Tuesday, May 31, 2011

[daarut-tauhiid] Tausyiah 23 May 2011 PEMIMPIN YANG MUSLIM

Link ke posting ini
Reaksi: 
Sabda Rasulullah SAW: Sungguh seorang hamba berbuat dosa, lalu ia memohon pengampunan pada Allah, ampunilah hamba, maka berkatalah Allah padanya: HambaKu, sungguh telah berbuat dosa, namun ia mengetahui ia memiliki Tuhan Yang Maha Memaafkan dan menolongnya, maka kumaafkan hambaKu. (ucapan ini terus diulang2 oleh Rasul SAW" (Shahih Bukhari).

Best Regards,

SAIFUL ILMI

Production Engineering

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Melatih Bayi Mandiri

Link ke posting ini
Reaksi: 
Sebenarnya memberikan kasih sayang terhadap bayi tidak akan membuat bayi
menjadi manja, sehingga berkesan tidak bisa mandiri. Sebab kemandirian yang
dituntut para ibu terhadap bayinya, baru bisa di dapat bila bayi dilatih ke
arah itu.


Berikut beberapa kiat agar bayi bisa mandiri :


Biarkan bayi selama mungkin berada di tempat tidurnya
Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Karena itu bila si mungil merengek,
bukan berarti dia minta di gendong. Ada banyak kebutuhan lain yang juga
dieskspresikan melalui tangisan tersebut. Misalnya, di saat ia lapar, popoknya
basah, merasa tak nyaman atau butuh perhatian. Ibu dapat memberinya susu atau
makan, mengganti popoknya, merubah posisinya atau mengajaknya bermain, tanpa
harus menggendongnya.


Biasakan bayi bermain sendiri
Bila bayi sudah dapat bermain, pastikan ia memiliki mainan atau benda-benda di
dekatnya untuk teman bermain. Mengingat daya pemusatan perhatiannya masih
pendek, bantulah ia dengan menyediakan 2 atau 3 mainan dalam jangkauannya. Bila
ia tampak bosan dan gelisah, sebelum berubah menjadi rengekan, ibu dapat
mengganti dengan mainan lainnya.


Sediakan botol yang sesuai
Menginjak usia lima bulan, umumnya bayi telah memiliki kemampuan untuk memegang
botolnya sendiri. Untuk itu ibu perlu menyediakan botol plastik yang ringan agar
tangan mungilnya kuat menyangga serta tidak mudah pecah. Selain itu juga
dilengkapi dengan dot yang tidak mudah tertekuk (bisa dipilih yang terbuat dari
silikon) dan regulator. Regulator adalah alat untuk mengatur aliran susu sesuai
irama isapan bayi sehingga bayi terhindar dari kemungkinan tersedak.


Latihlah bayi untuk makan sendiri
Mulai usia tujuh bulan, umumnya bayi sudah mampu memegang sendiri makanannya.
Mengingat belajar memegang makanan ini merupakan langkah pertama menuju meja
makannya sendiri, untuk itu ibu harus melakukannya dengan sabar. Pada tahap awal
biarkan makanan yang dipegangnya hanya merupakan tambahan dalam diet bayi.
Setelah kemampuannya berkembang, biarkan ia memegang sendok sendiri dan ibu yang
mengarahkannya. Pada pertengahan tahun kedua, ia sudah dapat makan di meja
makannya sendiri.


Latihlah bayi untuk minum dari cangkirnya sendiri
Melatih bayi untuk minum dari cangkir sendiri sangat berguna agar bayi sedini
mungkin menyadari bahwa ada cairan lain selain dari botol maupun payudara.
Sehingga untuk proses penyapihan, bayi akan lebih mudah menerimannya.


Biarkan ia belajar menggosok giginya sendiri
Gigi bayi umumnya tumbuh di awal bulan ke tujuh. Pada masa ini sangat bijaksana
jika ia mulai diperkenalkan dengan sikat gigi. Carilah satu set sikat gigi yang
tepat bagi bayi. Sikat gigi step 1 yang terbuat dari karet, selain berfungsi
membersihkan gigi, sikat ini juga dapat dimanfaatkan bayi untuk mengurangi rasa
gatal pada gusinya. Sikat gigi ini dilengkapi dengan pengaman sehingga terhindar
dari kemungkinan sikat menyodok kedalam. Lalu step 2 dan step 3 yang dirancang
sesuai dengan pertumbuhan gigi selanjutnya.


Latihlah ia menggunakan toilet
Latihan ini akan lebih berhasil, bila sudah ada tanda-tanda kesiapan pada si
mungil. Antara lain, ia sudah mengetahui tentang sistem pembuangan, ia sudah
dapat melepaskan dan memakai baju sendiri, dan ia sudah dapat mengerti dan
mengikuti petunjuk. Latihlah ia dengan cara membiarkan ia melihat apa yang Anda
lakukan dan buatlah ia merasa bangga akan produk buangan yang dikeluarkannya.


Ketujuh latihan di atas membutuhkan kesabaran penuh dari para ibu. Ibu perlu
menyediakan waktu untuk melatihnya dengan penuh kasih sayang. Sehingga latihan
yang dilakukan tidak berubah menjadi ajang perang, tetapi menjadi sesuatu yang
menyenangkan bagi ibu maupun bagi si mungil. Repot? Tentu saja. Tetapi bila ini
tidak dilakukan, maka kerepotan yang lebih besar akan menunggu. Si mungil Anda
akan semakin sulit untuk bisa mandiri.


sumber : http://sambilminumteh.blogspot.com/2011/03/melatih-bayi-mandiri.html
Salam,
Yuli

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Jangan Pelit, Kikir, atau pun Bakhil

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum wr wb,
Siapa sih yang suka pada orang pelit, kikir, medit, bin bakhil? Jangankan orang lain, orang pelit sendiri belum tentu suka pada orang pelit lainnya. Bayangkan saat dia lapar dan ada orang lain dengan banyak makanan, tapi tak mau membaginya barang sedikit pun. Jangankan manusia, Allah pun benci pada orang yang pelit.

Bakhil alias Kikir alias Pelit alias Medit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.

Tapi memang pada umumnya manusia itu memang pelit/kikir:
"Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya." Dan adalah manusia itu sangat kikir." [Al Israa' 100]

Oleh karena itu, kita hendaknya mempelajari firman Allah dan sabda Nabi kita agar bisa terhindar dari penyakit kikir.

"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Ali 'Imran 180]

Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa busana. Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.

Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli mobil dan rumah mewah.

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta" [Al 'Aadiyaat 6-8]

"Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa" [Al Lail 8-11]

Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar." [Al Hadiid 7]

"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." [Al Hadiid 21]

Banyak orang kikir enggan bersedekah karena takut berkurang hartanya. Takut miskin. Padahal itu adalah godaan setan:

"Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui." [Al Baqarah 268]

Kita memang tidak boleh terlalu boros. Tapi juga tidak boleh terlalu kikir. Jadi harus pertengahan:
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." [Al Furqaan 67]

"Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal." [Al Israa' 29]

Allah tidak suka dengan orang-orang yang kikir:

"(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji." [Al Hadiid 24]

Allah mengancam orang-orang yang kikir dengan neraka:

"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung (kikir). dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan yang (membakar) sampai ke hati." [Al Humazah 1-7]

"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini." [Muhammad 38]

Pelit dari bersedekah di jalan Allah baik untuk perjuangan mau pun dakwah syiar Islam merupakan satu ciri dari orang munafik:

"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik." [At Taubah 67]

