Tuesday, August 31, 2010

[daarut-tauhiid] Puasa of the day : Lebaran vs Berhutang

Link ke posting ini
Reaksi: 
Lebaran vs Berhutang

"...........Dan jangalah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros;
sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan......... "
[QS Al Israa'; 17 :26-27]

Pada hari-hari terakhir Ramadhan, pusat perbelanjaan penuh sesak; bahkan
obral tengah malam, dari Isya menjelang Sahurpun tetap ramai.
Jika perangkat makan masih layak, bisa dipakai mengapa mesti beli yang baru?

Terkadang makna penting Idul Fitri terlupakan. Kita terjebak pada persoalan
tradisi dan ritus, 'balas dendam'. Setelah sebulan 'menderita, terkekang',
maka tiba saatnya untuk bergembira ria. Yang biasanya membuat kita makin
konsumtif, egois, kurang bersyukur.
Makna, hikmah berpuasa untuk menahan diri, seolah terlupakan.
Yang berkecukupan berlebihan; boros.Yang kekurangan memaksakan diri.
Pada akhirnya jatuh ke persoalan meminjam, - Berhutang.

Dengan pola hidup efisien, sederhana seorang muslim tak perlu lagi berhutang.
Rasulullah SAW tidak menyukai seorang muslim berhutang. Karena berhutang
adalah kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari.
Rasulullah SAW selalu memohon perlindungan kepada Allah dari berhutang.
Di dalam solatnya Rasulullah sering berdoa :
" Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang."
Lalu ada orang bertanya kepadanya, " Wahai Rasulullah, engkau begitu banyak
berlindung dari hutang?"
Beliau menjawab, " Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka ia sering
berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas menyalahinya." [ Bukhari]-[lm-29]

[dari berbagai sumber]
----------------------------------------------------------------------------
l.meilany
310810/21ramadhan1431h


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Apakah wanita melaksanakan sholat jum'at?

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamualaikum warohmatulohiwabarokatuh
Sebenar nya sudah lama saya mengikuti group ini tapi hanya sebatas membaca dan mengamati e-mail yg kawan2 kirim kan, baru sekarang saya memberanikan diri untuk mengirim kan e-mail pada group ini.
Yang ingin saya tanyakan apakah wanita sebenar nya melaksanakan sholat jum'at atau tidak? bagaimana hukum nya? dan dizaman Nabi Muhammad S.A.W sendiri bagaimana?
Sebelumnya atas arahan yg akan diberikan saya ucapkan terima kasih,apabila ada salah2 tulis atau kata2 saya mohon maaf yg sebesar besar nya karena saya sedang dalam proses pembelajaran

wass

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Rahasia Nikmatnya Hidup

Link ke posting ini
Reaksi: 
Rahasia Nikmatnya Hidup

oleh Aa Gym

===============
Bila hidup ini tidak ada tantangan, tentu tidak akan menarik.
Terlebih dahulu di-cast dengan ilmu, lalu kita amalkan dalam kehidupan,
seperti bertarung dalam kehidupan nyata ini. Tapi kita harus
benar-benar bisa mengukur diri kita. Misalnya, ketika terjadi pertemuan
dengan kalangan tertentu, ternyata membuat keimanan kita turun, berarti
pertemuannya tidak bagus untuk kita. Berarti iman kita belum cukup
untuk bisa menandingi pengaruh negatif dari lingkungan itu. Maka untuk
sementara waktu kita perlu berhijrah dari lingkungan tersebut, dalam
rangka menguatkan diri. Sehingga pada waktunya, kita sudah siap untuk
terjun ke kehidupan sesungguhnya, namun kita sudah berbekal dengan
kemampuan yang lebih baik. Kita harus mendakwahi mereka, ketika kita
sudah yakin dengan kekuatan diri kita. Di-cast bisa juga dengan cara
berkumpul dengan orang-orang shaleh. Diamnya saja akan berpengaruh
terhadap keyakinan kita.

Yang paling membuat hidup kita tidak nyaman adalah kebingungan,
ragu-ragu, dan ketidakjelasan, karena setiap yang meragukan membuat
hidup kita tidak jelas. Dalam menjalani hidup ini, apabila belum
mengenal peta hidup dengan jelas, maka menyebabkan hidup menjadi
gamang, ragu, dan sangat melelahkan.

Dalam menjalani hiduup ini, harus jelas tujuannya dan bagaimana
dalam melangkahnya, siapa Tuhan kita, siapa kita, apa yang bahaya, dan
apa yang menyelamatkan, akan ke mana kita, dan sebagainya. Kalau sudah
semuanya jelas, maka akan mantap dan tidak akan bingung dalam menjalani
hidup.

Manusia diciptakan dan diurus oleh Allah SWT. Tugas kita di dunia
ini adalah menjadi hamba Allah. Mematuhi apa yang diperintahkan Allah
dan menjauhi apa yang dilarang Allah. Perkara rejeki adalah mutlak
dalam genggaman Allah. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan
kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki pasti akan menjamin segala
kebutuhan rejekinya.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. QS At-Thalaq : 2-3

Kita bekerja bukan hanya untuk mencari uang, tapi merupakan amal
shaleh dalam menjemput rejeki atau nafkah kita. Yang dicari keberkahan
dan ridho Allah SWT. Orang yang mencari ridho Allah tidak akan ragu
kepada Allah SWT sebagai pembagi rejeki, pasti kita akan bertemu dengan
rejek kita, sehingga tidak akan mau berbuat haram. Kalau seseorang
tidak mencari ridho Allah, maka ia bisa menghalalkan berbagai cara.

Dengan demikian, berbeda antara orang yang bekerja hanya untuk
mencari uang, dengan orang yang bekerja untuk mencari ridho-Nya. Orang
yang mencari ridho Allah, sama sekali tidak ada keraguan, yakin pasti
bertemu dengan rejekinya. Sepanjang sesuai dengan perintah Allah, tidak
perlu menghiba-hiba kepada manusia, karena manusia tidak dapat
mendatangkan apa pun, tanpa ijin Pemilik Semesta Alam.


Kita bergaul dengan manusia, bukan untuk menuhankan, dan memelas
kepada manusia. Kita bergaul dengan manusia karena Allah menyuruh kita
bergaul dengan manusia dengan baik. Kita berbuat baik bukan untuk ingin
dihargai. Orang menghargai, dan mengakui kebaikan kita atau tidak,
bukan urusan kita. Urusan kita adalah bergaul dengan manusia dengan
baik sesuai perintah-Nya. Tidak boeh takut kepada manusia. Diri kita
milik Allah, tak akan jatuh sehelai rambut pun tanpa ijin pemilik-Nya.
Tidak akan pernah mati, kecuali Allah yang mematikan.

Manusia bukan pemberi rejeki, manusia hanya makhluk sebagai jalan
dari ketentuan Allah. Tugas kita jelas, menjemput rejeki kita dengan
cara yang halal. Semua anak-anak kita ada rejekinya. Tugas orang tua
mengantar anaknya mengenal siapa penciptanya, Lukmanul Hakim menjadi
contoh bagaimana seorang hamba Allah, yang tidak menuhankan selain
Allah. Beliau mendidik anak untuk mengenal-Nya, dengan itu akan
berjumpa dengan rejekinya yang berkah. Dan akan berjumpa dengan rejeki
dan takdir terbaik dalam kehidupannya. Setelah kita mati, warisan
terbesar kita kepada anak-anak kita adalah keyakinan dan istiqamah taat
kepada Allah.

Dunia ini hanya tempat mampir sebentar. Semua kita akan tinggalkan.
Dunia tidak ada-apa nya. Dunia bukan untuk memperbudak kita, tapi dunia
diciptakan untuk menjadi pelayan kita. Harta, pangkat, gelar, tidak ada
apa-apanya. Orang-orang zalim dan ingkar diberi oleh Allah dunia ini.
Kemuliaan bukan dengan pencapaian duniawi, tanda kemuliaan bukan dengan
berharta atau berpangkat, melainkan dengan takwa.

Takwa itu tandanya hatinya yakin, patuh kepada Allah, lahir batin.
Ridho dengan semua takdir yang telah ditetapkan Allah. Allah tidak
pernah zalim dalam menentukan takdir kita. Jelas hidup ini hanya mampir
sebentar di dunia dan dunia tidak dibawa ke alam kubur.
Siti hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim yang merupakan perintah
Allah, ia pun mengikutinya. Lalu tatkala membutuhkan rejeki air untuk
diri dan anaknya, beliau pun berlari-lari mencari air ke bukit shafa
dan marwah. Namun airnya tidak muncul di bukit tersebut melainkan di
sekitar ka'bah yang berjarak seratus meteran dari sana.

Maka tugas kita dalam hal ini adalah untuk menyempurnakan ikhtiar,
bukan menentukan hasil. Jangan pernah risau dengan janji Allah.
Sesungguhnya yang berbahaya bagi diri kita adalah keburukan dari diri
kita sendiri. Orang lain hanya menjadi jalan.


Sekarang masalah apa pun yang menimpa, jangan sibuk dengan orang
yang menjadi jalan, melainkan sibuk dengan diri kita yang menjadi
penyebabnya. Kebaikan kembali pada pembuatnya, begitu pula keburukan.
Tidak ada yang merusak diri kita selain dari keburukan diri kita.

Ketika kita menghadapi kesulitan, kita tidak bisa menyelesaikan
dengan kemampuan kita, melainkan dengan pertolongan Allah. Bagaimana
jalan keluarnya? Adalah dengan bertaubat.

Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan melegakkan
hatinya, Allah akan memberi jalan keluar, dan rejeki pertolongan dari
yang tidak terduga.

'maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)
untukmu sungai-sungai." (QS Nuh : 10-12)

Rejeki termahal dalam hidup ini adalah hati yang yakin, dan
lahiriahnya patuh kepada Allah dengan istiqamah. Kesuksesan orang
adalah yakin kepada Allah, tidak ada keraguan dalam hatinya. Tidak
bersedih hati. Kunci yakin adalah hati yang bersih. Makin bersih dari
kemusyrikan, kemunafikan, dan cinta duniawi, hati akan langsung
merasakan keyakinan, hati peka, doa mustajab, akhlak mulia, dan auranya
nyaman. Maka jangan ukur kesuksesan seseorang dengan duniawinya,
melainkan lihatlah sejauh mana keyakinannya yang merupakan karunia
Allah tidak ada bandingannya.

Sekuat tenaga mengarungi hidup, disertai dengan semangat kebersihan
hati. Cari teman yang bisa membantu membersihkan hati. Seperti mobil
yang tidak jalan whipernya/ pembersih kaca ketika hujan deras, maka dia
akan risau. Bukan tidak adanya jalan, melainkan tidak bisa melihat
jalan. Seperti itu pula ketika kita melihat dengan mata hati yang
tertutup dosa. Oleh karena itu, kembalilah kepada Allah, seperti kaca
yang bersih, maka akan tampak semua yang ada, karena tidak tertutupi,
seperti udara bagi paru-paru ini, solusi sesungguhnya terhampar di
dekat kita.

