Tuesday, January 31, 2012

[daarut-tauhiid] Air Mata Sebagai Pahala

Link ke posting ini
Reaksi: 
Air Mata Sebagai Pahala

By: Muhamad Agus Syafii

Air mata itu adalah permata, dan setiap musibah, ujian atau cobaan adalah pahala.  Musibah, ujian atau cobaan yang kita rasakan malam ini begitu sangat perih dan pedih merupakan berkah yang tersembunyi wujud rahmat dan kasih sayang dari Allah bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepadaNya. Sebagaimana sabda Rasulullah, "Tiada seorang Muslim menderita karena kesedihan, kedukaan, kesusahan, kepayahan, penyakit atau gangguan duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa-dosanya." (HR. Bukhari).

Sahabatku, bersyukurlah apapun yang Allah berikan pada kita termasuk datangnya setiap musibah, ujian atau cobaan dalam hidup kita karena hal itu pertanda Allah sayang kepada kita karena air mata yang kita tumpahkan adalah anugerah Allah, pahala yang sangat besar untuk kita.

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
---
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, tetaplah berikhtiar menjemput jodoh anda, bila memang ada niat & keinginan sungguh2 maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda. Yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] ADZAB NERAKA YG PALING RINGAN

Link ke posting ini
Reaksi: 
بِسْـمِ اللّهِ
ADZAB NERAKA YG PALING RINGAN

"Aku memperingatkan
kalian terhadap adzab api Neraka "

[HR Ahmad : no 18398,
dinyatakan sanadnya
hasan oleh Syu'aib
Al-Arnauth]

(*) "Sesungguhnya penghuni Neraka yg paling ringan adzabnya ialah orang yg memakai sepasang sandal dan sepasang talinya dari api Neraka.

Otaknya mendidih karenanya sebagaimana mendidihnya ketel.

Dia tidak mengira bahwa ada seseorang yg lebih berat adzabnya daripada dirinya,

padahal sesungguhnya dialah penghuni Neraka yg paling ringan adzabnya "

(*)[HR Muslim : no 213]

--disampaikan akhi Yusanto pada group  Assunnah--
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Kesucian Cinta

Link ke posting ini
Reaksi: 
Kesucian Cinta

By: Muhamad Agus Syafii

Kesucian cinta seorang istri untuk menyayangi suami dan anak-anaknya sebuah kehidupan yang begitu indah karena mampu melewati semua luka dan derita sehingga bisa mempertahankan rumah tangganya, anak-anaknya dan suami untuk meraih keridhaan Allah dan kebahagiaan keluarganya. Itulah perjalanan seorang ibu, dalam penuturannya berawal dari sebuah kesuksesan yang diraih suaminya membuat hidup keluarga menjadi lebih baik. Anak-anak yang ke sekolah jalan kaki menjadi diantar pakai mobil. Rumah yang dulu panas kemudian ada pendingin. Kebutuhan hidup yang serba sulit menjadi tercukupi bahkan melimpah. 'Hidup kami bahagia..'tutur beliau. Dipuncak kariernya sang suami terlihat lebih sayang kepada keluarga. Sampai kemudian dikejutkan oleh kenyataan pahit datang tanpa disadarinya. Suaminya meninggalkan rumah dan mengaku telah lama menikah dengan perempuan lain. Hatinya hancur karena harus banting tulang untuk menghidupi anak-anaknya. 'Hanya pada Allahlah saya memohon
dan berserah diri..' ungkap beliau. Sampai batas titik nadir Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji dirinya. Dalam kondisi dengan hati terluka itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh dengan harapan mendapatkan keberkahan dari Allah sehingga membuka pintu hati suaminya.

Beberapa hari kemudian. Tiba-tiba suaminya datang kembali ke rumah bersama anak kecil dari istri mudanya. Suaminya bercerita bahwa istri mudanya telah meninggal dunia, usahanya mengalami kebangkrutan dan menjadi pengangguran. Dipeluk suaminya dengan tertumpah semua air matanya. Didekap erat tubuh suaminya, dia bersedih sekaligus gembira karena suaminya telah kembali. Air matanya tak terbendung. Seolah penderitaan yang dialami selama ini tak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh sang suami. "Rumah menjadi ramai karena anggota keluarga bertambah," kata beliau. 'Saya mengajarkan kepada anak-anak memaafkan, bukan melupakan tetapi membalas keburukan dengan kebaikan, membalas kebencian dengan kasih sayang karena begitulah Rasulullah mengajarkan kita, sampai akhirnya anak-anak saya menerima dengan baik' tutur sang Ibu terlihat wajahnya yang telah termakan usia. Setiap hari suaminya pergi mencari nafkah, berangkat pagi sampai pulang malam. Pada suatu
hari suaminya sakit terkena bronchitis dan muntah darah. Sebulan ia merawat suaminya. Dielus dan dibelai rambut sang suami yang telah memutih dengan senyuman seorang istri membuatnya sembuh kembali.

"Saya membenci, marah dan kesal. Kasih Sayang Allah menyentuh hati saya agar saya bisa memaafkan, mengasihi dan menyayangi kepada orang-orang yang telah menyakiti hati saya bahkan tiada kenal lelah saya berdoa memohon kepada Allah agar saya dan anak-anak diberi kekuatan untuk bisa bersabar melewati ujian dan cobaan ini. Allah mengabulkan doa saya dan keluarga kami  menjadi penuh kebahagaiaan." Ucap beliau dengan air mata yang bercucuran. Subhnallah...

---
Barangsiapa bertaawakal kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS Ath-Thalaq 4).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
---
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, tetaplah berikhtiar menjemput jodoh anda, bila memang ada niat & keinginan sungguh2 maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda. Yuk..hadir pada kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Sabar sejenak senang berkepanjangan

Link ke posting ini
Reaksi: 
Sabar sejenak senang berkepanjangan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman,
akromakallahu bit taqwaa
selalu ada cara untuk mengenal Allah Swt, memberikan gizi pada hati, mengenalkannya kepada Sang Pencipta.. Agar segera ia berdzikir mengagungkannya dan mensucikannya.. kemudian mendapatkan ketenangannya..
 
Sahabat seiman,
siapakah yang akan mau mengambil pilihan kebaikan jika setelahnya mendapatkan keburukan.. siapa yang mau menyambut seruan "kemarilah kau bersenang-senang sesaat sebelum kau akan disiksa!" bandingkan dengan seruan "sabarlah kau sejenak sebentar lagi waktunya bersenang-senang!" manakah dua seruan tersebut yang patut disambut?
 
Sahabat seiman,
betapa banyak orang yang mau bersusah-susah makan seadanya, demi keberlangsungan hidupnya, demi masa depannya tuk membeli rumah tempat tinggal, biaya pendidikan, dan lainnya. Betapa banyak orang yang rela berkeringat kepanasan demi mendapatkan sedikit uang.. betapa banyak yang rela berangkat kerja pagi buta dan pulang tengah malam demi mendapatkan uang harapan.. begitulah potensi yang telah Allah Swt tanamkan dalam diri manusia.. 

Sahabat seiman,
akankah kita takluk di hadapan syaitan yang merayu agar kita tidak bersabar di dunia demi akhirat? Sedikit kesulitan demi kebahagiaan yang berkepanjangan..? mengapa kita begitu tegar untuk mendapatkan secuil dunia, sementara tidak bersabar meraih segunung kebahagiaan?
Renungkanlah sahabat..! dan temukan jawabannya! (@_SaiBah) (disarikan dari Q.S. Al Qiyaamah (75): 20-21)


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Monday, January 30, 2012

[daarut-tauhiid] Cinta Itu Pengorbanan

Link ke posting ini
Reaksi: 
Cinta Itu Pengorbanan

By: Muhamad Agus Syafii

Semakin besar luka dan perih dihati maka semakin besar pula pengorbanan yang dibutuhkan. Cinta selalu membutuhkan pengorbanan untuk menerima, memaafkan dan mengembalikan pada posisi semula, menerima orang yang gagal seperti tidak pernah gagal sebelumnya. Cerita itu berawal dari seorang ibu yang menerima telpon dari seorang perempuan dengan mengatakan bahwa dirinya tidak lagi berhak atas suaminya. Setelah merebut suaminya bahkan menteror dan menghancurkan hatinya. Kehancuran hatinya justru bertekad untuk mempertahankan rumah tangga, suami dan anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dan istri seolah mendapatkan kekuatan yang begitu besar untuk tetap menjaga dan merawat anak-anaknya. Meski hatinya pilu dan tercabik-cabik, ia tak ingin orang tuanya tahu apa yang sedang terjadi di dalam rumah tangganya. Ditengah kesibukan mencari nafkah dengan bekerja keras demi keberlangsungan hidup, ditengah kesendirian dan perjuangan membesar anak-anaknya tidak membuat dirinya
menjauh dari Allah malah semakin mendekat diri kepada Allah memohon agar mendapatkan kekuatan, kesabaran dan pertolonganNya.

Keyakinan akan kekuatan doa itulah yang menyebabkan dirinya berkenan untuk hadir ke Rumah Amalia. Tekadnya untuk mempertahankan rumah tangga, suami dan anak-anaknya merupakan impian indah yang sangat menjadi harapan, dengan sedikit menyisihkan rizkinya untuk bershodaqoh berharap untuk mengharap keridhaan Allah agar menjaga keutuhan rumah tangganya. Perih luka dan pilu dihatinya tidak lagi bisa ditutupinya. Air matanya yang bening mengalir. Anak-anaknya berlarian tak mengerti kegalauan hatinya. Hatinya telah berserah sepenuhnya kepada Allah, apapun yang telah menjadi ketetapan Allah, dirinya menerima dengan penuh syukur. 'Apapun yang Allah telah tetapkan pada kami, ujian, cobaan adalah wujud kasih sayang Allah kepada kami.' tutur beliau. 'Saya bersyukur dengan ujian dan cobaan ini membuat saya dan anak-anak semakin mendekatkan diri kepada Allah.' lanjutnya.

Sampai pada suatu hari, ditengah kesibukannya menyelesaikan tugas kantornya tiba-tiba ada satu peristiwa yang tidak pernah diduganya sama sekali, dering hapenya berbunyi. Terdengar suara yang membuatnya terkejut tak percaya. 'Mah, maafin aku ya..aku khilaf, sudah menyakiti hatimu.' Langsung saja mematikan hapenya. Bagai tersambar petir disiang bolong, hati dan pikirannya kacau, suara itu adalah suara suaminya yang sudah setahun telah meninggalkan dirinya dan anak-anaknya. Beberapa menit kemudian hapenya berdering kembali, mengenali betul bahwa itu adalah nomor yang sama, sampai dering bunyi hapenya mati dengan sendirinya. Air matanya mengalir. Hatinya dikuatkan ketika hapenya berbunyi kembali, dengan bercampur baur semua perasaan ditumpahkan. 'Sebenarnya ayah mau apa? Setahun sudah ayah terlantarkan istri dan anak-anakmu? Minta maafmu tidak bisa menghilangkan rasa perih dihatiku dan derita anak-anakmu? Kamu kejam Mas, Kejam!' Suara itu terdengar penuh
dengan isak dan tangis. Terdengar suara parau laki-laki menjawab. 'Mama, aku memang salah. aku bertaubat mah. Aku menyesal. Beri kesempatan untuk memperbaiki kesalahan menjadi ayah dan suami yang baik.' Dihatinya perih terluka, tidak ada sedikitpun tersimpan kebencian pada laki-laki yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anak sekalipun telah disakiti hatinya. Lama terdiam, akhirnya dia menjawab, 'Mas, pulanglah..aku dan anak-anak merindukanmu.'