Tips Agar Terhindar dari Sifat Kikir

Allah memberi kita petunjuk agar terhindar dari sifat pelit. Di antaranya adalah mengerjakan shalat, bersedekah, yakin akan hari pembalasan sehingga dia tahu jika kikir dapat siksa neraka sedang jika bersedekah mendapat surga, memelihara kemaluan, dan memelihara amanah:

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
kecuali orang-orang yang mengerjakan salat,
yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya,
dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.
Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.
Dan orang-orang yang memelihara salatnya.
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan." [Al Ma'aarij 19-35]

Baca juga berbagai penyakit hati lainnya di:

http://media-islam.or.id/category/penyakit-hati


.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Jasa Pembuatan Website (All in) 2 Dinar: http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-3-dinar
Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.400:
hhttp://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] bercerai atau kah tdk

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamualaikum wr wb

Tolong pencerahanya,
Suamiku, berselingkuh dan wanita itu hamil, keluarga menyuruh saya menceraikan suami, karna menurut mereka akhlak suami tdk baik, karna berselingkuh, dn juga suami sy sering melalaikan sholat,
Apa kah saya harus bercerai, sementara saya sangat mencintainya, dn ingin menpertahankan rumah tangga ini,
Tp alasan ortu benar, suami pezina dn sengaja melalaikan sholat apa yg bs di harapkan,
Tolong pencerahanya, sebaiknya jika di pandang dr sudut pandang agama apa yg harus saya lakukan?

Wassalam


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Monday, May 30, 2011

[daarut-tauhiid] Doa bagi orang yang sudah meninggal

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalammu'alaikum Wr.Wb
Mohon pencerahan tata cara mendoakan saudara yang telah meninggal dunia bacaan dan dasar pengerjaannya di dalam Al-quran atau hadis


Terima kasih


Salam pembelajaran,
Evano

________________________________
From: tia clear <tia_clear@yahoo.com>
To: daarut-tauhiid@yahoogroups.com
Sent: Thursday, May 26, 2011 11:53 AM
Subject: [daarut-tauhiid] FW: Luasnya Neraka


 


LUASNYA NERAKA
Masyaa Allah... takutnya..., bacalah sampai habis.. sekejap saja..
Tak sampai 5 menit..!!!

YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM,
Lindungilah dan peliharakanlah kami, kedua ibu bapa kami, isteri/suami kami, anak-anak kami, keluarga kami & semua orang Islam dari azab siksa api nerakaMu YA ALLAH.

Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki surgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.

Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH......AMIN.....

.: Luasnya Neraka :.

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,

maka ditanya oleh Nabi S.A.W.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'

Lalu Nabi S.A.W. bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.'

Jawabnya: 'Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'

Nabi s.a.w. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'

Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w.: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Jawab Jibrail:
'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.

Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,

Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,

Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.'

Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh ?'

Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.'

Maka Nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, kemudian Jibrail meletakkan kepala Nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga beliau sadar kembali dan sesudah sadar Nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'

Jawabnya: 'Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.'

Kemudian Nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah (dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai').

Dari Hadith Qudsi:
Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.

Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat

2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah

3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung

4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah

5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik

6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak

7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum

8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor  ular

9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.

10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai

11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua..... Wallahua'lam.

Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.

Dari Abdullah bin 'Amr R.A,

Rasulullah S.A.W bersabda:' Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..

SEPULUH ORANG YANG MAYATNYA TIDAK BUSUK DAN TIDAK REPUT DI HARI QIAMAT KELAK!!!

Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : 'Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?'

Maka jawabnya Rasulullah saw 'Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'.' Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan.

Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu 'itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN' mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian' Siratul Mustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :-

1.  Para Nabi
2.  Para Ahli Jihad
3.  Para Alim Ulama
4.  Para Syuhada
5.  Para Penghafal Al Quran
6.  Imam atau Pemimpin yang Adil
7.  Tukang Azan
8.  Wanita yang mati kelahiran/beranak
9.  Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw: Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:

' Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa (Ahli Puasa) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah-buahan SYURGA. '

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari Nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :

'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.'

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.

Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ' Dan (ingatlah) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.' Surah Al-Baqarah : 237

Untuk renungan dan amalan bersama ..

Doa Nabi Yunus
============
'LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN'

SEBARKAN KEPADA MUSLIMIN DAN MUSLIMAN YANG LAIN,  SEMOGA  ALLAH AKAN MEMECAHKAN SEMUA KESULITANMU, INSYA ALLAH...WASSALAM!!!

[Non-text portions of this message have been removed]


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] tata cara mendoakan saudara yang telah meninggal

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalammu'alaikum Wr.Wb
Mohon pencerahan tata cara mendoakan saudara yang telah meninggal dunia bacaan dan dasar pengerjaannya di dalam Al-quran atau hadis


Terima kasih


Salam pembelajaran,
Evano


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Mengenaskan, Di Sumba Timur, Bertelanjang, Renangi Sungai ke Sekolah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Mengenaskan, Di Sumba Timur, Bertelanjang, Renangi Sungai ke Sekolah
________________________________

Berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki merupakan sesuatu yang sudah lumrah.
Namun, sekitar 20 siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Maulumbi, Kecamatan Kanbera,
Kabupaten Sumba Timur, setiap pagi harus berenang mengarungi aliran sungai yang
deras untuk bisa mencapai sekolahnya.

Mereka harus telanjang saat berenang agar pakaian seragam dan bukunya tidak
basah. Mereka harus bertarung melawan bahaya ancamana bintang buas seperti
buaya yang sewaktu-waktu bisa muncul.

Disaksikan Pos-Kupang.Com, Senin (30/5/2011) pagi, sekitar 20-an siswa SDI
Maulumbi, Kecamatan Kanbera, Kabupaten Sumba Timur berenang melintasi aliran
sungai yang cukup deras untuk menuju ke sekolah. Saat tiba di tepi Sungai
Maulumbi, baik laki-laki maupun perempuan harus meanggalkan pakain mereka. Hal
ini bertujuan agar pakian dan perlengkapan sekolah mereka tidak basah.
Selanjutnya, pakain seragam, sepatu dan buku pelajaran disimpan dalam tas
sekolah dan terjun ke dalam sungai.

Kurang lebih sepuluh menit, anak-anak usia tujuh hingga 15 tahun ini berada di
dalam aliran sungai. Selain itu, mereka juga harus berenang ketika berada di
tengah sungai yang cukup dalam. Setelah tiba diseberang sungai, anak-anak
tersebut baru mengenakan kembali pakain masing-masing untuk melanjutkan
perjalan ke sekolah.

Di Sungai Maulumbi, terlihat sejumlah orang tua para siswa ikut membantu
menyeberangkan anak-anak mereka. Hal ini disebabkan, selain aliran sungai yang
deras dan juga dalam, di lokasi tersebut juga merupakan daerah yang sering
dilalui buaya muara.

"Setiap pagi saya datang antar anak saya sampai ke sebrang sungai baru saya
pulang, siang juga datang jempu karena takut ada buaya di sini," demikian Ny.
Erlin Konda Nguna (23) salah seorang orang tua para anak-anak tersebut.

Dia menjelaskan, biasanya kalau musim hujan dan terjadi banjir besar maka
anak-anak dari Kampung Pa'da Karamba, Kecamatan Kanbera tidak bisa pergi ke
sekolah. Hal ini disebabkan, para orang tua dan juga siswa tidak bisa
menyebrangi sungai tersebut.


"Memang ada satu sampan di sini, tapi hanya bisa muat empat orang," jelasnya.
sumber.

Sungguh memprihatinkan, berangkat sekolah saja harus berjuang seperti itu..
andai saya bisa bantu...


tapi saya salut dengan perjuangan mereka demi memperoleh ilmu...