==============sumber:eramuslim.com
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kampus Khusus untuk Mahasiswa Istimewa

Link ke posting ini
Reaksi: 
just sharing ...

rsa

---------- Forwarded message ----------
From: Koran Digital <korandigital@gmail.com>


Dari balik pagar putih rumah bertembok merah marun itu tersembul sebuah
spanduk bertulisan "Rumah Kampus". Inilah kampus khusus untuk lulusan
jenjang sekolah menengah atas dari lingkungan sekolah luar biasa.

Rumah Kampus berlokasi di Jalan Kramat Asam Raya Nomor 16, Kelapa Mas, Utan
Kayu. Kini ada 12 mahasiswa menuntut ilmu di kampus ini. Semuanya laki-laki.
Usia mereka 25 sampai 38 tahun, bukan belasan seperti anak kuliahan pada
umumnya.

Kampus ini berdiri sejak Maret 2008. Idenya berawal jauh dari penolakan
sejumlah sekolah dasar terhadap anak Endang Rahayu yang tunagrahita dan
memakai kursi roda."SD saja ditolak, apalagi nanti di universitas," kata
Endang dalam sebuah wawancara, beberapa waktu yang lalu. Kekhawatiran Endang
menjadi kenyataan ketika perguruan tinggi pun menolak anaknya.

Sejak itulah Endang mencoba merajut mimpi, membangun universitas untuk
anak-anak dengan keterbatasan. Karena uang untuk menyewa gedung tak ada,
Endang menyulap rumah tipe 56 milik orang tuanya menjadi Rumah Kampus."Walau
di rumah, suasananya dan mata pelajarannya seperti di kampus," ujarnya.

Ikhwanuddin adalah dosen matematika dan komputer di Rumah Kampus. Pelajaran
matematika yang ia ajarkan disesuaikan de

ngan kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengenal mata uang untuk urusan
jual-beli."Di sini enggak diajarkan perhitungan yang rumit.Yang penting
konsepnya, lebih aplikasi,"kata Ikhwanuddin.

Tak mudah mengajarkan matematika, juga soal uang, kepada anak-anak istimewa
yang punya kemampuan intelektual berbedabeda ini. Biasanya, dalam satu
kelas, mereka dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan kemampuan
masing-masing. Butuh kesabaran untuk mengajar mereka.

Toh, ada juga mahasiswa yang tergolong menonjol. Rendy Tengger, misalnya.
Dia sampai disebut "master matematika"oleh temantemannya. Sebagai anak
tunagrahita, Rendy bisa menghitung bilangan hingga puluhan ribu. Ka rena
itu, ia kerap mendapat materi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi
dibanding untuk teman-temannya.

Ikhwanuddin juga mengajar kelas komputer. Tiap kelas komputer dibatasi untuk
empat sampai lima mahasiswa, sesuai dengan jumlah komputer yang tersedia,
yaitu empat unit. Hasilnya? "Mereka sudah pada bisa bikin blog,"kata
Ikhwanuddin.

Mahasiswa di Rumah Kampus juga belajar seluk-beluk perikanan. Dosennya
didatangkan langsung dari Institut Pertanian Bogor. Dengan alat peraga dua
akuarium, para mahasiswa belajar cara pemeliharaan ikan, dari memberi makan
ikan sampai membersihkan akuarium.

Sejak 2009, IPB menyelenggarakan program diploma di Rumah Kampus. Menurut
Endang, mata pelajaran inti program itu meliputi budidaya ikan, budidaya
tanaman hias, dan pengolahan pangan. Di luar itu, masih ada mata kuliah
umum, seperti komputer, matematika, akuntansi sederhana, wirausaha,
manajemen perusahaan, etika pengembangan diri, dan bahasa Inggris."Setiap
Jumat suka ada dosen tamu,"ujar Endang.

Dengan segala keterbatasan, Endang optimistis lulusan Rumah Kampus bisa
berkarya setelah kuliah. Buktinya, ada satu lulusan yang direkrut Percetakan
Negara Republik Indonesia. Endang berharap ada lebih banyak lagi perusahaan
menjalin kerja sama. AYU POERNAMANINGRUM (KBR68H)

http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2010/08/30/ArticleHtmls/30_08_2010_008_004.shtml?Mode=1

--
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di
belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] OOT: Nasib TKI sumber devisa

Link ke posting ini
Reaksi: 
meneruskan ....

---------- Pesan terusan ----------
Dari: Prahara Putra <prahara_putra2002@yahoo.com>
Tanggal: 27 Agustus 2010 16.02

Pada tanggal 9 maret 2010 lalu anak saya yang bernama Niken Dewi Roro Mendut
binti Sapto Raharjo kelahiran Jember dan berumur 37 th berangkat ke Riyadh
Arab Saudi untuk menjadi TKI. Keberangkatan anak saya ke Arab di fasilitasi
PT Tritama Megah Abadi, JL Batu Ampar III no 18A Condet Jaktim.
Sesampai di Arab Saudi anak saya ditempatkan pada majikan yang bernama
Abdull Aziz Al Sarary/Hail dengan Id Card bernomor 1030269508 dan no telp
0500554009, itu saya ketahui pada saat anak kami mengontak kami. Setelah itu
kurang lebih satu bulan kemudian anak saya kembali kontak ke saya
menggunakan no telp 0595735719 dan menyatakan bahwa dia dijual oleh majikan
Abdull Azis dan juga mengatakan bahwa dia mendapat siksaan dari majikan yang
pertama maupun yang kedua tersebut. Setelah itu tidak ada kontak lagi dari
anak saya. Pada saat itu sayapun hanya bisa berdoa agar anak saya tidak
mendapat siksaan lagi dan mendapat lindungan dari Allah Swt.

Kira-kira satu bulan kemudian anak saya kembali mengontak lagi dengan no
telp 0505167796. Tapi setiap kali saya telp balik ke no tersebut, saya tidak
dapat menghubungi anak saya. Namun pada hari Kamis tanggal 19 Agustus 2010
saya mendapat miscall dari nomor 966502069007 yang merupakan nomor Arab
Saudi, setelah saya kontak kembali orang yang miscall tersebut mengaku
bernama Rini TKI asal Cianjur Jabar.

Rini menceritakan pada satu kesempatan dia diajak oleh majikannya menemui
salah seorang kerabatnya. Pada saat menemui kerabat dari majikannya itu Rini
bertemu dengan anak saya dengan luka-luka parah pada sekujur tubuhnya, tanpa
diketahui oleh majikannya, anak saya memberikan kertas berisi nomor telepon
meminta tolong agar Rini bisa menghungi saya sebagai orang tua di
Probolinggo Jatim.

Karena alat komunikasi milik Rini ilegal kami tidak bisa kontak secara
leluasa. Pada satu kesempatan Rini sms kepada saya mengatakan bahwa saya
harus segera menghubungi PT, sponsor atau pihak yang terkait untuk segera
menolong anak saya, karena anak saya dipindah-pindah kerja dan mendapat
siksaan dari majikannya, "Ibu harus cepat menolong anak Ibu saya takut kalau
tidak cepat ditolong mbak Dewi mengalami sesuatu yang tidak diinginkan"
begitu sepenggal sms Rini.

Saya-pun bingung harus bagaimana, akhirnya saya kontak anak saya yang di
Surabaya untuk datang ke Disnaker Jatim. Tapi menurut anak saya yang di
Surabaya pihak Disnaker Jatim tidak mempunyai hubungan dengan pemerintah
Arab Saudi jadi harus

mengirimkan surat terlebih dahulu. Karena di Disnaker Jatim agak berbelit
saya mencoba telepon ke PT Tritama Megah Abadi yang memberangkatkan anak
saya, dan yang menerima Bapak Salim bagian pengaduan. Lalu saya ceritakan
persoalan tersebut dan meminta supaya PT Tritama segera memulangkan anak
saya. Namun jawaban Bapak Salim mengecewakan saya. Dia bilang bahwa kontrak
anak saya dua tahun dan tidak bisa pulang secepat itu, saya menjadi tambah
bingung harus mengadu pada siapa lagi, apa anak saya harus menunggu hingga
dua tahun mengalami siksaan demi siksaan, dan saya takut jika anak saya
harus jadi korban hingga meninggal dari kebiadaban majikannya di Arab Saudi.

Mana tanggung jawab pemerintah dalam menangani masalah ini, padahal para TKI
merupakan pejuang devisa bagi negeri kita, jangan hanya mereka diambil
madunya saja tapi jika ada masalah dibiarkan begitu saja. Mohon bantuannya
segera, Trimakasih

Ummiyati
JL Serma Abd Rahman gg Kusuma Bhakti no 13 Probolinggo Jatim
Kontak yang bisa dihubungi
M Rofiq:081332006760- 03160676969
Anik:085258672315


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Muslimah, Lebih Baik I'tikaf di Masjid atau di Rumah ?

Link ke posting ini
Reaksi: 
Tak terasa bulan Ramadhan akan segera memasuki 10 hari terakhir. Di mana kaum
Muslimin seharusnya lebih meningkatkan ibadah dan amal shalih demi mendapatkan
pahala di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, berupa terbebasnya mereka dari api
neraka. Apalagi di 10 malam terakhir ada malam Laylatul Qadar, malam yang lebih
baik dari seribu bulan.


Di 10 hari terakhir Ramadhan, kaum Muslimin biasanya menyiapkan diri untuk
beri'tikaf seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw. "Abdullah bin Umar r.a.
berkata: Rasulullah saw biasa beri'tikaf pada malam-malam sepuluh hari terakhir
bulan Ramadhan," (Bukhari, Muslim).


Profesor bidang Tafsir Al-Quran dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Dr 'Abdul
Fattah 'Ashoor mengatakan, "I'tikaf bukan hanya disarankan bagi kaum lelaki
muslim, tapi juga bagi para muslimah, karena istri-istri Rasulullah Shallahu
alaihi wa sallam juga beri'tikaf baik semasa Rasulullah masih hidup maupun
setelah wafatnya", ujarnya.

"Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam
selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau
wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya," (Bukhari,
Muslim).

Makna dibalik 'itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan adalah untuk memberi
kesempatan bagi kaum Muslimin untuk lebih mendekatkan dan mengabdikan diri
secara khusus, setidaknya beberapa hari dalam satu tahun. Oleh sebab itu,
i'tikaf selayaknya dilakukan di masjid dengan maksud agar bisa berkonsentrasi
pada pengabdiannya dan tidak terganggu dengan urusan dunia. Pasalnya, sudah
menjadi kebiasaan di hari-hari akhir bulan Ramadhan, banyak kaum Muslimin yang
justru menghabiskan waktunya untuk urusan dunia mempersiapkan Idul Fitri; beli
baju baru, bikin kue dan lain sebagainya.