Malam itu juga suaminya pulang ke rumah. melihat ayahnya yang berpeluh air mata. Ketiga anak-anaknya segera mendekat dan tanpa disuruh mereka berpelukan dengan ayahnya, menangis sejadi-jadinya. Ayahnya meminta kepada anak-anak dan istrinya agar memaafkan dirinya. Dirinya berjanji akan lebih menyayangi keluarga dan tidak akan pergi meninggalkan rumah lagi. Pernyataan sang ayah begitu sangat tulus disambut dengan ledakan tangis ketiga anak-anaknya dan isak tangis istrinya. Malam pun berlalu dengan rentetan permintaan maaf dan peluk cium, yang saling mengasihi dan penuh kasih sayang. Begitu indahnya, mereka tentang keluarga bahagia karena cinta selalu membutuhkan pengorbanan.

'Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bisa dihilangkan dengan puasa, sholat, sedekah dan amar ma'ruf nahi mungkar.' (HR. Bukhari & Muslim).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku..Yuk, tebarkan cinta & kepedulian pada sesama dg hadir pada kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] MUSIK PERANGKAP SETAN

Link ke posting ini
Reaksi: 
Some people have died while singing songs,
while others have died reciting Qur'an,
some people have faced...death when a cinema hall
catched fire while others faced Malikul
Maut in a stampede during Hajj..
Different people.
Different Actions.
Different ways of Dying.
How would we like to face death?
While dancing in a disco or while in sujood in a masjid?
While singing songs or reciting Qur'an?
When its time the Angel of Death does not wait
for us to come out of disco to take our souls.
They reach wherever we are and do their task.
Lets leave all the acts of Allaah's disobedience today, from Now itself..
Because if our life will be spent in the obedience of Allaah
then we will die as an obedient slave
In shaa Allaah..
Lets Wake up before we
Never Wake up!
--------------------------------------
Bismillaah
Assalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu
Musik Perangkap Setan
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah)
Peperangan demi peperangan yang dikobarkan musuh-musuh Islam, dari zaman Rasulullah n, perang salib, Bosnia-Herzegovina, hingga yang berskala besar maupun kecil, terbukti menjadi senjata yang "kurang efektif" untuk membasmi umat Islam. Maka ditempuhlah berbagai cara untuk menjauhkan kaum muslimin dari agamanya. Salah satunya lewat musik.
Perangkap-perangkap setan untuk menjauhkan manusia dari jalan Allah l kian menjamur. Perangkap yang demikian lihai dan sistematis sehingga tidak sedikit dari kaum muslimin, terkhusus generasi mudanya, terperangkap di dalamnya. Seiring dengan itu, kelihaiannya telah meninabobokkan mereka dalam kemaksiatan, merusak akal mereka sehingga tidak bisa lagi dipergunakan sebagaimana mestinya, membungkam mulut mereka sehingga tidak lagi menyuarakan yang haq dan mengingkari yang batil. Perangkap yang telah mematikan ilmu mereka dan merusak perilaku mereka.
Siapa yang tidak tertipu dengan perangkap tersebut, jika luarnya penuh taburan bau semerbak, hamparan permadani emas dan perak, minuman yang menghilangkan dahaga, makanan yang berwarna-warni memikat dan segala kebutuhan syahwat terlihat. Siapa yang akan membayangkan jika di belakang semua ini ada jeratan perangkap yang membinasakan. Itulah kamuflase kehidupan yang dirancang Iblis dan bala tentaranya serta fatamorgana perjalanan hidup yang bersifat sementara. Allah l telah memperingatkan:
"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 168-169)
Perangkap Syahwat
Dari sekian perangkap Iblis yang telah melalaikan dari beribadah kepada Allah l yang telah menghancurkan perilaku kaum muda-mudi, bahkan anak-anak dan orang tua, menyebabkan lupa kepada Allah l dan hari akhir, adalah musik serta segala bentuk nyanyian. Bagaimana pendapat anda yang beriman, jika musik dan nyanyian itu sendiri telah melalaikan dari beribadah kepada Allah l, ditambah dengan wanita telanjang atau setengah telanjang, berhias dengan perhiasan jahiliah menari kesetanan di hadapanmu?
Apakah setelah ini ada orang beriman yang menghalalkan musik dan nyanyian, membolehkan wanita berdendang di hadapan lawan jenis, menghalalkan campur baur lawan jenis, membolehkan mendengar musik? Jika ada yang membolehkan, maka ketahuilah orang terebut telah masuk perangkap setan dan jeratannya. Tinggalkanlah dia. Selamatkanlah agama dan aqidahmu dari bahaya setan yang berujud manusia.
Perangkap Syubhat
Perangkap setan tidak terbatas pada lingkup membangkitkan syahwat birahi dalam menentang syariat Allah l. Banyak perangkap lain yang telah dipersiapkan untuk menyesatkan hamba-hamba Allah l dari jalan kebenaran. Bila perangkap syahwat menurutnya tidak membuahkan hasil karena orang yang akan dijebaknya memiliki ilmu, dia akan beralih kepada cara yang lain. Yaitu, merusak ilmunya dengan berbagai manuver pembiasan dan pengkaburan terhadap kebenaran yang telah diketahuinya. Itulah perangkap syubhat. Selamatlah orang-orang yang dirahmati oleh Allah l sehingga tidak terperangkap dan terjerat di dalamnya.
Dua bentuk perangkap syubhat yang dilakoni setan dalam menjerat mangsanya:
Pertama: Mengaburkan kebenaran sehingga menjadi sesuatu yang samar atau menjadi sebuah kebatilan, dan
Kedua: Mengokohkan kebatilan dengan berbagai penipuan sehingga menjadi agama yang dianut.
Dua hal ini telah Allah l peringatkan kaum mukminin darinya. Allah k juga mengancam para pelakunya dalam firman-Nya:
"Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui." (Al-Baqarah: 42)
Berbagai simbol dan slogan kesesatan yang mengguncangkan aqidah dan meresahkan kaum muslimin kian menyeruak. Tumbuh berkembang bagaikan jamur di musim penghujan, tumbang satu akan bangkit seribu kesesatan setelahnya.
Bisikan Setan
"Tinggalkan Al-Qur`an. Mari menuju musik dan nyanyian, menari, berdansa dan berhura-hura. Riang gembira bersama lantunan musik dan nyanyian biduanita. Menangislah. Bersedihlah. Basahi mulut dengan nyanyian, guyur pipi dengan hujan tangisan. Apakah anda akan meninggalkan kenikmatan yang jelas-jelas di hadapan anda?"
Dengan celotehan ini, tanpa musik semangat beraktivitas menurun dan melemah. Sementara dengan musik justru akan menambah gairah dan semangat dalam semua pekerjaan.
Al-Hafizh Ibnu Katsir t menjelaskan: "Allah l memberitahukan tentang Rasul dan Nabi-Nya Muhammad n bahwa dia berkata:
"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur`an itu sesuatu yang tidak diacuhkan." (Al-Furqan: 30)
Ucapan ini terkait dengan kaum musyrikin yang tidak mau mendengar Al-Qur`an dan mengkajinya, sebagaimana firman Allah l:
"Dan orang-orang yang kafir berkata: 'Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur`an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka'." (Fushshilat: 26)
Apabila Al-Qur`an dibacakan atas orang-orang kafir, mereka ribut dan berbincang-bincang sehingga mereka tidak mendengarnya. Sikap seperti ini termasuk perbuatan meninggalkan Al-Qur`an. Tidak mengimani dan membenarkannya termasuk perbuatan meninggalkan Al-Qur`an. Tidak menggali dan memahaminya termasuk perbuatan meninggalkannya. Tidak mengamalkan dan melaksanakan perintah-perintahnya dan tidak menjauhi larangan-larangannya termasuk perbuatan meninggalkannya. Berpaling darinya dan cenderung kepada perkara selainnya seperti syair, ucapan, nyanyian, perkara yang sia-sia, berbagai perkataan, (menempuh) jalan yang tidak diambil dari Al-Qur`an, semuanya termasuk sikap meninggalkan Al-Qur`an. Kita meminta kepada Allah yang Maha Mulia, Maha Pemberi dan Berkuasa (untuk berbuat) atas segala yang dikehendaki-Nya agar Allah l menyelamatkan kita dari segala yang dibenci-Nya dan membimbing kita ke jalan yang diridhai-Nya. Yaitu menjaga kitab-Nya, memahaminya dan
mengamalkan kandungannya di malam dan siang hari, sesuai dengan jalan yang dicintai dan diridhai-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Dermawan dan Maha Pemberi. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/317)
Al-Qur`an dan Aqidah, Menenteramkan Hati
Tidak diragukan lagi oleh setiap mukmin akan kedudukan aqidah dan Al-Qur`an dalam hati orang-orang yang beriman. Al-Qur`an menentramkan, menyejukkan, menyamankan, menyehatkan, membimbing serta berbagai macam kebaikan lainnya. Allah l berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am: 82)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya). Dan hanya kepada Rabb merekalah mereka bertawakal." (Al-Anfal: 2)
"Sesungguhnya Al-Qur`an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (Al-Isra`: 9)
"Dan kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian." (Al-Isra`: 82)
"Dan sesungguhnya Al-Qur`an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (An-Naml: 77)
Ibnul Qayyim t berkata: "Apabila anda ingin mengambil manfaat dari Al-Qur`an, himpunlah hati anda ketika membaca dan mendengarkannya. Pasang telinga anda. Hadirkan diri anda seperti hadirnya orang yang diajak bicara oleh Allah l. Sesungguhnya ucapan itu tertuju kepada anda, yang disampaikan melalui lisan Rasul-Nya. Allah l berfirman:
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." (Qaf: 37)
Kesempurnaan pengaruh Al-Qur`an itu didukung adanya pengaruh yang menyampaikan, kesiapan untuk menerima, adanya syarat-syarat terwujudnya pengaruh tersebut, dan hilangnya penghalang-penghalang. (Al-Fawa`id, hal. 9)
Asy-Syaikh As-Sa'di t menjelaskan: "Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang bila dibacakan ayat Allah bertambah iman mereka." Karena mereka memasang pendengaran mereka, menghadirkan hati mereka untuk mentadabburinya. Ketika itulah iman mereka bertambah. Karena mentadabburinya termasuk salah satu amalan hati. Juga karena tadabbur mengharuskan untuk meminta penjelasan atas makna yang tidak mereka ketahui. Atau, mengingat-ingat apa yang mereka lupa. Atau, terwujud dalam hati mereka kecintaan terhadap kebaikan dan besarnya harapan untuk mendapatkan kemuliaan dari Rabb mereka. Atau, muncul rasa takut dari murka-Nya. Atau, muncul sikap menghindar dari berbagai macam kemaksiatan. Semuanya ini adalah hal-hal yang akan menambah iman mereka. (Tafsir As-Sa'di, hal. 277)
Musik dan Nyanyian Menafikan Ketentraman dan Ketenangan yang Hakiki dalam Hati
Musik dan nyanyian di masa sekarang ini bagaikan benalu, atau menjadi sahabat karib yang jika berpisah akan mengguncangkan hidup seseorang. Di dalam rumah dengan segala macam aktivitasnya, bila tidak diiringi dengan musik dan berbagai bentuk nyanyian, tak ubahnya ruangan yang hampa bak kuburan yang sunyi dan sepi. Kantor-kantor, toko-toko, kendaraan-kendaraan umum dan pribadi, lapak kaki lima pun tidak ketinggalan. Ironisnya, pondok-pondok pesantren yang katanya tempat menimba ilmu-ilmu agama juga menjadi ajang suara setan tersebut. Lebih aneh lagi, rumah-rumah Allah l diramaikan dengan keharaman ini.
Demikianlah bila agama disingkirkan serta kepentingan hawa nafsu dan golongan dikedepankan. Ketenangan bukan lagi bersama Al-Qur`an. Kenyamanan bukan lagi dengan aqidah dan kekhusyukan, bukan lagi di majelis ilmu.
Musik dan Nyanyian Haram Hukumnya
Dalil-dalil yang menjelaskan tentang keharaman musik banyak sekali. Bahkan Ibnul Qayyim t dan lainnya telah mengumpulkannya sampai sepuluh hadits. Di antaranya:
1. Hadits Abu 'Amir atau Abu Malik Al-Asy'ari z:
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْمَعَازِفَ … الخ
"Benar-benar akan ada pada umatku kaum yang menghalalkan zina, sutera, dan musik …." dst1
2. Hadits Anas bin Malik z, dia berkata: Rasulullah n bersabda:
صَوْتَانِ مَلْعُونَانِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: مِزْمَارٌ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَرَنَّةٌ عِنْدَ مُصِيبَةٍ
"Dua suara yang dilaknat di dunia dan di akhirat: seruling ketika mendapatkan kenikmatan dan ratapan (suara jeritan) ketika ditimpa musibah."2
3. Dari Abdullah bin 'Abbas c, dia berkata: Rasulullah n bersabda:
إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيَّ -أَوْ حُرِّمَ الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْكُوبَةُ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr, judi, dan suara gendang. Dan segala yang memabukkan adalah haram."3
Musik dan Nyanyian adalah "Qur`an" Setan dan Jeratannya
Ibnul Qayyim t menjelaskan: "Termasuk tipu daya musuh Allah l yang telah menipu orang-orang yang memiliki sedikit ilmu dan agama, serta dengannya dia menjerat hati-hati orang yang jahil dan ahli kebatilan adalah mendengar siulan, tepuk tangan dan nyanyian-nyanyian dengan alat-alat yang haram. Yang telah memalingkan hati dari Al-Qur`an dan menjadikannya untuk selalu berbuat kefasikan dan perbuatan-perbuatan maksiat. Semuanya merupakan "qur`an" setan dan hijab yang tebal antara dirinya dengan Allah l. Itu merupakan siulan homoseks dan para pezina. Dengannya seorang yang fasik mencapai kenikmatan. Itulah tipu daya setan terhadap jiwa-jiwa yang sesat.
Setan berusaha memperindah tipu daya tersebut dan menjadikan manusia terlena karenanya. Dengan mudah, setan menebar berbagai macam syubhat yang menyesatkan sehingga jiwa-jiwa tersebut menyambut segala bisikan itu. Dengan tipu daya setan itulah Al-Qur`an ditinggalkan. (Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatil Lahafan fi Mashayidi Asy-Syaithan, hal. 295)
Allah l berfirman:
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan." (Luqman: 6)
Lahwal hadits yang dimaksud dalam ayat ini adalah nyanyian dan selainnya.
Abdullah bin 'Abbas c mengatakan: "Ayat ini turun terkait dengan nyanyian dan semisalnya."
Abdullah bin Mas'ud z ditanya tentang ayat ini, beliau berkata: "Itu adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya." Beliau mengulanginya tiga kali.
Ikrimah t dalam riwayat Syu'aib bin Yasar berkata: "Itu adalah nyanyian. Begitu juga pendapat Al-Imam Mujahid t." (Tahrim Alat Ath-Tharb, karya Al-Imam Al-Albani, hal. 142)
Musik dan Nyanyian adalah Syi'ar Pezina, Pemabuk, Homoseks dan Orang Fasik
Al-Imam Malik t ditanya tentang nyanyian yang biasa dilakukan oleh penduduk Madinah. Beliau menjawab: "Sesungguhnya yang melakukan hal itu menurut kami adalah orang-orang fasik."
Al-Imam Asy-Syafi'i t berkata: "Nyanyian adalah perkataan yang sia-sia, menyerupai kebatilan, sesuatu yang bersifat khayalan. Barangsiapa yang sering melakukannya, dia adalah orang yang tolol dan ditolak persaksiannya."
Al-Imam An-Nawawi t menyatakan di dalam kitabnya Raudhatut Thalibin (11/228) pada bagian kedua: "Dan dia menyanyi dengan sebagian alat musik yang merupakan syi'ar para peminum khamr."
Abu Ishaq t berkata: "Tidak sepantasnya bagi orang yang mencium aroma ilmu untuk tidak mengharamkan musik. Yang paling ringan (hukumnya) adalah bahwa (musik) merupakan syi'ar orang-orang fasik dan pemabuk."
Abdullah bin Ahmad t berkata: "Aku bertanya kepada ayahku (Al-Imam Ahmad t) tentang nyanyian. Beliau berkata: 'Nyanyian menumbuhkan kemunafikan di dalam hati dan tidak menyenangkanku'." (Tahrim Alat Ath-Tharb karya Al-Imam Al-Albani t secara ringkas, hal. 299 dan seterusnya)
Wallahu a'lam bish-shawab.

