Sunday, October 31, 2010

[daarut-tauhiid] File - Info_DTjkt

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sahabat sekalian, informasi kegiatan Pesantren
Daarut Tauhiid Jakarta insyaAllah akan selalu
diupdate dan dapat dilihat di website:

http://www.dtjakarta.or.id/

Kegiatan Pesantren Daarut Tauhiid Jakarta meliputi:

- Pengajian bersama Aa Gym di :
* Masjid Baitul Hikmah Elnusa,
Cilandak Jakarta Selatan
* Masjid Bank Indonesia Jakarta Pusat
* Masjid Istiqlal Jakarta Pusat

- Kajian Khusus Muslimah
- Kajian Kitab Al-Hikam
- Kajian Tafsir Al-Qur an
- Kajian Khazanah Hadits
- dan lain-lain

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Humas - Daarut Tauhiid Jakarta


===============================================

DAARUT TAUHIID CABANG JAKARTA
- Jalan Cipaku I no. 43 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170 email: dtjkt@cbn.net.id
Telp : (021) 723-5255 Fax : (021) 723-5258
http://dtjakarta.or.id

- Komplek Rukan Ciputat Indah Permai, Blok C2
Jalan Ir. H. Juanda no. 50 - Ciputat 15419
Telp : (021) 740-1460 Fax : (021) 740-1351

===============================================


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] File - ECO-Pesantren

Link ke posting ini
Reaksi: 
ECO-Pesantren Daarut Tauhiid,
Kawasan Yang Mengacu Pada Prinsip Sustainable Development

Penawaran Wakaf

"Barang Siapa yang menjadikan Akhirat sebagai harapannya,
maka Allah akan memberikan kepuasan dalam hatinya,
menghimpun segala impiannya, dan dunia pun akan
mendatanginya dengan merunduk. Barang siapa yang menjadikan
Dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan menjadikan
kemiskinan di depan matanya, membuyarkan segala impiannya,
dan dunia pun tidak akan mendatanginya melainkan apa yang
telah ditentukan baginya." (HR. Turmudzi)

Investasi sejati buat kita adalah apa yang telah kita
berikan dapat kita tuai kembali, dimana keuntungan yang
diperoleh bukanlah keuntungan material belaka, namun juga
keuntungan berupa kemampuan untuk membantu saudara-saudara
kita yang memerlukan bantuan.

ECO-Pesantren Daarut Tauhiid merupakan institusi pesantren
dengan perencanaan pembangunan yang berusaha mengacu pada
prinsip-prinsip pembangunan -Sustainable Development- di
segala aspeknya.

Berlokasi di desa Cigugur Girang, Kec. Parongpong, Kab.
bandung lahan seluas +- 9 ha. ECO-Pesantren Daarut Tauhiid
direncanakan berdiri dengan fasilitas-fasilitas sebagai
berikut:

1. Fasilitas Pertanian dan Peternakan
a. Lahan Pertanian
b. Lahan Peternakan
c. Laboratorium Teknologi Pertanian dan Peternakan
d. Koperasi Pertanian dan Peternakan

2. Fasilitas Pendidikan dan Peribadatan
a. Masjid Raya
b. Sekolah Dasar (SD)
c. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
d. Sekolah Menengah Atas (SMA)
e. Sekolah Pertanian

3. Fasilitas Penunjang
a. Asrama Santri Daarut Tauhiid
b. Koperasi Pondok Pesantren
c. Gedung Serba Guna
d. Fasilitas daur ulang sampah kawasan
e. Fasilitas water treatment kawasan

"Saya bangga Menjadi Petani Di Desa"

PROGRAM PEMUDA PELOPOR daarut tauhiid merupakan salah satu
fasilitas pendidikan yang digagas untuk menunjang
pemberdayaan desa lewat ECO-Pesantren ini.

Materi pelatihan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Materi Teori
- Akhlaq
- Entrepreneurship
- Leadership
- Teori pertanian praktis

2. Materi Praktek
- Praktek pertanian-peternakan
- Praktek distribusi dan penjualan produk pertanian
- Praktek pemberdayaan dan pendampingan petani


Luas Dan Nilai Tanah Waqaf

Total luas tanah yang ditawarkan waqaf adalah seluas :
89.591 m2 (delapan puluh sembilan ribu lima ratus sembilan
puluh satu meter persegi)

Harga permeter tanah sebesar :
Rp. 175.000,00 (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah)


Luas Dan Nilai Waqaf Bangunan Masjid

Luas bangunan masjid yang ditawarkan waqaf adalah seluas :
3.279 m2 (tiga ribu dua ratus tujuh puluh sembilan meter
persegi)

Harga per meter bangunan sebesar :
Rp. 2.700.000,00 (dua juta tujuh ratus ribu rupiah)

Bentuk-bentuk waqaf tersedia sebagai berikut :

Waqaf Tanah
- Sertifikat, senilai Rp. 175.000,00 per unit
(nilai unit terkecil),
yang sama dengan nilai satu petak tanah seluas 1 m2.
- Kupon, senilai Rp. 25.000,00 / lembar
- Kupon, senilai Rp. 10.000,00 / lembar
- Kupon, senilai Rp. 5.000,00 / lembar

Waqaf Bangunan
- Per Unit luas bangunan, senilai Rp. 2.700.000,00 per unit
(nilai unit terkecil), yang sama dengan nilai satu petak
bangunan seluas 1 m2
- Kupon, senilai Rp. 50.000,00 / lembar
- Kupon, senilai Rp.100.000,00 / lembar

Penyerahan waqaf secara langsung ke :
- ECO-Pesantren Daarut Tauhiid
Jl. Gegerkalong Girang - Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Komp. Taman Setiabudi No.20 - Bandung
Telp/fax : (022)-2003807

- Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid
Jl. Gegerkalong Girang No.32 - Bandung
Telp/fax : (022) 2021862, 70775632
email : swadaya_dpu@telkom.net

Transfer baik secara konvensional maupun lewat e-banking,
dengan no rekening:
- A/N Eco-Pesantren Daarut Tauhiid
Bank Syariah Mandiri cabang Bandung
No rek : 007-0200088

Transfer lainnya :
- A/N Yayasan Daarut Tauhiid
qq: Masjid Eco-Pesantren
Bank Muammalat kantor kas Daarut Tauhiid Bandung
No.Rek: 101-00364.15

Bukti transfer dapat di kirimkan langsung via Fax ke :
Daarut Tauhiid Jakarta 021 752 5358

Informasi tentang Masjid ECO-Pesantren, baik perencanaan
maupun tentang waqaf dapat melalui di bebera pa media
sebagai berikut:
- Majalah Swadaya
- Tabloid MQ
- Acara MQ Pagi di Radio MQFM

- DAARUT TAUHIID CABANG JAKARTA
- Jalan Cipaku I no. 43 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
Telepon : (021) 723 - 5255
Fax : (021) 723 - 5258
email : dtjkt at cbn.net.id

- Komplek Rukan Ciputat Indah Permai, Blok C2
Jalan Ir. H. Juanda no. 50 - Ciputat 15419
Telepon : (021) 740-1460
Fax : (021) 740-1351

Rasullah saw bersabda, "Bukanlah kekayaan itu dengan
banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya akan jiwa"


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kisah Kejujuran Bankir Bank Syariah dan Tegaknya Ajaran Islam

Link ke posting ini
Reaksi: 
By : Alihozi

Al-Kisah ada seorang bankir Bank Syariah berinisial RM, seorang pekerja yg jujur. Pada suatu hari ia pergi melakukan survei ke salah satu nasabah bank syariah yg ingin mengajukan pembiayaan untuk usahanya. Setelah selesai semua survei usaha tsb dari wawancara s/d pengambilan gambar, nasabah bank syariah tsb memberikan sejumlah uang kpd RM yg nominalnya cukup besar sekitar 3 x gaji nya RM per bulan.

Tanpa disangka oleh nasabah tsb, RM ternyata menolaknya , dg mengatakan "Maaf pak bukan saya tdk menghormati pemberian bapak, tapi ini sudah menjadi tugas saya pak dan saya sudah mendapat gaji untuk tugas saya ini." Dan nasabah tsb menjadi tersenyum kagum dg sikap RM tsb

Selain jujur RM juga sangat cerdas dan baik kpd rekan-rekannya mau berbagi ilmu praktek perbankan syariah. RM seorang pekerja yg profesional ia tidak selalu mengukur hasil pekerjaannya dg materi yg didapatkannya. Yang terpenting baginya adalah ia bisa bekerja sebaik mungkin sesuai dg tuntunan ajaran agama Islam, Shidiq, Amanah dan Fathonah. Yaitu selain jujur ia juga selalu berusaha dg banyak belajar agar ilmunya dalam praktek perbankan syariah bisa terus bertambah.

Suatu hari akhirnya datang juga buah manis hasil kejujuran RM selama ini , karena kinerjanya yg bagus target selalu tercapai dan juga sedikit tingkat pembiayaan bermasalahnya, perusahaan tempat ia bekerja salah satu bank syariah ternama mempromosikannya menjadi pimpinan salah satu cabang Bank Syariah di Jakarta.

Menjadi Bankir Syariah yg menjujung tinggi nilai kejujuran dalam mencari nafkah hidup seperti apa yg telah dilakukan RM pada kehidupan saat ini, adalah merupakan suatu hal yg bisa jadi sangat sulit di jalankan kecuali bagi Bankir Syariah yg ikhlas dan beriman kpd Allah,SWT yg mampu menjalankannya..

Mengapa seperti itu ? karena dalam kehidupan sekarang ini banyak manusia tidak terkecuali ummat Islam sudah memandang kehidupan ini tolak ukurnya adalah serba materi. Hal inilah yg ikut berperan besar dalam mendorong kerusakan – kerusakan dalam masyarakat kita yaitu seperti KORUPSI , KOLUSI DAN NEPOTISME.

Padahal dalam ajaran Islam kita harus menanggalkan seluruh asosiasi mental yang telah melekat pada harta kekayaan maksudnya adalah kaum Muslim JANGAN menjadikan kepemilikan harta pribadi sebagai ukuran kehormatan dalam masyarakat Muslim dan memandangnya bernilai dalam hubungan sosial.

Sebagai catatan akhir artikel ini adalah sudah seharusnya seorang bankir bank syariah itu memiliki Sifat Shidiq, Amanah dan Fathonah sebagai dari konsekuensi logis dari kesediaannya bekerja di sebuah insitusi keuangan syariah. Harus diingat dan menjadi renungan kita bersama khususnya para bankir syariah adalah :

1.Bekerja di sebuah institusi keuangan syariah tanggungjawab nya lebih besar dan berat di hadapan Allah,SWT karena masyarakat telah terlanjur menjadikan orang-orang yg bekerja di bank syariah adalah orang bisa menjalankan hukum-hukum syariah secara baik bukan hanya seputar bidang ekonomi.

2. Orang-orang yg memusuhi Islam paling tidak suka (membenci) kalau ummat Islam bisa MENEGAKKAN ajarannya di muka bumi ini, mareka berusaha menghambat bahkan menjatuhkan usaha-usaha ummat Islam sekecil apapun untuk menegakkah ajaran Islam seperti Ekonomi Syariah di muka bumi ini.