Berbeda dengan kaum lelaki yang nyaris tak menghadapi kendala untuk beri'tikaf
di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, kaum perempuan kadang
menghadapi berbagai halangan jika ingin beri'tikaf di masjid, terutama mereka
yang masih memiliki anak-anak yang masih kecil. Di satu sisi, mereka khawatir
jika anak-anak harus ditinggal di rumah. Di sisi lain, mereka tidak mungkin
membawa anak-anak ke masjid, karena takut hanya akan mengganggu kekhusyukkan
orang lain yang sedang beri'tikaf.

Menanggapi dilema ini, para ulama mengatakan bahwa kaum perempuan tidak harus
melaksanakan i'tikaf di masjid? Profesor 'Ashor dari Universitas Al-Azhar Mesir
menyatakan, "Boleh-boleh saja seorang perempuan beri'tikaf di masjid sepanjang
tidak mengambaikan hak-hak keluarganya, terutama suami dan anak-anaknya."

Menjawab dilema ini, apakah perempuan boleh melakukan i'tikaf di rumah saja, Dr
Rajab Abu Mleeh, konsultan syariah di Islamonline mengatakan, ada perbedaan
pandangan tentang hal itu. Mazhab Maliki, Shafi'i dan Hambali adalah ulama yang
berpandangan bahwa seorang perempuan tidak diizinkan beri'tikaf di kamar atau
mushalanya sendiri di rumah. Ketiga ulama itu merujuk pada Al-Quran, Surat
Al-Baqarah ayat 187.
" ... Tetapi jangan kamu campuri mereka , ketika kamu beritikaf dalam masjid
...."
Maliki, Syafi'i dan Hambali juga merujuk pada peristiwa ketika Abdullah bin
Abbas ditanya tentang seorang perempuan yang bersumpah untuk beri'tikaf di
mushala di rumahnya. Abdullah bin Abbas lalu mengatakan, "Itu adalah bid'ah, dan
tindakan yang paling dibenci Allah Swt adalah melakukan bid'ah. Tidak ada
i'tikaf selain di masjid di mana shalat lima waktu dilaksanakan."
Berdasarkan pandangan itu, kamar atau mushala di rumah tidak bisa dianggap
sebagai masjid, dan jika i'tikaf dalam kamar atau mushala di rumah dibolehkan,
maka para istri Rasulullah Saw seharusnya sudah melakukannya, meski cuma sekali.

Sebaliknya, para ulama penganut mazhab Hanafi membolehkan kaum perempuan
beri'tikaf di ruangan khusus atau mushala di rumahnya. Mereka berpendapat bahwa
tempat i'tikaf bagi perempuan adalah tempat yang mereka sukai dan tempat mereka
melakukan salat lima waktu sehari-hari, karena tidak seperti laki-laki, lebih
baik bagi kaum perempuan untuk salat dirumah dibandingkan di masjid. Berdasarkan
pendapat itu, tempat i'tikaf perempuan selayaknya di sebuah ruangan khusus atau
mushala di rumahnya sendiri.

Abu Hanifah dan Ath-Thawri menyatakan, "Seorang perempun boleh melakukan i'tikaf
di rumah. Itu lebih baik bagi mereka, karena salat mereka di rumah lebih baik
daripada di masjid."
Disampaikan pula oleh Abu Hanifah bahwa Rasulullah Saw. meninggalkan i'tikafnya
di masjid ketika Beliau melihat tenda-tenda istrinya berada masjid. Rasullah Saw
lalu berkata, "Apakah kebenaran yang dimaksudkan dengan melakukan hal yang
demikian?"
Pendapat yang membolehkan perempuan i'tikaf di drumah juga mengatakan bahwa
mushala di rumah adalah tempat terbaik bagi kaum perempuan menunaikan salat,
maka tempat mereka i'tikaf adalah seperti masjid bagi kaum lelaki dimana mereka
mereka melaksanakan i'tikaf.

Meski demikian, Dr Rajab Abu Mleeh mengatakan tidak ada salahnya bagi perempuan
yang ingin beri'tikaf di masjid, karena masjid merupakan tempat terbaik untuk
beribadah dan mengingat Allah ta'ala. Selain itu, tidak seperti rumah, masjid
lebih memiliki atmosfir spiritual. Tapi bagi seorang ibu yang masih punya anak
kecil, atau seorang perempuan yang suaminya tidak mengizinkan ia beri'tikaf di
masjid, maka mereka boleh beri'tikaf di rumah.

Lebih dari itu, seorang perempuan yang memiliki niat yang tulus untuk mengabdi
pada Allah Swt, ia harus memahami bahwa pahala memenuhi hak dan kebutuhan suami
serta anak-anak mereka bisa sama dengan, atau bahkan lebih besar dari dari
sekedar memaksakan kehendak beri'tikaf di masjid. Itulah salah satu karunia
Allah ta'ala yang Dia anugerahkan pada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah
Mahakaya lagi Mahatahu.



Sent for my Laptop Intel® Core™2 Duo Processor, Quick and easy...


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Pesantren Kilat Ramadhan

Link ke posting ini
Reaksi: 
The Spirit of Ramadhan (Semangat Ramadhan) menjadi awal kekuatan niat dan amal untuk menjalani ramadhan penuh makna.  Ramadhan menjadi penyemangat hati untuk teguh dalam kebaikan, istiqomah dalam ketaqwaan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Jadwal Pelatihan Manajemen Qolbu Anak dan Remaja (Ramadhan 1431H)
Pelaksanaan:
Jum'at – ahad, 3-5 September 2010 Investasi:
@ Rp. 450.000,- Fasilitas:
Akomodasi/ penginapanKonsumsi (ifthar + makan dan makan sahur)KaosModulSertifikatPembayaran Investasi :

BNI Syariah Cabang Buah Batu Bandung

Atas nama Yayasan Daarut Tauhiid Pelatihan MQ

No. Rek. 9255395-6

Untuk informasi dan Pendaftaran

Telp.    : (022) 20018013

Fax      : (022) 2009174

SMS    : 085220561446 (Sdri. Lena)

              085220260470 (Sdr. Ali )

            e-mail/Gtalk              : pelatihanmq@gmail.com

Yahoo Messenger     : pelatihanmanajemenqolbu@yahoo.com

Facebook                 : Pelatihan Manajemen Qolbu

Twitter                      : pelatihan_mq

WEb & Blog      :                                                                                   Http://www.pelatihanmq.blogspot.com.                                                                                                                  http://dttc.wordpress.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kisah Mereka, Para Anak Jalanan (Zakat Mandiri DPU-DT)

Link ke posting ini
Reaksi: 
http://www.dpu-online.com/ Budi tampak serius memperhatikan ceramah Ustadz Fuad,
ustadz dari Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Sesekali wajahnya terbenam
merenungi kalimat-kalimat yang didengarnya. Setahun lebih mengadu nasib di
jalanan, membuat pemuda ini begitu akrab dengan lampu merah, jalan raya,
kendaraan, terik matahari, dan kerasnya belantara kota. Ya, kerasnya kehidupan
membuat Budi terseret ke jalanan dan memikul sebutan sebagai pengamen dan anak
jalanan.

Gitar dan harmonika adalah sahabat karibnya ketika mengamen. Menimbulkan
berbagai reaksi dari para pendengarnya. Ada yang kagum, iba, bahkan tak sedikit
yang cuek-bebek. Budi tak peduli, yang penting rezeki itu halal bagi istri dan
kedua anaknya, sebelum si bungsu pergi ke pangkuan-Nya karena diare beberapa
waktu lalu.

Itulah sekelumit kisah dari Budi, saat ia pada Rabu (25/8), bersama
rekan-rekannya sesama anak jalanan mengikuti acara Bersahabat (Berbuka bersama
Anak Yatim, Dhuafa dan Anak Jalanan) Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU
DT) di halaman Polsekta Sukasari, Bandung.

"Alhamdulillah, bahagia, ternyata masih ada yang peduli dengan anak jalanan.
Mudah-mudahan ke depannya lebih meriah lagi dan semakin banyak yang peduli,"
ujar Budi, sebuah ungkapan kebahagiaan mewakili anak jalanan lainnya.

Hal senada juga disampaikan Kompol Suhanda, "Alhamdulillah, ada silaturahim
antara anak-anak jalanan, polisi, dan pihak pesantren. Kami tidak ingin mereka
terus menjadi pengamen. Kami ingin mereka mandiri."

Sebuah pemandangan yang jarang dilihat. Anak jalanan, anak panti asuhan,
polisi, dan amil berbaur dalam sebuah kebersamaan. Menyatu dalam Bersahabat,
sebuah evenrutin di bulan Ramadan untuk anak yatim, piatu, yatim-piatu, dan
anak jalanan. Di acara ini, tak ada jurang pemisah antara muzakki (pemberi
zakat), mustahik (penerima zakat), dan amil (pengelola zakat). Berbagi
kebahagiaan saat berbuka dan menunaikan amanah yang dititipkan donatur melalui
DPU DT.

Budi hanya salah satu dari anak-anak jalanan lainnya yang harus mengambil
pilihan mengadu nasib di jalanan. Masih ada ratusan bahkan ribuan yang menjadi
musisi jalanan, walau terkadang tak sejalan dengan keinginan.

"Pengennya kerja, cuman jadi batu loncatan aja ngamen. Daripada diam, melamun
di rumah, lebih baik turun aja ke jalan buat ngamen. Itu juga memberanikan diri.
Awalnya malu banget. Tapi ya gimana lagi, gak bisa melawan takdir. Tapi saya
yakin akan berubah, harus berubah, gak akan seperti ini terus," ujar Budi
mengakhiri ceritanya. (Astri Rahmayanti/2010)
Support Program Zakat Mandiri Ramadhan 1431 H

Zakat BNI Syariah: 009.2553.718
Bank Syariah Mandiri: 007.006.7473
Bank Muamalat: 103.00011.15
BCA: 777.033311.8
Infak BNI Syariah: 009.2553.729
Bank Syariah Mandiri: 007.006.7576
Bank Muamalat: 103.00012.15
BCA: 777.033312.6


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kemudharatan Salah Siapa? (oleh Aa Gym)

Link ke posting ini
Reaksi: 
*Kemudharatan Salah Siapa? (oleh Aa Gym)*

Kepahitan yang datang dalam ujian kehidupan terbagi menjadi dua. Yang
pertama, kepahitan yang dirancang Allah untuk meningkatkan derajat keimanan
kita. Sebagaimana tercantum dalam Al Quran surat Al Ankabut ayat 2-3 "Dan
manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : "kami
telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? - Dan sesungguhnya Allah
telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui
orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang
dusta."