________________________________

1 Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani. Lihat takhrij haditsnya dalam kitab Tahrim Alat Ath-Tharb karya Al-Imam Al-Albani, hal. 38 dan seterusnya.
2 Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani. Lihat takhrij haditsnya dalam kitab Tahrim Alat Ath-Tharb karya Al-Imam Albani, hal. 51 dan seterusnya.
3 Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani. Lihat takhrij haditsnya dalam kitab Tahrim Alat Ath-Tharb karya Al-Imam Al-Albani, hal. 55 dan seterusnya.
http://asysyariah.com/musik-perangkap-setan.html
Walhamdulillaah
Wassalamu'alaykum wa Rohmatulloohi wa Barokatuhu

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] OOT: jakarta e-library

Link ke posting ini
Reaksi: 
KESEMPATAN EMAS

PERPUSTAKAAN UMUM PEMERINTAH DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA
MULAI HARI INI HINGGA TANGGAL 2 FEBRUARI 2012
MEMBERI KESEMPATAN KEPADA PEMUSTAKA, KHUSUSNYA DI DKI JAKARTA
UNTUK MENGAKSES E-LIBRARY (e-book dan e-journal) secara gratis di
www.bpadjakarta.net kemudian click banner e-library
Dengan User ID sementara : pemustaka1
Password : 123456
Sekiranya ingin mendapatkan layanan tersebut secara permanen, dapat mengajukan permohonan sebagai anggota
Hubungi :
PERPUSTAKAAN UMUM PEMERINTAH DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA
Gedung Nyi Ageng Serang Lantai 7-8, HR Rasuna Said Kav. C22 Kuningan Jakarta Selatan Telepon 021 5263249

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Mengatasi rasa jenuh menjadi Ibu rumah tangga