Bagaimana dengan para anggota Dewan yang Memaksakan untuk Pembangunan gedung
baru ... !!!???


__________________
http://forum.detik.com/mengenaskan-di-sumba-timur-bertelanjang-renangi-sungai-ke-sekolah-t265776.html?df9922tpop?nd991103frm

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Mimpi mengendalikan Hawa Nafsu

Link ke posting ini
Reaksi: 
Mimpi mengendalikan Hawa Nafsu


Walaupun sudah berjalan dengan perlahan tetapi tetap saja ada berusaha menabrak dari samping. "Hukum di jalan itu kalau tidak menabrak, ya berarti ditabrak dan semua tentu saja tanpa disengaja", kata seorang teman menggambarkan bahwa berjalan hati-hatipun belum tentu bisa menghindarkan kita dari bahaya apalagi kecerobohan. Hari itu saya disalip dari belakang hampir tiga kali dan tiga kali pula rasa kesal memenuhi dada, dan rasa kesal itu tidak di undang, tidak dibuat-buat walaupun bibir secara reflek beristigfar tapi hati butuh penyesuaian beberapa saat. Biasanya untuk menetralisir hati saya buat penekanan kata, mensugesti hati dengan berprasangka baik " mungkin dia terburu-buru" atau " mungkin dia tidak sengaja dan mungkin juga tadi tanpa sengaja telah menyalip orang lain sehingga mendapatan balasannya sekarang " dan banyak kalimat affirmasi lainnya, dan alhamdulillah biasanya berhasil.

Tidak salah jika Allah menegaskan dalam kitab suciNya bahwa setan berasal dari nafsu kalangan jin dan manusia. Ketika amarah datang karena hampir di tabrak persis dekat masjid, sedangkan pada waktu itu sang penceramah terdengar berbicara cukup keras karena menggunakan microphone " Kesabaran kunci meraih kemenangan......." .Tiba-tiba muncul setan dikepala saya. mungkin karena marah lalu kemudian mendengar kalimat pak penceramah, bukannnya jadi tenang malah berpikiran jahat " Bagaimana kalau pak penceramah saya tabrak terus saya minta maaf sambil bilang Innallaha ma'asshobirin.....kira-kira pak penceramah terima gak yah" pikir saya, tapi setelah rasa amarah didada perlahan hilang, saya buru-buru menghilangkan fikiran jahat tersebut. Masih teringat dulu nasehat Ustad Najib dalam salah satu pengajian

"Musuh utama kita bukanlah kaum nasrani ataupun kaum yahudi, tetapi Iblis, dan iblis menguasai manusia melalui hawa nafsu, hati-hatilah dengan kendaraan iblis tersebut " kata Ustad Najib, " Di dalam surah AL Hijr ayat 39 :Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, "

"Seiring dengan itu Rasulullah juga menerangkan dalam salah satu hadist bahwa Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri. (HR. Ath-Thabrani dan Anas) "


Ilmu adalah pengetahuan, mempunyai pengetahuan tentang hawa nafsu tidak menjadi jaminan untuk bisa menguasainya. Sebanyak apapun ilmu tentang mengendalikan hawa nafsu beserta dalil-dalilnya sekalipun tanpa di iringi dengan usaha untuk melatihnya adalah sia-sia. Saya teringat dengan seorang ahli beladiri yang biasa melatih karate didepan sekolah setiap sore. Suatu hari , saya secara tidak sengaja bertemu dengan pelatih beladiri tersebut ditempat lain, saya didalam bis yang terkena macet sedangkan dia di seberang jalan sedang marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata kasar, tidak beberapa lama kemudian entah siapa yang memulai tiba-tiba terjadi perkelahian, awalnya tampak posisi kuda-kuda masih di jaga lama kelamaaan keduanya sudah bergumul seperti pemain gulat sampai akhirnya dipisahkan oleh banyak orang, tidak ada bekas ilmu beladiri karate disana, mungkin karena amarah sudah menutupi akal fikirannya.

Disisi yang lain, Pak Nardi penjaga sekolah dasar lebih mampu mengendalikan emosinya, saya mengenal beliau karena sering keluar paling akhir dari masjid, beliau berdzikir lama setelah sholat, terutama sholat subuh, maghrib dan isya. Usia pak Nardi hampir berumur tujuh puluh lima tahun , ditemani istrinya, dia kost dekat rumah, walaupun usia sudah hampir kepala tujuh tapi beliau tidak pernah punya rumah. Anak-anaknya pun hidup dalam keadaan susah sehingga belum mampu menanggung hidupnya, sehingga Pak Nardi masih harus bekerja sebagai penjaga sekolah bersama istrinya yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Sikap kasar kadang didapat dari guru, kepala sekolah maupun orang tua murid jika pintu gerbang di tutup, sedangkan orang tua murid masih ada yang ingin menunggu anaknya didalam. " Yah, itulah resiko pekerjaan, harus diterima dengan ikhlas" katanya suatu ketika.

Saya sering menemukan orang-orang sederhana dengan jiwa besar seperti itu, tetapi kurang beruntung karena jarang menemukan orang-orang berilmu tinggi disertai dengan ahlak yang tinggi pula, ya mungkin suatu ketika nanti, sehingga cermin itu bisa berfungsi sebagimana mestinya.

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Demi Urusan Dunia, Shalat Jum'at Pun Diabaikan Dalam KTT Non Blok Di Bali

Link ke posting ini
Reaksi: 
Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non Blok (KTM GNB) ke 16 serta perayaan ke 50 tahun, akan ditutup secara resmi pada hari ini (27/5). Namun, acara penutupan KTM GNB sangat mepet dengan pelaksanaan Ibadah Shalat Jumat (27/5), sehingga shalat pun diabaikan.

Sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan, panitia mengumumkan acara penutupan KTM GNB akan ditutup secara resmi Menteri Luar Negeri RI, Marty M Natalegawa pada pukul 12.00 WIB. Acara tersebut akan disertai dengan konferensi pers mengenai hasil pertemuan KTM GNB tahun ini.

Di saat bersamaan, panitia mengatakan telah menyediakan beberapa bis pariwisata untuk menuju masjid dr tempat penyelenggaraan KTM GNB di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. Beberapa orang pun memprotes agar pelaksanaan acara penutupan diundur selama sejam. Namun panitia tidak menanggapinya.

Akibatnya, beberapa menteri luar negeri yang beragama Islam terlihat lebih memilih untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat, seperti menteri luar negeri Iran dan Kazakhstan. Bis pariwisata yang digunakan pun hanya satu unit dengan isi kurang dari 10 orang saja.

Padahal sebagian besar negara anggota GNB terdiri dari negara Islam maupun negara dengan mayoritas Islam, seperti Indonesia. Namun ternyata penyelenggara KTM GNB sepertinya lebih mengutamakan GNB daripada ibadah shalat Jumat. Naudzubillah Min Dzalik. (pz/rep)


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kasih Sayang Dalam Keluarga

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kasih Sayang Dalam Keluarga

By: M. Agus Syafii

Kasih sayang maupun hidup berkeluarga, keduanya merupakan fitrah kita sebagai manusia. Semua manusia ingin memperoleh kasih sayang dan ingin mengaktualisasikan kasih sayangnya. Orang yang beruntung memperoleh dua hal tersebut biasanya hidupnya ceria dan berseri-seri, kesulitan terasa mudah, yang berat terasa ringan, yang lama terasa sebentar. Sebaliknya jika tidak memperoleh, hidup menjadi gersang dan membosankan, hal yang biasa bisa menjadi ketegangan, yang ringan menjadi berat, yang sederhana menjadi rumit, yang sebentar terasa lama.  Hidup berpasangan juga sudah menjadi fitrah kehidupan, bukan hanya bagi manusia tetapi jga bagi makhluk hidup lainnya. Orang yang belum dapat pasangan, dalam alam bawah sadarnya selalu mencari atau menunggu, yang secara tegar mengatakan bahwa ia lebih enak hidup sendiri tanpa pasangan sesungguhnya merupakan pelarian dari tidak ditemukannya pasangan yang cocok.  Hidup berkeluarga juga merupakan fitrah kehidupan. Dorongan
untuk untuk hidup berkeluarga bukan pertimbangan rasional tetapi merupakan dorongan naluriah.