Dan yang kedua, kepahitan sebagai buah dari perbuatan buruk dan dosa–dosa
kita sendiri, sebagaimana dalam Al Quran An Nisaa' ayat 79 "Apa saja nikmat
yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu,
maka dari (kesalahan) dirimu sendiri."

Dalam Al Quran surat al Ankabut ayat 4 difirmankan "Ataukah orang-orang yang
mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami?
Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu."

Sehingga, balasan paling minimal dari Allah atas dosa-dosa kita adalah
dijadikan hatinya yang gelisah dan perasaan tidak tenang sehingga selalu
tersiksa menjalani kehidupan.

Namun adab terhadap hak Allah itu mengharuskan agar kejahatan, keburukan,
itu dinisbatkan kepada hamba. Sebagaimana ditunjukkan dalam firman Allah
dalam mengajak manusia supaya bersikap adab terhadap hak-Nya: Apa saja
nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang
menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri … (QS An Nisa': 79)
Dikatakan bahwa Yang Memberi mudarat itu ialah Dzat yang berasal dari-Nyalah
segala kebaikan, kejahatan, dan kemudaratan, dan itu semua dinisbatkan
kepada Allah SWT; baik dengan perantaraan malaikat, manusia, benda-benda
mati, maupun tanpa perantara.

Di dalam Al-Quran Surat Yunus ayat 107: Jika Allah menyentuhkan sesuatu
kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali
Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat
menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. Sentuhan Allah dalam kepahitan Itu merupakan sentuhan
rahmat, bukan benci, supaya kita sadar atas kurang taatnya kepada Allah.
Walaupun lahirnya taat, tapi seringkali hati belum taat kepada Allah SWT.
Dan hanya Allah SWT yang kemudian kuasa untuk menghilangkan kemudharatan
itu, tanpa kepahitan.

*Jangan menyangka apabila terkena racun yang menyebabkan bahaya itu
racunnya, melainkan racun hanya menjadi jalan saja.*

Jika suatu kejadian menjadikan hati kembali kepada Allah, maka akan mendapat
berbagai fadhilah, seperti bergugurannya dosa yang selama ini tidak
tertebus.

Bisa menyadari perlindungan Allah itu rahmat. Banyak yang Allah selamatkan
di balik kejadian yang menyakitkan tersebut. Ketenangan batin menghadapi
ujian bukanlah sesuatu yang murah. Ujian itu bisa menjadi jalan untuk
menjadi orang yang haqqul yaqin kepada Allah.

Allah SWT menyentuhkan sesuatu, seperti ayat di atas, yang dirasa tidak
mengenakkan, itu sesungguhnya adalah sebagai rahmat. Kita tidak boleh *
su'udzon* kepada Allah atas ketentuan takdir-Nya. Tak perlu ada pertanyaan
mengapa ini demikian getir rasanya, karena memang kita tidak bisa melihat
makna dari sentuhan itu. Hal itu terjadi mesti karena penglihatannya
orientasi duniawi belaka, hati belum bersih, tidak kembalinya hati kita
kepada Allah. Sudah, bagi kita, tidak ada lagi *su'udzon*. Sebab ia selalu
melihatnya sebagai kemahabaikan Allah. Kebaikan Allah tidak bisa terlihat di
balik musibah, sepanjang masih ada selain Allah SWT sebagai sumber dari
mudharat itu yang menyebabkannya selalu merasa berat menerima kenyataan itu.

Harusnya kita bangun dari kesalahan kita yang telah terjadi, yang
menyebabkan Allah menyentuhkan musibah. Pasti ada rahasia Allah di balik
semua kejadian. Namun, perlu digarisbawahi bahwa semua keburukan yang kita
alami tidak boleh dinisbahkan kepada Allah. Allah memakai kata jika untuk
menyentuhkan. Terjadi dengan ijin Allah karena diundang oleh keburukan kita.

Kenapa orang tidak sukses terbukanya hati, karena dia masih melihat makhluk
sebagai sebab. Mereka sesungguhnya sebagai alat-alat Allah saja yang
digerakkan oleh-Nya. Allah yang mengijikannya, dan tidak dinisbahkan oleh
kita.

Supaya hati kita bersih, dan disukai Allah, maka di hati tidak boleh ada
tandingan selain Allah yang menjadi tumpuan harapan, karena Allah yang
menciptakan dan mengurus kita. Allah menyukai hamba-Nya menjadi bersih.
Jangan dulu lihat wayang, tapi lihat dalangnya. Mulai sekarang kita harus
melihat Allah SWT di balik semua yang 'menyentuh' kita. Jangan sampai
seperti kebanyak manusia yang banyak sengsara karena menzalimi diri sendiri.

Allah menyentuh dengan kemurahannya, kasih sayangnya, sedangkan kita
bertahan dengan kebusukan hati dengan tidak sabar, *suudzon*, atau kelakuan
dosa lainnya. Mendekat kepada Allah ia hanya basa basi.

http://www.eramuslim.com/ramadhan/tausyiah/kemudharatan-salah-siapa.htm


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Monday, August 30, 2010

[daarut-tauhiid] Puasa of the day: Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang

Link ke posting ini
Reaksi: 
Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang

Nak, menangislah,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu.
Jika itu adalah ungkapan penyesalanmu.
Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan.
Tapi baru merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakan
tarawih dan qiyamul lailmu yang centang perenang.

Menangislah,
Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan,
apakah kamu masih disertakan; sedangkan Ramadhan sekarang
cuma tersisa beberapa belas. Tak ada yang dapat menjamin
usiamu sampai untuk Ramadhan besok, sedang Ramadhan ini
tersia-siakan.

Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang.
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir.

Menangislah, lebih keras...
Untuk dosa-dosa yang belum diampuni, tapi kamu masih juga
menambahi dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat,
tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat?

Menangislah.........

Tuntaskan semuanya mulai malam ini. Karena besok waktu akan
bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari.
Tarawih, sedekah, tilawah Qur'an, qiyamul lail, i'tikaf.
Tahu-tahu sudah sepuluh hari terakhir dan kamu masih juga belum siap.
Sekarang, atau mungkin tidak ada sama sekali... -[lm-28]

[Dikutip/disadur dari Abdul Rozak eramuslim.com]
----------------------------------------------------------------------------
l.meilany
300810/20ramadhan1431h

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] UGM Gratiskan Kuliah Anak Sopir Truk

Link ke posting ini
Reaksi: 
Subhanallah walhamdulillah. Semoga bisa ditiru perguruan tinggi lain.

Salam,
CA

--begins--
UGM Gratiskan Kuliah Anak Sopir Truk

Senin, 30 Agustus 2010 - 18:10 wib

Rani Hardjanti - Okezone


Foto: UGM
 enlarge this image

YOGYAKARTA – Mata Kasirin (55), nampak berkaca-kaca menuntun sepeda
ontel baru miliknya. Sepeda warna biru tua itu bukanlah hasil
pembeliannya namun pemberian dari UGM padanya bersama tiga orang tua
lainnya, Ngadiyo (45) asal Pandak, Bantul, Abdul Rahman (55) asal
Pleret Bantul dan Sugiono (43) asal Minggir, Sleman.

Tak sekadar sepeda baru yang membuat Kasirin jadi terharu dan bangga.
Melainkan anak bungsungnya, Novita Nurdiarini, diterima di Fakultas
Farmasi UGM. Lebih meyenangkan lagi, anaknya digratiskan kuliah selama
empat tahun. "Seneng banget, karena orang seperti saya, anaknya bisa
masuk UGM," kata pria asal Donoharjo, Ngaglik Sleman ini.

Tentu tidak terbayangkan di benak Kasirin sebelumnya. Sebagai sopir
truk pasir dengan penghasilan tidak seberapa, ternyata bisa
menguliahkan anaknya di UGM. Itu pun pekerjaan supir tidak mesti
dilakoninya tiap hari. Bisa-bisa dalam sebulan ia tidak mendapatkan
uang sepersen pun bila tidak ada order angkut pasir. Apalagi dia hanya
membawa truk milik orang lain.

Meski penghasilan tidak seberapa. Kasirin tidak pernah patah arang.
Dia selalu memantau belajar anak-anaknya. Kendati untuk urusan sekolah
lebih banyak diurusi oleh istrinya. "Saya selalu tanyakan bila mereka
kalau pulang malam. Supaya tidak terpengaruh lingkungan (kurang
baik)," kata bapak empat anak ini, seperti dikutip situs UGM, Senin
(30/8/2010).

Hidup dalam kondisi keprihatinan ini menjadikan anak-anak Kasirin
belajar keras. Anak ketiganya, sebelumnya juga diterima di teknik
mesin, Fakultas Teknik UGM dengan biaya kuliah gratis. Kini, Kasirin
memiliki dua orang anak sama-sama kuliah di UGM. Semuanya tanpa
mengeluarkan biaya sepersen pun dari sakunya.

Sebagai orang tua, Kasirin tentunya selalu menginginkan anaknya
melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi agar bisa hidup lebih baik di
kemudian hari. Meski ia sendiri hanya tamatan pendidikan Sekolah
Dasar. "Jangan sampai anak dan cucu saya seperti si mbahnya,"
gumannya.

Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., saat penyerahan sepeda
dalam acara temu Orang Tua Mahasiswa Baru di Grha Sabha Pramana,
berharap sepeda yang diberikan UGM kepada orang tua dari keluarga
kurang mampu itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh anaknya.
"Semoga memperlancar kuliah dan membawa barokah," pesan Sudjarwadi.
--ends--

--
Sent from my mobile device


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] kemuliaan Ahlul Badr

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa


Sunday, 29 August 2010


kemuliaan Ahlul Badr, 23 Agustus 2010

جَاءَ جِبْرِيْلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا تَعُدُّوْنَ أَهْلَ بَدْرٍ فِيْكُمْ ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَفْضَلِ الْمُسْلِمِيْنَ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا قَالَ جِبْرِيْلُ وَكَذَلِكَ مَنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنَ الْمَلَائِكَة

( رواه البخاري)

"datang Malaikat Jibril as pada Nabi saw dan berkata: apa pendapat kalian tentang ahlul Badr diantara kalian?, maka bersabda Rasulullah saw : mereka adalah muslimin yg paling mulia,(atau kalimat yg bermakna demikian), lalu berkata Jibril as : demikian pula yg mengikuti perang Badr dari kelompok malaikat, mereka malaikat yg terbaik" (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي هَذِهِ اللَّيَالِي الْمُبَارَكَةِ...