Link ke posting ini
Reaksi: 
Profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi yang sungguh mulia. Namun ada kalanya dalam menjalankan tugas yang mulia ini seorang ibu rumah tangga merasakan adanya satu kejenuhan. Apakah kiranya penyebab kejenuhan itu dan bagaimanakah cara untuk mengatasinya?
Seringkali sebagai seorang ibu rumah tangga kita merasa jenuh terhadap tugas sehari-hari. Tugas yang harus diselesaikan rasanya banyak sekali : mengurus anaklah, suami, rumah, dan lain-lain. Sementara sebagai anggota masyarakat pun kita dituntut untuk memberikan peran positif yang tak kurang menyibukkan Apalagi jika ada kegiatan di luar rumah yang cukup melelahkan, seperti bekerja, studi, kursus bahasa, dan kegiatan lain. Sampai di rumah badan terasa penat, inginnya istirahat, sementara sejumlah pekerjaan yang tertunda telah menunggu. Semua sama-sama menuntut uluran tangan dan perhatian kita. Kita rasanya telah berbuat banyak, mengurus anak, suami, rumah tangga, dan lain-lain, tetapi yang didapat seolah-olah hanya letih. Seolah-olah tak seorangpun yang tahu kelelahan kita. Pekerjaan masih menumpuk, ada lagi dan ada lagi. Seolah-olah tak kunjung selesai, dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Karenanya kondisi ini sering membuat seorang wanita
gampang tersinggung, suka cemberut, atau bahkan mudah marah.
Sebab-sebab kejenuhan
Bekerja dengan perasaan lelah dan jenuh sudah tentu mengakibatkan tak ada satupun pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik. Semuanya serba tanggung, capek, sudah pasti rapih pun tidak. Tak jarang hal ini membuat seorang ibu rumah tangga terperosok mengumpat pekerjaan yang dianggapnya terlalu banyak.
• Benarkah pekerjaan
tersebut menjemukan?
• Benarkah upaya selama ini sudah maksimal dan mendapatkan hasil yang tak sesuai ?
• Benarkan anak dan suami banyak menuntut?
Hal ini tidak ada salahnya bila kita tela'ah dan kita koreksi kembali. Ibu rumah tangga tentu saja bukanlah malaikat. Banyak tugas dalam rumah yang dapat menjadikannya merasa jemu. Hanya malaikat yang tidak pernah mengalami degradasi semangat (dalam istilah bahasa arab: futur) dalam beribadah kepada Allah. Karena itu , jenuh merupakan hal yang wajar, hanya saja perlu diatasi dengan jalan yang sebaik-baiknya. Artinya, kejenuhan tidak mesti melahirkan sikap yang bertentangan dengan akhlak Islam.
Rasulullah saw. Bersabda : `"Bagi tiap-tiap amal itu ada masa-masa jemunya, dan pada tiap-tiap masa jemu itu ada peralihannya. Barang siapa yang peralihannya itu kepada sunahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk, dan barang siapa yang peralihannya kepada selain sunnahku, maka sesungguhnya ia telah tersesat. (HR. Al Bazaar)
Beberapa unsur penyebab utama timbulnya kejenuhan dan kemalasan bagi seorang ibu rumah tangga antara lain :
1. Kurangnya motivasi bekerja karena Allah dan lemahnya pemahaman bahwa bekerja dalam rumah tangga merupakan ibadah kepada Allah yang bernilai tinggi.
Ketika motivasi kerja dalam rumah tangga bukan lagi mencari pahala disisi Allah, ketika itulah kemungkinan timbulnya kejenuhan menjadi besar. Motivasi lain yang mungkin timbul adalah, semata-mata mencari penghargaan dari suami, atau ingin mendapat pujian dari orang lain. Ketika tujuan-tujuan tersebut tidak didapat, maka kekecewaan yang timbul dapat mengakibatkan kejenuhan. Tetapi ketika Allah yang menjadi tujuan maka Allah tidak pernah menyia-nyiakan hambaNya. Kehidupan rumah tangga bagi seorang muslimah adalah bagian pengabdian tertingginya. Menyediakan keperluan suami, mengurus rumah
tangga, melahirkan dan mendidik anak-anak, kesemuanya merupakan pekerjaan yang mulia yang berpahala. Manakala semua ini kurang dipahami, timbullah kejemuan dan kemalasan.
2. Bersarangnya penyakit hati Jenuh sering disebabkan adanya penyakit hati pada seseorang. 
Sering atau cepat merasa kesal kepada anak, teman, tetangga dan orang-orang di sekitar merupakan fenomena penyakit hati yang wajib segera diobati. Penyakit hati yang menonjol misalnya iri atau dengki serta cinta dunia seperti ingin hidup enak, mudah mendapatkan fasilitas dan merasa tidak senang melihat kemudahan yang dimiliki oleh orang lain.
3. Komunikasi antara suami dan istri yang kurang lancar Salah satu faktor penunjang terjalinnya hubungan antara suami dan istri yang harmonis adalah komunikasi yang lancar.
Hal ini dapat terwujud ketika keterbukaan dan kelapangan dada dimiliki oleh masing-masing pribadi. Ganjalan-ganjalan dihati, ketidakpuasan atas sikap suami yang tidak tersampaikan akan menumpuk menjadi kekesalan dan perseteruan yang tidak berkesudahan. Karena itu pekerjaan rumah tangga akan dirasakan berat.
4. Keletihan setelah melakukan kegiatan di luar rumah 
Para ibu rumah tangga yang mempunyai kegiatan lain di luar rumah, kegiatannya diluar tentunya sangat berpengaruh bagi rumahtangganya. Bertambahnya pekerjaan ekstra diluar, bukan berarti berkurangnya pekerjaan di dalam rumah. Tidak dapat dipungkiri kodrat wanita kurang dapat menerima kondisi ini, sehingga mudah ia merasa kesal dan jenuh dengan semakin banyaknya pekerjaan.
Mengatasi kejenuhan 
Memahami sebab-sebab kejenuhan sudah merupakan setengah upaya mengatasinya. Dari sebab-sebab yangdiuraikan diatas tampaklah bahwa seorang muslimah insya Allah dapat mengatasi kejenuhan dalam rumahtangga dengan kiat-kiat berikut :
1. Niatkan pekerjaan rumahtangga karena Allah semata 
Pekerjaan yang dilakukan karena Allah tidak akan pernah menjemukan. Kita meyakini bahwa Allah-lah yang akan membalas perbuatan kita, bukan suami, anak-anak atau anggota keluarga yang lain. Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya amal itu sesuai dengan niat dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya" (HR. Muslim)
2. Buanglah penyakit hati 
Penyakit hati dapat ditangkal dengan memperkuat benteng keimanan dan ketaqwaan dengan meningkatkan ibadah kepada Allah dengan memperbanyak sholat sunah, memperbanyak membaca Al Quran, dan mengingat kehidupan di dalam kubur dan di akhirat nanti. Sadarilah bahwa semua yang dimiliki ada batas dan pertanggungjawabannya, dan kekayaan jiwa adalah
lebih utama. Rasulullah saw. sendiri mengatakan,"Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (hati)."(HR. Abu Ya'la)
3. Rajinlah bekerja, tetapi berhematlah dalam mengeluarkan tenaga 
Pekerjaan rumahtanga, kendati merupakan kewajiban, haruslah dilakukan sesuai dengan kemampuan. Rasulullah saw. bersabda,"Bekerjalah kamu sesuai dengan kemampuanmu, karena sesungguhnya Allah tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri yang merasa jenuh. Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah ialah yang rutin meskipun hanya sedikit."(HR. Bukhari Muslim) Setiap pekerjaan hendaknya dilakukan sesuai dengan kodrat manusia (yang butuh istirahat). Jangan memforsir diri, melainkan sempatkanlah beristirahat sesuai dengan kebutuhan.
Istirahat hendaknya dilakukan sesuai dengan sunah Rasulullah, seperti dengan membaca Al Qur'an, menghadiri pengajian, silaturahim kepada keluarga dan teman, membaca buku yang bermanfaat, tafakur alam dll.
4. Tumbuhkan dan tingkatkan kesadaran pada seluruh keluarga bahwa pekerjaan rumahtangga merupakan ibadah
Rumahtangga muslim merupakan miniatur masyarakat Islam yang didalamnya terdapat koordinasi kerja yang baik. Pekerjaan rumah tangga yang cukup banyak dapat dikerjakan bersama oleh seluruh anggota keluarga. Cara yang terbaik untuk melibatkan mereka adalah dengan memberi pengertian dengan hikmah. Dengan dukungan anggota keluarga yang lain kita akan bekerja dengan penuh kegembiraan.
5. Belajar dari pengalaman ibu-ibu yang lain 
Berteori saja tentu belum cukup. Seorang muslimah tentu tidak sama dengan seorang ibu muda yang tidak sama pula dengan seorang ibu yang telah mempunyai sejumlah putra dan putri. Menimba pelajaran dan pengalaman dari ibu-ibu yang sudah lebih berpengalaman merupakan satu tuntutan yang tidak dapat dihindarkan. Dengan mengefektifkan waktu silaturahmi, kita akan dapat belajar.
Misalnya kita melihat seorang ibu dengan beberapa anak mampu membereskan rumah, anak-anaknya dan keperluan suaminya tidak lebih dari jam 10 pagi. (Sarapan, membereskan rumah, memandikan anak, masak…). Sehingga kita patut bertanya pada diri sendiri, "Masya Allah, dia saja bisa, kenapa saya tidak ?". Apabila kita bertemu dengan keluarga yang belum dapat mengatasi problem rumahtangganya, maka ambillah yang positifnya saja. Lupakan yang negatif.
Demikianlah, biasanya banyak perubahan besar yang terjadi setelah melihat bagaimana orang lain berbuat. Kita ingat akan tuntunan ilmu yang selama ini didapat, baik dari buku maupun ceramah-ceramah. Dan yang tak kalah pentingnya, lahirnya semangat baru untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik.

sumber :http://sambilminumteh.blogspot.com/2012/01/mengatasi-rasa-jenuh-menjadi-ibu-rumah.html
 

Salam,
Yuli

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Ajaran Sifat 20 Imam Abu Hasan Al Asy’ari Tidak Sesat

Link ke posting ini
Reaksi: 
Assalamu'alaikum wr wb,
Ajaran Sifat 20 Imam Abu Hasan Al Asy'ari Tidak Sesat
Terlalu gegabah jika menganggap Sifat 20 dari Abu Hasan Al Asy'ari sesat hanya karena Abu Hasan wafat tahun 324 H.

Sifat 20 seperti Allah itu Ada, Allah itu Satu, Allah itu Maha Hidup, Allah Maha Kuasa itu semua ada dalilnya dalam Al Qur'an.
Jika begitu dianggap sesat, berarti Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah yg diajarkan Muhammad bin Abdul Wahab lebih sesat lagi karena dia meninggal di tahun 1206 H. Saat kegelapan Islam. Kalau Imam Asy'ari masih di 7 abad pertama jayanya Islam.Mungkin ada yang protes jika Sifat 20 itu wajib dipelajari bagi setiap Muslim. Bukankah yang berwenang menentukan wajib itu hanya Allah? Sebetulnya jika kita kaji bukan begitu maksudnya. Sifat 20 itu wajib ada pada Tuhan yang sejati. Artinya jika "Tuhan" itu tidak punya sifat seperti Esa (misalnya ada 3), Hidup (misalnya dia mati), atau Kuasa (misalnya lemah), maka itu bukan Tuhan yang asli. Itu maksudnya.
Tuduhan bahwa Sifat 20 itu sesat karena membatasi sifat Tuhan juga keliru. Memang sifat Allah tidak terhingga. Namun mengajarkan hanya 20 Sifat itu tidak berarti sesat. Allah sendiri kadang hanya mengajarkan beberapa sifat saja kepada manusia. Misalnya pada Syahadah Laa ilaaha illallahu, hanya ada Sifat Allah itu Ada dan Allah itu Esa. Hanya 2 sifat.
Pada surat Al Ikhlas yang disatu hadits disebut nilainya 1/3 Al Qur'an juga disebut hanya 5 sifat: Allah itu Esa, Allah tempat bergantung, Tidak melahirkan, Tidak dilahirkan, dan Tidak ada satu pun yang setara denganNya. Jadi keliru jika mengatakan mengajarkan 20 sifat itu sesat berdasar dalil di atas.
Justru dengan pengajaran Sifat 20 yang sederhana itulah maka ummat Islam jadi kenal sifat-sifat Allah secara baik. Aqidahnya jadi mantap. Pengajaran Sifat-sifat Allah seperti: Wujud (Ada), Wahdaniyah (Satu), Hayat (Hidup), 'Ilmu (Maha Mengetahui), Qudrat (Kuasa), dan sebagainya begitu mudah dipahami. Dan semua Sifat itu ada dalilnya di Al Qur'an. Silahkan baca:
http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui
Ini beda dengan Tauhid susunan Muhammad bin Abdul Wahab seperti Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma' wa Shifat yang justru sukar dipahami oleh awam.
Lalu kenapa kita tidak mengajar Asma'ul Husna yang terdiri dari 99 nama? Asma'ul Husna tetap diajarkan. Anda bisa mempelajarinya di:
http://media-islam.or.id/2007/09/14/asma%E2%80%99ul-husna/
Meski demikian, 99 nama itu jangankan untuk dipahami. Dihafal semuanya saja sulit. Dari 10 Muslim, paling hanya 1 yang hafal. Saya bahkan belum pernah menemukan website yang menjelaskan 99 nama tersebut secara rinci.
Tuduhan Fahaman Asy'ari Sesat, Benarkah?
Sebagian ummat Islam tidak mengerti tentang madzhab Asy'ari, siapa orang-orang yang mengikuti imam Asy'ari, dan tidak mengerti manhaj mereka dalam masalah aqidah. Sebagian di antara mereka ada yang menisbatkan kesesatan kepada para pengikut Asy'ari atau menuduhnya keluar dari agama serta melenceng jauh dalam menyifati Allah.
 