Menikah adalah sesuatu yang didambakan oleh setiap orang. Menikah juga dipandang sakral oleh agama. Tetapi hidup berumah tangga itu sendiri merupakan misteri dari kebahagiaan. Ada orang yang hidup dengan amat sangat sederhana, tetapi mereka merasakan kebahagiaan yang prima dalam kehidupan rumah tangganya. Sebaliknya ada orang yang memiliki kelengkapan fasilitas hidup, sandang pangan papan, kendaraan, uang, perhiasan  tetapi mereka tidak menemukan yang di dambakan, sebaliknya, semua kelengkapan materi itu justru tak bermakna apa-apa. Dalam pandangan Islam, pernikahan adalah suci, sunnah Rasul dan ibadah. Oleh karena itu setiap muslim seyogyanya menikah secara Islam, berumah tangga secara Islam dan hidup secara Islam. Perselisihan dalam rumah tangga, bahkan perceraian, adalah sesuatu yang manusiawi belaka, tetapi al-Quran menganjurkan untuk selalu islah, memperbaiki diri, dan memilih jalan yang terbaik.

Dalam Bahasa Arab mengenal 60 istilah cinta, tapi dalam al Quran hanya disebut 7 jenis cinta, yaitu 1. mawaddah, 2. rahmah, 3. mail, 4. syaghaf, 5. ra'fah, 6. shobwah, 7. kulfah, kesemuanya ada dalam kehidupan keluarga, dalam keadaan keluarga stabil maupun ketika labil, cinta antara suami isteri maupun cinta antar anggota keluarga. Mari kita memahaminya satu persatu, yaitu.

Pertama, Cinta mawaddah (Q/30:31) adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan nggemesi. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Mawaddah juga mengandung arti kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Cinta jenis mawaddah adalah jenis cinta yang mengasyikkan dan penuh gelora.

Kedua, Cinta rahmah (Q/30;31) adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.

Ketiga, Silaturrahmi atau Silaturahim. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar  orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Quran , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang  ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.  Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang.

Keempat, yang harus diingat adalah adanya dorongan cinta yang merusak harmony, yaitu mail (yang tidak adil), syaghaf (cinta buta), shobwah (cinta bodoh). Cinta mail lebih condong kepada yang baru, yang lama berjasa dilupakan, syaghof, cinta buta yang membuat lupa diri dan lupa daratan, shobwah, cinta yang disadari bodoh tetapi diteruskan.

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 26 Juni 2011,  Bila  berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku Pelajaran, peralatan sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] .....**Sayyidul Istighfar *

Link ke posting ini
Reaksi: 
**
@Hikmah ...


**Sayyidul Istighfar (Istighfar yang Paling Utama)
------------------------------

**
Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu ....diriwayatkan bahwa ia menceritakan .....dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam .....bahwa beliau bersabda......: "Yang dimaksud dengan Sayyidul Istighfaar adalah ucapan seorang hamba :

......"Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta kholaqtanii, ...wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika, ...wa wa'dika mastatho'tu,... a'uudzubika min syarri maa shona'tu,.... abuu-ulaka bi ni'matika alayya, ....wa abuu-u laka bi dzanbii, ...faghfirlii,... fa innahu laa yaghfirudz dzubuuba illaa anta".

*
Artinya. :)

....."Ya Allah, Engkau adalah Rabbku.... Tiada Ilah yang haq melainkan Engkau. ...Engkau telah menciptakanku, ...aku adalah hamba-Mu, ...aku di atas perjanjian-Mu sesuai kemampuanku.... Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan amalanku..... Aku mengakui nikmat-nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku, ....aku mengakui dosa-dosaku..... Ampunilah aku ....karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau."

....*"Barangsiapa membacanya di waktu siang dalam keadaan meyakini maknanya ....kemudian ia meninggal pada hari itu sebelum petang.... maka ia termasuk penduduk surga. ....Dan barangsiapa membacanya di waktu malam dalam keadaan meyakini maknanya ....kemudian ia meninggal sebelum masuk waktu subuh maka ia termasuk penduduk surga.".....

*...(HR. Al-Bukhari)


******* ..aamiin3x ..******


*.. @Subhanallah3x ...*

Wassalam ...
/Jkta


:)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Lelaki Berbakti Kepada Orang Tua dan Istri Berbakti Kepada Suami

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum wr wb,

Lelaki Berbakti Kepada Orang Tua dan Istri Berbakti Kepada Suami
Banyaknya perceraian terjadi karena istri/suami tidak menyadari posisi masing2. Begitu pula kadang istri kurang menghormati ibu mertuanya sehingga bisa konflik bukan hanya dengan suami, tapi juga dengan ibu mertuanya.

Padahal Islam sudah mengatur posisi masing-masing. Ibarat tentara, Ada Jendral, ada Kapten, dan ada Kopral. Kopral harus menghormati Kapten dan Kapten harus menghormati Jenderal. Sehingga ada keteraturan.

Sebaliknya kalau semua merasa jendera, maka yang ada kekacauan.

Meski demikian Islam juga mengajarkan agar pemimpin tidak sewenang-wenang dan menyayangi orang yang dipimpinnya. Seorang suami misalnya punya kewajiban menafkahi secara lahir dan batin pada keluarganya.
Dalam Islam ketaatan ditujukan kepada Allah, kemudian kepada RasulNya, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, seorang pria wajib berbakti kepada ibunya. Setelah itu kepada ayahnya.

Sebaliknya seorang istri wajib berbakti kepada suaminya. Tidak pantas seorang istri mengatur-ngatur suami bahkan membuat suaminya takut kepada istri.
Berikut hadits-hadits tentang itu.

Seorang pria harus berbakti pada ibunya:
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab:
Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian
ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim No.4623)

Ada pun seorang istri harus berbakti pada suaminya.
Sebab pada ijab-qabul, maka ayah mempelai wanita sebagai wali telah menyerahkan anaknya kepada sang suami.

Seorang istri harus berbakti pada suaminya:

Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR. Al Hakim)

Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak
disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)

Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq'alaih)

Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada orang lain dari harta suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)

Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)

Tak jarang seorang istri menganggap hina suaminya karena dia lebih kaya daripada suaminya. Penghasilannya lebih besar daripada suaminya. Padahal itu tidak baik.

Siti Khadijah meski beliau lebih kaya daripada suaminya, namun tetap menghormati dan menyayangi suaminya.

Meski seorang suami berkewajiban memberi nafkah bagi istrinya, namun di zaman sekarang ini banyak suami yang menganggur. Mereka tak dapat pekerjaan. Meski seorang istri berhak minta cerai, namun ada istri yang tetap sabar. Meski suaminya menganggur bertahun-tahun, namun dia tetap sabar. Sebagai gantinya justru dia yang bekerja menghidupi keluarganya.