Mohon Maaf atas Segala Kekurangan,

Salam Ukhuwah

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com/
Praktisi Bank Syariah Hp: 021-92999-803

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] 2 Pemuda Afrika Selatan Pergi Haji dengan Bersepeda

Link ke posting ini
Reaksi: 
Minggu, 31/10/2010 14:22 WIB
2 Pemuda Afrika Selatan Pergi Haji dengan Bersepeda
Nurvita Indarini - detikNews


Jeddah - Dua pemuda dari Afrika Selatan memiliki cara unik untuk pergi
berhaji ke Tanah Suci. Selama 8 bulan, mereka mengayuh sepeda dari
Cape Town, Afrika Selatan, hingga ke Arab Saudi untuk memenuhi rukun
Islam yang ke-5.

Kedua pemuda yang penuh semangat itu adalah Nathim Cairncross (28) dan
Imtiyaz Ahmad Haron (25). Ketika tiba di perbatasan Saudi, keduanya
mengaku sangat senang
karena akan mewujudkan mimpinya untuk berhaji.

"Kami mengayuh dari Cape Town sampai ke Kerajaan (Arab Saudi)
merupakan pengalaman yang melelahkan. Kami ingin pergi dengan cara
begini sehingga kita siap menghadapi kerasnya pengalaman dalam
menjalankan ibadah haji," ucap Cairncross yang bekerja sebagai
perencana kota kepada Arab News melalui telepon. Demikian dikutip dari
Arab News (27/10/2010).

Keduanya memulai perjalanan dengan sepedanya pada 7 Februari alias 8
bulan lalu. Mereka mengayuh melalui Botswana, Zimbabwe, Mozambique,
Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah dan Yordania sebelum mencapai
perbatasan Saudi.

"Ini adalah haji pertama kami. Kami bisa datang untuk haji dengan
pesawat, tapi kami ingin melakukan perjalanan dengan jalan berbeda,
jadi kami memilih untuk menggunakan sepeda kami. Apalagi bersepeda
adalah sesuatu yang paling kami suka," lanjut Cairncross.

Mereka berdua telah mengayuh 80 km hingga 100 km per hari dan
beristirahat di tenda-tenda atau masjid setelah malam. Begitu fajar
menjelang, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.

Di sepanjang jalan, mereka bertemu dengan orang-orang yang sangat baik
dan sopan. Di setiap tempat yang dilewati, orang-orang memberi
sambutan hangat. Bahkan saat tahu kedua pemuda itu akan berhaji,
orang-orang semakin senang.

"Makanan tidak pernah menjadi masalah karena orang-orang menawari kami
makanan. Tentu saja, membosankan mengayuh sepanjang perjalanan,
terutama saat melewati daerah pegunungan," tambah dia.

Bahasa adalah masalah besar bagi mereka berdua. Karena itu ketika
mulai memasuki negara-negara Arab, mereka memutuskan untuk sedikit
belajar bahasa Arab, terutama saat perjalanan melalui Suriah dan
Yordania.

"Ketika kami tiba di perbatasan Saudi, para petugas keamanan sangat
ramah saat menyapa dan menyambut kami. Mereka juga senang saat tahu
kami telah melakukan perjalanan sulit untuk memenuhi impian berhaji,"
tutur Cairncross.

"Kami datang dengan anggaran yang sangat kecil, dan kami temukan
orang-orang yang menawarkan uang lokal kepada kami dan memenuhi
kebutuhan kami," katannya.

Meski demikian, keduanya tidak mengalami masalah serius selama
perjalanan melewati sembilan negara dalam waktu berbulan-bulan. "Yang
kami lakukan adalah mengganti ban dan tabung, dan mengepaskan pedal
rantai dari waktu ke waktu," ucapnya.

Ketika ditanya mengapa mereka memilih untuk naik sepeda, Cairncross
berkata, "Ini memberi kita banyak kesempatan untuk bertemu dan
berinteraksi dengan orang yang berbeda di negara yang berbeda juga."

Cairncross dan Haron adalah mahasiswa hukum Islam dan mempelajari
Syariah. "Saya bergabung dengan satu universitas lalu menyelesaikan
kursus perencanaan kota dan sekarang saya bekerja di bidang
konstruksi," jelas Cairncross.

Keduanya belum menikah dan sangat hobi olahraga. Cairncross menyukai
selancar angin di sepanjang pantai dan laut, sedangkan Haron, gemar
kickboxing dan mendaki gunung. Setelah berhaji, keduanya akan kembali
ke rumah melalui Afrika Barat.

(vit/fay)

sumber:
http://www.detiknews.com/read/2010/10/31/142250/1480691/10/2-pemuda-afrika-selatan-pergi-haji-dengan-bersepeda?991101605


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] SEPULUH SEBAB HADIRNYA CINTA

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh


SEPULUH SEBAB HADIRNYA CINTA


Cinta adalah kedudukan yang banyak diperebutkan oleh manusia, bahkan dengan
antusiasnya, mereka berlomba-lomba ingin mengetahui hakikatnya.

Dengan semangat ruh cinta lah, para ahli ibadah bersungguh-sungguh
melaksanakan ibadah. Maka cinta adalah makanan hati, nutrisi jiwa, dan
penyejuk mata.

Cinta adalah kehidupan, yang jika seseorang diharamkan darinya, niscaya dia
termasuk di antara sekian banyak orang yang mati.

Cinta adalah cahaya, yang apabila seseorang kehilangannya, niscaya dia akan
berada di laut kegelapan.

Cinta adalah penawar, yang apabila seseorang tidak memilikinya, maka niscaya
semua macam penyakit akan singgah di dalam hatinya.

Cinta adalah kelezatan yang apabila seseorang tidak memperolehnya, niscaya
hidupnya seluruhnya adalah kesedihan dan kepedihan.

Cinta adalah ruhnya iman, amal perbuatan, segala kedudukan dan keadaan yang
apabila musnah darinya, niscaya ia bagaikan tubuh tanpa nyawa di dalamnya.

Cinta adalah kendaraan suatu kaum yang mereka selalu berjalan di atas
punggungnya menuju sang kekasih. Dan dia adalah jalan mereka yang sangat
kokoh yang mengantarkan mereka menuju rumah-rumah mereka dengan cepat.

Demi Allah, sungguh telah pergi sang pemilik cinta membawa kemulian dunia
dan akhirat, di mana ketika bersama kekasih mereka merupakan puncak
kesempurnaan. Dan sungguh Allah Subhanahu Wata'ala telah memutuskan dengan
kehendak dan hikmahNya yang sempurna bahwa seseorang bersama orang yang
dicintainya. Maka cinta merupakan kenikmatan yang sempurna bagi para
pecinta.

Adapun di antara sebab-sebab yang dapat menghadirkan cinta seorang hamba
kepada Rabbnya dan menghadirkan cinta Rabb kepadanya yaitu:

1. Membaca al-Qur`an dengan mentadabburinya dan memahami makna-maknanya dan
maksudnya (tafsirnya).

2. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan mengerjakan
amalan-amalan sunnah setelah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang sesuatu yang beliau riwayatkan
dari Rabbnya , "Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan
sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan
hambaKu senantiasa mendekatkan dirinya kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah
sehingga Aku mencintainya." (HR. al-Bukhari).

3. Terus menerus berdzkir kepada Allah Subhanahu Wata'ala dalam setiap
kondisi, baik dengan lisan, hati, ataupun dengan perbuatan. Maka besarnya
kecintaan seseorang (kepada sesuatu) sebesar dan sebanyak dzikirnya
kepadanya. Dan barangsiapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan banyak
mengingatnya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu
Wata'ala berfirman, "Aku sebagaimana perasangka hambaku kepadaKu, dan Aku
bersamanya apabila dia mengingatKu." (HR. al-Bukhari dan Muslim) Dan Allah
Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, "Ingatlah, hanya dengan mengingat
Allah lah hati menjadi tenteram." (QS. ar-Ra'd: 28).

4.Mengutamakan kecintaaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas kecintaan
kepada dirimu sendiri ketika diliputi hawa nafsu, dan mengikuti serta
mentaati RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wata'ala
berfirman, artinya, "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran: 31).

Telah disebutkan tanda cinta, buah dan manfaatnya, maka tanda cinta
(seseorang) kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah mengikuti RasulNya
shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan manfaat dan buahnya adalah
kecintaan Allah Subhanahu Wata'ala kepada siapa saja yang mengikutinya
(RasulNya). Maka jika tidak ada al-Mutaba'ah (mengikuti RasulNya), ini
menunjukkan bahwa cintanya adalah dusta (tidak benar).

5. Menelaah/mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wata'ala ,
mengakui dan mengenalnya serta menelusuri dan menyelaminya di dalam
taman-taman pengetahuan (tentangnya). Maka barangsiapa yang mengenal Allah
Subhanahu Wata'ala dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, serta
perbuatan-perbuatanNya pasti dia akan mencintaiNya.

6. Mengakui kebaikan Allah Subhanahu Wata'ala dan nikmat-nikmatNya yang
tampak (Zhahir) maupun yang tidak tampak (bathin), karena sesungguhnya hal
itu dapat memotivasi seseorang untuk mencintai Allah Subhanahu Wata'ala ,
dan sungguh hati ini tercipta (fitrahnya) mencintai orang yang berbuat baik
kepadanya.

7. Menundukkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Subhanahu Wata'ala.

8. Berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) dengan Allah Subhanahu Wata'ala
pada waktu Dia turun di akhir malam untuk bermunajat kepadaNya dan membaca
kitabNya (al-Qur`an) kemudian mengakhiri ibadah kepadaNya dengan memohon
ampunan dan bertaubat kepadaNya. Karena waktu itu adalah waktu pembagian
rampasan perang (keuntungan) dan hadiah-hadiah (dari Allah ), ada yang dapat
sedikit, ada yang dapat banyak, dan ada pula yang diharamkan (tidak
memperoleh sedikitpun).

9. Berteman/bergaul dengan orang-orang yang mencintai (Allah dan RasulNya )
dan orang-orang yang jujur/ benar (keimanannya), dan mengambil yang terbaik
dari buah pembicaraan mereka, dan hendaklah kamu tidak berbicara kecuali
benar-benar pembicaraanmu terdapat maslahat dan kamu mengetahui bahwa di
dalam ucapanmu terdapat tambahan kebaikan untukmu dan bermanfaat buat orang
lain.

10. Menjauhi segala sebab yang dapat menjadi penghalang hati ini dengan
Allah Subhanahu Wata'ala.

Di antara sebab-sebab yang sepuluh ini, maka insyaAllah sampailah para
pecinta kepada lokasi-lokasi cinta dan bertemu dengan sang kekasih. (Abu
Nabiel).

Sumber: Diterjemahkan dari kitab, "An-Nuqath al-'Asyru adz-Dzahabiyah",
karya: Syaikh Abdur Rahman bin Ali ad-Dusary.

FATWA ISLAMI

Hukum Merayakan Hari Ulang Tahun

Tanya :

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ditannya tentang Apakah hukum merayakan Hari
Ulang Tahun ?

Jawab :

Merayakan Hari Ulang Tahun tidak ada landasannya dalam agama kita yang suci
bahkan ia adalah bid'ah berdasarkan kepada sabda Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam , "Barangsiapa yang mendatangkan suatu perbuatan baru (mengada-ada)
dalam urusan kita ini (agama) sesuatu yang bukan darinya maka hal itu adalah
ditolak". (Muttafaq 'alaih). Dan dalam lafazh Imam Muslim yang dita'liq kan
(diriwayatkan secara mu'allaq) oleh Imam Bukhari rahimahullah dalam
shahihnya dengan lafazh yang Jazm (tegas, pasti), "Barangsiapa yang
melakukan suatu perbuatan yang bukan dari urusan kami (agama) maka hal itu
adalah ditolak".