Ketidak-tahuan inilah penyebab utama tercabik-cabiknya dan terpecah-belahnya golongan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Sehingga sebagian di antara orang=orang yang tidak tahu itu mengklaim bahwa para pengikut Asy'ari itu termasuk kelompok sesat. Saya tidak tahu bagaimana mereka membandingkan antara kelompok yang beriman dan kelompok yang sesat?
Para pengikut Asy'ari (asya'irah) adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Mereka adalah ahlus sunnah yang menentang kezhaliman mu'tazilah. Mereka adalah seperti yang disampakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah, "Ulama adalah penolong ilmu agama, sedangkan para pengikut Asy'ari adalah penolong-penolong pokok agama (ushuluddin/aqidah)." (Al-Fatawa Juz IV)
Di antara Asya'irah adalah ulama ahli hadits, fiqih dan tafzir. Di antara mereka adalah:
1. Ahmad bin Hajar al-Atsqalani, seorang syaikh muhadditin, pengarang kitab Fathul Bari, suatu Syarah Shahih Bukhari, beliau seorang ulama bermadzhab Asy'ari, di mana kitabnya selalu dibutuhkan para ulama.
2. Imam an-Nawawi, pengarang kitab Syarah Shahih Muslim dan pengarang kitab-kitab yang populer yang bermadzhab Asy'ari.
3. Imam al-Qurthubi, pengarang kitab al-Jami' li Ahkamil Qur`an yang bermadzhab Asy'ari.
4. syaikhul Islam Ibnu Hajar al-Haitami, pengarang kitab a-Zawajir an Iqtiraf al-Kaba-ir yang bermadzhab Asy'ari.
5. Syaikhul Fiqh dan hadits Zakariya al-Anshori yang bermadzhab Asy'ari.
6. Imam Abu Bakr al-Baqillani.
7. Imam an-Nasafi.
8. Imam Syarbini.
9. Imam Ibnul Jauzi, pengarang kitab at-Tashil fi Ulumit Tanzil.
Mereka semua adalah para ulama yang bermadzhab Asy'ari. Sekiranya kita ingin menghitung ulama-ulama pakar hadits, fiqih, dan tafsir dari kalangan Asy'ari, niscaya kita mendapat kesulitan dan kita memerlukan berjilid-jilid kitab mereka untuk menjelaskan mereka semua. Sesungguhnya merupakan keharusan bagi kita untuk mengembalikan kebaikan kepada para pemiliknya, mengetahui keutamaan pemilik ilmu dan keutamaan para ulama yang berkhidmat kepada syari'at Muhammad SAW.
Kebaikan apa yang bisa kita harapkan, jika ulama-ulama dan para pendahulu kita yang shalih ini kita tuduh sesat dan melenceng? Bagaimana Allah akan membuka hati kita untuk menimba ilmu mereka jika kitapernah meyakini bahwa mereka telah melenceng dan sesat dari jalan Islam?
Jika Ahmad bin Hajar al-Atsqalani, Imam an-Nawawi, Imam al-Qurthubi, Ibnu Hajar al-Haitami, Zakariya al-Anshori, Imam Abu Bakr al-Baqillani, Imam an-Nasafi dan ulama-ulama pakar lainnya itu tidak termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah, maka siapakah Ahlus Sunnah wal Jama'ah itu?

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Pengajian mp3

Link ke posting ini
Reaksi: 
Silakan diunduh file-file mp3 pengajian :

1. Surat Al-Anfal (8) 

    http://www.4shared.com/folder/ORAM4YnS/008_Al-Anfal.html


2. Surat Al-Maidah (5)

      http://www.4shared.com/folder/UuhGWCmk/005_Al-Maidah.html

3. Surat Al-A'rof (7) 

4. Shahih Bukhari (Hadits)
    
    http://www.4shared.com/folder/V48prDAs/SB_online.html

Semoga menjadi Amal sholeh kita semua

Yuperhan

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Iman, Amal, dan Cinta

Link ke posting ini
Reaksi: 
Iman, Amal, dan Cinta

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman..,
Subhanallah, berjuta nikmat Allah terus menghampiri, jangan sampai secuil kerikil menutupi pandangan. Memang harus ada derita dan kecewa dalam hidup, namun seperti garam dan cuka dalam makanan, sedikitnya membuat orang suka, keberadaannya menambah nikmat rasa yang lainnya..
 
Sahabat seiman..,
Semoga hadirnya ayat berikut mengusir lemah menambah semangat, membasmi malas meningkat nikmat, Allah SWT berfirman, artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (Q.S. Maryam: 96), subhanallah, ternyata ada kaitan antara iman, amal dan cinta..
 
Sahabat seiman..,
Tanyalah hati selalu, jika amal shaleh terus melemah, banyaknya nikmat terasa hampa, kebencian menguasai rasa, sekuat apa sebenarnya iman di dada?
ketahuilah di setiap sisi kehidupan ada peluang iman dan amal, bahagia maupun sedih, senang atau kecewa bukanlah persoalan, akan tetapi bagaimana iman dan amal kita tetap dapat melahirkan cinta..
 
Sahabat seiman..,
Lihatlah mentari pagi begitu cerah merona, tugas kerja di hadapan telah menjanji pahala, bagaimana imam menuntun langkah? Jangan biarkan bahagia melupakan diri, dan duka menjajahnya. Sesungguhnya kesuksesan bukan karena kesenangan, dan kegagalan bukan karena kesedihan, akantetapi iman, amal, dan cinta yang menjadi ukuran.., selamat beraktifitas! (@SaiBah)

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Istriku, Menangislah Pada Allah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Istriku, Menangislah Pada Allah

By: Muhamad Agus Syafii

Di Rumah Amalia seorang ibu dengan bercucuran air mata merasakan kepedihan dihati menuturkan disaat mata suaminya terpejam ia melihat air mata yang mengalir dari kedua mata suaminya. Seingatnya didalam perjalanan hidup berumah tangga jarang sekali suaminya menangis, itu adalah yang ketiga kalinya. Dua kali sebelumnya adalah ketika anak satu-satunya yang masih balita meninggal dunia dan kedua disaat ia keguguran yang harus dirawat di Rumah Sakit. Ia duduk di kasur mengusap kepala sang suami, "Mas, hidup dan mati adalah urusan Allah, kita tidak pernah tahu soal itu. Siapa yang menyangka anak kita lebih cepat dipanggil? Mungkin besok malah aku yang dipanggil duluan harus menghadap Ilahi, yang penting kita berserah diri kepada Allah."

Suaminya memeluk tubuhnya, "Berat banget ya Ma, cobaan hidup ini buat kita." Air matanya deras mengucur, ia memeluk suaminya dan ikut dalam tangisan. "Kamu harus kuat Mas, kamu harus kuat..memohonlah pada Allah." Sebelah hatinya tersayat kepedihan karena suaminya terguncang, terpuruk setelah tahu penyakit yang dideritanya, tetapi disisi lain sebagai seorang bersyukur karena disaat mereka terpuruk malah semakin mendekatkan diri kepada Allah, mendorong suaminya agar tegar menatap realitas. Tetapi tak seiring dengan harapan, kondisi sang suami tidak menjadi lebih baik, hari demi hari kondisi suaminya lebih memburuk lagi, panasnya terus meningkat, semakin sulit makan, tepat seminggu di Rumah Sakit panas tubuhnya meninggi melewati temperatur 40.  Kondisi suaminya kian melemah membuat tak sadarkan diri. Berbagai doa dipanjatkan, sentuhan kasih sayang untuk menguatkan dilakukannya, sehari berikutnya siuman. Senyum menghias diwajah suaminya, membisikkan
kata-kata lirih ditelinga, "Istriku, menangislah pada Allah" Dihadapannya  sang suami mengucap dua kalimat syahadat sebelum menghembuskan napas terakhir. Suster memakai alat pemicu jantung tapi suaminya tetap tak tertolong, telah berpulang kehadapan Sang Khaliq. Air matanya mengalir deras, melepas kepergian suami yang dicintainya. Semua menjadi tinggal kenangan.

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku..Yuk, tebarkan cinta & kepedulian pada sesama dg hadir pada kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Sunday, January 29, 2012

[daarut-tauhiid] Ketika Ajal Menjemput, Sudah Siapkah Kita?

Link ke posting ini
Reaksi: 
Ketika Ajal Menjemput, Sudah Siapkah Kita?

By: Muhamad Agus Syafii

Malam dingin udara terasa menusuk. Air mata menetes, mengalir begitu saja. Mengingat kematian bisa hadir kapan saja. Bahkan bila Allah menakdirkan detik ini kita meninggal dunia, maka detik inipun kita meninggal dan kita tidak dapat menolaknya. Kita tidak bisa berbuat apapun, sekalipun kita berlari keujung dunia, kematian tetap menjemput kita. Rumah tiba-tiba penuh dengan tangisan. Anak-anak kita menangis. Pasangan hidup kita menangis. Orang tua kita menangis. Teman kantor, kerabat, tetangga, mereka semua menangis. Kita hanya bisa membisu, jasad kita dimandikan, dikafani, kemudian disholatkan. Selesai sholat, tubuh kita dimasukkan keranda. Diangkat dan digotong keliang lahat. Diringi isak tangis orang-orang yang kita kasihi.

Tubuh kita diturunkan diliang lahat seukuran tubuh kita. Dimiringkan ke arah kiblat. Ditutup dengan papan. Tinggallah diri kita dalam kegelapan, sendirian dan kesepian. Tiada seorangpun yang mau menemani diri kita. Bahkan orang paling mencintai kita sekalipun pergi meninggalkan kita. Hanyalah amal kebaikan kita selama hidup didunia yang menemani kita. Amal kebaikan itulah yang menjadi bekal kita. "Apabila nafas seseorang telah mendesak sampai dikerongkongan dan dikatakan kepadaNya. 'Siapakah yang dapat menyembuhkanmu?' dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia telah tiba dan tautan betis kiri dan betis kanan. kepada Tuhanmu-lah pada hari itu kamu dihalau."(QS. al-Qiyamaah : 26-30).

Ketika ajal menjemput, sudah siapkah kita?

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku..Yuk, tebarkan cinta & kepedulian pada sesama dg hadir pada kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 9.sd 12 pagi di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/
 

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Air Mata Seorang Ayah

Link ke posting ini
Reaksi: 
Air Mata Seorang Ayah

By: M. Agus Syafii

Hari ini saya membuka email, hati saya terasa tersentak. Air mata mengalir tak kuasa untuk ditahan. Setiap baris kalimatnya saya baca. Kata-katanya menghunjam dihati bahkan mengoyak kelubuk yang paling dalam. Beliau menuturkan sebagai berikut. 'Mas Agus, putra saya meninggal dunia di usianya 2 tahun. tepat satu hari sebelum hari kelahirannya. Hari Ahad ketika saya libur, seharian kami bermain. Saya, istri dan anak bercanda seolah tiada mengerti apa yang akan terjadi. Badannya panas tiba-tiba, siang itu juga saya membawanya ke dokter. Tidak ada perkembangannya. Malamnya kembali saya membawanya ke Rumah Sakit dan anak saya yang sekecil itu harus diinfusnya dan mendapatkan oksigen. Sampai anak saya koma dan akhirnya tiada. Air mata saya tertumpah. Isak tangis tak bisa saya tahan. Saya memeluknya dan mencium wajahnya. Saya katakan pada, 'Sayang, ayah selalu mencintaimu. Kembalilah padaNya. Ayah ikhlaskan kamu..sayang.'

Dikalimat beliau selanjutnya ada kata-kata yang begitu indah namun terasa sebuah kepedihan dihati yang teramat dalam dan sebuah renungan bagi kita sebagai orang yang beriman, 'Saya yakin Mas Agus Syafii. musibah dengan meninggalnya anak saya ini adalah ladang peningkatan iman dan taqwa saya dan istri saya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  Saya selalu ingat hadist Nabi Muhammad yang sering Mas Agus kutip. 'Sungguh menakjubkan orang yang beriman karena segala urusannya adalah baik bagi dirinya. Dalam hal ini tidak akan terdapat melainkan orang yang mukmin.  Apabila ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur karena hal itu baik untuknya. Dan apabila tertimpa musibah, ia bersabar karena hal itu baik juga untuknya. (HR. Muslim).

