' besar
tapi ia pendam ilmunya di Hadramaut , dan meninggal di tengah padang tandus
, ternyata tidak demikian , justru keluarganya Al Imam Muhammad bin Isa
yaitu saudara kandung Al Imam Ahmad Al Muhajir yang wafat fi sabilillah ,
tapi keturunannya berkesinambungan , diantaranya Al Imam Ali khali' Qasm dan
keturunan selanjutnya muncullah di kota Tarim ,kenapa dia memilih Hadramaut
kota Tarim , karena di saat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam wafat maka
kekhalifahan di pegang oleh sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan ada orang di
Hadramaut yang memberontak atas kekhalifahan Abu Bakr , maka Abu Bakr As
Shiddiq mengirim utusan ke wilayah-wilayah yang banyak memberontak terhadap
kepemimpinan Abu Bakr As Shiddiq , diantaranya yaitu ke Hadramaut di wilayah
Yaman yang mana Abu Bakr mengirim ratusan sahabat dan belasan diantaranya
adalah Ahlul Badr ( yang hadir di perang Badr ) untuk membela Tarim dan
Hadramaut dari para pemberontak , dan di kota Tarim ada gunung yang disebut
Jabal khailah ( gunung kuda ) , kalau kita datang dari wilayah Seun dan
masuk menuju ke wilayah Aidid , maka posisi gunung itu di sebelah kanan
berhadapan dengan perkuburan Ahlul Badr , yang mana disitu adalah tempat
turunnya pasukan kuda Ahlul Badr dan para sahabat dari Madinah Al Munawwarah
.

Jadi , jalan terdekat menuju Madinah jika menggunakan onta atau keledai
adalah melewati Jabal Khailah , karena disitulah tempat turunnya para
sahabat pasukan berkuda dari Madinah , maka disebut dengan Jabal Khailah .
Maka mereka berjihad dan di antara yang wafat dikuburkan di Tarim , dan
ketika meninggal Al Imam Ali bin Alwy Khali' Qasm keturunan dari Al Imam
Ahmad Al Muhajir ia meminta dikuburkan dekat dengan Ahlul Badr , seperti
itulah keadaan para shalihin kita . Ahlul Bait tidak ada rasa benci terhadap
para sahabat , demikian pula sahabat sangat mencintai Ahlul Bait , inilah
umat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Al Imam Ali Khali'
Qasm meminta supaya dikuburkan dekat dengan Ahlul Badr , maka diwakafkan
tanah yang luas dikhususkan untuk keluarganya agar berdampingan dengan Ahlul
Badr , mereka kaum Muhajirin dan Anshar bersama di Madinah , di perang Badr
bersama hingga sampai di Hadramaut mereka bersama .

Demikianlah hingga sampai kepada Al Imam Al Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali
Baa'alawy pimpinan Thariqah Alawiyah yang sebenarnya pemimpin Thariqah
'Alawiyah ini adalah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alihi wasallam , karena
memadukan antara hakikat dan syariah , kalau thariqah lainnya kebanyakan
hanya cenderung kepada hakikat saja , tetapi thariqah Alawiyah memadukan
antara syariah dan hakikat . Maka di antara keluarga dan keturunan Al Faqih
Muqaddam Muhammad bin Ali Baa'alawy di kota Tarim , banyak yang berangkat
menuju Gujarat kemudian merapat ke Jawa dan masuk ke Tegal , Gersik ,
Pekalongan dan lainnya . Daerah sembilan wali yang kita kenal , mereka itu
adalah keluarga dari Al Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Baa'alawy .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikianlah rahasia hijrah , dari Makkah ke Madinah , dari Madinah ada
sebagian yang hijrah ke Baghdad , dari Baghdad Al Imam Ahmad Al Muhajir
hijrah ke Hadramaut , dan dari Hadramaut sebagian keturunannya hijrah ke
pulau Jawa , lalu apa yang terjadi di pulau Jawa ini ? , maka jadilah negeri
ini Negara muslimin terbesar di muka bumi , karena rahasia keagungan hijrah
. Mereka datang tidak dengan senjata atau pasukan , tetapi mereka datang
membawa niat untuk menuju keluhuran Allah subhanahu wata'ala .