Telah diketahui bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah
merayakan Hari Lahir (Hari Ulang Tahun) beliau selama hidupnya, tidak juga
memerintahkan hal itu serta tidak pernah mengajarkannya kepada para shahabat
beliau.. demikian juga halnya dengan para al-Khulafaur Rasyidun. Dan seluruh
shahabat beliau tidak pernah melakukan hal itu padahal mereka adalah
orang-orang yang paling mengetahui sunnah Nabi, orang-orang yang paling
dicintai oleh beliau dan orang-orang yang paling komitmen dalam menjalankan
ajaran beliau. Maka andaikata perayaan Hari Lahir (Maulid Nabi) adalah
disyari'atkan niscaya mereka pasti berlomba-lomba merayakannya. Begitu juga
(hal ini) tidak pernah dilakukan dan dianjurkan oleh seorang pun dari para
ulama yang hidup pada abad-abad utama. Maka berdasarkan hal tersebut,
diketahui bahwa perbuatan tersebut bukan termasuk ajaran syara'/agama yang
karenanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam diutus dan kami
bersaksi dihadapan Allah dan seluruh kaum Muslimin bahwasanya andaikata
beliau melakukan atau memerintahkannya atau dilakukan oleh para shahabatnya
niscaya kami akan berlomba-lomba untuk melakukannya dan menyeru kepadanya
sebab kami – alhamdulillah – adalah termasuk orang-orang yang paling
komitmen dalam mengikuti sunnah beliau dan mengagungkan perintah dan
larangannya. Kami memohon kepada Allah agar kami dan seluruh kaum Muslimin
dapat berketetapan hati (tsabat) dalam menjalankan kebenaran dan terhindar
dari setiap hal yang bertentangan dengan syara' Allah yang suci,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pemurah lagi Mulia. [al-Fatâwa al-Jâmi'ah lil
Mar-ah al-Muslimah, Jld. III, hal. 1099].

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
---------------------------------------------------------------------
dari: YAYASAN AL-SOFWA Jakarta


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Beruntunglah Orang Yang Beriman

Link ke posting ini
Reaksi: 
Beruntunglah Orang Yang Beriman

By: M. Agus Syafii


Sesungguhnya Allah menciptakan makhlukNya tak lain untuk diberikan ujian dan cobaan, agar semakin berkualitas diri kita. Kualitas itu berupa kemampuan bersyukur ketika mengalami kesenangan dan bersabar disaat mengalami kesedihan.  Ini semua tidak akan terjadi jika Allah tidak membolak balikkan keadaan hambaNya sehingga nyata kesungguhan ketaatan kita kepada Allah.

Maka sesungguhnya beruntunglah kita sebagai orang yang beriman karena segalanya baik bagi dirinya. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.' (QS. al-Mu'minuun :1).

Keberuntungan seorang mukmin adalah cara bersikap, berpikir dan merasa bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini adalah kebaikan bagi dirinya yang diberikan kepada Allah.  Yaitu kemampuan bersyukur dan bersabar dalam menghadapi suka dan duka, kebahagiaan dan penderitaan. Semuanya terasa indah dan membawa kebaikan bagi dirinya.

'Sungguh mengagumkan seorang mukmin, segala urusan baik baginya dan itu tidak terjadi kepada siapapun kecuali seorang mukmin. Jika dia mengalami kesenangan, dia bersyukur maka itu menjadi baik baginya dan jika dia terkena kesedihan, dia bersabar maka itu juga baik baginya.' (HR. Muslim)

Wassalam,
agussyafii
--
Teman. Yuk, hadir pada kegiatan 'Amalia Berqurban' (AMAR) di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Rabu, tanggal 17 November 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://agussyafii.blogspot.com/,http://www.twitter.com/agussyafiiatau sms di 087 8777 12 431


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Saturday, October 30, 2010

[daarut-tauhiid] Penggalangan Dana Korban Letusan Gunung Merapi 2010

Link ke posting ini
Reaksi: 
Asslmkm wr wb
Dibawah ini hanyalah sekelumit data yang kami peroleh dari lapangan,
terkait kondisi riil bencana Letusan Gunung Merapi. Untuk itu, kami
mengajak rekan-rekan santri, alumni, assatidz PP Daarut Tauhid, serta
member milist ini untuk turut peduli terhadap para korban Merapi dengan
menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk sedikit meringankan
beban mereka.
Adapun kebutuhan secara riil para korban dilapangan ialah keperluan anak
dan balita, pembalut wanita, tikar, selimut, matras, susu kedelai tuk
lansia.
Wasslmkm Wr.Wb

Grha Peduli PKPU Yogyakarta
d/a Jl Prof Dr Sardjito No. 4 Yogyakarta
Call centre 0274.555-041 atau 085729340786

http://www.pkpu.or.id/

Donasi kemanusiaan:
BNI Syari'ah an PKPU No Rek. 0092196233
Bank Syari'ah Mandiri an PKPU No Rek. 0300014416


Eko Widiyarto, S.Fil (Fundraising of PKPU Yogyakarta)

------------------------------------------------------------------------\
---------------------------------------------------------------------
PEDULI BENCANA NASIONAL Bencana Merapi, Warga Pengungsian Butuh Uluran
Tangan Dermawan 29 Oktober 2010 18:14 YOGYAKARTA - Kondisi Gunung
Merapi saat ini masih tetap berstatus awas. Setelah beberapa saat Merapi
meletus diiringi meluncurnya awan panas sejauh 3,5 km ke arah selatan
yaitu Kali Gendol, Selasa (26/10/2010) pukukl 17.15 WIB. Awan panas
tersebut juga melewati Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan
Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Menewaskan juru kunci Merapi serta
33 korban lainnya.

Letusan besar Merapi kembali terulang beberapa kali. Menurut warga yang
berada di pengungsian, Merapi kembali meletus diikuti awan panas, Kamis
kemarin (28/10/2010) pukul 16.13 WIB selama kurang dari 5 menit.

Awan panas terlihat menuju ke arah selatan puncak gunung Merapi, Jumat
(29/10/2010) pagi. Menurut relawan rescue PKPU yang berada di posko PKPU
di Dusun Umbulharjo, Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan. Sempat
terjadi kepanikan dan banyak warga berhamburan pergi menuju jalan raya.
Begitu pula mereka yang punya kendaraan segera melarikan kendaraannya ke
arah selatan Merapi menuju Kota Yogyakarta.

Saat ini, pengungsi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta tercatat 17.035
orang. Mereka tersebar di tujuh barak yang tersebar di tiga kecamatan di
kaki gunung merapi, yakni Kecamatan Pakem, Turi dan Cangkringan. Ketujuh
barak pengungsian itu berada di Dusun Kepuharjo, Glagahharjo,
Purwobinangun, Wonokerto, Girikerto, Umbulharjo dan Hargobinangun.

Sedangkan untuk wilayah yang termasuk propinsi Jawa Tengah, pengungsi
merapi tercatat sebanyak 37.752 jiwa dengan rincian 28.809 pengungsi
dari 28 desa di Kabupaten Magelang, 3.970 pengungsi dari 3 desa di
Kabupaten Boyolali dan 4.975 dari empat desa di Kabupaten Klaten.

Terkait bencana Merapa, sejak awal Tim Rescue PKPU telah menerjunkan 50
orang terbagi di empat titik utama, masing-masing Sleman, DI Yogyakarta
dengan posko berada di Dusun Umbulharjo, Desa Umbulharjo, Kecamatan
Cangkringan

Di Magelang, posko PKPU berada di lapangan Desa Sawangan, Kecamatan
Sawangan. Sedangkan untuk posko PKPU di Klaten dan Boyolali, saat ini
PKPU lebih banyak menggunakan pola posko Mobile. Karena jumlah relawan
rescue PKPU terbesar kosentrasinya di posko Sleman dan Magelang.

Ditengah hujan abu vulkanik yang masih sesekali mengguyur sekitar
Merapi, saat ini kondisi kesehatan pengungsi mulai terganggu. Banyak
diantara pengungsi menderita ISPA dan gatal-gatal, ditambah dengan sakit
mata karena terpapar debu vulkanik yang belum mereda.

Selain persoalan kesehatan, kebutuhan para pengungsi Merapi, yang secara
umum melanda di semua posko pengungsian yakni minyak tanah, emergency
lamp, makanan ringan untuk anak-anak, bahan lauk pauk segar, kasur
lipat/kasur lansia, susu bayi, makanan bayi, handuk, selimut, pasta
gigi, sabun, hiburan untuk anak-anak dan dewasa.

Bagi masyarakat yang ingin membantu para korban bencana, bisa
menyalurkan bantuannya melalui PKPU "Peduli Bencana Nasional" di
rekening kemanusiaan, BCA No. 600.034.7777, Bank Mandiri No.
126.000.1005.114, BMI No. 301.00354.15 a.n PKPU.

Untuk informasi kerjasama perusahaan, dapat mengontak PKPU di nomor
08041002000 (nomor Nasional). Atau hubungi Aan Suherlan, Manajer CSR
Program PKPU di nomor 081322285471. (Nas/PKPU/Yogyakarta)
http://www.pkpu.or.id/
------------------------------------------------------------------------\
---------------------------------------------

PEDULI BENCANA NASIONAL Merapi Meletus Lagi, PKPU Siagakan Rescue Medis
30 Oktober 2010 12:24 MAGELANG - Dari posko PKPU di Sawangan
Kabupaten Magelang melaporkan bahwa pada Sabtu dini hari (30/10/2010)
pukul 01.00 WIB, Gunung Merapi kembali meletus dengan hebat. Suara
letusan terdengar sampai sejauh puluhan kilometer. Sementara arah abu
vulkanik menuju keselatan atau arah Sleman. Data seismograf menunjukkan
gempa terjadi berturut-turut sepanjang kurang lebih 1 jam.

Para petugas dan relawan mendadak sangat sibuk mengevakuasi warga.
Seperti kebiasaan warga, meski status gunung merapi masih pada posisi
awas, warga kembali beberapa jam setelah letusan.

Sehingga saat sirine tanda bahwa Merapi akan segera meletus, warga
kembali mengungsi. Akibatnya hingga pukul 02.30 WIB, proses evakuasi
belum selesai dan terjadi kepanikan yang luar biasa.

Posko PKPU yang terletak di lapangan Kalongan Sawangan Magelang juga
menjadi sangat sibuk dengan banyaknya pengungsi yang mengalami trauma,
lecet/luka dan pingsan. Akibatnya tim medis PKPU bekerja ekstra
mengcover pengungsi yang jumlahnya mencapai lebih dari 2 ribu orang.

Sampai berita ini diturunkan, posko PKPU masih terus dibanjiri pengungsi
yang membutuhkan layanan medis serta layanan kesehatan lainnya.
Sebagian besar dari mereka mengeluhkan sesak napas, batuk, diare,
pusing, dan kecapekan. Sebagian yang lain merasakan gatal, luka ringan
dan tak sadarkan diri karena kelelahan.

Untuk stok logistik dilaporkan masih mencukupi untuk satu hari kedepan.
Sementara yang masih kekurangan adalah kebutuhan balita seperti susu,
makanan bayi, diapers, minyak kayu putih, minyak telon, dan lainnya.

Sementara itu, stok obat-obatan PKPU tinggal cukup untuk 2 hari lagi dan
harus segera mensetok lagi. Dijadwalkan pada pukul 11.00 tim relawan
rescue dan medis PKPU akan di rolling dengan tim yang baru dari
Semarang.

Bagi masyarakat luas yang ingin membantu para korban bencana, bisa
menyalurkan bantuannya melalui PKPU "Peduli Bencana Nasional" di
rekening kemanusiaan, BCA No. 600.034.7777, Bank Mandiri No.
126.000.1005.114, BMI No. 301.00354.15 a.n PKPU.