Sungguh hebat beliau seorang ayah yang juga sebagai seorang mukmin mampu melewati semua penderitaan dan kepedihan dihatinya, disetiap tetesan air matanya adalah ladang peningkatan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah Air mata ayah. Subhanallah.

Wassalam,
M. Agus Syafii
---
Sahabatku..Yuk, tebarkan cinta & kepedulian pada sesama dg hadir pada kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 9.sd 12 pagi di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Hukum Mayoritas dalam Syariat Islam

Link ke posting ini
Reaksi: 
Hukum Mayoritas
dalam Syariat Islam
 
Telah menjadi sunnatullah kalau
kebanyakan manusia merupakan para penentang kebenaran. Maka menjadi ironi,
ketika kebenaran kemudian diukur dengan suara mayoritas.
 
Apa Itu Hukum Mayoritas?
 
Yang dimaksud dengan hukum
mayoritas dalam pembahasan kali ini adalah suatu ketetapan hukum di mana jumlah
mayoritas merupakan patokan kebenaran dan suara terbanyak merupakan keputusan
yang harus diikuti meski bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah.
 
Sejauh mana keabsahan hukum
mayoritas ini? Untuk mengetahui jawabannya, perlu ditelusuri terlebih dahulu
oknum (pengusung)nya, yang dalam hal ini adalah manusia, baik tentang hakikat
dirinya, sikapnya terhadap para rasul, maupun keadaan mayoritas mereka, menurut
kacamata syariat. Dengan diketahui keadaan oknum mayoritas, maka akan diketahui
pula sejauh mana keabsahan hukum tersebut.
 
Hakikat Jati Diri Manusia
 
Manusia adalah satu-satunya
makhluk Allah yang menyatakan diri siap memikul 'amanat berat' yang tidak mampu
dilakukan oleh makhluk-makhluk besar seperti langit, bumi, dan gunung-gunung.
Padahal makhluk yang bernama manusia ini berjatidiri dzalum (amat zalim) dan
jahul (amat bodoh). Allah berfirman:
 
"Sesungguhnya Kami telah tawarkan
amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk
memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah
amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh."
(al-Ahzab: 72)
 
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir
as-Sa'di berkata, "Allah mengangkat permasalahan amanat yang Dia amanatkan
kepada para mukallafin (makhluk yang dibebani hukum syariat), yaitu amanat
menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang diharamkan, baik
dalam keadaan tampak maupun tidak tampak. Dia tawarkan amanat itu kepada
makhluk-makhluk besar; langit, bumi, dan gunung-gunung sebagai tawaran pilihan,
bukan keharusan, 'Bila engkau menjalankan dan melaksanakannya niscaya ada
pahala bagimu, dan bila tidak niscaya kamu akan dihukum.' Maka makhluk-makhluk
itu pun enggan untuk memikulnya karena khawatir akan mengkhianatinya, bukan
karena menentang Rabb mereka dan bukan pula karena tidak butuh terhadap
pahala-Nya. Kemudian Allah tawarkan kepada manusia, maka ia pun siap menerima
amanat itu dan siap memikulnya dengan segala kezaliman dan kebodohan yang ada
pada dirinya. Maka amanat berat itu pun akhirnya dipikul olehnya." (Taisirul
Karimirrahman, hlm. 620)
 
Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang, Yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana, tidaklah membiarkan manusia
mengarungi kehidupan dengan memikul amanat berat tanpa bimbingan Ilahi. Maka
Dia pun mengutus para rasul sebagai pembimbing mereka dan menurunkan Kitab Suci
agar manusia berpegang teguh dengannya dan mengambil petunjuk darinya. Allah
berfirman:
 
"Sungguh Kami telah mengutus
rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata, serta Kami turunkan
bersama mereka Kitab Suci dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat
melaksanakan keadilan." (al-Hadid: 25)
 
Sikap Manusia terhadap Para Rasul yang Membimbing Mereka
 
Namun, demikianlah umat manusia.
Para rasul yang membimbing mereka itu justru ditentang, didustakan, dan
dihinakan. Allah berfirman:
 
"Yang demikian itu dikarenakan
telah datang para rasul kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata, lalu
mereka kafir (menentang para rasul tersebut), maka Allah mengazab mereka.
Sesungguhnya Dia Mahakuat lagi Mahadahsyat hukuman-Nya." (Ghafir: 22)
 
"Jika mereka mendustakan kamu
(Muhammad), maka sesungguhnya para rasul sebelummu pun telah didustakan (pula).
Mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan Kitab yang memberi
penjelasan yang sempurna." (Ali 'Imran: 184)
 
"Sebelum mereka, kaum Nuh dan
golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul), dan
tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya.
Dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran
dengan yang batil itu, oleh karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya)
azab-Ku." (Ghafir: 5)
 
"Dan sungguh telah diperolok-olok
beberapa rasul sebelum kamu. Maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan para
rasul itu azab atas apa yang selalu mereka perolok-olokkan." (al-Anbiya: 41)
 
Bagaimanakah Keadaan Mayoritas Mereka?
 
Bila kita merujuk kepada
Al-Qur'anul Karim, maka kita akan dapati bahwa keadaan mayoritas umat manusia
adalah:
 
1. Tidak beriman
 
Allah berfirman:
 
"Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu
benar-benar dari Rabbmu, tetapi mayoritas manusia tidak beriman." (Hud: 17)
 
2. Tidak bersyukur
 
Allah berfirman:
 
"Sesungguhnya Allah mempunyai
karunia terhadap manusia, tetapi mayoritas manusia tidak bersyukur."
(al-Baqarah: 243)
 
3. Benci kepada kebenaran
 
Allah berfirman:
 
"Sesungguhnya Kami benar-benar
telah membawa kebenaran kepada kalian, tetapi mayoritas dari kalian membenci
kebenaran itu." (az-Zukhruf: 78)
 
4. Fasiq (keluar dari ketaatan)
 
Allah berfirman:
 
"Dan sesungguhnya mayoritas
manusia adalah orang-orang yang fasiq." (al-Maidah: 49)
 
5. Lalai dari ayat-ayat Allah
 
Allah berfirman:
 
"Dan sesungguhnya mayoritas dari
manusia benar-benar lalai dari ayat-ayat Kami." (Yunus: 92)
 
6. Menyesatkan orang lain dengan
hawa nafsu mereka
 
Allah berfirman:
 
"Sesungguhnya mayoritas (dari
manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka
tanpa ilmu." (al-An'am: 119)
 
7. Tidak mengetahui agama yang
lurus
 
Allah berfirman:
 
"Itulah agama yang lurus, tetapi
mayoritas manusia tidak mengetahui." (Yusuf: 40)
 
8. Mengikuti persangkaan belaka
 
Allah berfirman:
 
"Mereka (mayoritas manusia) tidak
lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
berdusta (terhadap Allah)." (al-An'am: 116)
 
9. Penghuni Jahannam
 
Allah berfirman:
 
"Dan sesungguhnya Kami jadikan
untuk isi Jahannam mayoritas dari jin dan manusia." (al-A'raf: 179)
 
Refleksi terhadap Hukum Mayoritas
 
Dari apa yang telah lalu, kita
pun mengetahui bahwa ternyata oknum mayoritas tersebut (manusia) berjati diri
amat zalim dan amat bodoh. Penentangan mereka terhadap para rasul yang
membimbing mereka luar biasa. Demikian pula mayoritas mereka tidak beriman,
tidak bersyukur, benci kepada kebenaran, keluar dari ketaatan, lalai dari
ayat-ayat Allah, menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu dan tanpa ilmu, tidak
mengetahui agama yang lurus, mengikuti persangkaan belaka, dan penghuni
Jahannam.
 
Demikianlah kacamata syariat
memandang oknum mayoritas. Bila demikian kenyataannya, lalu bagaimana dengan
hukum mayoritas itu sendiri?
 
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab menggolongkan hukum mayoritas ini ke dalam kaidah-kaidah yang dipegangi
oleh orang-orang jahiliah, bahkan termasuk kaidah terbesar yang mereka punyai.
Beliau berkata, "Sesungguhnya di antara kaidah terbesar mereka adalah berpegang
dan terbuai dengan jumlah mayoritas. Mereka menilai suatu kebenaran dengannya
serta menilai suatu kebatilan dengan langka dan sedikitnya orang yang
melakukan...." (Masail al-Jahiliah, masalah ke-5)
 
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan
al-Fauzan berkata, "Di antara karakter jahiliah, mereka menilai suatu kebenaran
dengan jumlah mayoritas, dan menilai suatu kesalahan dengan jumlah minoritas.
Sehingga sesuatu yang diikuti oleh kebanyakan orang berarti benar, sedangkan
yang diikuti oleh segelintir orang berarti salah. Inilah patokan yang ada pada
diri mereka di dalam menilai yang benar dan yang salah. Padahal patokan ini
tidak benar, karena Allah berfirman:
 
"Dan jika kamu menuruti mayoritas
orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari
jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka
tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (al-An'am: 116)
 
Allah juga berfirman:
 
"Tetapi mayoritas manusia tidak
mengetahui." (al-A'raf: 187)
 
"Dan Kami tidak mendapati
mayoritas mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati mayoritas mereka
orang-orang yang fasik." (al-A'raf: 102)
Dan lain sebagainya." (Syarh
Masail al-Jahiliah, hlm. 60).
 
Demikianlah bila hukum mayoritas
dikultuskan. Kesudahannya, akan semakin jauh dari hukum Allah, akan semakin
buta tentang syariat Islam, bahkan akan menjadi penentang terhadap hukum Allah
dan syariat-Nya.
 
Para pembaca yang dirahmati Allah,
sesungguhnya masih ada fenomena lain yang perlu dijadikan refleksi, yaitu
digunakannya hukum mayoritas sebagai tolok ukur suatu dakwah. Sebaliknya bila pengikutnya
hanya sedikit, maka dakwahnya pun dicurigai, bahkan terkadang divonis sesat.
Padahal Allah telah berfirman tentang Nabi Nuh:
 
"Dan tidaklah beriman bersamanya
(Nuh) kecuali sedikit." (Hud: 40)
 
Rasulullah bersabda:
 
"Telah ditampakkan kepadaku
umat-umat, maka aku melihat seorang nabi bersamanya kurang dari 10 orang,
seorang nabi bersamanya satu atau dua orang, dan seorang nabi tidak ada seorang
pun yang bersamanya…." (HR. al-Bukhari no. 5705, 5752, dan Muslim no. 220, dari
hadits Abdullah bin 'Abbas)
 
Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdullah
Alusy-Syaikh berkata, "Dalam hadits ini terdapat bantahan bagi orang yang
berdalih dengan hukum mayoritas dan beranggapan bahwa kebenaran itu selalu
bersama mereka. Tidaklah demikian adanya, bahkan yang semestinya adalah
mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah bersama siapa saja dan di mana saja." (Taisir
al-'Azizil Hamid, hlm.106)
 
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih
al-'Utsaimin berkata, "Tidak boleh tertipu dengan jumlah mayoritas, karena
jumlah mayoritas terkadang di atas kesesatan. Allah berfirman:
 
"Dan jika kamu menuruti mayoritas
orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari
jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka
tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (al-An'am: 116)
 
Jika kita melihat bahwa mayoritas
penduduk bumi berada dalam kesesatan, maka janganlah tertipu dengan mereka.
Jangan pula engkau katakan, 'Sesungguhnya orang-orang melakukan demikian,
mengapa aku bersikap eksklusif tidak sama dengan mereka?'." (al-Qaulul Mufid
'ala Kitabit Tauhid, 1/106)
 
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan
al-Fauzan berkata, "Maka tolok ukurnya bukanlah banyaknya pengikut suatu mazhab
atau perkataan, namun tolok ukurnya adalah benar ataukah batil. Selama ia benar
walaupun yang mengikutinya hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang mengikutinya,
maka itulah yang harus dipegang (diikuti), karena ia adalah keselamatan.
Selamanya, sesuatu yang batil tidaklah terdukung (menjadi benar, pen.) karena
banyaknya orang yang mengikutinya. Inilah tolok ukur yang harus selalu
dipegangi oleh setiap muslim."
 