Semoga Allah subhanahu wata'ala memuliakan kita dengan kemuliaan hijrah ,
karena kekuatan hijrah ini menundukkan semua kekuatan yang ada di permukaan
bumi , Allah jadikan para jiwa yang memiliki sifat ingin selalu hijrah ,
dari kehinaan menuju keluhuran , dari keluhuran menuju keluhuran yang lebih
luhur lagi , dari kegelapan menuju cahaya , dari cahaya menuju cahaya yang
lebih terang lagi , demikianlah keadaan orang –orang yang berhijrah . Semoga
Allah selalu menghijrahkan kita setiap waktu , ada yang setiap tahun
berhijrah berpindah menuju keluhuran , ada yang hijrah setiap bulan , ada
yang setiap minggu , ada yang setiap malam bahkan ada yang setiap detik
hijrah ke hadirat Allah , semakin dekat kepada Allah subhanahu wata'ala ,
kepada cahaya keluhuran , kepada cahaya khusyu' , kepada cahaya kebahagiaan
, kepada cahaya kedamaian , kami meminta agar kami berada di kelompok mereka
wahai Allah , yang setiap detiknya kau hijrahkan menuju keluhuran yang lebih
lagi , hijrahkan kami wahai Rabby dari kesulitan menuju kemudahan ,
hijrahkan kami dari segala musibah menuju segala kenikmatan , hijrahkan kami
dari segala permasalahan menuju kebahagiaan , hijrahkan kami dari dosa
menuju pahala , hijrahkan kami dari kemurkaanMU menuju ridha dan cintaMu ,
hijrahkan kami kepada cahaya Yang Maha Luhur . Wahai Allah Yang menamakan
Dirimu An Nur , Wahai Yang Maha Bercahaya , wahai yang menutup zatNya dengan
tabir cahaya ,

ÝóÞõæúáõæúÇ ÌóãöíúÚðÇ...

Katakanlah bersama-sama..

íóÇ Çááåú íóÇ Çóááåú íóÇ Çááåú...íóÇ Çááåõ íóÇ ÑóÍúãóäõ íóÇ
ÑóÍöíúãõ...áÇóÅáåó ÅöáÇøó Çááå... ãõÍóãóøÏñ ÑóÓõæúáõ Çááåö Õóáóøì Çááåõ
Úóáóíúåö æóÓóáóøãó ÚóáóíúåóÇ äóÍúíóÇ æóÚóáóíúåóÇ äóãõæúÊõ æóÚóáóíúåóÇ
äõÈúÚóËõ Åöäú ÔóÇÁó Çááåõ ÊóÚóÇáìó ãöäó ÇúáÃóãöäöíúäó

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Yang perlu saya jelaskan bahwa beberapa malam lagi akan datang malam hari
raya non muslim , saya menghimbau sebagaimana himbauan guru mulia kita Al
Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh , barangsiapa yang menginginkan
kekerasan maka itu bukanlah kita , mereka yang melakukannya dengan kekerasan
bukan musuh kita tetapi juga bukan cara kita . Jadi sasudara-saudara kita
yang mau menjalani cara seperti itu silahkan saja kita tidak memusuhi tapi
kita punya cara lain , masing-masing memiliki cara . Kalau ada orang yang
jatuh ke jurang maka apa yang kita perbuat ? ada yang mengulurkan tali ,
atau mungkin ada yang turun langsung ke dasar jurang , keduanya sama niatnya
untuk menyelamatkan , cuma caranya berbeda .

Demikian hadirin hadirat , Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
lepas dari segala yang bersifat kekerasan atau demonstrasi , hal itu tidak
diajarkan oleh sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Mereka yang
lain yang berfatwa untuk berbuat demikian tentu mereka juga mempunyai dalil
, bukan hanya kita saja yang mempunyai dalil jangan ada perpecahan pula
antara kita dengan mereka , jadi kita jadikan kedamaian baik itu malam 25,
malam 26 dan lainnya bagi kita tetap pemiliknya Allah subhanahu wata'ala ,
yang berbuat dosa dapat dosa dan yang berbuat pahala akan mendapat pahala ,
mereka yang dari non muslim yang mau merayakan malam 25 Desember silahkan
saja , jangan kita yang merayakannya , tapi jangan kita mengganggunya ,
karena mereka pun tidak mengganggu acara – acara besar kita umat Islam .

Hadirin hadirat ynag dimuliakan Allah
Ajak mereka kepada Islam , beri mereka akhlak yang baik maka dengan itulah
kau bersatu dengan cita-cita sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam , demikian himbauan saya . Tentunya malam selasa yang akan
datang sudah dekat dengan akhir tahun setelah itu kehadiran guru mulia kita
Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh , insyaallah acara
kita sukses Amin Allahumma Amin . Kita lanjutkan dengan mengingat kembali
indahnya sang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kemudian doa
penutup oleh guru kita fadhilah As Sayyid Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al
Atthas , yatafaddhal masykuuraa .

Best Regards,

SAIFUL ILMI

Production Engineering

PT. Katsushiro Indonesia

Jl. Jababeka XII Blok I - Cikarang - Bekasi

Telp. 021-8934953

Fax . 021-8934957

Hp. 081-59404731

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/