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha menciptakan kerajaan alam semesta dari tiada dan menjadikan setiap detik kita gerbang cintanya Allah bagi yang ingin mendapatkannya, dan menjadikan setiap nafas dari kehidupan dunia sebagai alat untuk mencapai tangga keluhuran, maka merugilah nafas-nafas yang lewat dalam kehinaan , merugilah siang dan malam yang lewat dalam dosa , merugilah usia yang sirna di dalam kesalahan, namun beruntunglah mereka yang mau membenahinya dengan memohon pengampunan , pengampunan Allah tiada pernah tertutup sepanjang waktu dan zaman, namun bagi setiap kehidupan manusia diberikan kesempatan sampai mereka mencapai sakaratul maut. Saudara saudariku yang kumuliakan, ketahuilah bahwa tempat asal kita adalah surga, dan kita diturunkan bersama nabiyullah Adam As, kita telah berada di dalam sulbi nabiyullah Adam As, kemudian diturunkan dari surga ke bumi untuk berjuang, berjihad melawan hawa nafsu, melawan kehinaan, melawan kejahatan, menghindari segala yang hina, menghindari segala yang buruk , untuk mensucikan diri sesuci-sucinya, yang kemudian kita akan kembali ke tempat asal kita yaitu surga, sungguh rumah-rumah kita bukanlah rumah kita yang di dunia, rumah kita yang semestinya adalah di surga, sebagaimana nabiyullah Adam As dan Hawwa. Namun Allah subhanahu wata'ala ingin memisahkan antara pengikut nabi Adam As dan pengikut Iblis, maka Allah subhanahu wata'ala akan menjadikan para pengikut iblis bersama iblis di dalam neraka, dan menjadikan para pengikut ayah mereka ( Adam As ) akan kembali bersama ayahnya kelak di surga, semoga aku dan kalian adalah penduduk surga Allah subhanahu wata'ala tanpa melewati neraka, tanpa melewati hisab yang berat, tanpa melewati siksa kubur, tanpa melewati beratnya sakaratul maut, tanpa melewati musibah yang banyak di dunia, Ya Allah.. yang hanya dengan nama-Mu lah cita-cita kami ini bisa tercapai, dan sungguh mustahil hal ini terjadi pada kami jika bukan karena keagungan nama-Mu Yang Maha menentukan segala kejadian. Wahai Yang dihadapan-Nya tidak ada sesuatu yang mustahil, tiadalah sesuatu itu sulit dan berat di sisi Allah subhanahu wata'ala.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Persiapkan hari-harimu ini, kita berada si sebuah perahu yang terus melintas di atas samudera yang penuh dengan racun dan gelombang jebakan syaitan untuk menjatuhkanmu ke dalam lautan dosa, dan mereka yang telah jatuh ke dalam samudera dosa hingga gelap dengan kehinaan maka ia bisa kembali ke perahu jika ia segera bertobat dan akan Allah selamatkan dia. Dan perahu yang merupakan rahmat Allah subhanahu wata'ala yang terbesar adalah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, perahu Rasulullah yang besar ini menyelamatkan sedemikian banyak ummat, sehingga setiap dosa hanya ditulis satu sedangkan pahala ditulis sepuluh hingga tujuh ratus pahala. Di dalam kehidupan ini akan muncul hal-hal yang barangkali tidak kita sukai, namun sungguh hal itu tidaklah ada yang abadi, kesemuanya akan sirna dan fana, semua kenikmatan, kesedihan, kemuliaan, musibah, kemudahan dan kesulitan akan kita tinggalkan dan yang tersisa adalah ketakwaan kepada Allah, yang tersisa adalah keagungan nama Allah, yang tersisa adalah keluhuranmu untuk meluhurkan nama Allah, itulah yang menjadi modal untuk kebahagiaan yang kekal. Namun kehidupan yang terus kita modali dengan dosa itu adalah modal untuk menuju kepada kehidupan hina yang kekal.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Allah subhanahu wata'ala telah berfirman kepada sang nabi dan kepada semua orang yang terkena musibah :

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ( الطور : 48 )

" Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami" ( QS. At Thuur : 48 )

Bersabarlah atas hukum-hukum Allah subhanahu wata'ala, bersabarlah atas takdir-takdir Allah karena sungguh kita dihadapan penglihatan Allah subahanahu wata'ala. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling banyak ditolong oleh Allah subhanahu wata'ala, namun kita semua juga selalu di dalam penglihatan Allah subhanahu wata'ala, oleh sebab itu yang terkena musibah maka bersabarlah karenaa musibahmu tidak akan abadi, yakinilah janji Allah subhanahu wata'ala atas segala kesusahan di dalam firman-Nya :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ( الشرح : 5-6 )

" Karena sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan, Karena sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan" ( QS. As Syarh : 5-6 )

Dua kali Allah bersumpah bahwa "Sungguh dalam kesulitan akan datang kemudahan, sungguh setelah kesulitan akan datang kemudahan ", Allah tidak mengatakan "sesudah kesusahan akan datang kemudahan",tetapi Allah berkata : " bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan". Hal ini menunjukkan sangat dekatnya antara musibah dan datangnya kemudahan. Maka bersabarlah dan tabahlah, tenang dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan bersabar dan shalat, sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ( البقرة : 153 )

"Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" ( QS. Al Baqarah : 153 )

Dengan memperbanyak shalat dan ibadah, dimana dengan hal itu akan semakin cepat musibah sirna dan berganti kemudahan.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Inilah malam 14 Ramadhan, telah lewat sedemikan banyak ramadhan dalam kehidupan kita, tercabut dari usia kita tersisa kira-kira setengah bulan lagi ramadhan dalam kehidupan kita. Entah tahun depan kita masih hidup atau sudah berada di dalam gumpalan tanah, tidak bisa lagi puasa, tidak bisa lagi shalat tarawih, tidak bisa lagi sahur dan buka puasa bersama, barangkali ramadhan kali ini adalah ramadhan yang terakhir bagi kita, semoga Allah subhanahu wata'ala memanjangkan usia kita dalam keluhuran, kebahagiaan, kemakmuran, kenikmatan, kekhusyu'an, kesucian, kemuliaan, Ya Rahman Ya Rahim. Setinggi-tingginya cita-cita tetap tiada artinya dibanding keagungan nama-Mu Ya Allah. Kita ingat bahwa hari ini adalah tanggal 13 Ramadhan tepat dengan kejadian Fath Makkah, sebagaimana salah satu riwayat yang mengatakan bahwa Fath Makkah terjadi pada tahun ke-8 H tanggal 10 Ramadhan, sebagian mengatakan tanggal 13 Ramadhan, maka di malam ini kita mengingat kembali kejadian Fath Makkah, dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bergerak dengan 10.000 muslimin, diawali dengan perjanjian Hudaibiyah pada tahun ke-6 H, dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dipaksa oleh kuffar quraisy untuk tidak masuk ke Makkah, maka para muslimin pun marah dan diantara mereka yaitu sayyidina Umar ibn Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : " Wahai Rasulullah, bukankah kita ini penduduk Makkah?", maka Rasul berkata: " betul ", maka sayyidina Umar berkata lagi : " bukankah kita ini dalam kebenaran dan mereka dalam kebathilan?", rasul pun menjawab : "betul", sayyidina Umar berkata lagi : "bukankah Engkau adalh Rasulullah pembawa kebenaran?","betul", jawab Rasulullah. Maka diamlah sayyidina Umar bin Khattab tidak lagi meneruskan ucapannya dan Rasul terus memerintah para sahabat yang jumlahnya di saat perjanjian Hudaibiyah itu adalah 1.400 untuk mundur kembali ke Madinah Al Munawwarah dan tidak jadi memasuki Makkah. Namun di saat perjanjian Hudaibiyyah itu di malam harinya sayyidina Umar tercenung karena ketika ia bertanya kepada Rasulullah dengan satu pertanyaan maka Rasul tidak menjawab, bertanya kedua kalinya Rasul diam juga, bertanya ketiga kalinya Rasul pun tidak menjawab, maka sayyidina Umar pun pergi dalam hatinya ia berkata :" sungguh celaka aku ini, tiga kali bertanya kepada Rasulullah beliau tidak menjawab, celaka diri ini akan dimurkai Allah subhanahu wata'ala", maka setelah ia menaiki kudanya ia pun dipanggil : "wahai Umar, Rasulullah memanggilmu telah turun ayat kepada Rasulullah", maka sayyidina Umar berkata dalam hatinya :" sungguh celaka aku, itu pasti ayat yang turun karena murka Allah kepadaku karena aku mengganggu Rasulullah", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَليَّ اللَّيْلَةَ سُوْرَةٌ لَهِيَ أَحَبّ إِليَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

"Sungguh telah turun padaku malam ini surat yang ia lebih kusenangi dan menggembirakanku lebih dari terbitnya matahari" (Shahih Bukhari)

Maka dijelaskan oleh Al Imam Ibn Katsir di dalam riwayat lainnya bahwa Rasulullah bersabda : "telah turun ayat yang lebih kucintai daripada dunia dan seisinya", maka sayyidina Umar berkata : " ayat apa wahai Rasulullah?", Rasul berkata: " Allah telah berfirman :

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ، وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا ( الفتح : 1-3 )

" Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)" (QS. Al Fath : 1-3 )