Beliau juga berkata, "Maka tolok
ukurnya bukanlah banyak (mayoritas) ataupun sedikit (minoritas), bahkan tolok
ukurnya adalah al-haq (kebenaran). Barang siapa di atas kebenaran—walaupun
sendirian—maka ia benar dan wajib diikuti. Jika mayoritas (manusia) berada di
atas kebatilan maka wajib ditolak dan tidak boleh tertipu dengannya. Jadi tolok
ukurnya adalah kebenaran. Oleh karena itu, para ulama berkata, 'Kebenaran
tidaklah dinilai dengan orang, namun oranglah yang dinilai dengan kebenaran.
Barang siapa di atas kebenaran maka ia wajib diikuti'." (Syarh Masail
al-Jahiliah, hlm. 61)
 
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
Alusy-Syaikh berkata, "Hendaknya seorang muslim berhati-hati agar tidak tertipu
dengan jumlah mayoritas, karena telah banyak orang-orang yang tertipu
(dengannya), bahkan orang-orang yang mengaku berilmu sekalipun. Mereka
berkeyakinan di dalam beragama sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang bodoh
lagi sesat (yaitu mengikuti mayoritas manusia, pen.) dan tidak mau melihat
kepada apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya." (Qurratu 'Uyunil
Muwahhidin, dinukil dari ta'liq [catatan kaki] Fathul Majid, hlm. 83, no. 1)
 
Bagaimanakah Jika Mayoritas Berada di Atas Kebenaran?
 
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan
al-Fauzan berkata, "Ya, jika mayoritas manusia berada di atas kebenaran, maka
ini sesuatu yang baik. Namun sunnatullah menunjukkan bahwa mayoritas (manusia)
berada di atas kebatilan.
 
"Dan mayoritas manusia tidak akan
beriman, walaupun kamu (Muhammad) sangat menginginkannya." (Yusuf: 103)
 
"Dan jika engkau menuruti
mayoritas orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan
menyesatkanmu dari jalan Allah." (al-An'am: 116) [Syarh Masail al-Jahiliah,
hlm. 62]
 
Penutup
Dari pembahasan yang telah lalu,
dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwasanya hukum mayoritas bukan dari syariat
Islam, sehingga ia tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kebenaran suatu
dakwah, manhaj, dan perkataan. Tolok ukur yang hakiki adalah kebenaran yang
dibangun di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman as-Salafush Shalih.
 
Wallahu a'lam bish-shawab.
 
Sumber: http://www.asysyariah.com

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[daarut-tauhiid] Fenomena Ibadatul-Autsaan

Link ke posting ini
Reaksi: 
Fenomena Ibadatul-Autsaan
 
Ibadah
bila dilihat dari sisi lughowi mempunyai arti ketundukan dan kerendahan,
sedangkan menurut makna istilahi ibadah adalah sebutan yang menyeluruh untuk
setiap apa yang dicintai Allah dan diridhoiNya dari ucapan-ucapan dan
amalan-amalan lahir maupun batin. (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Majmu'ul
Fatawa: 10/149)


Adapun
al-autsaan diambil dari asal kata al-watsan, yaitu sebuah nama yang digunakan
untuk menyebutkan semua jenis peribadahan, seperti do'a, istighotsah yakni
minta kelapangan dari segala kesempitan hidup, kondisi yang tidak menentu,
kekacauan, ketakutan dan yang lainnya, kemudian isti'anah yakni meminta
pertolongan dalam mendatangkan segala kemaslahatan dan menolak berbagai macam
mudharat, lalu at-tabarruk, yakni dengan istilah orang sekarang: ngalap berkah
dan lain-lainnya dari jenis ibadah yang diperuntukkan kepada selain Allah,
seperti kuburan yang dianggap keramat, batu ajaib, paranormal, khodam setia
atau rijalul ghoib (jin muslim atau kafir) dan seterusnya.


Sebagian
orang barangkali beranggapan kalau watsan atau autsaan adalah patung dan
berhala, sehingga praktek ibadatul autsaan hanyalah ditujukan bagi
mereka-mereka penyembah patung atau berhala. Cara pandang model ini jelas
keliru, sebab Allah telah berfirman dalam Al Qur`an mengenai perkataan Ibrahim
kepada kaumnya, "Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah
autsaan, dan kamu membuat dusta." (QS Al Ankabuut: 17). Allah juga
berfirman, "Mereka menjawab: Kami menyembah berhala-berhala dan kami
senantiasa tekun menyembahnya." (QS Asy Syu'araa: 71). "Ibrahim
berkata: Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?" (QS Ash
Shaffaat: 95). Maka, diketahuilah dari sini bahwa watsan atau autsaan digunakan
untuk menyebutkan patung-patung dan selainnya yang diibadahi di samping Allah.
(Fathul Majid: 292, cet. Al Bayaan)


Karena
itu, siapapun orangnya yang berdo'a dan meminta pertolongan dalam mengatasi
problema hidup kepada selain Allah -dalam perkara yang tidak dimampui oleh
seorang pun dari makhluk dan menjadi kekhususan kekuasaan Allah-, maka dia
telah terjerumus dalam praktek ibadatul-autsaan.

Di tengah-tengah sulitnya mencari penghidupan, ekonomi yang morat-marit, status
sosial selalu menjadi ukuran, gaya hidup yang bonafid jadi idaman. Ketika
kelezatan dunia menjadi target utama, maka orang-orang yang lemah keimanannya
dan lemah pendiriannya mulai goyah terseok-seok ke sana ke mari ingin segera
meraih kemudahan dan kelezatan dunia yang sebetulnya tak lebih dari sekedar
fatamorgana.


Namanya
juga memanfaatkan situasi dan kondisi sekaligus nyari rezeki. Paranormal,
orang-orang pintar yang juga serba kesusahan segera bereaksi, seolah kehadiran
mereka sebagai satu-satunya jalan keluar meski harus melakukan praktek syirik
dan mengajak orang berbuat musyrik.


Mereka
membuka layanan praktek ibadatul-autsaan 1x24 jam dengan kata-kata dan
janji-janji manis sebagai daya tarik laris. Praktek yang dibukanya biasanya
berkisar seputar: berhubungan dengan rijalul ghoib (jin muslim atau kafir),
tarik rejeki, penglaris usaha, penolak bala, jauhkan perselingkuhan, tampil
cantik dan menarik, datangkan aura pesona, perjodohan dan banyak lagi yang lainnya.


Mendapati
kenyataan yang demikian ini, akan bertambahlah keimanan dan keyakinan serta
kehati-hatian dalam mengarungi kehidupan dan mengaplikasikan nilai-nilai agama
dalam keseharian bagi siapa yang membaca sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam, "Akan ada di antara kalian yang mengikuti tata cara beragama
orang-orang sebelum kalian, sampai-sampai kalau mereka masuk lubang biawak
kalian pun turut memasukinya." Para sahabat bertanya, "Apakah mereka
itu Yahudi dan Nashrani?" Rasulullah menjawab, "Siapa lagi jika bukan
mereka?!" (HR Bukhari Muslim)


Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan dalam hadits ini bahwa apa yang
pernah dilakukan oleh orang Yahudi dan Nashrani akan kembali dilakukan oleh
ummat ini, satu peringatan agar kita selaku ummatnya selalu mawas diri jangan
sampai terperangkap ke dalam praktek ibadah mereka. Tak salah bila kemudian
Imam Sufyan ibnu Uyainah memvonis siapa saja yang berilmu namun rusak ada
kemiripan dengan Yahudi dan ahli ibadah namun rusak ada kemiripan dengan
Nashrani.


Ibadatul-autsaan
bila ditelusuri dari awal historinya, jelas bukan bermula dari ummat ini, ia
hanyalah warisan dari ummat-ummat yang menyimpang seperti disinggung dalam
hadits di atas, ironinya justru umat ini yang malah gemar dan semarak mempraktekkan.

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Ikrimah bahwa Huyay bin Ahthab dan Ka'ab
ibnul Asyrof datang ke Mekkah, maka berkumpullah orang-orang musyrikin di
sekitarnya dan berkata, "Kalian (berdua) ahli kitab dan ahli ilmu,
kabarkan kepada kami tentang kami dan Muhammad." Huyay dan Ka'ab bertanya,
"Apa bedanya kalian dan Muhammad?" Mereka menjawab, "Kami adalah
orang yang menyambung hubungan silaturrahim, menyediakan makanan dan minuman
(bagi yang membutuhkan), menghilangkan kesusahan dan memberi minum para jama'ah
haji. Sedangkan Muhammad adalah orang yang pelit dan selalu memutuskan
silaturrahim, siapa yang paling baik, kami ataukah dia?" Ka'ab dan Huyay
menjawab, "Kalian yang paling baik dan benar jalannya." Maka turunlah
firman Allah subhanahu wa ta'ala, "Apakah kamu tidak memperhatikan
orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan
thaghut (yaitu syaithon dan semua yang diibadahi selain Allah) dan mengatakan
kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah) bahwa merekalah yang lebih benar
jalannya dari orang-orang yang beriman." (QS An Nisaa: 51)


Di
dalam ayat ini Allah beritakan ihwal orang-orang sebelum kita yang diberikan
kepadanya sebahagian Al Kitab (yakni Taurat dan Injil) di mana mereka percaya
kepada jibt dan thaghut alias syetan dan semua yang diibadahi selain Allah dan
inilah sesungguhnya praktek ibadatul-autsaan yang menjadi bagian dari agamanya
mereka, ini pulalah fakta yang menggambarkan kalau ibadatul-autsaan bukan
bagian dari agama kita dan bukan pula bagian dari praktek ibadah kita.


Pada
ayat lainnya Allah menceritakan kebinasaan dan hukuman bagi orang-orang Yahudi
karena mereka melakukan praktek ibadatul-autsaan. Allah berfirman,
"Katakanlah: Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih
buruk pembalasannya dari (orang-orang fasiq) itu di sisi Allah, yaitu
orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang
dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut. Mereka itu lebih
buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus." (QS Al Maidah:
60). Allah juga berfirman, "Dan sesungguhnya telah kamu ketahui
orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu kami berfirman
kepada mereka: Jadilah kamu kera yang hina." (QS Al Baqarah: 65)


Ayat
inipun menjadi bukti bahwa ibadatul-autsaan adalah model ibadahnya Yahudi.