Meski ada pertengkaran, namun secara keseluruhan istrinya tetap sabar dan terus memotivasi suaminya sehingga suaminya tetap semangat dan tidak putus asa. Akhirnya suaminya pun dapat bekerja dengan gaji yang tidak kalah besar dengan istrinya sehingga bisa menafkahi keluarganya. Itu jauh lebih baik ketimbang bercerai.
http://media-islam.or.id/2011/05/25/lelaki-berbakti-kepada-orang-tua-dan-istri-berbakti-kepada-suami/
.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Jasa Pembuatan Website (All in) 2 Dinar: http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-3-dinar
Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.400:
hhttp://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sunday, May 29, 2011

[daarut-tauhiid] Islamic Spirituality: The Forgotten Revolution

Link ke posting ini
Reaksi: 
Islamic Spirituality: The Forgotten Revolution
Author: Abdal Hakim Murad
 
THE POVERTY OF FANATICISM
'Blood is no argument', as Shakespeare observed. Sadly, Muslim ranks are today
swollen with those who disagree. The World Trade Centre, yesterday's symbol of
global finance, has today become a monument to the failure of global Islam to
control those who believe that the West can be bullied into changing its wayward
ways towards the East. There is no real excuse to hand. It is simply not enough
to clamour, as many have done, about 'chickens coming home to roost', and to
protest that Washington's acquiescence in Israeli policies of ethnic cleansing
is the inevitable generator of such hate. It is of course true - as Shabbir
Akhtar has noted - - that powerlessness can corrupt as insistently as does
power. But to comprehend is not to sanction or even to empathize. To take
innocent life to achieve a goal is the hallmark of the most extreme secular
utilitarian ethic, and stands at the opposite pole of the absolute moral
constraints required by religion.
There was a time, not long ago, when the 'ultras' were few, forming only a tiny
wart on the face of the worldwide attempt to revivify Islam. Sadly, we can no
longer enjoy the luxury of ignoring them. The extreme has broadened, and the
middle ground, giving way, is everywhere dislocated and confused. And this
enfeeblement of the middle ground, the wasat enjoined by the Prophetic example,
is in turn accelerated by the opprobrium which the extremists bring not simply
upon themselves, but upon committed Muslims everywhere. For here, as elsewhere,
the preferences of the media work firmly against us. David Koresh could
broadcast his fringe Biblical message from Ranch Apocalypse without the image of
Christianity, or even its Adventist wing, being in any way besmirched. But when
a fringe Islamic group bombs Swedish tourists in Cairo, the muck is instantly
spread over 'militant Muslims' everywhere.
If these things go on, the Islamic movement will cease to form an authentic
summons to cultural and spiritual renewal, and will exist as little more than a
splintered array of maniacal factions. The prospect of such an appalling and
humiliating end to the story of a religion which once surpassed all others in
its capacity for tolerating debate and dissent is now a real possibility. The
entire experience of Islamic work over the past fifteen years has been one of
increasing radicalization, driven by the perceived failure of the traditional
Islamic institutions and the older Muslim movements to lead the Muslim peoples
into the worthy but so far chimerical promised land of the 'Islamic State.'
If this final catastrophe is to be averted, the mainstream will have to regain
the initiative. But for this to happen, it must begin by confessing that the
radical critique of moderation has its force. The Islamic movement has so far
been remarkably unsuccessful. We must ask ourselves how it is that a man like
Nasser, a butcher, a failed soldier and a cynical demagogue, could have taken
over a country as pivotal as Egypt, despite the vacuity of his beliefs, while
the Muslim Brotherhood, with its pullulating millions of members, should have
failed, and failed continuously, for six decades. The radical accusation of a
failure in methodology cannot fail to strike home in such a context of dismal
and prolonged inadequacy.
It is in this context - startlingly, perhaps, but inescapably - that we must
present our case for the revival of the spiritual life within Islam. If it is
ever to prosper, the 'Islamic revival' must be made to see that it is in crisis,
and that its mental resources are proving insufficient to meet contemporary
needs. The response to this must be grounded in an act of collective muhasaba,
of self-examination, in terms that transcend the ideologised neo-Islam of the
revivalists, and return to a more classical and indigenously Muslim dialectic.
Symptomatic of the disease is the fact that among all the explanations offered
for the crisis of the Islamic movement, the only authentically Muslim
interpretation, namely, that God should not be lending it His support, is
conspicuously absent. It is true that we frequently hear the Quranic verse which
states that "God does not change the condition of a people until they change the
condition of their own selves." [1] But never, it seems, is this principle
intelligently grasped. It is assumed that the sacred text is here doing no more
than to enjoin individual moral reform as a precondition for collective societal
success. Nothing could be more hazardous, however, than to measure such moral
reform against the yardstick of the fiqh without giving concern to whether the
virtues gained have been acquired through conformity (a relatively simple task),
or proceed spontaneously from a genuine realignment of the soul. The verse is
speaking of a spiritual change, specifically, a transformation of the nafs of
the believers - not a moral one. And as the Blessed Prophet never tired of
reminding us, there is little value in outward conformity to the rules unless
this conformity is mirrored and engendered by an authentically righteous
disposition of the heart. 'No-one shall enter the Garden by his works,' as he
expressed it. Meanwhile, the profoundly judgemental and works- oriented tenor of
modern revivalist Islam (we must shun the problematic buzz-word
'fundamentalism'), fixated on visible manifestations of morality, has failed to
address the underlying question of what revelation is for. For it is theological
nonsense to suggest that God's final concern is with our ability to conform to a
complex set of rules. His concern is rather that we should be restored, through
our labours and His grace, to that state of purity and equilibrium with which we
were born. The rules are a vital means to that end, and are facilitated by it.
But they do not take its place.
To make this point, the Holy Quran deploys a striking metaphor. In Sura Ibrahim,
verses 24 to 26, we read:
Have you not seen how God coineth a likeness: a goodly word like a goodly tree,
the root whereof is set firm, its branch in the heaven? It bringeth forth its
fruit at every time, by the leave of its Lord. Thus doth God coin likenesses for
men, that perhaps they may reflect. And the likeness of an evil word is that of
an evil tree that hath been torn up by the root from upon the earth, possessed
of no stability. 
According to the scholars of tafsir (exegesis), the reference here is to the
'words' (kalima) of faith and unfaith. The former is illustrated as a natural
growth, whose florescence of moral and intellectual achievement is nourished by
firm roots, which in turn denote the basis of faith: the quality of the proofs
one has received, and the certainty and sound awareness of God which alone
signify that one is firmly grounded in the reality of existence. The fruits thus
yielded - the palpable benefits of the religious life - are permanent ('at every
time'), and are not man's own accomplishment, for they only come 'by the leave
of its Lord'. Thus is the sound life of faith. The contrast is then drawn with
the only alternative: kufr, which is not grounded in reality but in illusion,
and is hence 'possessed of no stability'.[2] 
This passage, reminiscent of some of the binary categorisations of human types
presented early on in Surat al-Baqara, precisely encapsulates the relationship
between faith and works, the hierarchy which exists between them, and the
sustainable balance between nourishment and fructition, between taking and
giving, which true faith must maintain.
It is against this criterion that we must judge the quality of contemporary
'activist' styles of faith. Is the young 'ultra', with his intense rage which
can sometimes render him liable to nervous disorders, and his fixation on a
relatively narrow range of issues and concerns, really firmly rooted, and
fruitful, in the sense described by this Quranic image?
Let me point to the answer with an example drawn from my own experience.
I used to know , quite well, a leader of the radical 'Islamic' group, the
Jama'at Islamiya, at the Egyptian university of Assiut. His name was Hamdi. He
grew a luxuriant beard, was constantly scrubbing his teeth with his miswak, and
spent his time preaching hatred of the Coptic Christians, a number of whom were
actually attacked and beaten up as a result of his khutbas. He had hundreds of
followers; in fact, Assiut today remains a citadel of hardline, Wahhabi-style
activism.
The moral of the story is that some five years after this acquaintance,
providence again brought me face to face with Shaikh Hamdi. This time, chancing
to see him on a Cairo street, I almost failed to recognise him. The beard was
gone. He was in trousers and a sweater. More astonishing still was that he was
walking with a young Western girl who turned out to be an Australian, whom, as
he sheepishly explained to me, he was intending to marry. I talked to him, and
it became clear that he was no longer even a minimally observant Muslim, no
longer prayed, and that his ambition in life was to leave Egypt, live in
Australia, and make money. What was extraordinary was that his experiences in
Islamic activism had made no impression on him - he was once again the same
distracted, ordinary Egyptian youth he had been before his conversion to
'radical Islam'.
This phenomenon, which we might label 'salafi burnout', is a recognised feature
of many modern Muslim cultures. An initial enthusiasm, gained usually in one's
early twenties, loses steam some seven to ten years later. Prison and torture -
the frequent lot of the Islamic radical - may serve to prolong commitment, but
ultimately, a majority of these neo-Muslims relapse, seemingly no better or
worse for their experience in the cult-like universe of the salafi mindset.
This ephemerality of extremist activism should be as suspicious as its content.
Authentic Muslim faith is simply not supposed to be this fragile; as the Qur'an
says, its root is meant to be 'set firm'. One has to conclude that of the two
trees depicted in the Quranic image, salafi extremism resembles the second
rather than the first. After all, the Sahaba were not known for a transient
commitment: their devotion and piety remained incomparably pure until they died.
What attracts young Muslims to this type of ephemeral but ferocious activism?
One does not have to subscribe to determinist social theories to realise the
importance of the almost universal condition of insecurity which Muslim
societies are now experiencing. The Islamic world is passing through a most
devastating period of transition. A history of economic and scientific change
which in Europe took five hundred years, is, in the Muslim world, being squeezed
into a couple of generations. For instance, only thirty-five years ago the
capital of Saudi Arabia was a cluster of mud huts, as it had been for thousands
of years. Today's Riyadh is a hi-tech megacity of glass towers, Coke machines,
and gliding Cadillacs. This is an extreme case, but to some extent the
dislocations of modernity are common to every Muslim society, excepting,
perhaps, a handful of the most remote tribal peoples.
Such a transition period, with its centrifugal forces which allow nothing to
remain constant, makes human beings very insecure. They look around for
something to hold onto, that will give them an identity. In our case, that
something is usually Islam. And because they are being propelled into it by this
psychic sense of insecurity, rather than by the more normal processes of
conversion and faith, they lack some of the natural religious virtues, which are
acquired by contact with a continuous tradition, and can never be learnt from a
book.
One easily visualises how this works. A young Arab, part of an oversized family,
competing for scarce jobs, unable to marry because he is poor, perhaps a migrant
to a rapidly expanding city, feels like a man lost in a desert without
signposts. One morning he picks up a copy of Sayyid Qutb from a newsstand, and
is 'born-again' on the spot. This is what he needed: instant certainty, a
framework in which to interpret the landscape before him, to resolve the
problems and tensions of his life, and, even more deliciously, a way of feeling
superior and in control. He joins a group, and, anxious to retain his newfound
certainty, accepts the usual proposition that all the other groups are mistaken.
This, of course, is not how Muslim religious conversion is supposed to work. It
is meant to be a process of intellectual maturation, triggered by the presence
of a very holy person or place. Tawba, in its traditional form, yields an
outlook of joy, contentment, and a deep affection for others. The modern type of
tawba, however, born of insecurity, often makes Muslims narrow, intolerant, and
exclusivist. Even more noticeably, it produces people whose faith is, despite
its apparent intensity, liable to vanish as suddenly as it came. Deprived of
real nourishment, the activist's soul can only grow hungry and emaciated, until
at last it dies.
 