Sebagian ahli tafsir mengatakan yang dimaksud adalah dosa para shahabat dan pecinta beliau yang lalu dan yang akan datang. Tetapi makna ayat ini bertentangan karena disaat itu Rasulullah kembali ke Madinah, ditolak oleh kuffar quraisy untuk masuk ke Makkah, tetapi di saat itu Allah menurunkan ayat yang menunjukkan bahwa Allah memberikan kemenangan untuk Rasulullah dan kaum muslimin, padahal yang terjadi di saat itu adalah Rasulullah dan kaum muslimin di usir untuk kembali lagi ke Madinah. Maka sayyidina Umar berkata : "wahai Rasulullah, apakah janji Allah ini adalah Fath untuk kita?", maka Rasulullah berkata : "betul", sayyidina Umar bertanya lagi : "kapan wahai Rasulullah", tetapi Rasulullah diam tidak menjawabnya. Kapankah Fath Makkah itu terjadi?, dua tahun kemudian yaitu pada tahun ke-8 H, di dalam riwayat mengatakan pada tanggal 10 Ramadhan, di riwayat yang lainnya pada tanggal 13 Ramadhan.
Di saat kejadian itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan para sahabat untuk tidak satupun diantara mereka yang mengacungkan pedang, tidak ada senjata yang keluar dari sarungnya, kecuali jika ada yang menyerang maka boleh mengeluarkan senjata, maka masuk ke Makkah dari segala penjuru, yang masuk ke rumah Abu Sufyan maka ia selamat, yang masuk ke rumahnya sendiri ia selamat, yang masuk ke masjid ia pun selamat, dan yang melawan akan dihabisi, maka tidak ada dintara mereka yang melawan. Dan di saat itu banyak diantara mereka yang masuk Islam dintaranya adalah Abu Quhafah, ayah sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra yang buta, diseret oleh Muslimin untuk mengahdap Rasulullah tetapi Rasulullah yang datang menghampirinya maka Abu Qahafah masuk Islam di tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Rasulullah menoleh kepada Abu Bakr dan berkata : " wahai Abu Bakr, kuberi engkau kabar gembira, ayahmu telah masuk Islam", maka ketika itu berubahlah wajah Abu Bakr As Shiddiq, ia menunduk dan kemudian mengalirkan air mata karena sedih, maka Rasulullah berkata : " wahai Abu Bakr, bukankah aku membawa kabar gembira bahwa ayahmu telah masuk Islam, apakah engkau tidak gembira dengan hal itu, mengapa kau cemberut ", maka Abu Bakr As Shiddiq semakin menangis dan berkata : " Wahai Rasulullah , aku senang karena ayahku masuk Islam, tetapi aku lebih senang jika paman-pamanmu ( seperti Abu Lahab dan Abu Jahal ) yang meninggal dalam kekufuran mereka masuk Islam karena hal itu akan lebih membuatmu gembira", maka Rasulullah memeluk Abu Bakr dan berkata : " Barakallahu fiik wahai Abu Bakr , engkau tau perasaanku ". Kita lihat bagaimana kecintaan Khalifah pertama sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau senang dengan ayahnya masuk Islam, tetapi setelah beliau ingat bahwa paman-paman Rasulullah ada yang wafat dalam kekufuran, maka beliau merasa bahwa hal itu sangat menyakitkan perasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka jika seandainya paman-paman Rasulullah yang masuk Islam hal itu lebih ia senangi karena hal itu pasti menggembirakan Rasulullah, oleh karena itu Abu Bakr merasa terharu, sedih dan malu karena Rasulullah memberi kabar gembira dengan keislaman ayah beliau, sedangkan paman-paman beliau ada yang tidak mendapatkan hidayah, inilah akhlak sayyidina Abu Bakr As Shiddiq. Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim ketika Rasul mendapat kabar dari Jibril As, bahwa kaum Anshar kasak kusuk setelah hari Fath Makkah itu, dimana kaum Anshar adalah penduduk Madinah dan mereka berkata bahwa mereka tidak memiliki rumah di Makkah, maka mereka harus pulang ke Madinah dan berpisah dengan Rasulullah yang telah sepuluh tahun hidup bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan kini Rasul sudah pulang ke kampungnya di Makkah , maka wajah mereka pun sudah mulai suram, sedangkan kaum Muhajirin gembira karena kembali ke rumahnya, kembali kepada keluarganya, temannya , dan para kerabatnya karena sepuluh tahun tidak berjumpa dengan mereka. Dan kaum Anshar yang penduduk Madinah tercenung sedih melihat muhajirin yang saling bergembira, maka Rasulullah berkata kepada kaum Anshar : " wahai kaum Anshar berkumpullah, aku mendengar benarkah diantara kalian ada yang berkata bahwa aku telah pulang kampung dan kalian akan kembali ke Madinah dan berpisah denganku?", maka mereka berkata : " betul wahai Rasulullah, kami risau jika kami harus pulang dan berpisah denganmu", maka Rasulullah berkata:

كَلاَّ إِنِّي عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ هَاجَرْتُ إِلَى اللهِ وَإِلَيْكُمْ اَلْمَحْيَا مَحْيَاكُمْ وَالْمَمَاتُ مَمَاتُكُمْ

" Sungguh tidak, aku ini hamba Allah dan RasulNya, aku hijrah kepada Allah dan kepada kalian hidupku bersama kalian, dan wafatku bersama kalian "

Demikian cinta Rasulullah kepada kaum Anshar, beliau tidak memilih kampung halamannya, tidak memilih tempat kelahirannya tetapi lebih memilih tempat para pecintanya. Di saat semua kampung
menolak dan mengusir Rasulullah hanya Madinah lah yang menerima Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan wilayah lain tidak mau menerima Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena akan
dikejar-kejar oleh kuffar Qurays, maka semuanya mengusir nabi hanya Madinah yang mau menerima Rasulullah, maka Rasulullah tidak mau berpisah dengan kaum Anshar. Makkah sudah dikuasai tetapi
beliau hanya diam selama 15 hari dalam salah satu riwayat, setelah itu beliau kembali ke Madinah sampai wafat di Madinah, beliau ingin selalu bersama dengan para pecintanya. Semoga Jakarta menjadi kota para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, amin.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah

subhanallah . Di saat itu Rasulullah meminta pendapat para sahabat, di Badr Al Kubra bukannya Rasul mengajak perang, Rasulullah bukanlah orang yang menyukai perang, rasul tidak menyukai gencat
senjata, namun mereka kuffar quraisy selalu berkumpul untuk menyerang Rasulullah, sampai ketika perang Tabuk Rasulullah keluar ke Tabuk demi menjaga Jazirah Arab agar jangan sampai diserang Romawi, itulah yang diperbuat oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Demikian pula pula di Badr Al Kubra, kejadian Badr Al Kubra itu bukanlah bertujuan untuk berperang tetapi hendak memotong kafir Quraisy yaitu kafilah Abu Sufyan. Karena setiap kali kafilah muslimin akan masuk ke Madinah, sering dirampok oleh orang-orang kuffar quraisy, maka Rasulullah ingin sekali-kali
memberi pelajaran kepada mereka, maka dipotonglah kafilah Abu Sufyan. Dan Rasulullah pun keluar bersama muslimin yang jumlahnya 313, diriwayat yang lain 314 dan dalam riwayat yang lain 319, namun dalam Shahih Al Bukhari tiga riwayat menyebutkan 313, dan yang mengatakan 314 menurut Al Imam Ibn Hajar bahwa yang ke 314 adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan yang mengatakan 315 karena ada satu orang yang masuk Islam di tengah jalan kemudian ia ikut perang Badr, dan yang mengatakan 319 yaitu karena ada orang-orang yang dilarang ikut tetapi mereka tetap ikut seperti Abdullah bin Umar Ra. Maka di saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat, kaum muhajirin dan anshar dikumpulkan dan beliau berkata : "wahai para sahabat berilah aku pendapat dalam hal ini ", maka sayyidina Abu Bakr berkata : " kita semua siap untuk berangkat perang wahai Rasulullah", sayyidina Umar pun berkata demikian. Maka kaum Anshar yang mendengar hal itu terkejut karena mereka bukanlah orang-orang yang ahli dalam peperangan tidak seperti kaum muhajirin, mereka adalah para petani, peternak dan pengelola kebun-kebun kurma yang tidak mengerti tentang perang, maka mereka pun bingung dan hanya diam, hingga Rasulullah mengulang ucapannya lagi : " wahai para sahabat berilah aku pendapat kalian ", akhirnya salah seorang dari Anshar berdiri dan berkata : " wahai Rasulullah, sepertinya engkau menunggu pendapat kami dari kaum Anshar ?", Rasulullah berkata : " iya betul yang kutunggu pendapat kalian, karena dari tadi hanya kaum muhajirin yang berbicara ", maka orang itu berkata : " Wahai Rasulullah berangkatlah, kami siap berangkat bersamamu, kemanapun engkau pergi kami ikut, engkau naik ke atas gunung kami ikut naik ke atas gunung, engkau masuk ke dasar lautan kami pun ikut ke dasar lautan, seandainya pun kami harus mati satu persatu tenggelam di lautan, maka tidak satupun dari kami kaum Anshar yang akan tersisa, barangkali hal itu bisa membuat kami menggembirakanmu wahai Rasulullah". Nyawa mereka tidak ada artinya demi menggembirakan hati sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, mereka ingin menghibur Rasulullah dengan nyawa mereka, demikian keadaan para sahabat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. Hadirin hadirat, namun jangan disalah tafsirkan bahwa Ahlu Badr itu adalah kelompok beringas, kelompok anarkis, kelompok teroris atau yang lainnya, tidak demikian. Ahlu Badr adalah orang-orang damai, sampai-sampai Abu Thalhah Al Anshari Ra dia adalah orang yang sangat pemeberani dari kalangan Anshar, dimana Rasulullah berkata bahwa Abu Thalhah sama dengan 1000 pasukan yang lain karena dahsyatnya kekuatan Allah yang diberikan kepada Abu Thalhah. Maka diriwayatkan dalam Ibn Hisyam bahwa di saat perang Badr pedang Abu Thalhah terjatuh karena kantuknya disebabkan shalatnya yang terlalu lama di malam harinya. Jika seseorang berperang dengan emosi bisakah ia merasakan kantuk?!, melihat ribuan pasukan di hadapannya yang dilengkapi dengan perisai baja dan pedang-pedang terhunus, dan panah-panah yang terus terarah kepada mereka, masih bisakah ngantuk?!, kalau berperang dengan hawa nafsu maka tidak akan pernah bisa ngantuk, yang ada salah satu diantara dua hal yaitu ngamuk dengan serabutan atau lari ke belakang, bukankah begitu?. Tapi Abu Thalhah bisa mengantuk hingga pedangnya terjatuh karena santainya menghadapi perang, mereka menghadapi kematiaan dengan santai dan tenang, karena mereka bukan pasukan beringas, mereka adalah orang-orang damai, ahlu dzikir, demikianlah keadaan Ahlu Badr radiyallahu 'anhum. Mereka adalah orang-orang paling mulia, sehingga di hadits yang tadi kita baca dijelaskan bahwa ketika Jibril bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang pendapat beliau tentang para sahabat beliau ahlu Badr, maka Rasul berkata : " mereka ahlu Badr adalah orang-orang muslim yang paling afdhal", mereka lebih afdhal dari semua muslimin yang lain, dan muslim lain tidak ada yang lebih afdhal dari mereka. Ahlu Badr adalah perpaduan dari bangsa arab dan bukan bangsa arab, dari kaum budak dan orang-orang merdeka, dari golongan kaum jelata hingga golongan orang yang kaya raya, dan diantara mereka pula para ahlu bait Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Bendera dipegang oleh dua kelompok , satu dari Muhajirin dan yang satu dari kaum Anshar, bendera Muhajirin dibawa oleh oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah Ra benderanya berwarna hitam demikian yang dijelaskan dalam sirah Ibn Hisyam, dan bendera kaum Anshar berwarna putih. Demikian dahsyatnya perang Badr Al Kubra, maka Rasul berkata bahwa mereka adalah muslimin yang paling afdhal, dan di saat itu pun Jibril menjawab bahwa malaikat yang ikut di perang Badr mereka juga malaikat yang paling afdhal.