Bila kita menengok kembali sejarahnya para ashabul kahfi, sungguh sangat
menakjubkan, seperti firman Allah, "Atau kamu mengira bahwa orang-orang
yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda
kekuasaan Kami yang mengherankan?" (QS Al Kahfi: 9). Namun demikian
ternyata praktek ibadatul-autsaan telah terjadi saat itu jauh sebelum kita,
yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin, para penguasa di zaman tersebut.


Ashabul
kahfi adalah para pemuda yang beriman kepada Allah yang berada di dalam negeri
syirik, mereka keluar dari negeri itu guna menyelamatkan aqidah lalu Allah
mudahkan untuk mereka hingga menjumpai sebuah gua, mereka pun masuk ke dalamnya
dan tertidur di dalamnya sampai waktu yang sangat panjang sekira tiga ratus
sembilan tahun, seperti firman Allah, "Dan mereka tinggal dalam gua mereka
tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)." (QS Al Kahfi: 25).


Mereka
tertidur tidak membutuhkan makan dan minum, Allah bolak-balikkan tubuh mereka
sehingga tidaklah membeku darah pada salah satu bagian tubuhnya. Ini semua
termasuk hikmah Allah. Allah berfirman, "Dan kamu mengira mereka itu
bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke
kiri." (QS Al Kahfi: 18). (Al Qoulul Mufid: 478, cet. Ibnul Haitsam
-Qohiroh-).


Pendeknya,
ketika para ashabul kahfi itu terbangun dan diketahui keberadaannya oleh
penduduk negeri, hingga mereka (para ashabul kahfi) meninggal dunia, maka para penguasa
di waktu itu berkeinginan untuk membangunkan masjid di atas kuburan-kuburannya.
Dan inilah praktek ibadatul-autsaan. Allah berfirman, "Orang-orang yang
berkuasa atas urusan mereka berkata: Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah
rumah peribadatan di atasnya." (QS Al Kahfi: 21).

Para pembaca, semua kisah dan berita di dalam Al Qur`an ataupun As Sunnah yang
memuat kejelekan suatu perbuatan, siksaan, kebinasaan, musibah, dan kehancuran
yang telah menimpa orang-orang dan umat sebelum kita, bukanlah sebatas kisah
dan cerita tanpa makna, bukanlah dongeng yang hanya diperdengarkan setiap pagi
dan petang hari, bukan pula senandung penghantar tidur atau nina bobo. Tetapi
semua itu adalah pelajaran yang berharga sehingga kita dapat memahami arti
hidup ini.


Anda,
kami, dan semua dibimbing dan dituntut untuk meyakini firman Allah subhanahu wa
ta'ala, "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi
orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur`an itu bukanlah cerita yang
dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan
menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
beriman." (QS Yusuf: 111).


Kehancuran,
siksa, kebinasaan, dan keguncangan serta berbagai macam malapetaka yang telah
melibas orang-orang dulu, umat sebelum kita disebabkan karena ulah perbuatannya
yang menyimpang dan di luar kehendak Allah, akan kembali dirasakan dan terulang
jalan ceritanya berikut episodenya pada umat ini, pada kita jika kita melakukan
tindakan-tindakan yang sama seperti mereka.


Bila
orang-orang sebelum kita mereka disiksa dan dibinasakan karena melakukan
praktek ibadatul-autsaan, maka kita pun akan mengalami nasib yang sama jika
melakukan hal yang sama.


Mengapakah
kita rela menjual aqidah-aqidah kita yang teramat berharga dengan kelezatan
yang usianya hanya sesaat, sehingga kita lebih memilih untuk mengabdi kepada
al-andaad, al-aalihah, dan al-autsaan daripada mengabdi kepada Allah, Al Ahad
laa syariikalah. Benarlah apa yang dikatakan Imam Sufyan Ats-Tsauri,
"Tidak ada kebaikan dalam kelezatan yang ujungnya neraka."


Bukankah
kita tahu bahwa Allah lah yang telah berfirman, "Dan bersabarlah kamu
bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari
dengan mengharap keridhoanNya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka
(karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu
mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta
menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." (QS Al
Kahfi: 28).

Anda, kami, dan kita semua sama-sama meyakini bahwa tidaklah Allah menciptakan
kita melainkan telah disiapkan rizkinya, maka raihlah rizki itu dengan cara
yang diridhoiNya, hadapilah kesulitan-kesulitan yang ada. Mengapakah kita
lemah?! Kesulitan adalah sebuah tantangan guna mengukur daya keyakinan kita
kepada Rabbul Izzah. Di balik kesulitan ada kemudahan!!


Wal
ilmu indallah.

Sumber: Buletin Al Wala' Wal Bara'
 
Keterangan tambahan:
 
Pertama.Abu Waqid Al-Laitsi radhiallahu
'anhu berkata:


Kami keluar bersama Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam menuju Hunain sementara kami ketika itu baru saja
meninggalkan kekufuran -mereka baru berislam ketika Fathu Makkah-. Abu Waqid
berkata setelah itu: Lalu kami melewati sebuah pohon, kami pun berkata:
"Wahai Rasulullah, buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath(Mereka ingin
menggantungkan senjata-senjata mereka pada pohon tersebut karena mengharapkan
barakah dari pohon tersebut.) sebagaimana mereka (orang-orang kafir musyrikin)
memiliki Dzatu Anwath yang berupa sebuah pohon, tempat mereka beri'tikaf
(berdiam) di sekitarnya dan menggantungkan senjata-senjata mereka pada pohon
tersebut." Mendengar permintaan kami seperti itu, bersabdalah Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam:
 
"Allah Maha Besar! Demi Dzat
yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian telah berucap sebagaimana
ucapan Bani Israil kepada Musa: ("Buatkanlah untuk kami ilaah sebagaimana
mereka memiliki ilaah-ilaah. Musa pun berkata: "Sesungguhnya kalian ini
adalah orang-orang yang bodoh."(QS.Al A'raf : 138)) Sungguh-sungguh kalian
akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian." (HR. Ahmad dalam
Musnad-nya, 5/218, At-Tirmidzi, 6/343, Ibnu Abi 'Ashim dalam As-Sunnah, no. 76,
berkata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Zhilalul Jannah fi Takhrijis
Sunnah: "Isnadnya hasan.")
 
Dalam kisah di atas jelas sekali
bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan demikian dalam rangka
peringatan dan pengingkaran beliau bila umat beliau mengikuti umat terdahulu.
Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdillah rahimahullah berkata: "Di sini ada
larangan dari perbuatan tasyabbuh dengan orang-orang jahiliyyah dari kalangan
ahlul kitab dan musyrikin." (Taisir Al-'Azizil Hamid, hal. 143)
 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah berkata:


"(Hadits) ini merupakan
pengabaran tentang akan terjadinya perkara tersebut dan celaan bagi orang yang
melakukannya. Hal ini seperti pengabaran beliau tentang apa yang akan dilakukan
manusia menjelang datangnya hari kiamat sebagai tanda-tanda kiamat dan
perbuatan-perbuatan mereka nantinya berupa perkara-perkara yang diharamkan.
Dengan demikian diketahui, penyerupaan (tasyabbuh) umat ini dengan Yahudi dan
Nashrani serta Persia dan Romawi termasuk perkara yang dicela oleh Allah dan
Rasul-Nya." (Iqtidha' Ash-Shirathil Mustaqim, hal. 77)
 
Ibnu Baththal rahimahullah
berkata:

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan bahwa umat beliau akan
mengikuti perkara-perkara baru (yang diada-adakan), bid'ah dan hawa nafsu
sebagaimana terjadi pada umat-umat sebelum mereka. Beliau Shallallahu 'alaihi
wa sallam telah memperingatkan hal ini dalam hadits yang banyak bahwasanya di
akhir zaman akan ada kejelekan. Dan hari kiamat tidak akan datang kecuali pada
sejelek-sejelek manusia dan agama ini hanya tetap tegak di sisi orang-orang yang
khusus." (Fathul Bari, 13/314)
 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam nyatakan dalam sabda beliau:


"Kalian sungguh-sungguh akan
mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian."


Tidaklah dimaksudkan beliau
memberikan pengesahan dan penetapan tentang bolehnya hal tersebut, namun justru
yang beliau inginkan adalah memberi tahdzir (peringatan) dari mengikuti orang
kafir dalam perkara kesesatan dan penyimpangan. (Al-Qaulul Mufid, 1/202,
I'anatul Mustafid, 1/224)
 
Kedua.Larangan dari menyerupai ahli
kitab yaitu Orang-orang Yahudi dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala
sebagai Al-Maghdhubu 'alaihim (yang dimurkai Allah) dan Nashrani sebagai
Adh-Dhallun (yang tersesat), sebagaimana dinyatakan dalam ayat terakhir Surat
Al-Fatihah:

"Tunjukkanlah kami kepada jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang
Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan
bukan pula jalannya orang-orang yang sesat." (Al-Fatihah: 6-7)

Diterangkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan
dari sahabat 'Adi ibnu Hatim radhiallahu 'anhu di dalam hadits yang panjang,
beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya Yahudi itu adalah yang dimurkai dan Nashara adalah orang-orang
yang disesatkan." Diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no.
4029 dan dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami' no.8202 dan
dalam komentar beliau terhadap Syarah Al-'Aqidah Ath-Thahawiyah no .811

Imam ahli tafsir dan ahli hadits, Ibnu Abi Hatim, berkata: "Saya tidak mendapatkan
perselisihan di antara ahli tafsir bahwasanya al-maghdhub 'alaihim (di dalam
ayat itu) adalah Yahudi dan adh-dhallun adalah Nashara, dan yang mempersaksikan
perkataan para imam tersebut adalah hadits 'Adi bin Hatim." (Tafsir Ibnu
Katsir, 1/40)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:


"Kekafiran Yahudi pada prinsipnya
karena mereka tidak mengamalkan ilmu mereka. Mereka mengetahui kebenaran namun
tidak mengikutinya, baik dalam ucapan atau perbuatan, ataupun sekaligus dalam
ucapan dan perbuatan. Sementara kekafiran Nashrani dari sisi amalan mereka yang
tidak didasari ilmu, sehingga mereka bersungguh-sungguh melaksanakan berbagai
macam ibadah tanpa didasari syariat dari Allah, serta berbicara tentang Allah
tanpa didasari ilmu." (Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim, hal.23, Darul Anshar
1423 H). Lihat pula keterangan dan pendalilan beliau yang lebih panjang
mengenai dimurkainya Yahudi dan disesatkannya Nashrani dalam kitab tersebut
(hal. 22-24).

Demikian sesungguhnya keadaan Yahudi dan Nashrani, sehingga setiap kali shalat
kaum muslimin meminta perlindungan dari mengikuti jalan keduanya (jalannya
Yahudi dan Nashrani) ketika mereka membaca ayat di dalam surat Al-Fatihah
tersebut.
 
Sumber: http://www.asysyariah.com
(dirangkum dari beberapa artikel)

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/