THE ACTIVISM WITHIN
How should we respond to this disorder? We must begin by remembering what Islam
is for. As we noted earlier, our din is not, ultimately, a manual of rules
which, when meticulously followed, becomes a passport to paradise. Instead, it
is a package of social, intellectual and spiritual technology whose purpose is
to cleanse the human heart. In the Qur'an, the Lord says that on the Day of
Judgement, nothing will be of any use to us, except a sound heart (qalbun
salim).[3] And in a famous hadith, the Prophet, upon whom be blessings and
peace, says that 
"Verily in the body there is a piece of flesh. If it is sound, the body is all
sound. If it is corrupt, the body is all corrupt. Verily, it is the heart."
Mindful of this commandment, under which all the other commandments of Islam are
subsumed, and which alone gives them meaning, the Islamic scholars have worked
out a science, an ilm (science), of analysing the 'states' of the heart, and the
methods of bringing it into this condition of soundness. In the fullness of
time, this science acquired the name tasawwuf, in English 'Sufism' - a
traditional label for what we might nowadays more intelligibly call 'Islamic
psychology.'
At this point, many hackles are raised and well-rehearsed objections voiced. It
is vital to understand that mainstream Sufism is not, and never has been, a
doctrinal system, or a school of thought - a madhhab. It is, instead, a set of
insights and practices which operate within the various Islamic madhhabs; in
other words, it is not a madhhab, it is an ilm. And like most of the other
Islamic ulum, it was not known by name, or in its later developed form, in the
age of the Prophet (upon him be blessings and peace) or his Companions. This
does not make it less legitimate. There are many Islamic sciences which only
took shape many years after the Prophetic age: usul al-fiqh, for instance, or
the innumerable technical disciplines of hadith.
Now this, of course, leads us into the often misunderstood area of sunna and
bid'a, two notions which are wielded as blunt instruments by many contemporary
activists, but which are often grossly misunderstood. The classic Orientalist
thesis is of course that Islam, as an 'arid Semitic religion', failed to
incorporate mechanisms for its own development, and that it petrified upon the
death of its founder. This, however, is a nonsense rooted in the ethnic
determinism of the nineteenth century historians who had shaped the views of the
early Orientalist synthesizers (Muir, Le Bon, Renan, Caetani). Islam, as the
religion designed for the end of time, has in fact proved itself eminently
adaptable to the rapidly changing conditions which characterise this final and
most 'entropic' stage of history.
What is a bid'a, according to the classical definitions of Islamic law? We all
know the famous hadith:
Beware of matters newly begun, for every matter newly begun is innovation, every
innovation is misguidance, and every misguidance is in Hell. [4] 
Does this mean that everything introduced into Islam that was not known to the
first generation of Muslims is to be rejected? The classical ulema do not accept
such a literalistic interpretation.
Let us take a definition from Imam al-Shafi'i, an authority universally accepted
in Sunni Islam. Imam al-Shafi'i writes:
There are two kinds of introduced matters (muhdathat). One is that which
contradicts a text of the Qur'an, or the Sunna, or a report from the early
Muslims (athar), or the consensus (ijma') of the Muslims: this is an 'innovation
of misguidance' (bid'at dalala). The second kind is that which is in itself good
and entails no contradiction of any of these authorities: this is a
'non-reprehensible innovation' (bid'a ghayr madhmuma).[5] 
This basic distinction between acceptable and unacceptable forms of bid'a is
recognised by the overwhelming majority of classical ulema. Among some, for
instance al-Izz ibn Abd al-Salam (one of the half-dozen or so great mujtahids of
Islamic history), innovations fall under the five axiological headings of the
Shari'a: the obligatory (wajib), the recommended (mandub), the permissible
(mubah), the offensive (makruh), and the forbidden (haram).[6] 
Under the category of 'obligatory innovation', Ibn Abd al-Salam gives the
following examples: recording the Qur'an and the laws of Islam in writing at a
time when it was feared that they would be lost, studying Arabic grammar in
order to resolve controversies over the Qur'an, and developing philosophical
theology (kalam) to refute the claims of the Mu'tazilites.
Category two is 'recommended innovation'. Under this heading the ulema list such
activities as building madrasas, writing books on beneficial Islamic subjects,
and in-depth studies of Arabic linguistics.
Category three is 'permissible', or 'neutral innovation', including worldly
activities such as sifting flour, and constructing houses in various styles not
known in Medina.
Category four is the 'reprehensible innovation'. This includes such
misdemeanours as overdecorating mosques or the Qur'an.
Category five is the 'forbidden innovation'. This includes unlawful taxes,
giving judgeships to those unqualified to hold them, and sectarian beliefs and
practices that explicitly contravene the known principles of the Qur'an and the
Sunna.
The above classification of bid'a types is normal in classical Shari'a
literature, being accepted by the four schools of orthodox fiqh. There have been
only two significant exceptions to this understanding in the history of Islamic
thought: the Zahiri school as articulated by Ibn Hazm, and one wing of the
Hanbali madhhab, represented by Ibn Taymiya, who goes against the classical
ijma' on this issue, and claims that all forms of innovation, good or bad, are
un-Islamic.
Why is it, then, that so many Muslims now believe that innovation in any form is
unacceptable in Islam? One factor has already been touched on: the mental
complexes thrown up by insecurity, which incline people to find comfort in
absolutist and literalist interpretations. Another lies in the influence of the
well-financed neo-Hanbali madhhab called Wahhabism, whose leaders are famous for
their rejection of all possibility of development.
In any case, armed with this more sophisticated and classical awareness of
Islam's ability to acknowledge and assimilate novelty, we can understand how
Muslim civilisation was able so quickly to produce novel academic disciplines to
deal with new problems as these arose.