Hadirin hadirat, setelah perang Badr selesai tidak semuanya wafat, tetapi ada beberapa yang wafat dan ada yang masih hidup, diantara yang hidup itu terus hidup hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wafat. Dan ketika masa khalifah Abu Bakr As Shiddiq Ra maka di saat itu banyak pemberontakan di beberapa wilayah, diantaranya di Yaman, maka penguasa di kota Tarim Hadramaut meminta bantuan dari khalifah Abu Bakr As Shiddiq untuk mengirim pasukan, karena banyak pemberontak yang memberontak terhadap kekhalifahan Abu Bakr As Shiddiq, maka dikirimlah para pasukan Ahlu Badr ke Tarim Hadrmaut, dan disana ada gunung yang disebut Jabal Khailah (gunung kuda), mengapa disebut gunung kuda?, karena disitulah turunnya kuda-kuda ahlu Badr yang datang dari Madinah diutus oleh sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra ke kota Tarim Hadramaut untuk berjihad disana, sebagian diantara mereka wafat dan dimakamkan di Tarim hingga sekarang kuburnya dikenal dengan kuburan ahlu Badr karena disana dimakamkan beberapa oarng ahlu Badr, dan sejak itulah Al Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir hijrah dari Baghdad ke Tarim Hadramaut, kemudian cucunya Al Iman Ali Bin Alawy Khali' Qasm
membangun pemakaman Zanbal di sekitar pemakaman Ahlu Badr, hal ini menunjukkan bahwa para sahabat dan para ahlu bait Rasul ingin selalu berdampingan, para habaib kita selalu ingin dengat dengan para sahabat Ra, maka disanalah makam Al Imam Haddad, makam Al Imam Alfaqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawy, makam Al Imam Umar bin Abdurrahman Al Atthas, makam Al Imam Abdullah bin Abu Bakr Al Aidarus, makam Al Imam Abdurrahman As Saggaf, semua berdampingan dengan kuburan ahlu Badr radiyallahu 'anhum. Dan sebagian dari mereka berangkat ke pulau Jawa, 9 orang menuju Gujarat kemudian ke Jawa dan meyebarkan Islam dan mereka di kenal dengan sebutan Wali Songo, dimana mereka dari Gujarat yang berasal dari Yaman, para keturunan Al Imam Faqih Muqaddam,
keturunan Al Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir. Kita lihat sanadnya Islam di Indonesia yang bersambung yang berasal dari para da'i yang berasal dari Tarim Hadramaut, siapa mereka? Mereka adalah para ahlu bait Rasulullah, keturunan Al Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir yang hijrah dari Baghdad ke Tarim Hadramaut. Kita lihat sanadnya dari zaman Rasululullah ke zaman sayyidina Abu Bakar As Shiddiq kemudian Abu Bakr mengirim pasukan Ahlu Badr ke Tarim Hadramaut berjihad di Tarim dan sebagian wafat, kemudian perjuangan dilanjutkan oleh khalifah Umar bin Khattab, khalifah Utsman, dan khalifah Ali bin Abi Thalib hingga sampai kepada Al Imam Ahmad Al Muhajir yang akhirnya juga hijrah juga ke Tarim dan bergabung lagi dengan para ahlu Badr yang dimakamkan di sana, dan dari sana sampailah ke Indonesia ini, jadi sanad kita ini sebenarnya tersambung kepada ahlu Badr radiyallahu 'anhum waardhahum.,

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiah, tetapi ada beberapa hal yang perlu saya bahas yaitu tentang jama'ah yang mengeluhkan mengapa majelis waktunya dimajukan sehingga mereka tidak bisa hadir majelis karena kerja, hal ini akan kita musyawarahkan lagi, tetapi saat ini saya berikan dispensasi untuk malam Ahad majelis kita mulai jam 21.00 Wib, di malam-malam yang lain tetap jam 20.30 Wib , tetapi akan kita pertimbangkan lagi jika majelis dimulai jam 21.00 Wib. Selanjutnya keluhan tentang ucapan yang sedikit seru bagi hati saya, benci sih tidak. Keluhannya " mbok ya diajari jamaah majelis kita ini supaya tidak berboncengan dengan wanita yang bukan mahramnya", masyaallah… mau diajari atau mau disuruh jadi malaikat semua, jadi disuruh jangan hadir najelis atau menikah dulu baru boleh pergi ke majelis?!. Tentunya kaum wanita sebaiknya berjalan dengan wanita yang lain, berdua atau bertiga dan ada prianya, tapi jika tidak ada teman wanita apa kita akan melarang dia pergi ke majelis?. Kita tidak bisa melarang kaum wanita untuk hadir majelis, lalu daripada naik ojek malam-malam maka lebih baik bersama teman laki-laki yang dikenal oleh ayah ibunya, jadi orang
tuanya tau putrinya berangkat sama siapa dan bisa bertanggung jawab, daripada tukang ojek yg tak dikenal. Oleh sebab itu saya menghimbau pada yang menulis surat ini untuk berhati-hati kalau bicara, di majelis ini yang hadir bukan para malaikat semua, banyak malaikat yang hadir tetapi banyak juga manusia yang hadir, banyak pendosa disini bukan para ulama' semuanya, dan tidak semuanya yang hadir
mempunyai mobil pribadi dan sopir pribadi yang bisa mengantar ke majelis. Jika seorang wanita tidak ada temannya untuk hadir ke majelis, apa kita larang dia untuk hadir majelis, duduk saja di rumah nonton Insert, cek 'n ricek dan lain sebagainya?, maka jika tidak ada juga teman wanita yang menemaninya maka lebih baik bersama teman pria yang dikenal oleh ayah ibunya dan jaga adab. Kalau berbicara oknum, jangankan di zaman kita sekarang di zaman Rasulullah saja para munafik ada, apalagi di zaman kita sekarang.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Juga protes dari penulis surat bahwa majelis malam Selasa yang lalu, majelis serabutan dan tidak tertib, dikarenakan karena Habib mengubah waktu majelis dimajukan dan jam 22.15 Wib sudah bubar, masalahnya kita kan mau mengundang Bapak Presiden untuk hadir sebelum beliau ziarah ke makam pahlawan, tetapi beliau tidak tahu ada majelis kita disini, sebenarnya majelis kita dilarang untuk diadakan malam itu, karena tidak boleh ada aktifitas berlangsung di sekitar jalur melintasnya para tamu negara menuju makam pahlawan di Kalibata, tetapi setelah beliau mengetahui bahwa kita yang mengadakan majelis di sini, dan memang Majelis Rasulullah ini dikenal oleh Bapak Presiden dan para petinggi negara, maka diizinkan dan Bapak Presiden diundang tidak bisa hadir , tapi mohon aktifitas saya jangan sampai berbenturan dan agar tidak berbenturan dengan pengawal Presiden yang akan masuk dengan para Jama'ah maka saya bubarkan majelis lebih cepat, jadi bukan mau serabutan justru untuk menghindari macet. Jika kita bubarnya kira-kira jam 22.45 Wib seperti biasa, dan di saat itu Presiden lewat apa tidak tambah serabutan?, jadi itu maksudnya, dan terimakasih atas kritik yang membangun. Insyaallah jama'ah semakin tertib, dan yang memakai helm semakin banyak saya sangat gembira, dan yang tidak memakai helm tidak saya benci, saya doakan, didoakan apa? Saya doakan supaya segera pakai helm, yang pakai helm didoakan supaya semakin makmur, semakin membawa nama baik Majelis Rasulullah,
jadi yang tidak pakai helm tidak didoakan Bib?!, didoakan juga tetapi kurang dikit doanya… (nada beliau dg tenang dan canda).
Dan juga yang terakhir saya instruksikan kepada semua fihak yang mengundang Majelis Rasulullah untuk tidak menutup jalan utama, kalau seadainya schedule sudah ditentukan untuk menutup jalan utama, maka batalkan dan cari lokasi yang lain, kalau bukan jalan utama seperti jalan kampung maka hal itu tidak apa-apa karena yang terganggu hanya orang kampung sendiri, dan itu kan minta izin sama RT/RW nya kalau diizinkan maka tidak ada lagi masalah, jika ada orang kampung yang protes maka orang kampung itu sendiri yang bisa menetralisir, tetapi kalau jalan umum/jalan besar kita tutup maka berapa ribu orang yang akan melaknat kita?!, dan yang bertanggung jawab saya, dan saya tidak mau hal ini terjadi.

Hadirin hadirat, Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menginstruksikan secara tegas untuk tidak menutup jalan utama, jika dalam pelaksanaan majelis itu melakukan penutupan jalan utama maka saya tidak akan hadir di majelis itu, karena penutupan jalan utama itu dosa besar, kalau majeli-majelis ta'lim yang lain berbuat demikian dan mereka bisa bertanggung jawab maka silahkan saja saya tidak melarangnya.
Majelis Rasulullah tidak mau berbuat demikian, kita tidak mau memecah belah, kita tidak mau bermasalah dengan masyarakat, kita tidak pula mau bermasalah dengan para kepolisian, kita tidak mau
bermasalah juga kelak dihadapan Allah subhanahu wata'ala.
Hadirin hadirat, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasul melihat ada ranting yang menghalangi jalan maka beliau singkirkan, dan ketika ditanya Rasul berkata bahwa Allah subhanahu wata'ala jika melihat seseorang melakukan hal ini maka Allah ampuni dosa-dosanya.
Dan jika Rasulullah ada saat ini, menurut hemat saya Rasul tidak akan gembira jika jalan di tutup, kecuali tertutup sendiri, misalkan ketika kalian keluar majelis jalan di buka tutup, jalan ditutup untuk jama'ah menyeberang, lalu dibuka lagi untuk kendaraan umum berlalu, demikian terus bergantian,
jadi bergantian karena kita kan masyarakat juga, kita bukan datang dari bulan, jika ada yang berkata "Bib ini jalan untuk masyarakat!", iya tahu jalan ini kalau jalan itu untuk
masyarakat, tetapi kita memangnya siapa bukannya kita ini masyarakat juga?, tetapi bagi-bagi, tutup sebentar kemudian dibuka lagi, tutup dan buka lagi, hal ini khusus untuk majelis di Masjid Al Munawwar, kalau di majelis-majelis lain jangan sampai ada penutupan jalan secara total khususnya jalan utama.
Mengenai ucapan orang, ada yang berkata ; " Bib, karena majelis dimajukan maka saya jadi buru-buru dan akhirnya tidak mau pakai jaket MR karena dicaci maki orang sebab tidak tertib", kok tidak mau pakai jaket MR gara-gara cacian orang, masyaallah…?.
Hadirin hadirat, ada sebuah hikayat untuk tidak terlalu mendengarkan ucapan orang jika kita dalam kebenaran, jika kita dalam kebenaran maka jangan terlalu memikirkan ucapan orang nanti menjadi gila, karena pernah terjadi ada sebuah hikayat dalam ilmu usul dimana seorang lelaki yang lanjut usia bersama anaknya yang masih kecil membeli keledai, maka sang bapak naik ke atas keledai dan anak
menuntunnya, maka di saat itu orang-orang protes : "dasar bapak tidak punya rasa kasian, anaknya yang masih kecil berjalan dia malah naik di atas keledai", mendengar ucapan itu sang bapak turun kemudian meminta anaknya untuk menaiki keledai, maka sesampainya di perkampungan yang lain diprotes lagi : " anak tidak tau adab, bapaknya sudah tua renta disuruh berjalan anaknya di atas keledai", maka sang bapak berkata : " nak, turunlah kita berjalan saja ", maka mereka berdua berjalan kaki, maka sampai di kampung lain
diprotes lagi : " keledai tidak ditumpangi dibeli, sungguh tidak waras!", maka sang ayah berkata : " salah lagi kita nak, ya sudah kita naiki berdua saja ", maka naiklah mereka berdua ke atas keledai, sesampainya di suatu perkampungan diprotes lagi : " sungguh kejamnya orang ini, satu keledai ditunggangi berdua", maka sang ayah berkata : " kita salah lagi nak, jadi kita apakan keledai ini?", akhirnya sang bapak berkata : " sudahlah nak, kita pikul saja keledai ini, biarkan orang mau berkata apa", jadi gila akhirnya orang itu, karena keledainya mereka angkat bersama.
Hadirin hadirat, jadi jangan terus memikirkan ucapan orang, tetapi jangan berbuat salah. Kita berbuat sesuatu yang benar, setelah itu biarkan orang mau berbicara apa, karena terkadang kita benar pun tetap salah dipandangan orang lain. Kita berusaha dalam kebenaran dan selanjutnya jangan memikirkan perkataan orang, itu yang ingin saya sampaikan.