Untuk informasi kerjasama perusahaan, dapat mengontak PKPU di nomor
08041002000 (nomor Nasional). Atau hubungi Aan Suherlan, Manajer CSR
Program PKPU di nomor 081322285471.

Untuk informasi posko PKPU di lapangan Kalongan Sawangan Magelang bisa
menghubungi Surur, Korlap posko di 024-70378770, 082133515896 atau bisa
menghubungi customer servis PKPU Semarang di nomor 024-70787578.
(Surur/PKPU/Semarang)
http://www.pkpu.or.id/


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Ketika Kaliadem tak lagi Adem

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ketika Kaliadem tak lagi Adem

"Kondisi pengungsi masih drop, masih trauma. Dusun kami hancur lebur, tak ada yang tersisa. rata disapu awan panas selasa kemarin. Bahkan, Ayah saya menjadi korban, dan saya sendiri yang mengevakuasi beliau" suara lirih Pak karyono, salah satu pengungsi asal dusun kaliadem di posko kepuharjo menjadi pembuka obrolan kami malam itu.

Kaliadem adalah salah satu dusun terdekat dengan puncak merapi dengan hanya jarak sekitar 4-5 KM. Posisi kaliadem persis berada diatas dusun kinahrejo, dusun mbah maridjan yang merenggut hamper 20-an nyawa pada tanggal 26 oktober termasuk sang juru kunci tersebut. Dusun ini merupakan dusun terparah akibat letusan gunung merapi.

Selain merenggut nyawa satu korban, dusun yang ditempati oleh 144 KK dengan jumlah jiwa sekitar 500-an ini juga meluluhlantahkan rumah-rumah warga beserta seluruh harta bendanya. Sapi ternak yang berjumlah 150 dan pabrik susu perah yang merupakan sumber penghasilan utama warga juga ikut lenyap disapu awan panas akibat muntahan gunung merapi. Ironisnya, pabrik susu perah ini baru saja didatangi investor yang tertarik dengan usaha susu perah warga di dusun kaliadem ini.

Sementara itu, terkait dengan kondisi di pengungsian warga kaliadem yang ditempatkan di SMP dan SMK di desa kepuharjo, kebutuhan makanan harian dan kebutuhan tidur seperti kasur dan selimut bisa terpenuhi dengan baik. Pak jemar, salah satu pengungsi menuturkan, kebutuhan pokok warga bisa tercukupi hingga saat ini. Justru, para warga sangat membutuhkan bantuan langsung dalam bentuk uang karena seluruh harta benda warga kaliadem lenyap disapu awan panas dan tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka ketika dievakuasi ke pengungsian.

Menurutnya, warga lebih mengerti kebutuhan mereka dan bantuan tunai jauh lebih fleksibel bagi mereka. Kebutuhan pokok dipenuhi bukan berarti mereka tidak memerlukan lagi bantuan tunai. Anak-anak yang seringkali minta jajan, kebutuhan untuk membeli bensin untuk melihat kondisi dusun mereka dan kebutuhan lain.

Pendistribusian bantuan yang tidak merata dan kondisi MCK yang kurang memadai menjadi keluhan mayoritas pengungsi kaliadem. Di posko kepuharjo tersebut, terdapat pengungsi dari 5 dusun berbeda dan dusun kaliadem merupakan kondisi terparah secara materiil.
Terkait dengan isu relokasi warga kaliadem terkait dengan posisi geografis kaliadem yang masuk wilayah bahaya terkait letusan gunung merapi, warga hanya bisa pasrah. Namun demikian, mereka masih sangat menginginkan untuk bisa kembali tinggal di dusun kaliadem karena merupakan tumpah darah mereka.

Meskipun mengetahui resiko besar yang menghadang mereka, mereka masih berkeinginan kuat untuk bisa kembali membangun dusun mereka dan tidak ingin direlokasi.

Diakhir pembicaraan, begitu mengetahui relawan dari PPPA Darul Quran, para warga secara spontan menitipkan salam untuk ustadz Yusuf Mansur, "oooh, saya jamaahnya ustadz, setiap subuh selasa-rabu, saya selalu menyimak pengajian beliau di TPI (MNC Tv)". Kaliadem, semoga bisa kembali adem.(Team MOQU PPPA Daarul Qur'an)

Salurkan Donasi Anda untuk membantu korban bencana tsunami di mentawai & korban Merapi melalui :
rekening BCA : 603 030 8059 , an. Yayasan Daarul Qur'an Nusantara
info : 021-7345 3000 ; 0815 856 12319 (maika)

www.pppa.or.id


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] TATA CARA PEMBACAAN IJAB QOBUL

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Mohon bantuannya dari anggota Milist ini untuk menjelaskan kepada saya mengenai
tata cara atau proses Akad Nikah yang disebut dengan ijab Qobul, termasuk tata
cara pengucapan dan dalilnya serta kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang
seperti biasanya (yagn dimaksud adalah tata cara yang sudah bercampur dengan
adat istiadat di indonesia)

Terima kasih atas bantuannya

Wassalam,
Evano


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Friday, October 29, 2010

[daarut-tauhiid] Seruan Solidaritas Bencana - IKADI

Link ke posting ini
Reaksi: 
No : 148/B/PP-IKADI/X/2010-1431
Jakarta, 28 Oktober 2010

Lampiran : -

Perihal : *Seruan Solidaritas Bencana*

Kepada Yth.

*Ketua PW / PD Ikadi*

Di Tempat


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam dan do'a kami sampaikan semoga Ustadz selalu berada dalam keadaan
sehat wal 'afiat serta selalu mendapat taufik dan hidayah dari Allah swt,
Amin.

Musibah bencana alam Merapi-Mentawai telah menimbulkan banyak korban dan
sangat membutuhkan bantuan materi dan non materi.

Pengurus Pusat Ikatan Da'i Indonesia (PP Ikadi) menyerukan kepada seluruh PW
dan PD Ikadi se-Indonesia untuk menggalang aksi solidaritas kemanusiaan
bencana alam Merapi-Mentawai di wilayah dan daerah masing-masing melalui
mimbar Jum'at atau sarana dan media lainnya.

Semua bentuk bantuan agar berada dibawah koordinasi PP Ikadi dan jika dalam
bentuk uang agar ditransfer ke *rekening PP Ikadi 0030090676 a/n. Ikatan
Da'i Indonesia*, Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit.

Demikian surat seruan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan
banyak terima kasih, *Jazakumullah Khairal Jaza'*.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


*Pengurus Pusat Ikatan Da'i Indonesia*

* *

* *

* *

*Prof. Dr. H. Achmad Satori Ismail** Dr. H.M Idris
Abdul Shomad, MA *

Ketua Umum
Sekretaris Jenderal


http://www.ikadi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=492


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kebanggaan Kita

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kebanggaan Kita
 
By: M. Agus Syafii
 
Ada seorang hukama abad pertengahan bernama Ahnaf bin Qais, ia ditanya oleh orang-orang yang gelisah melihat perilaku masyarakatnya yang sedang sakit, yang tidak lagi mementingkan nilai-nilai kemuliaan. Wahai tuan guru, apa yang tertinggal pada kita yang masih dapat kita banggakan? ma khoiru ma yu'tho al 'abdu? hukama itu menjawab; akal yang jernih ('aqlun ghoriziyyun). Orang-orang berkata, wah, sekarang sudah tidak ada orang yang akalnya masih jernih,. kalau akal jernih nggak punya lalu tinggal apa (fa in lam yakun?) tanya orang-orang. Adabun shalihun, sopan santun yang terjaga, kata hukama.
 
Wah, sekarang orang juga sudah tidak lagi menjaga sopan santun tuan guru! selain dua hal itu masih adakah yang dapat kita banggakan? shohibun muwafiqun; sahabat sejati, kata hukama. Orang-orangpun berkata; waduh... sahabat sejati juga  susah didapat, karena orang tidak lagi membela yang benar tetapi membela yang bayar. Masih adakah selain yang tiga itu wahai tuan guru? qalbun murabithun; hati yang peka, kata hukama. Waduhh, lagi-lagi yang itu juga jarang didapat, kata orang-orang.
 
Sekarang kebanyakan orang hatinya gelap, tidak peka, nuraninya mati, masih adakah yang dapat kita banggakan wahai tuan guru? ada, thul as shumti,banyak diam, kata hukama. Yah, yah, yah, diam itu emas, kata orang. Tapi tuan guru, sekarang ini, semuanya berbicara meski asal bicara, dan tidak ada orang yang mau diam merenung. Kalau lima hal itu juga tidak punya, masih adakah yang dapat kita banggakan wahai tuan guru? Ada, dan ini adalah yang terakhir, yaitu mautun hadirun, Hadirnya Kematian. 'Subhanallaaah.'  desah orang-orang.
 
Wassalam,
agussyafii
--
Teman. Yuk, hadir pada kegiatan 'Amalia Berqurban' (AMAR) di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Rabu, tanggal 17 November 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://agussyafii.blogspot.com/,http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] ...Mungkinkah kita bisa mencontohnya ????

Link ke posting ini
Reaksi: 
...Mungkinkah kita bisa mencontohnya ????

,,,, ..
Suatu hari Thalhah bin Ubaidillah r.a. pulang ke rumah dengan membawa
uang sebanyak seratus ribu dirham. Istrinya mendapati raut wajah
...Thalhah begitu bersedih....

Sang istri bertanya, "Apa ...yang
terjadi padamu, wahai suamiku?" Thalhah menjawab, "Harta yang banyak
ini, aku takut jika bertemu dengan Allah, lalu aku ditanya tentang
dirham ini satu per satu."...

Istrinya lalu berkata, "Ini
masalah yang sangat mudah. Mari kita bagi-bagikan harta ini. Bawalah
harta ini dan bagikan kepada para fakir miskin yang ada di Kota
Madinah." .....

Thalhah pun bersama istrinya meletakkan harta
itu di sebuah wadah, lalu membagi-bagikan kepada para fakir miskin dan
orang-orang yang membutuhkan. ...

Setelah itu ia kembali ke rumah dan
berkata, "Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan
diriku bertemu dengan-Nya sedangkan aku dalam keadaan bersih dan suci."


......Subhanallah 3x .... !

, Wassalam ...
/Jkta


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Thursday, October 28, 2010

[daarut-tauhiid] Menarik Untuk Disimak

Link ke posting ini
Reaksi: 
Bank Syariah Entaskan Kemiskinan
Sesungguhnya persoalan kemiskinan hingga hari
ini tetap menjadi problematika mendasar yang dihadapi bangsa Indonesia.
Beberapa indikator kesejahteraan masyarakat memperlihatkan bahwa tingkat
kesejahteraan menurun sangat tajam.

Sejak dimulai krisis tahun 1999, angka
kemiskinan meningkat menjadi 37,17 juta jiwa (BPS, 2007). Angka ini
mendekati angka kemiskinan pada tahun 1978 dan 1980 yang artinya
perekonomian Indonesia mengalami kemunduran lebih dari 23 tahun. Tidak
hanya kemiskinan yang menjadi beban bagi masyarakat Indonesia, kenaikan
harga barang dan laju inflasi membuat beban hidup rakyat terasa semakin
berat dan menderita.

Fakta ini menunjukkan bahwa tampaknya bangsa ini
belum sepenuhnya merdeka dari kemiskinan. Pemerintah sejauh ini masih
terlihat gamang dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan
penyakit yang satu ini. Berbagai langkah yang ditempuh pemerintah kerap
bersifat tambal sulam. Di satu sisi pemerintah belum bisa melepaskan
diri dari utang luar negeri yang berbasis bunga. Namun, di sisi lain
utang luar negeri yang belum terserap jumlahnya juga tidak sedikit.