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] File - Info_DTjkt

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sahabat sekalian, informasi kegiatan Pesantren
Daarut Tauhiid Jakarta insyaAllah akan selalu
diupdate dan dapat dilihat di website:

http://www.dtjakarta.or.id/

Kegiatan Pesantren Daarut Tauhiid Jakarta meliputi:

- Pengajian bersama Aa Gym di :
* Masjid Baitul Hikmah Elnusa,
Cilandak Jakarta Selatan
* Masjid Bank Indonesia Jakarta Pusat
* Masjid Istiqlal Jakarta Pusat

- Kajian Khusus Muslimah
- Kajian Kitab Al-Hikam
- Kajian Tafsir Al-Qur an
- Kajian Khazanah Hadits
- dan lain-lain

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Humas - Daarut Tauhiid Jakarta


===============================================

DAARUT TAUHIID CABANG JAKARTA
- Jalan Cipaku I no. 43 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170 email: dtjkt@cbn.net.id
Telp : (021) 723-5255 Fax : (021) 723-5258
http://dtjakarta.or.id

- Komplek Rukan Ciputat Indah Permai, Blok C2
Jalan Ir. H. Juanda no. 50 - Ciputat 15419
Telp : (021) 740-1460 Fax : (021) 740-1351

===============================================


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] File - ECO-Pesantren

Link ke posting ini
Reaksi: 
ECO-Pesantren Daarut Tauhiid,
Kawasan Yang Mengacu Pada Prinsip Sustainable Development

Penawaran Wakaf

"Barang Siapa yang menjadikan Akhirat sebagai harapannya,
maka Allah akan memberikan kepuasan dalam hatinya,
menghimpun segala impiannya, dan dunia pun akan
mendatanginya dengan merunduk. Barang siapa yang menjadikan
Dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan menjadikan
kemiskinan di depan matanya, membuyarkan segala impiannya,
dan dunia pun tidak akan mendatanginya melainkan apa yang
telah ditentukan baginya." (HR. Turmudzi)

Investasi sejati buat kita adalah apa yang telah kita
berikan dapat kita tuai kembali, dimana keuntungan yang
diperoleh bukanlah keuntungan material belaka, namun juga
keuntungan berupa kemampuan untuk membantu saudara-saudara
kita yang memerlukan bantuan.

ECO-Pesantren Daarut Tauhiid merupakan institusi pesantren
dengan perencanaan pembangunan yang berusaha mengacu pada
prinsip-prinsip pembangunan -Sustainable Development- di
segala aspeknya.

Berlokasi di desa Cigugur Girang, Kec. Parongpong, Kab.
bandung lahan seluas +- 9 ha. ECO-Pesantren Daarut Tauhiid
direncanakan berdiri dengan fasilitas-fasilitas sebagai
berikut:

1. Fasilitas Pertanian dan Peternakan
a. Lahan Pertanian
b. Lahan Peternakan
c. Laboratorium Teknologi Pertanian dan Peternakan
d. Koperasi Pertanian dan Peternakan

2. Fasilitas Pendidikan dan Peribadatan
a. Masjid Raya
b. Sekolah Dasar (SD)
c. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
d. Sekolah Menengah Atas (SMA)
e. Sekolah Pertanian

3. Fasilitas Penunjang
a. Asrama Santri Daarut Tauhiid
b. Koperasi Pondok Pesantren
c. Gedung Serba Guna
d. Fasilitas daur ulang sampah kawasan
e. Fasilitas water treatment kawasan

"Saya bangga Menjadi Petani Di Desa"

PROGRAM PEMUDA PELOPOR daarut tauhiid merupakan salah satu
fasilitas pendidikan yang digagas untuk menunjang
pemberdayaan desa lewat ECO-Pesantren ini.

Materi pelatihan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Materi Teori
- Akhlaq
- Entrepreneurship
- Leadership
- Teori pertanian praktis

2. Materi Praktek
- Praktek pertanian-peternakan
- Praktek distribusi dan penjualan produk pertanian
- Praktek pemberdayaan dan pendampingan petani


Luas Dan Nilai Tanah Waqaf

Total luas tanah yang ditawarkan waqaf adalah seluas :
89.591 m2 (delapan puluh sembilan ribu lima ratus sembilan
puluh satu meter persegi)

Harga permeter tanah sebesar :
Rp. 175.000,00 (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah)


Luas Dan Nilai Waqaf Bangunan Masjid

Luas bangunan masjid yang ditawarkan waqaf adalah seluas :
3.279 m2 (tiga ribu dua ratus tujuh puluh sembilan meter
persegi)

Harga per meter bangunan sebesar :
Rp. 2.700.000,00 (dua juta tujuh ratus ribu rupiah)

Bentuk-bentuk waqaf tersedia sebagai berikut :

Waqaf Tanah
- Sertifikat, senilai Rp. 175.000,00 per unit
(nilai unit terkecil),
yang sama dengan nilai satu petak tanah seluas 1 m2.
- Kupon, senilai Rp. 25.000,00 / lembar
- Kupon, senilai Rp. 10.000,00 / lembar
- Kupon, senilai Rp. 5.000,00 / lembar

Waqaf Bangunan
- Per Unit luas bangunan, senilai Rp. 2.700.000,00 per unit
(nilai unit terkecil), yang sama dengan nilai satu petak
bangunan seluas 1 m2
- Kupon, senilai Rp. 50.000,00 / lembar
- Kupon, senilai Rp.100.000,00 / lembar

Penyerahan waqaf secara langsung ke :
- ECO-Pesantren Daarut Tauhiid
Jl. Gegerkalong Girang - Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Komp. Taman Setiabudi No.20 - Bandung
Telp/fax : (022)-2003807

- Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid
Jl. Gegerkalong Girang No.32 - Bandung
Telp/fax : (022) 2021862, 70775632
email : swadaya_dpu@telkom.net

Transfer baik secara konvensional maupun lewat e-banking,
dengan no rekening:
- A/N Eco-Pesantren Daarut Tauhiid
Bank Syariah Mandiri cabang Bandung
No rek : 007-0200088

Transfer lainnya :
- A/N Yayasan Daarut Tauhiid
qq: Masjid Eco-Pesantren
Bank Muammalat kantor kas Daarut Tauhiid Bandung
No.Rek: 101-00364.15

Bukti transfer dapat di kirimkan langsung via Fax ke :
Daarut Tauhiid Jakarta 021 752 5358

Informasi tentang Masjid ECO-Pesantren, baik perencanaan
maupun tentang waqaf dapat melalui di bebera pa media
sebagai berikut:
- Majalah Swadaya
- Tabloid MQ
- Acara MQ Pagi di Radio MQFM

- DAARUT TAUHIID CABANG JAKARTA
- Jalan Cipaku I no. 43 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
Telepon : (021) 723 - 5255
Fax : (021) 723 - 5258
email : dtjkt at cbn.net.id

- Komplek Rukan Ciputat Indah Permai, Blok C2
Jalan Ir. H. Juanda no. 50 - Ciputat 15419
Telepon : (021) 740-1460
Fax : (021) 740-1351

Rasullah saw bersabda, "Bukanlah kekayaan itu dengan
banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya akan jiwa"


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kebahagiaan Terindah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kebahagiaan Terindah

By: M. Agus Syafii

Kebahagiaan terindah bagi seorang suami adalah mampu mengarungi kehidupan rumah tangga bersama istri dan anak-anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sebuah ketulusan cinta dan kasih sayang itu diuji oleh Allah dengan berbagai derita dan air mata, apakah kita mampu melewatinya? Ataukah menyerah bahkan malah meninggalkannya? Kekuatan cinta dan kasih sayang akan terlahir dari sikap yang penuh keikhlasan dan hanya berharap keridhaan Allahlah yang mampu mengarungi samudra kehidupan yang tak bertepi, berbagai terpaan badai dan gelombang mampu dilewatinya, itulah yang mewujudkan kebahagiaan yang terindah bagi diri seorang suami. Beliau adalah seorang bapak bersama istri dan anak-anaknya. Pada suatu hari keluarganya mendapatkan ujian, istrinya tubuhnya meriang, panas tinggi bahkan disentuh saja, ia menjerit. Saat itu juga segera dilarikan ke dokter dan dokter tahu apa yang dideritanya.  penyakit yang diderita tidak mengenal watu dan tempat, bisa menyerang
kapan saja. Bila penyakitnya muncul, semua persendian akan mengalami peradangan yang luar biasa sakitnya.

Peradangan ini menimbulkan memar dan panas. Sebagai seorang suami, dirinya berusaha untuk tegar, ditahan air matanya agar sang istri kuat menghadapi sakit yang dirasakan. Dengan penuh kasih sayang ia merawat istrinya, mengangkat badan perlahan-lahan, meletakkan dengan pelan saat memandikan, memakaikan bajunya. Bersama anak-anak, mereka melayani sang ibunda tercinta dengan baik. Ditengah rasa pilu dihati, sebagai suami berusaha untuk tersenyum ketika wajah istrinya tengah menahan sakit. 'Alhamdulillah, Saya beruntung mendapatkan suami seperti ayah. Sabar dan ikhlas. Insya Allah, saya segera sembuh.'  Tutur sang istri, wajahnya begitu terlihat tenang dan tidak sedikitpun mengeluhkan rasa sakit yang menderanya.

Tentu saja ucapan sang istri membuat hatinya terasa perih, ia teringat bagaimana dulu ketika mereka bertemu dan kemudian memutuskan untuk menikah, diawal pernikahannya pahit getir kehidupan berumah tangga mampu dilewati bersama sampai kemudian anak-anaknya terlahir dan mengasuhnya hingga dewasa, tanpa terasa air matanya menetes, rasa takut kehilangan tiba-tiba muncul menghinggapi dirinya, mampu ditepisnya dengan berserah diri kepada Allah. Ditengah kecemasan itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya.

Beberapa hari kemudian , dokter memberitahukan kepada beliau bahwa istrinya memiliki harapan untuk sembuh dan kondisinya semakin membaik. Bahkan diperkenankan oleh dokter untuk pulang ketika istrinya dinyatakan dalam keadaan sehat walfiat. Dirinya  bersama anak-anaknya merasakan kebahagiaan, dengan penuh rasa syukur kepada Allah atas kesembuhan dan kasih sayang yang diberikan Allah bagi keluarganya. 'Terima kasih Ya Allah, atas limpahan kasih sayangMu untuk kami,' tuturnya dengan penuh linangan air mata.

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 26 Juni 2011,  Bila  berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku Pelajaran, peralatan sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Saturday, May 28, 2011

[daarut-tauhiid] Rakyat Mesir Menyerukan Revolusi Kedua

Link ke posting ini
Reaksi: 
Rakyat Mesir Menyerukan Revolusi Kedua




Ribuan
orang tumpah Tahrir Square di pusat kota Cairo, Jumat, mereka
menyerukan "Revolusi kedua,". Para demonstran menuntut penguasa militer
Mesir mempercepat laju reformasi dan demokrasi di negara Spinx itu.
Mereka menuntut masa depan politik Mesir yang bersih dari seluruh
unsur-unsur lama.
Syekh Mazhar Shahin menyampaikan khotbah di depan ribuan jamaah, saat
khotbah, mengkritik penguasa militer Mesir, yang dinilai masih
melindungi mantan penguasa di negeri itu, Mubarak, dan sampai sekarang
masih tetap menikmati hidup di Istana Sharm el-Shaik. Padahal, Mubarak
telah begitu banyak melakukan kejahatan terhadap negara dan rakyat
Mesir, ujarnya. "Bagaimana seorang guru, yang ditangkap karena menghukum
seorang yang memukul dengan penggaris, dan dijebloskan ke dalam penjara
dalam waktu 24 jam, sedangkan presiden digulingkan tetap di Sharm
el-Sheikh tanpa dihukum", tegasnya.
Shahin menekankan perlunya untuk menegakkan persatuan nasional dan
menekankan pentingnya militer dan orang-orang yang tersisa bersatu. Pada
saat yang sama, penguasa Mesir saat ini harus menghormati tuntutan
rakyat, katanya, terutama mereka demonstran yang membebaskan Mesir dari
ketidakadilan selama revolusi 25 Januari.
Setelah shalat Jumat, puluhan ribu berkumpul di sekitar Sheikh
Mohammed Gibril, yang memimpin mereka dalam doa. Pada saat yang sama,
ribuan demonstran berkumpul di alun-alun dari Bab al-Louq, Qasr al-Aini,
dan jembatan Qasr al-Nil.
Militer yang berkuasa "meragukan" elemen-elemen yang bergerak
sekarang ini dapat menimbulkan kekacauan dalam aksi protes hari Jumat,
dan mengatakan militer akan menghindari gesekan apapun dengan pemrotes.
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Mohamed ElBaradei, mengatakan bahwa
ia "sangat prihatin tidak adanya aparat keamanan." Militer yang memimpin
transisi demokrasi di negara itu telah meninggalkan banyak demonstran
dengan rasa tidak puas.
"Saya datang ke sini karena saya tidak merasa bahwa Mesir berubah,"
kata Hendi Raafat teknisi, di bawah poster besar menyerukan konstitusi
baru,ujarnya. (mh/may)

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/