Semoga acara kita malam Jum'at yang akan datang sukses, berkumpul satu juta muslimin muslimat, dan kemuliaan ahlu Badr terbit untuk kita, amin…
Hadirin hadirat di Forum tanya jawab ada yang menyampaikan : " Habib, sewaktu acara haul Ahlu Badr saya tidak sempat hadir, tidak ada uzur tetapi saya hanya ngantuk saja dan tidur dan di malamnya saya bermimpi meliahat Ahlu Badr 313 orang, wajah-wajahnya bersih bercahaya, dan mengajak jama'ah Majelis Rasulullah untuk berjumpa dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam " ayo kalian kami ajak berjumpa dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ", dan ketika saya kejar tidak bisa, saya lari sekencang-kencangnya tidak terkejar, setelah saya bangun dari tidur barulah saya tau ternyata saya tidak hadir haul Ahlu Badr Ra". Hadirin hadirat, kita mencintai Ahlu Badr dan ruh kita selalu bersama mereka meskipun jasad kita tidak berjumpa, maka insyaallah kita kan bersama mereka dan bersama pimpinan Ahlu Badr, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Tentunya ucapan saya tadi tidak untuk memecah belah para ulama', karena masing-masing ulama', masing kyai dan para Habaib punya cara – cara sendiri dalam dakwahnya, namun kita jelaskan bawha cara Majelis Rasulullah seperti itu. Selanjutnya kita bertawassul kepada Ahlu Badr Ra, kemudian talqin dipimpin oleh Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, lalu doa penutup oleh Al Habib Ahmad bin Syeikh Al Kaff, falyatafaddhal masykura.


Terakhir Diperbaharui ( Sunday, 29 August 2010 )

Best Regards,

SAIFUL ILMI

Production Engineering

PT. Katsushiro Indonesia

Jl. Jababeka XII Blok I - Cikarang - Bekasi

Telp. 021-8934953 ext. 270 or ext. 235

Fax . 021-8934957

Hp. 081-59404731

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Allah Itu Dekat

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum wr. wb.,

Semoga terusan berikut bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr. wb.,
CA

--begins--
Allah Itu Dekat

Tafsir Ayat

16/7/2010 | 05 Sya'ban 1431 H | Hits: 9.798

Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA



dakwatuna.com – "Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu
(Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku
mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka
hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu
agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)". (Al-Baqarah: 186)

Ayat ini meskipun tidak berbicara tentang Ramadhan seperti pada tiga
ayat sebelumnya (Al-Baqarah: 183-185) dan satu ayat sesudahnya
(Al-Baqarah: 187), namun keterkaitannya dengan Ramadhan tetap ada.
Jika tidak, maka ayat ini tidak akan berada dalam rangkaian ayat-ayat
puasa seperti dalam susunan mushaf. Karena setiap ayat Al-Qur'an
menurut Imam Al-Biqa'I merupakan satu kesatuan (wahdatul ayat) yang
memiliki korelasi antar satu ayat dengan yang lainnya, baik dengan
ayat sebelumnya atau sesudahnya. Disinilah salah satu bukti
kemu'jizatan Al-Qur'an.

Kedekatan Allah dengan hambaNya yang dinyatakan oleh ayat di atas
lebih khusus daripada kedekatan yang dinyatakan dalam surah Qaaf ayat
16: "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" yang
bersifat umum. Kedekatan Allah dengan hambaNya dalam ayat di atas
merupakan kedekatan yang sinergis, kedekatan yang aplikatif, tidak
kedekatan yang hampa dan kosong, karena kedekatan ini terkait erat
dengan doa dan amal shalih yang berhasil ditunjukkan oleh seorang
hamba di bulan Ramadhan, sehingga merupakan motifasi terbesar yang
memperkuat semangat ber Ramadhan dengan baik dan totalitas.

Dalam konteks ini, korelasi ayat doa dan kedekatan Allah yang khusus
dengan hambaNya dengan ayat-ayat puasa (Ayatush Shiyam) paling tidak
dapat dilihat dari empat hal berikut ini: Pertama, Salah satu dari
pemaknaan Ramadhan sebagai Syahrun Mubarok yang menjanjikan beragam
kebaikan adalah Syahrud Du'a dalam arti bulan berdoa atau lebih jelas
lagi bulan dikabulkannya doa seperti yang diisyaratkan oleh ayat ini.
Karenanya Rasulullah saw sendiri menjamin dalam sabdanya: " Bagi orang
yang berpuasa doa yang tidak akan ditolak oleh Allah swt." (HR. Ibnu
Majah). Kondusifitas ruhiyah seorang hamba di bulan Ramadhan yang
mencapai puncaknya merupakan barometer kedekatannya dengan Allah yang
juga berarti jaminan dikabukannya setiap permohonan dengan modal
kedekatan tersebut.  Dalam kitab Al-Ma'arif As-Saniyyah Ibnu Qayyim
menuturkan: "Jika terhimpun dalam doa seseorang kehadiran dan
keskhusyuan hati, perasaan dan kondisi kejiwaan yang tunduk patuh
serta ketepatan waktu yang mustajab, maka tidaklah sekali-kali doanya
ditolak oleh Allah swt. Padahal di bulan Ramadhanlah kondisi dan
situasi 'ruhiyah' yang terbaik hadir bersama dengan keta'atan dan
kepatuhannya dengan perintah Allah swt.

Kedua, Ungkapan lembut Allah " Sesungguhnya Aku dekat" merupakan
komitmen Allah untuk senantiasa dekat dengan hambaNya, kapanpun dan
dimanapun mereka berada.  Namun kedekatan Allah dengan hambaNya lebih
terasa di bulan yang penuh dengan keberkahan ini dengan indikasi yang
menonjol bahwa hambaNya juga melakukan pendekatan yang lebih intens
dengan berbagai amal keshalihan yang mendekatkan diri mereka lebih
dekat lagi dengan Rabbnya. Padahal dalam sebuah hadits qudsi Allah
memberikan jaminan: "Tidaklah hambaKu mendekat kepadaku sejengkal
melainkan Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Tidaklah hambaKu
mendekat kepadaKu dengan berjalan melainkan Aku akan mendekat
kepadanya dengan berlari dan sebagainya". (Muttafaqun Alaih)

Ketiga, Istijabah (falyastajibu li) yang dimaknai dengan kesiapan
hamba Allah untuk menyahut dan melaksanakan setiap panggilanNya
merupakan media dikabulkannya doa seseorang. Hal ini pernah
dicontohkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang menceritakan tiga
orang yang terperangkap di dalam gua. Masing-masing dari ketiga orang
tersebut menyebutkan amal shalih yang mereka lakukan sebagai media dan
wasilah mereka berdoa kepada Allah. Dan ternyata Allah swt serta merta
memenuhi permohonan masing-masing dari ketiga orang itu dengan
'jaminan amal shalih yang mereka lakukan'.  Padahal bulan Ramadhan
adalah bulan hadirnya segala kebaikan dan berbagai jenis amal ibadah
yang tidak hadir di bulan yang lain; dari ibadah puasa, tilawah
Al-Qur'an, Qiyamul Lail, Zakat, infaq, Ifthorus Shoim dan beragama
ibadah lainnya. Kesemuanya merupakan rangkaian yang sangat erat
kaitannya dengan pengabulan doa seseorang di hadapan Allah swt.  Dalam
hal ini, Abu Dzar menyatakan: "Cukup doa yang sedikit jika dibarengi
dengan kebaikan dan keta'atan seperti halnya garam yang sedikit cukup
untuk kelezatan makanan".

Keempat, Kata 'la'alla secara bahasa menurut pengarang Tafsir
Al-Kasyaf berasal dari kata 'alla' yang kemudian ditambah dengan lam
di awal yang berarti 'tarajji' merupakan sebuah harapan yang langsung
dari Zat Yang Maha memenuhi segala harapan. Logikanya, jika ada
harapan maka ada semangat, apalagi yang berharap adalah Allah swt
terhadap hambaNya sehingga tidak mungkin hambaNya menghampakan harapan
Tuhan mereka. Karenanya rangkaian ayat-ayat puasa diawali dengan
khitab untuk orang-orang yang beriman: "hai orang-orang yang beriman".
Dalam konteks ini, setiap hamba yang selalu mendekatkan diri dengan
Allah tentu besar harapannya agar senantiasa mendapat bimbingan dan
petunjuk Allah swt. Demikian redaksi 'La'alla' yang selalu mengakhiri
ayat-ayat puasa termasuk ayat doa ini, menjadi korelasi tersendiri
dalam bentuk keseragaman dengan ayat-ayat puasa sebelum dan sesudahnya
'La'allakum Tattaqun, La'allakum Tasykurun, La'allahum Yarsyudun, dan
La'allahum Yattaqun'.

Demikian pembacaan terhadap satu ayat yang disisipkan dalam rangkaian
ayat-ayat puasa. Tentu tidak semata untuk memenuhi aspek keindahan
bahasa. Namun lebih dari itu, terdapat korelasi dan hikmah yang patut
diungkap untuk memperkaya pemaknaan terhadap Ramadhan yang terus akan
mendatangi kita setiap tahun. Karena pemaknaan yang komprehensif
terhadap ayat-ayat puasa akan turut mewarnai aktifitas Ramadhan kita
yang berdampak pada peningkatan kualitas keimanan kita dari tahun ke
tahun. Saatnya momentum special kedekatan Allah dengan hamba-hambaNya
di bulan Ramadhan dioptimalisasikan dengan doa yang diiringi dengan
amal shalih dan keta'atan kepadaNya.
--ends--

--
Sent from my mobile device


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/