Paradigma tersebut harus diubah secara total dan
mendasar. Dalam konteks ini, mengembangkan potensi ekonomi syariah
menjadi pilihan yang terbaik dan mendesak.

Perkembangan bank syariah

Kompetisi
dunia perbankan di Indonesia semakin
semarak terhitung sejak hadirnya bank syariah yang dipelopori oleh BMI.
Paling tidak, hal ini bisa dilihat dari menjamurnya bank-bank
yang menerapkan prinsip syariah, baik yang berbentuk bank umum syariah
(BUS) maupun unit usaha syariah (UUS).

Menurut BI, sampai dengan Oktober 2007 perbankan
syariah mampu mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Hal ini
tecermin dari pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp 481,02 miliar
atau tumbuh 57 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya
yang senilai Rp 307,27 miliar.

Pada periode yang sama, pertumbuhan laba
bersih perbankan konvensional hanya 30 persen. Rasio laba terhadap modal
(return on equity/ROE) perbankan syariah sebesar 55,75 persen,
sedangkan rasio laba terhadap aset (return on asset/ROA) sebesar 1,93
persen. Penghimpunan
dana pihak ketiga juga mengalami kenaikan pesat di atas industri
perbankan secara umum. Optimalisasi itu tecermin dari membaiknya rasio
pembiayaan dana pihak ketiga (financing to deposit ratio/FDR) FDR bank
syariah mencapai 102,65 persen. FDR bank konvensional hanya 65 persen.
Data per Oktober 2007 menunjukkan, aset perbankan syariah mencapai Rp
33,03 triliun, tumbuh 32 persen dibandingkan dengan periode sama tahun
sebelumnya yang senilai Rp 25,06 triliun.
Bertitik tolak dari semua itu, terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh bank syariah.

Kaitannya
dengan uraian di atas, Direktorat
Perbankan Syariah-Bank Indonesia bekerja sama dengan MES, IAEI, FoSSEI, dan Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan CALL FOR PAPERS.  Salah satu topik yang diangakat adalah "Optimalisasi Peran Perbankan
Syariah dalam Pengentasan Kemiskinan"

Untuk
itulah kami mengundang rekan-rekan untuk mengirimkan karya-karya orisinilnya
berupa karya tulis sebagai bukti sumbangsih pemikiran membantu perbankan
syariah dalam menjalankan perannya secara optimal. Paper-paper terpilih akan
dipresentasikan pada acara Forum Riset Perbankan Syariah, 9 Desember 2010
bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta


Info
lebih lanjut silahkan kunjungi situs resmi di http://forumriset.ekonomisyariah.org/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Ketika Allah ta'ala mencintai mereka

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ketika Allah ta'ala mencintai mereka.

Allah ta'ala berfirman yang artinya,
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan\} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar". ( QS Yunus [10]:62-64 )

"Dari Abu Hurairah radhiallaahu `anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallâhu `alaihi wasallam bersabda: `Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: `barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh! Aku telah mengumumkan perang terhadapnya.

Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya, dan senantiasalah hamba-Ku (konsisten) bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya;

Bila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, dan penglihatannya yang digunakannya untuk melihat dan tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakannya untuk berjalan; jika dia meminta kepada-Ku niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya". (H.R.al-Bukhâriy)

Innallâha Ta'âla Qâla ; Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman
ini merupakan salah satu redaksi Hadîts Qudsiy

man `âdâ lî waliyyan ; `barangsiapa yang memusuhi wali-Ku
Terdapat variasi lafazh, diantaranya: "man âdzâ lî waliyyan" ; "man ahâna lî waliyyan faqad bârazanî bi al-Muhârabah" .
Kata "al-Waliy" diambil dari kata al-Muwâlâh , makna asalnya adalah al-Qurb (dekat) sedangkan makna asal kata "al-Mu'âdâh" ( kata benda dari kata kerja `âdâ ) adalah al-Bu'd (jauh);
Jadi, kata "al-Waliy" artinya orang yang dekat kepada Allah.

Dalam hadits tersebut diuraikan kriteria wali Allah yakni:
Hamba yang bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan ibadah yang telah diwajibkan/disyariatkan oleh Allah ta'ala (ibadah mahdah/ketaatan) diikuti dengan selalu menjalankan ibadah sunnah atau amal sholeh (ibadah ghairu mahdah/kebaikan) sehingga mendapatkan kecintaanNya

Bertaqarrub, mendekatkan diri kepada Allah ta'ala dengan cara menjadi orang beriman dan beramal sholeh

Allah ta'ala berfirman, yang artinya:
"Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh), mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga) (QS Saba [34]:37 )

Tidak cukuplah menjadi orang beriman dapat dikatakan sebagai wali Allah, karena menjadi orang beriman merupakan sebuah keharusan baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa. Tentang orang-orang beriman silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/10/27/orang-orang-beriman/

Allah ta'ala berfirman, yang artinya:
"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa" (QS Ar Ra'd [13]:15 )

Tidak cukup dengan menjalankan ibadah ketaatan atau ibadah yang disyariatkan atau ibadah yang diwajibkan (ibadah mahdah) dapat menghantarkan kita menjadi wali Allah, haruslah ditambah dengan amal sholeh untuk mendapatkan keridhoan dan kecintaan Allah ta'ala

Mereka yang termasuk wali Allah adalah mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh atas kesadaran sendiri dan atas petunjuk dan pertolongan/karunia Allah ta'ala. Tentang amal saleh silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/10/27/amal-sholeh/

Allah juga berfirman memberitakan tentang penduduk surga:"..Dan mereka berkata: "segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini, dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.." (QS Al-A'raaf:43).

Firman Allah ta'ala:"...Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki…" (QS An-Nuur:21)

Firman Allah yang artinya,
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik." (QS Shaad [38]:46-47)

Syekh Abu al-Abbas r.a mengatakan bahwa kata sufi dinisbatkan kepada perbuatan Allah pada manusia. Maksudnya, shafahu Allah, yakni Allah menyucikannya sehingga ia menjadi seorang sufi. Dari situlah kata sufi berasal.

Lebih lanjut Syekh Abu al Abbas r.a. mengatakan bahwa kata sufi (al-shufi) terbentuk dari empat huruf: shad, waw, fa, dan ya.

Huruf shad berarti shabruhu (kebesarannya), shidquhu (kejujuran), dan shafa'uhu(kesuciannya)
Huruf waw berarti wajduhu (kerinduannya), wudduhu (cintanya), dan wafa'uhu(kesetiaannya)
Huruf fa' berarti fadquhu (kehilangannya), faqruhu (kepapaannya), dan fana'uhu(kefanaannya).
Huruf ya' adalah huruf nisbat.

Apabila semua sifat itu telah sempurna pada diri seseorang, ia layak untuk menghadap ke hadirat Tuhannya.

Kaum sufi telah menyerahkan kendali mereka pada Allah. Mereka mempersembahkan diri mereka di hadapanNya. Mereka tidak mau membela diri karena malu terhadap rububiyah-Nya dan merasa cukup dengan sifat qayyum-Nya. Karenanya, Allah memberi mereka sesuatu yang lebih daripada apa yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri.

Sebagaimana firman Allah yang artinya:
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An Nahl [16]:97 )

"Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (QS Al Ankabut [29]:7 )

Salah satu ibadah sunnah atau amal sholeh yang dijalankan oleh kaum sufi sehingga Allah ta'ala mencintai mereka adalah berlaku zuhud dan selalu mengingat Allah (dzikrullah)

Dari Abul Abbas — Sahl bin Sa'ad As-Sa'idy — radliyallahu `anhu, ia berkata: Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Rasulullah! Tunjukkan kepadaku suatu amalan yang jika aku beramal dengannya aku dicintai oleh Allah dan dicintai manusia." Maka Rasulullah menjawab: "Zuhudlah kamu di dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia niscaya mereka akan mencintaimu." (Hadist shahih diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lainnya).

Abu Yazid al Busthami mengatakan: Para wali Allah merupakan pengantin-pengantin di bumi-Nya dan takkan dapat melihat para pengantin itu melainkan ahlinya. Mereka itu terkurung pada sisi-Nya di dalam hijab (dinding penutup) kegembiraan dan takkan dapat melihat kepada mereka seorangpun di dunia ini maupun diakhirat, yakni tiada dapat mengetahui rahasia mereka.

Al Khaffaz telah berkata: Apabila Allah berkehendak untuk menjadikan hamba-Nya seorang wali, niscaya dibukakan baginya pintu dzikir. Apabila ia telah merasa lezat dengan dzikir itu, maka dibukakan pula atasnya pintu pendekatan. Kemudian ditinggikan martabat-Nya kepada majelis-majelis kegembiraan. Lalu ia didudukkan di atas kursi keimanan untuk disingkapkan (dibukakan) daripadanya hijab (tabir penutup) dan dimasukkannya ia ke pintu gerbang ke-Esaan serta diungkapkan baginya garis-garis ke-Maha Agungan Allah. Pada saat penglihatannya tertuju kepada ke-Maha Agungan serta kebesaran-Nya, niscaya ia akan tinggal tanpa dirinya dan akan menjadi fana (lenyap) untuk tiba menuju pemeliharaan (penjagaan) Allah, agar terlepas dari segala pengakuan dirinya. Baru kemudian ia pun menjadi seorang wali.

Al Quthub Abdul Abbas al Mursi, menegaskan dalam kitab yang ditulis oleh muridnya, Lathaiful Minan, karya Ibnu Athaillah as Sakandari, "Waliyullah itu diliput ilmu dan makrifat-makrifat, sedangkan wilayah hakekat senantiasa disaksikan oleh mata hatinya, sehingga ketika ia memberikan nasehat seakan-akan apa yang dikatakan seperti identik dengan idzin Allah. Dan harus dipahami, bagi siapa yang diidzinkan Allah untuk meraih ibarat yang diucapkan, pasti akan memberikan kebaikan kepada semua makhluk, sementara isyarat-isyaratnya menjadi riasan indah bagi jiwa-jiwa makhluk itu."

Dasar utama perkara wali itu, kata Abul Abbas, "Adalah merasa cukup bersama Allah, menerima ilmu-Nya dan mendapatkan pertolongan melalui musyahadah kepada-Nya. Allah Ta'ala berfirman: "Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang mencukupinya." (QS. ath Thalaq : 3). "Bukankah Allah telah mencukupi hambanya?" (az Zumar : 36). "Bukankah ia tahu, bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Tahu?" (QS. al Alaq : 14). "Apakah kamu tidak cukup dengan Tuhanmu, bahwa sesungguhnya Dia itu menyaksikan segala sesuatu ? (QS. Fushshilat : 53)"

Wali-wali itu merupakan orang-orang yang akan meneruskan hidup suci dari Nabi, orang-orang yang mujahadah, orang-orang yang menjaga waktu ibadat, yang rebut-merebut mengerjakan taat, yang tidak ingin lagi merasakan kelezatan lahir, kenikmatan panca indera, mengikuti jejak Nabi, mencontoh perbuatan Muhajirin dan Anshar, lari ke gunung dan gua untuk beribadat, melatih hati dan matanya untuk melihat Tuhan, merekalah yang berhak dinamakan Atqiya', Akhfiya', Ghuraba', Nujaba', dan lain-lain nama-nama sanjungan yang indah yang dipersembahkan kepada mereka.

Diceritakan lebih lanjut dalam kitab-kitab sufi, bahwa wali-wali itu merupakan qutub-qutub atau khalifah-khalifah Nabi yang tidak ada putus-putusnya terdapat di atas permukaan bumi ini. Mereka meningkat kepada kedudukannya yang mulia itu sesudah mengetahui hakekat syari'at, sesudah memahami rahasia kodrat Tuhan, sesudah tidak makan melainkan apa yang diusahakan dengan tenaganya sendiri, sesudah tumbuh dan jiwanya suci, tidak memerlukan lagi hidup duniawi, tetapi semata-mata menunjukkan perjalanannya menemui wajah Tuhan.

Di antara para wali terdapat wali-wali Allah yang pangkatnya sangat digandrungi oleh para Nabi dan para Syuhada' pada hari kiamat seperti hadits Rasulullah Saw :

Sesungguhnya ada di antara hamba Allah (manusia) yang mereka itu bukanlah para Nabi dan bukan pula para Syuhada'. Mereka dirindukan oleh para Nabi dan Syuhada' pada hari kiamat karena kedudukan (pangkat) mereka di sisi Allah Swt seorang dari shahabatnya berkata, siapa gerangan mereka itu wahai Rasulullah? Semoga kita dapat mencintai mereka.

Nabi Saw menjawab dengan sabdanya: Mereka adalah suatu kaum yang saling berkasih sayang dengan anugerah Allah bukan karena ada hubungan kekeluargaan dan bukan karena harta benda, wajah-wajah mereka memancarkan cahaya dan mereka berdiri di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Tiada mereka merasa takut seperti manusia merasakannya dan tiada mereka berduka cita apabila para manusia berduka cita. (HR. an Nasai dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)

Kemudian Rasul membacakan firman Allah Swt:
Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah tiada ketakutan pada diri mereka dan tiada pula mereka berduka cita. (QS. Yunus : 62).

Allah ta'ala juga berfirman, yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS Al Baqarah [2]:277 )

Pernah Rasulullah Saw ditanya tentang siapa para wali Allah itu? Beliau menjawab: "Mereka itulah pribadi-pribadi yang apabila dilihat orang, niscaya Allah Swt disebut bersama (nama)-Nya." Mereka terbebas (terselamatkan) dari fitnah dan cobaan dan terhindar dari malapetaka. Nabi bersabda :

&#1575;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614; &#1616;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616; &#1590;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1606;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1593;&#1616;&#1576;&#1614;&#1575;&#1583;&#1616;&#1607;&#1616; &#1610;&#1615;&#1593;&#1618;&#1584;&#1616;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618; &#1601;&#1616;&#1609; &#1585;&#1614;&#1581;&#1618;&#1605;&#1614;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616; &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1581;&#1618;&#1610;&#1616;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618; &#1601;&#1616;&#1609; &#1593;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1610;&#1614;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616; &#1575;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1601;&#1617;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1578;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1601;&#1575;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1575;&#1616;&#1604;&#1614;&#1609; &#1580;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616; &#1575;&#1615;&#1608;&#1604;&#1614;&#1574;&#1616;&#1603;&#1614; &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614; &#1578;&#1614;&#1605;&#1615;&#1585;&#1617;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1601;&#1616;&#1578;&#1614;&#1606;&#1615; &#1603;&#1614;&#1602;&#1614;&#1591;&#1618;&#1593;&#1616; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1610;&#1618;&#1604;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1592;&#1618;&#1604;&#1616;&#1605;&#1616; &#1608;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575; &#1601;&#1616;&#1609; &#1593;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1610;&#1614;&#1577;&#1613;

Sesungguhnya bagi Allah ada orang-orang yang baik (yang tidak pernah menonjolkan diri di antara para hamba-Nya yang dipelihara dalam kasih sayang dan dihidupkan di dalam afiat (sehat yang sempurna). Apabila mereka diwafatkan, niscaya dimasukkan kedalam surganya. Mereka terkena fitnah atau ujian, sehingga mereka seperti berjalan di sebagian malam yang gelap, sedang mereka selamat daripadanya.

Jadi, seorang Wali akan mengalami hinaan dan makian sebagaimana yang dialami oleh Para Nabi dan itu tidak akan menyurutkan langkah mereka untuk berdakwah membesarkan Nama Tuhan.

Allah ta'ala berfirman, yang artinya:
"kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali" (QS Asy Syu-ara [26]:227 )

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih saying (QS Maryam [19]:96 )

Allah SWT berfirman:
"…kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)

Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Apakah tidak perlu aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya maka niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian! (HR. Muslim).

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh" (QS Al Ankabut [29]:9 )

"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS An Nisaa' [4]:69 )

"Cintailah yang di bumi maka yang di langit akan mencintaimu"

Semoga Allah SWT berkenan mempertemukan kita dengan Kekasih-Nya di muka bumi agar kita bisa mencintai kekasih-Nya dengan demikian maka Allah SWT pasti mencintai kita.

Amin Ya Rabbal `Alamin

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] MENGGAPAI IMPIAN MULIA

Link ke posting ini
Reaksi: 
 Bismillaah


Assalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu

 
MENGGAPAI IMPIAN MULIA
Oleh: admin  
________________________________

Pembaca yang mulia, keselarasan hidup, keseimbangan sosial, dan kenyamanan
hubungan antara rakyat dan pemerintahnya merupakan impian semua pihak. Tak hanya
kita yang hidup di Indonesia, negeri-negeri lainpun demikian adanya. Untuk
menggapai impian mulia itu Allah dan Rasul-Nya telah memberikan
petunjuk-petunjuk baik di dalam Al-Qur'an dan di dalam hadits Nabi shalallahu
'alaihi wasallam. Petunjuk-petunjuk tersebut berkisar pada dua prinsip penting:

1. Hendaknya rakyat memposisikan pemerintahnya sebagai pemimpin yang didengar
dan ditaati.
2. Hendaknya pemerintah memperhatikan hak-hak rakyat dan mempersembahkan yang
terbaik untuk mereka.
Di dalam Al Qur'an, Allah subhanahu wata'ala telah menegaskan tentang kewajiban
menaati waliyul amr (pemerintah). Sebagaimana firman-Nya (artinya):
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil
amri (pemerintah) di antara kamu." (An Nisaa': 59)
Kewajiban taat kepada pemerintah ini sebatas dalam hal yang ma'ruf. Bila
pemerintah memerintahkan kepada hal yang mungkar, maka tidak perlu menaatinya
dengan tetap tidak memisahkan diri dari kepemimpinannya.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فيِ مَعْصِيَةِ الخاَلِقِ
"Tidak ada ketaatan kepada (seorang) makhluk pun dalam bermaksiat kepada Sang
Khalik (Allah subhanahu wata'ala)." (Shahih Al Jami' Ash Shaghir no.7520)
Lalu bagaimanakah bila pemerintah (penguasa) tersebut seorang yang zhalim,
perampas hak rakyat, dan tidak berlaku adil ? Apakah masih berhak ditaati,
ataukah diberontak dan diperangi?
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sebagai penyampai dan sekaligus penjelas
wahyu-Nya, telah menyampaikan dan menjelaskan jalan terbaik yang dapat
membuahkan mashlahat (kebaikan) yang besar bagi rakyat. Sebagaimana yang
diriwayatkan dari 'Adi bin Hatim radhiallahu 'anhu, dia berkata: "Kami
mengatakan: Wahai Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam kami tidak bertanya
tentang ketaatan kepada penguasa yang bertaqwa, tetapi orang yang berbuat begini
dan begitu… (disebutkan kejelekan-kejelekan mereka), maka Rasulullah shalallahu
'alaihi wasallam bersabda:
وَاتَّقُوْا اللهَ وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوا
"Bertaqwalah kepada Allah! Dengar dan taatlah!" (Hasan Lighairihi, diriwayatkan
oleh Ibnu Abi 'Ashim dalam As Sunnah dan lain-lain. Lihat Al Wardul Maqthuf,
hal.32)
Sikap taat dan mendengar kepada sang penguasa walaupun dalam kondisi serba susah
dan sulit merupakan sikap yang dibimbingkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam. Jika dia merampas hak kita, maka kewajiban kita adalah bersabar dan
meminta kepada Allah hak kita yang telah dirampas itu.
Junadah bin Abu Umayyah radhiallahu anhu, berkata: "Kami berkunjung ke rumah
Shahabat 'Ubadah bin Ash Shamit ketika beliau dalam keadaan sakit, lalu kami
berkata kepadanya: "Sampaikanlah hadits kepada kami –ashlahakallah (semoga Allah
memperbaiki amalanmu, pen)– yang engkau dengar dari Rasulullah shalallahu
'alaihi wasallam, yang dengannya (dengan hadits tersebut –red) Allah akan
memberikan manfaat bagi kami!" Maka ia pun berkata:
دَعَانَا رَسُوْلُ اللهِ فَبَايَعْنَاه فَكَانَ فِيْمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ
بَايَعْنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِيْ مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا
وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا وَأَلاَّ نُنَازِعَ الأَمْرَ
أَهْلَهُ، قَالَ: إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ
فِيْهِ بُرْهَانٌ

"Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memanggil kami untuk berbai'at. Dan di
antara bai'atnya adalah agar kami bersumpah setia untuk mendengar dan ta'at
(kepada pemimpin) ketika kami suka maupun duka, berat maupun ringan, ataupun
ketika diperlakukan secara tidak adil. Dan agar kami tidak merebut urusan
kepemimpinan dari orang yang berhak, (beliau berkata): Kecuali jika kalian
melihat kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti di sisi Allah." (HR. Al
Bukhari dan Muslim, dengan lafadz Muslim)
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shalallahu
'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّـهَا سَتَكُوْنُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وَأُمُوْرٌ تُنْكِرُونَـهَا قَالُوا: يَا
رَسُولَ اللهِ كَيْفَ تَأمُرُنَا؟
"Akan muncul setelahku atsarah (penguasa yang mengutamakan diri mereka sendiri
dan tidak memberikan hak rakyatnya –red) dan perkara-perkara yang kalian
ingkari." (Para shahabat –red) bertanya: "Apa yang engkau perintahkan kepada
kami, wahai Rasulullah?" Beliau shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
تُؤَدُّوْنَ الَْحَقَّ الَّذِيْ عَلَيْكُمْ وَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الَّذِيْ لَكُمْ
"Tunaikanlah kewajiban kalian kepada mereka dan mintalah hak kalian kepada
Allah." (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah
shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
يَكُوْنُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لاَيَهْتَدُونَ بِهُدَايَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ
بِسُنَّتِي وَسَيَقُومُ فِيْهِمْ رِجَالٌ قُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الشَّيَاطِيْنَ فِي
جُثْمَانِ إِنْسٍ (قاَلَ حُذَيْفَةُ): كَيْفَ أَصْنَعُ يَارَسُولَ اللهِ إِنْ
أَدْرَكْتُ ذَلِِكَ؟ قَالَ: تَسْمَعُ وَتُطِيْعُ لِلأَمِيْرِ وَإِنْ ضُرِبَ
ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ
"Akan datang setelahku para penguasa yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak
berpegang dengan sunnahku dan akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang
berhati syaithan dan berjasad manusia." (Hudzaifah berkata): "Wahai Rasulullah,
apa yang aku perbuat jika aku menemui hal itu?" Beliau menjawab: "Engkau dengar
dan engkau taati walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu diambil." (HR. Muslim)
Menurut Al Imam An Nawawi rahimahullah: "Kesimpulannya adalah adanya tuntunan
untuk bersabar terhadap kezhaliman penguasa dan tidaklah gugur ketaatan (kepada
mereka) disebabkan kezhaliman mereka." (Syarh Shahih Muslim, 12/222)
Berkata Ibnu Hajar rahimahullah: "Wajib berpegang dengan jama'ah muslimin dan
penguasa-penguasa mereka walaupun mereka bermaksiat." (Fathul Bari bi Syarhi
Shahihil Bukhari)
Ketaatan itupun tetap berlaku manakala sang penguasa itu cacat atau berasal dari
bangsa budak. Shahabat Abu Dzar radhiallahu 'anhu berkata:
إِنَّ خَلِيْلِيْ أَوْصَانِي أَنْ أَسْـمَعَ وَأُطِيْعَ, وَإِنْ كَانَ عَبْدًا
مُجَدَّعَ اْلأَ طْرَافِ
"Telah mewasiatkan kepadaku kekasihku (Rasulullah) agar aku mendengar dan taat
(kepada penguasa), walaupun ia seorang budak yang terpotong hidungnya (cacat)"
(Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya, 3/467, HR. Al Bukhari dalam Al Adabul
Mufrad, hal. 54)
Bahkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengancam, barangsiapa memisahkan
diri dari jama'ah dan memberontak kepada penguasanya, maka matinya adalah mati
jahiliyyah. Yaitu mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah seperti keadaan
orang-orang jahiliyyah. Ibnu 'Abbas radhiallahu anhuma berkata: "Rasulullah
shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيْرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ
فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ, فَمِيْتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ
"Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari penguasanya, maka
bersabarlah! Karena barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja,
kemudian ia mati, maka matinya dalam keadaan mati jahiliyyah." (HR. Al Bukhari
dan Muslim)
Kenapa harus sabar dan mengalah, bukankah penguasa itu telah berbuat zhalim dan
maksiat?
Jawabannya adalah firman Allah subhanahu wata'ala (artinya): "Dan demikianlah
Kami jadikan sebagian orang-orang zhalim itu sebagian teman (wali, pemimpin
–pent) atas sebagian yang lainnya disebabkan apa yang mereka usahakan sendiri."
(Al An'am: 192)
Al Hasan Al Bashri mengatakan: "Ketahuilah –semoga Allah memberimu 'afiah– bahwa
kezhaliman para penguasa merupakan adzab dari Allah, dan adzab Allah tidak
dihadapi dengan pedang akan tetapi dihadapi dengan do'a, taubat, kembali kepada
Allah dan mencabut segala dosa. Sungguh adzab Allah jika dihadapi dengan pedang
maka ia akan lebih bisa memotong (mudharatnya lebih besar daripada maslahatnya
-pent)." (Asy Syari'ah karya Al-Imam Al Ajurri, hal. 38)
Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya berkata: "Demikianlah
Kami (Allah) berbuat terhadap orang-orang zhalim yaitu dengan Kami jadikan
sebagian orang zhalim sebagai pemimpin atas sebagian yang lainnya." (Al
Misbahhul Munir)
Inilah hakekat yang sangat perlu direnungkan. Bahwa munculnya penguasa yang
zhalim itu disebabkan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan rakyatnya sendiri, karena
penguasa itu berasal dari rakyat juga. Sikap mencaci maki, merendahkan dan
bahkan mengafirkan penguasa akan semakin menambah kezhaliman penguasa tersebut
yang tidak hanya menimpa kepada orang-orang yang bersalah, namun juga akan
menimpa kepada orang-orang yang tidak bersalah. Akibatnya, sikap seperti ini
akan menimbulkan mudharat (kejelekan) yang lebih besar dibanding mashlahat
(kebaikan) yang diperoleh, tentunya hal ini merupakan perkara yang dilarang
dalam agama.
Perlu diketahui bahwa munculnya penguasa-penguasa yang zhalim bukan merupakan
suatu hal yang baru. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan
akan muncul penguasa-penguasa zhalim setelah sepeninggalnya. Dalam sejarah Islam
tercatat sejak para shahabat masih hidup telah muncul seorang pemimpin yang luar
biasa bengisnya melebihi para penguasa di masa ini. Penguasa itu sampai mendapat
julukan resmi dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sebagai Al Mubir
(pembinasa). Penguasa tersebut adalah Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi. Bukan hanya
ulama yang ia bunuh, bahkan sebagian shahabat pun ia bunuh. Jumlahnya pun bukan
sekedar ratusan, namun mencapai ribuan. Ibnu Hajar rahimahullah menukilkan
riwayat dari Hisyam bin Hassan, bahwa ia mengatakan: "Kami menghitung orang yang
dibunuh Hajjaj dengan cara shabran (dibunuh dengan cara tidak diberi makan dan
minum) mencapai 120.000 jiwa." (Tahdzibut Tahdzib, 2/211)
Meski demikian keadaannya, para ulama dan (termasuk) para shahabat yang masih
hidup pada masa itu tidak mencabut kepemimpinannya (memberontak).
Demikian pula teladan mulia dari Al Imam Ahmad rahimahullah, ketika beliau
dipenjara dan disiksa oleh penguasa yang zhalim, beliau tetap memerintahkan kaum
muslimin agar mendengar dan taat serta tidak memberontak kepada penguasa
tersebut. Beliau berkata: "Hendaknya kalian mengingkari kemungkaran tersebut
dengan menggunakan hati kalian. Dan jangan sekali-kali kalian mencabut tangan
kalian dari ketaatan, jangan kalian mematahkan tongkat persatuan kaum muslimin,
dan jangan pula kalian menumpahkan darah-darah kalian sendiri dan darah-darah
kaum muslimin. Pertimbangkan akibat dari tindakan kalian tersebut dan sabarlah
kalian sampai orang-orang yang baik meninggal dunia atau sebaliknya pimpinan
yang zhalim itulah yang meninggal dunia." (As Sunnah, hal. 90, karya Al Imam Al
Khallal)
Adapun hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap penguasa/pemerintah
adalah bahwasanya jabatan yang ia sandang saat ini adalah amanah dan karunia
dari Allah subhanahu wata'ala, yang kelak di hari kiamat akan dimintai
pertanggungjawabannya oleh Allah subhanahu wata'ala. Maka dari itu, bersikap
adillah dan bijaksanalah di dalam memimpin umat agar rahmat Allah subhanahu
wata'ala selalu mengiringinya.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing akan dimintai
pertanggungjawabannya tentang yang dipimpinnya." (HR. Al Bukhari & Muslim)
سَبْعَةٌ يَظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِِِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ:
الإِمَامُ الْعَادِلُ …
"Ada tujuh golongan yang Allah berikan naungan di hari kiamat, suatu hari yang
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: pemimpin yang adil, …" (HR. Al Bukhari &
Muslim)
Para pembaca yang mulia, demikianlah keterangan ringkas tentang dua prinsip
penting yang harus diperhatikan oleh rakyat dan pemerintah. Yang dengan memahami
dan mengamalkannya akan tercipta bi-idznillah (dengan se-izin Allah) sebuah
keselarasan hidup dan keseimbangan sosial di negeri yang kita cintai ini.
Wallahu a'lam bish showab.
 
http://www.assalafy.org/mahad/?p=45

Walhamdulillaah


Wassalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] menyikapi bencana yang teRjadi

Link ke posting ini
Reaksi: 
[HOTD] menyikapi bencana yang
teRjadi<http://orido.wordpress.com/2010/10/28/hotd-menyikapi-bencana-yang-terjadi/>

[image: bismillahhiRRahmaniRRahim]

*"Dan sungguh akan Kami beRikan cObaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelapaRan, kekuRangan haRta, jiwa dan buah-buahan. Dan beRikanlah beRita
gembiRa kepada ORang-ORang yang sabaR,(yaitu) ORang-ORang yang apabila
ditimpa musibah, meReka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi
Raaji`uun"
[Al-BaqaRah, 2 :155-156]*

*Bencana sebagai penghapus dOsa[image: fOR betteR INDONESIA..]*

*Hadist Riwayat Abu HuRaiRah ra., ia beRkata:*
Ketika tuRun ayat (QS. An-Nisa, 4 ayat 123): "*BaRang siapa yang mengeRjakan
kejahatan, niscaya akan dibeRi pembalasan dengan kejahatan itu*", kaum
muslimin meRasa sangat sedih sekali, lalu Rasulullah saw. beRsabda: "*Janganlah
kamu sekalian teRlalu beRsedih dan tetaplah beRbuat kebaikan kaRena dalam
setiap musibah yang menimpa seORang muslim teRdapat penghapusan dOsa bahkan
dalam bencana kecil yang menimpanya atau kaRena sebuah duRi yang menusuknya*
"

*Hadist Riwayat Muslim:*
"Abu Sa'id ra memberitahukan, Rasulullah SAW bersabda,"Tidak ada suatu
cobaan yg menimpa orang mukmin seperti sakit biasa, sakit berat, kesedihan,
dan kecemasan, melainkan Allah SWT hapuskan dosa-dosanya karenanya"

*Ucapkan Innalillahi…*

* Hadist Riwayat Muslim:*
"Ummi Salamah Ra menutuRkan Muhammad Rasulullah SAW beRsabda,"Tiada seORang
hamba yg ditimpa musibah, lalu mengucapkan "*Innaa lillaahi wa innaa ilaihi
Raaji`uun, ya Allah beRilah ganjaRan pahala dalam musibahku, dan gantikanlah
bagiku yg lebih baik daRi musibah ini*", melainkan Allah SWT membeRikan
ganjaRan pahala dalam musibahnya, dan Dia membeRi ganti baginya dengan yg
lebih baik"

*SuRga bagi hambaNya yang beRsabaR*

*Hadits ditakhRij Oleh TiRmidzi:*
DaRi Abu Musa Al Asy'aRi Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu
'alaihi wa sallam beRsabda : "Apabila anak manusia meninggal maka Allah
beRfiRman kepada MalaikatNya : "Kamu matikan anak hambaKu ?". MeReka
menjawab, "Ya". Dia beRfiRman : "Kamu matikan buah hatinya ?" MeReka
menjawab : "Ya". Dia beRfiRman : "Apakah yang diucapkan Oleh hambaKu?"
MeReka menjawab : "Memuji dan mengembalikannya kepadaMu (membaca istiRja')".
Allah beRfiRman : "Bangunlah Rumah untuk hambaKu di sORga, dan beRilah nama
Baitul Hamdi (Rumah pujian)".

*Links:*

*[Maksiat Menyebabkan Berbagai Bencana]
*
http://hadis-islam.blogspot.com/2010/07/maksiat-menyebabkan-berbagai-bencana.html

- "Tidaklah sekali-kali bangsa mengalami kehancuRan, kalbu manusia
menjadi Rusak, Rumah tangga beRantakan; beRbagai pendapat saling
beRsebeRangan; dan pemikiRan menjadi kacau balau, kecuali *kaRena
beRbagai macam dOsa dan keduRhakaan telah membudaya di kalangan umat manusia
*," demikian antaRa lain tulis DR.'Aidh bin 'Abdullah Al QaRni dalam buku
' Hidupkan Hatimu.' *Maksiat akan menghalangi seseORang mendapatkan
kebahagiaan sejati*.
- Jangan peRnah bangga beRhasil mendustai ORang lain. BeRsedihlah kaRena
sebelumnya, kita mendustai diRi kita sendiRi. *Jangan peRnah meRasa
selamat daRi dOsa yang kita sembunyikan selama ini kaRena semua akan tampak
di haRi 'peRsaksian*,' demikian antaRa lain kilah M.ARifin Ilham dalam
aRtikelnya 'Hati NuRani'.
- Dalam buku 'Puasa LahiR Puasa Batin' Oleh Malaki TabRizi antaRa lain
disebutkan banyak yang hadis yang mengemukakan bahwa apabila sekelOmpOk
ORang yang sedang duduk-duduk di suatu tempat, kemudian meReka beRanjak
menunaikan suatu peRbuatan baik, maka setiap butiR tanah yang dipijaknya
akan beRdOa dan meminta ampunan Allah SWT (beRistighfaR ) bagi meReka. Namun
sebaliknya, *apabila meReka teRjeRat kesibukan melakukan dOsa, maka
setiap keping tanah akan mengutuk meReka*.

*[Bencana: Azab atau Ujian?]
*http://www.dakwatuna.com/wap/index-wap2.php?p=90

- *Cobaan dan ujian*:


1. adalah *saRana untuk mengungkap keimanan* seseORang (Al-Ankabut: 1-3)
2. meRupakan *hakikat daRi kehidupan manusia* di dunia (Al-Mulk: 1-2)
3. *alat intROspeksi diRi dan pelajaRan* agar manusia dapat lebih baik
dalam beRibadah kepada Allah swt (Al-Qashas: 40)
4. sebagai *sarana peningkatan ketakwaan* seseorang kepada Allah swt.
5. merupakan salah satu *bentuk cinta Allah* terhadap hamba-hamba-Nya.


- *Ketika Allah membinasakan suatu kaum*, di satu sisi hal teRsebut
adalah *azab yang Allah timpakan kepada meReka lantaRan kekufuRan
meReka*kepada Allah swt. Namun, di sisi lain itu meRupakan
*ujian bagi kaum yang beRiman*; supaya meReka lebih dapat meningkatkan
keimanannya kepada Allah swt.
- AlquRan juga mengabaRkan bahwa bencana atau musibah yang tidak teRkait
dengan kaum teRtentu, penyebabnya juga sama: kaRena kemaksiatan, kufuR,
ingkaR, dan mendustakan ayat-ayat Allah. *Penyebab yang paling Ringan
adalah kaRena peRbuatan tangan manusia sendiRi yang meRusak
alamnya*(AR-Rum: 41-42).

*[Faedah Bencana]
*http://www.islam-qa.com/id/ref/21631

- *Faedah/hikmah Bencana*:


1. sebagai *ujian kesabaRan* ORang-ORang beRiman.
2. Sebagai bukti akan *lemahnya manusia dan peRasaan membutuhkan kepada
Tuhan*-Nya. Dan tidak ada kemenangan kecuali dengan meRasa membutuhkan
diRi kepada Tuhan-Nya.
3. sebagai *penghapus dOsa dan mengangkat deRajat*.
4. agaR *tidak teRlalu cOndOng teRhadap dunia*.
5. *peRingatan bagi yang lalai* dalam bebeRapa uRusan sehingga dia masih
ada kesempatan untuk melakukan peRbaikan.
6. supaya meReka(manusia) *memOhOn (kepada Allah) dengan tunduk
meRendahkan diRi*.
7. BeRibadah ketika ditimpa musibah dan cObaan ada peRasaan teRsendiRi
dan pahala secaRa khusus.
8. *Kenikmatan yang dipeROleh setelah mendapatkan musibah* teRasa beRbeda
dan mempunyai nilai tinggi dihadapan manusia.
9. *mengingatkan manusia daRi kelalaian*, sehingga seORang hamba bisa
teRingat akan kekuRangan yang selama ini dia lakukan kepada hak Allah,
sehingga tidak meRasa diRinya sempuRna yang menyebabkan keRasnya hati dan
lupa diRi.
10. Dengan adanya musibah dan bencana *agaR mengetahui hakekat manusia*.
Membedakan antaRa yang baik dengan yang jelek, ORang jujuR dengan pendusta,
ORang mukmin dengan ORang munafik.
11. AgaR umat Islam bisa *membeRikan bantuan kepada saudaRanya* yang
ditimpa musibah dan bencana sehingga meReka mendapatkan pahala.
12. *saling tOlOng menOlOng dalam dakwah dan agama* adalah Jihad di jalan
Allah.

*[BebeRapa Penyebab Bencana Di muka Bumi]*
http://martapura.hexat.com/menu/tahukah/BeberapaPenyebabBencanaDimuk

- "DaRi BuRaidah R.a. beRkata bahwa Rasulullah saw. beRsabda, "*Tiadalah
suatu kaum yang menahan zakat haRtanya, kecuali Allah akan mendatangkan
bencana kelapaRan kepada meReka.*" (HR. ThabRani; at TaRghib, Kanzul
'Ummal)
- Abdullah bin UmaR R.a. beRkata bahwa suatu ketika Rasulullah saw.
beRsabda, "*Wahai ORang-ORang MuhajiRin, ada lima peRkaRa yang jika
kalian melakukannya, maka kalian akan menghadapi musibah yang besaR. Saya
meminta peRlindungan kepada Allah daRi keadaan kalian yang demikian.*


1. apabila *fahsya dan zina dilakukan Oleh suatu kaum secaRa
teRang-teRangan*, maka akan muncul di kalangan meReka penyakit-penyakit
yang tidak peRnah didengaR sebelumnya."
2. apabila *manusia beRbuat cuRang dalam timbangan*, maka kemiskinan,
kesusahan dan kezhaliman daRi Raja (atau pemeRintah) akan menimpa meReka."
3. apabila suatu kaum *beRhenti daRi membayaR zakat*, maka hujan tidak
akan dituRunkan kepada meReka. Jika tidak ada binatang-binatang, maka tidak
akan dituRunkan hujan walaupun setetes. KaRena binatang-binatang itu makhluk
Allah yang tidak beRsdOsa, maka sedikit hujan akan dituRunkan kepada
meReka."
4. apabila manusia telah *beRkhianat atas janji-janji meReka*, maka
meReka akan dikuasai Oleh kaum lain, dan haRta meReka akan diRampOknya."
5. apabila *pemeRintah-pemeRintah di antaRa meReka membuat peRatuRan yang
beRtentangan dengan peRintah-peRintah Allah*, maka akan teRjadi peRang
saudaRa di antaRa meReka."

*[Kenapa Bencana Melanda NegaRa MayORitas Islam?]*
http://www.sufinews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=278%3Akenapa-bencana-melanda-negara-mayoritas-islam&catid=82%3Asketsa-sufi&Itemid=299&lang=en

- *Jawaban dan sOlusi dunia Sufi dalam menyikapi dan menghadapi cObaan
dan bencana*:


1. *Allah menguji manusia* dengan hal-hal yang buRuk dan hal-hal yang
baik. Untuk mengukuR sejauhmana kesalehan tindakannya di dunia sebagai
hamba, dan sekaligus apakah seORang hamba lulus menghadapi ujian-ujian itu.
2. *Allah menyeleksi paRa hambaNya* daRi semua level dan kalangan.
3. *Allah ingin mempeRcantik alam ini*, dan tentu saja memasukkannya
dalam salOn Ruhaniyah melalui bencana itu, agaR semesta kelak lebih indah
dan menyejukkan iman kita.
4. AgaR kita semua bOsan dan jenuh dengan kepalsuan dunia, dan lebih
memilih Allah dan RasulNya. KaRena KecembuRuan Allah pada kita, atas Cinta
dan KasihNya yang Agung kita abaikan, dengan peRselingkuhan kita pada
makhluk, akhiRnya *Allah membentak kita dengan sesuatu yang keRas, agaR
kita kembali ke pelukan RahmatNya*.
5. Banyaknya gelOmbang yang melebihi dahsyatnya Tsunami. Suatu badai
kekeRingan dan kegeRsangan spiRitual, yang *menumbuhkan kehausan dan
kegeRsangan jiwa daRi ummat Islam itu sendiRi.*
6. Jika banyak ORang miskin yang tak beRdOsa teRkena bencana, sementaRa
kORuptOR semakin beRjaya, ketidakadilan semakin meRajalela, dan pRemanisme
semakin beRgaya, semata kaRena *Allah menyayangi hamba-hambaNya yang
miskin, agaR tidak teRkutuk beRsama-sama paRa penjahat* itu.
7. DeRajat ummat ditentukan sejauhmana *keikhlasannya dalam beRibadah,
kesabaRannya dalam menghadapi cObaan, keRidlOaannya dalam meRespOn ketentuan
daRi Allah* Ta'ala.
8. PaRa *hamba Allah* di muka bumi telah banyak *kehilangan Rasa
kehambaannya*.
9. Dalam dunia Sufi, menghadapi cObaan dengan kesabaRan, dipeRuntukkan
kalangan awam. Tetapi *beRsyukuR atas bencana dan cObaan*, adalah sikap
bagi kalangan khusus. BeRsyukuR teRhadap nikmat adalah sikap kaum
awam, *beRsabaR
menghadapi nikmat* adalah sikap kalangan khusus.
10. MaRi kita belajaR pada *tRagedi Nuh as*, ketika putRanya Kan'an
mengandalkan ilmu pengetahuan dan RasiOnya, sampai ia tenggelam dalam
kekufuRannya.
11. Bila Cahaya meneRangi seluRuh dunia dan seluRuh ummat manusia
mengalami penceRahan semua tanpa sisa, dunia pun akan kiamat. Begitu juga
sebaliknya, *jika kegelapan memenuhi jiwa manusia seluRuhnya secaRa
tOtal, dunia juga kiamat*.
12. *Ibadah, kepatuhan, ketaqwaan, kesalehan, dan kemuhsinan ummat Islam,
sangat mempengaRuhi peRjalanan kOsmik semesta*, kaRena manusia adalah
sentRal daRi makhluk Allah, dan sentRal manusia adalah qalbunya.
13. PeRhitungan matematika, lOgika dan fisika, hanyalah peRhitungan
gejala dan tanda. Ada yang lebih neukleus (inti) bahwa *peRhitungan
Ruhani menempati pOsisi sentRal dalam geRak geRik semesta ini.*
14. Jika anda sedang dalam gaiRah mencintai Allah dan RasulNya, matahati
akan memandang betapa agungnya Asma dan SifatNya. *Jika anda sedang alpa
dan lalai, menuRuti kepentingan nafsu diRi, itulah bentakan-bentakan Ilahi
kepada anda*. Jika Anda dalam kOndisi sangat miskin secaRa duniawi,
padahal anda dekat denganNya, itulah *caRa Allah menyelamatkan diRi anda*.
Jika anda sedang beRkecukupan, tetapi haRta anda menumpuk bagai sampah di
peti kekayaan anda, itulah *caRa Allah mengingatkan agaR anda
mengeluaRkan kOtORan-kOtORan haRta *anda. Jika anda sedang beRcahaya
beRsamaNya; itulah *caRa Allah menampakkan KemahasucianNya, dan caRaNya
mempeRdengaRkan tasbihnya alam* kepada anda.
15. Lihatlah dengan matahati pula, dibalik yang tampak di semesta
kehidupan ini, maka disanalah *matahati menyaksikan Allah*, dibalik,
dibawah, di atas, sebelum, sesudah alam semesta ini.

untuk mendOwnlOad aRtikel lengkap *[HOTD] menyikapi bencana yang
teRjadi*ini, silahkan klik di bawah ini:

[image: http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg]<http://www.ziddu.com/download/12273129/HOTD-menyikapibencanayangteRjadi.doc.html>

[image: pray-for-indonesia]
***************************
untuk lihat kiriman lengkap Hadith, Doa, screen saver islami, dan lainnya,
silahkan kunjungi http://oRiDo.wordpress.com

semoga bermanfaat..
wassalam

-oRiDo-
perbanyakilmuperbagusamal


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/